
Beberapa hari menunggu masih belum ada perubahan, Feng Mo dan Kong Li memutuskan untuk kembali ke kota hari berikutnya. Tapi tidak ada yang menyangka, kesialan akan menimpanya di malam hari.
Feng Mo terganggu dari meditasinya, seseorang telah menghancurkan formasi di luar tenda. Feng Mo mengerutkan kening, pendatang itu tidak baik.
Segera seseorang menerobos masuk. Feng Mo waspada terhadap penjahat.
Seorang pembudidaya Jindan menghunus pedangnya pada Feng Mo. "Keluar sendiri atau pedangku membawamu keluar?"
Feng Mo mengerutkan kening. "Aku akan keluar."
Pembudidaya itu meliriknya dengan persetujuan dan menyuruhnya segera keluar.
Ketika Feng Mo keluar dari tenda, dia melihat beberapa orang berkumpul. Dia didorong ke kelompok lain yang bernasib sama dengannya.
Sekitar selusin pembudidaya Fondasi berkumpul bersama. Wajah mereka penuh dengan ketakutan dan kebingungan.
"Apa yang Geng Harimau ini lakukan?"
"Siapa yang tahu?"
"Aku memiliki firasat yang buruk."
"Mereka mengumpulkan banyak pembudidaya Fondasi, mereka pasti membawa kita untuk melakukan sesuatu yang berbahaya."
Feng Mo menurunkan pandangannya. Orang-orang itu adalah Geng Harimau. Dengan lusinan pembudidaya Fondasi, mereka mungkin dijadikan umpan meriam.
Dia melirik tenda Kong Li dengan khawatir.
Setelah beberapa saat, Geng Harimau berkumpul lagi dengan beberapa anggotanya, dan lebih banyak lagi pembudidaya Fondasi. Puluhan pembudidaya Fondasi diarak masuk ke dalam Hutan dengan diam-diam.
Hutan Tianlu sangat gelap ketika malam. Obor dinyalakan untuk menerangi jalan. Mereka berjalan sepanjang malam dan melewati perbatasan bagian dalam ketika matahari terbit.
Feng Mo menundukkan kepala sepanjang jalan. Mencoba mengurangi rasa keberadaannya dan mencari informasi dari mulut Geng Harimau.
Ternyata sesuatu terjadi ketika kekuatan-kekuatan besar itu mencoba untuk memecahkan formasi gua. Gua peninggalan tidak hanya memiliki formasi pelindung tetapi juga formasi pembunuhan.
Meskipun mereka berhasil memecahkan jalan, banyak anggota atau murid sekte yang mati atau terluka.
Namun gua pembudidaya Fusi masih membutuhkan orang lain untuk menjelajahi jalan.
Beberapa kekuatan tidak ingin menjadi yang pertama masuk. Jika mereka terluka atau mati saat menjelajahi, bukankah mereka akan membuat gaun pengantin untuk orang lain?
Kemudian Geng Harimau menawarkan diri dengan imbalan masuk.
Kenyataannya Geng Harimau tidak bermaksud menggunakan anggotanya sendiri, tapi merampok orang lain. Kebanyakan pembudidaya di luar Hutan Tianlu adalah orang-orang yang biasa keluar masuk hutan.
Jika sekelompok orang tiba-tiba hilang, tidak akan ada yang menemukannya.
Mereka berjalan di bagian dalam hutan dengan ketakutan. Beberapa orang menjadi tegang dan berusaha melarikan diri. Ketika seseorang berhasil lolos, Geng Harimau tidak mengejar, hanya mengejek. "Kalian pikir di mana ini?"
Kerumunan menjadi pucat. Mereka tidak berani bertingkah lagi.
Feng Mo menenggelamkan dirinya di kerumunan, tidak ingin menarik perhatian Geng Harimau.
Hari hampir gelap ketika mereka sampai di tujuan.
Sebuah tanah lapang muncul. Sekelompok orang sedang beristirahat. Terlihat dari tanda di pakaian dan aksesori mereka, mereka adalah orang-orang dari kekuatan besar.
Melihat kedatangan mereka, banyak orang mengerutkan kening.
"Da Yang, apa maksudmu membawa begitu banyak orang?" seseorang bertanya pada seorang pria berwajah sengit yang duduk tidak jauh dari kerumunan.
Da Yang adalah pemimpin Geng Harimau, dia memiliki kultivasi di tahap Awal Transformasi Dewa. Wajahnya memiliki bekas luka sepanjang mata kiri sampai dagu.
Da Yang acuh tak acuh. "Bukankah kalian menginginkan penunjuk jalan?"
" ... " Beberapa orang berpikir dengan tidak setuju, tapi tidak ada yang mengatakan sesuatu.
__ADS_1
Hari mulai gelap, sekelompok Fondasi mereka didorong ke suatu tempat tertentu.
Feng Mo merasakan fluktuasi aura tidak jauh. Mungkin pintu masuk gua. Feng Mo tidak bisa memikirkan kenapa dia bisa merasakannya.
Sepanjang malam Feng Mo diam-diam menatap fluktuasi aura. Kemudian dia terkejut menemukan bahwa dia secara perlahan dapat melihat bentuk formasi.
Feng Mo melirik ke kiri ke kanan dan melihat tidak ada yang memperhatikan keanehannya.
Formasi yang melindungi gua adalah formasi tingkat 6 seperti yang dia duga. Sekarang formasi itu penuh dengan celah seperti jaring laba-laba. Mereka tidak menghancurkan formasi dan mempertahankan keadaan seperti itu. Apa yang terjadi?
Pagi-pagi sekali, orang-orang dari semua kekuatan berkumpul.
Pembudidaya dibagi menjadi 4 kelompok. Mansion Tuan kota, Sekte Bailuo, Keluarga Besar berkumpul menjadi satu, dan Geng Harimau.
Keempat kekuatan itu dipimpin oleh pembudidaya di tahap akhir Transformasi Dewa kecuali Geng Harimau yang berada di awal Transformasi Dewa.
Pemimpin pasukan Tuan kota, Kapten Yan berkata, "Ayo, segera masuk sebelum formasi runtuh."
"Berapa banyak orang yang dibawa Geng Harimau?" Seorang pria tua dengan jenggot di wajahnya mengerutkan kening.
"Sekitar lima puluh pembudidaya Fondasi."
"Kalian yakin akan masuk kali ini? Orang-orang sebelumnya tidak ada yang kembali."
"Setiap kesempatan selalu ada bahaya."
Sekelompok orang telah menentukan nasib orang lain.
Feng Mo melihat segalanya di matanya. Sekelompok pembudidaya ini tidak menganggap serius nyawa pembudidaya yang lebih rendah dari mereka.
Wajah pucat Feng Mo semakin memutih. Dia sekali lagi melihat di mana formasi itu berada.
Feng Mo tidak bisa melarikan diri di bawah mata pembudidaya tingkat Transformasi Dewa. Jika dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri, dia hanya bisa berharap bahwa sesuatu di dalam formasi adalah sesuatu yang baik.
Orang-orang mulai membangunkan kelompok Fondasi mereka. Beberapa pembudidaya wanita menangis tanpa suara. Sedangkan pembudidaya laki-laki mulai gemetar. Beberapa orang saling berpegangan.
Pembudidaya dari kekuatan besar itu memberi mereka giok untuk diteteskan darah.
Ketika giliran Feng Mo, giok itu tidak bereaksi setelah meneteskan darah. Feng Mo terlihat panik tanpa dijelaskan, pembudidaya di depannya juga mengerutkan kening.
"Ada apa?" Seseorang bertanya.
"Giok ini sepertinya tidak bereaksi."
"Mungkin cacat? Segera ganti, masih banyak lagi."
"Sepertinya begitu."
Feng Mo dipaksa untuk meneteskan darah lagi. Menyala! Menyala!
Giok masih tidak bereaksi, pembudidaya itu menatap Feng Mo dengan curiga.
Keringat dingin membasahi pipinya, Feng Mo berdoa di dalam hatinya dengan sungguh-sungguh.
Setelah keheningan yang mencekam, giok akhirnya bereaksi. Cahaya redup menyala menandakan fungsi giok mulai berjalan.
Feng Mo dapat merasakan hubungan antara giok dan dirinya. Tapi Feng Mo juga samar-samar menyadari bahwa dia bisa memutuskan hubungan ini kapan saja.
Setelah semua orang meneteskan darah, mereka digiring ke depan formasi.
Jantung berdebar-debar beberapa orang terdengar, perasaan krisis menghantui.
Melihat tidak ada yang berani maju, seorang pembudidaya meraih pembudidaya Fondasi terdekat dan melemparkannya ke celah formasi yang di buka.
"Aaa!"
Semua orang memucat. Satu dua orang mendorong orang lain dan orang terdekat formasi tidak sengaja jatuh dan terbunuh oleh formasi.
__ADS_1
Melihat tubuh yang tidak lagi utuh, beberapa pembudidaya wanita tidak bisa menahan muntah.
Wajah Feng Mo jelek, dia baru pertama kali melihat orang mati begitu saja di depannya.
Kekuatan di belakang menjadi tidak sabar, meraih seseorang dan melemparkan ke dalam formasi.
Orang tersebut berhasil masuk.
Kemudian beberapa orang menggertakkan gigi dan melompat ke arah yang telah dimasuki pembudidaya tadi.
Feng Mo yang dapat melihat celah formasi, memilih celah terdekat.
Tidak ada yang memerhatikan keanehan Feng Mo, karena sekelompok orang berkumpul di depan celah. Dan kekuatan di belakang meremehkan kekuatan pembudidaya Fondasi.
Perasaan pusing menghantam, sebelum Feng Mo menstabilkan pijakan, dia telah tersedak terlebih dahulu.
Kabut abu-abu menutupi langit. Feng Mo menutupi pernafasannya dan melihat tidak ada orang di sekitar. Dia merasa lega, dan berjalan lurus ke depan.
Kabut abu-abu mengaburkan jarak pandang. Feng Mo meningkatkan kewaspadaan ke tingkat tertinggi.
Setelah berjalan selama satu jam, Feng Mo masih belum keluar dari kabut. Dia mencoba menggunakan kesadarannya untuk menjelajahi jalan. Tapi Feng Mo hanya bisa melihat beberapa meter ke depan.
Aura spiritual hampir tidak ada. Feng Mo berusaha menghemat energi.
Beberapa meter di depan, sebuah mayat tergeletak. Feng Mo mendekat dan menemukan bahwa pembudidaya itu mati karena keracunan.
Bibirnya berwarna ungu, dan seluruh tubuhnya menghitam. Jubah kuning menentukan identitas mayat tersebut berasal dari Sekte Bailuo.
Baru saat itu Feng Mo menyadari bahwa kabut abu-abu itu bercampur dengan racun.
Kekhasan latihan Feng Mo membuatnya kebal terhadap racun.
Memikirkan batu giok di tangan pembudidaya di luar, segera Feng Mo berkonsentrasi untuk memutuskan hubungan. Alam bawah sadar membimbingnya untuk memutus hubungan.
Di luar Formasi, giok milik Feng Mo hancur berkeping-keping. Tapi pembudidaya yang menonton tidak peduli. Giok milik Feng Mo bukan yang pertama hancur.
Setelah merasakan putusnya hubungan, Feng Mo melihat mayat di tanah.
Tidak ada barang yang berharga kecuali cincin penyimpanan.
Feng Mo mengambil cincin penyimpanan dan membakar mayat itu dengan api kehidupan.
Kemudian dia duduk dan membaca mantra untuk mengekstrak racun di udara.
Kabut disekitar Feng Mo menghilang dalam sekejap mata. Dan dalam jarak satu kilometer, kabut mulai menipis.
Ketika Feng Mo sedang memurnikan racun, dia melihat sebuah formasi besar dibawah kakinya. Itu adalah formasi yang menjebak semua racun di dalamnya. Ketika racun berhasil dibersihkan, formasi akan otomatis menghilang.
Tapi Feng Mo tidak akan melakukannya. Terlalu murah untuk orang lain.
Melihat pembentukan formasi, Feng Mo dapat melihat satu arah menuju jalan keluar.
Feng Mo mengambil pedang terbang dan terbang dengan cepat.
Di sepanjang jalan, dia bertemu dengan beberapa orang yang sekarat. Feng Mo tidak ingin berhenti, dia takut orang lain melihat keanehannya. Dia mengambil jalan memutar.
Setelah terbang selama berjam-jam, Feng Mo berhasil keluar dari formasi.
Dia melihat sebuah istana megah yang berdiri di atas bukit. Istana itu dilindungi oleh formasi lain untuk mencegah racun di luar masuk.
Tidak ada seorang pun di sana. Dari pintu keluar kabut ke istana terdapat gurun yang luas. Tidak ada satu pun tumbuhan.
Feng Mo tidak memiliki jalan keluar lagi, dia mengambil pedang terbang dan pergi ke istana. Mendarat di gerbang istana, Feng Mo tiba-tiba merasakan sesuatu memanggilnya dari dalam istana.
Feng Mo menatap sekeliling waspada.
Tiba-tiba gerbang istana perlahan terbuka, seolah memintanya untuk masuk.
__ADS_1
Suara panggilan itu bergema di kepalanya. Feng Mo tidak bisa menahan diri dan masuk. Kemudian gerbang kembali menutup.