
Teriakan Meng Shize menggema di seluruh villa, menakuti para pelayan yang lewat.
Tang Mo: " ... "
Memang benar bahwa jika tidak ada seorang pun yang mengenalmu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau.
"Apa yang kamu teriakan?" Feng Mo berjalan mendekat.
Meng Shize mendengus. "Kamu sangat pandai menyamar, aku bahkan tidak bisa melihatnya. Jika bukan karena aku mengikuti mu saat itu, bukankah kamu akan terus menyembunyikan diri dariku? Kamu bahkan bisa lolos dari deteksi Tuan Muda Wei!"
"Tenang, apa yang kamu ributkan? Kamu menakuti anak di sebelahmu."
"Hum-hum!"
Wajah bayi itu tidak cocok untuk marah. Feng Mo tidak bisa berpikir bagaimana lemak bayi di wajah Meng Shize tidak berkurang sama sekali.
Seorang anak laki-laki berumur 5 tahun masuk ke dalam pandangan Feng Mo. Baik Meng Shize dan anak itu memakai jubah Tao yang sedikit usang. Anak itu sedikit kurus dan pendiam.
"Di mana wali mu?"
Meng Shize mengusap kepala anak itu pelan. "Ini dia."
Feng Mo terkejut. "Bagaimana bisa?"
"Ceritanya panjang."
Menghela nafas panjang, Meng Shize menceritakan saat dia baru saja mendarat di sebuah kuil kecil yang bobrok.
Ada sebuah kuil bobrok yang berdiri di tengah gunung. Hanya ada seorang lelaki tua dan seorang anak yang tinggal di kuil itu. Sayangnya, lelaki tua itu sudah sangat tua dan sakit-sakitan.
Beberapa penduduk desa di lereng gunung kasihan pada anak itu dan mengusulkan untuk mengirim anak itu ke panti asuhan di kota. Tapi lelaki tua itu menolak dengan keras. Yang membuat jengkel penduduk yang menawarkan.
Ketika Meng Shize datang, lelaki tua itu sudah sekarat. Melihat kedatangannya, entah kenapa lelaki tua itu lega dan menyerahkan anak itu padanya. Kemudian dia meninggal dengan tenang.
"Lelaki tua itu membual bahwa dia sangat berbakat ketika dia masih muda. Tapi karena dia membuang-buang waktu ketika Tuannya masih ada, dia hanya belajar sedikit bulu. Ketika dia merasa hidupnya tidak akan bertahan lama, dia membuat perhitungan untuk muridnya untuk terakhir kalinya yang membuat kondisinya semakin memburuk. Begitu aku muncul, dia hanya menyerahkan perawatan anak ini dan segera bereinkarnasi."
Butuh beberapa hari untuk mengadakan pemakaman, untungnya ada beberapa penduduk desa yang membantu. Setelah menyelesaikan pemakaman, Meng Shize membersihkan kuil untuk terakhir kalinya sebelum mengajak anak itu turun gunung.
Bahkan sampai saat ini, anak itu hanya tahu bahwa pemuda yang tiba-tiba muncul adalah murid Tuan yang lebih tua darinya.
Feng Mo terdiam. Menepuk kepala anak kecil itu dengan pelan.
"Tuan Meng, di mana kotak ini akan di letakkan?" Seorang pengawal masuk dengan membawa sebuah kotak kayu yang terlihat sedikit berat.
"Taruh saja di sini, aku akan mengemasi nya sendiri."
"Ya."
"Terima kasih atas bantuanmu selama ini."
"Tuan Meng sopan. Ini adalah tugas kami." Para pengawal segera pergi setelah memastikan bahwa Meng Shize baik-baik saja.
Setelah pengawal pergi, orang lain segera muncul. Tidak lain adalah orang-orang yang berlatih di gym sebelumnya.
"Meng Shize, akhirnya kamu datang juga."
Sudut mulut Meng Shize berkedut. "Sebenarnya aku bisa saja datang secepatnya ke arahmu. Tapi aku membawa kotak ini yang sedikit menghambat perjalanan kami."
"Apa isinya?"
"Buka saja, kamu akan terkejut."
Feng Mo berjongkok, mengangkat penutup kotak dan melihat bahwa kotak kayu itu penuh dengan buku-buku usang. Setelah meletakkan tutupnya di tanah, Feng Mo mengambil buku yang paling atas.
Bau apek buku yang khas memenuhi penciuman Feng Mo, tapi ketika dia membuka halaman pertama buku itu, matanya melebar.
__ADS_1
"Ini? Apakah ini peninggalan lelaki tua itu?"
Meng Shize mengangguk. "Lelaki tua itu mengatakan bahwa dia adalah keturunan dari salah satu sekte di masa lalu, semua buku ini adalah buku-buku yang berhasil diselamatkan oleh para pendahulunya. Dan turun temurun di lestarikan sampai jatuh ke tangannya. Anak ini akan menjadi penerus selanjutnya."
"Biar aku lihat." Kong Li juga penasaran.
Feng Mo memberikannya dan memeriksa buku lain di kotak kayu.
"Kakak Kong, aku juga ingin melihatnya."
Lin Su dan Tang Mo diam-diam bergesekan dengan Kong Li.
Buku itu terlihat usang dan mudah robek pada pandangan pertama, tapi sebenarnya metode pelestarian nya cukup maju yang membuat buku itu masih sangat bersih dan kuat.
Buku itu berisi beberapa karakter kuno dan beberapa gambar yang tidak bisa di baca oleh orang awam.
Meskipun Kong Li tidak memahaminya, dia masih bisa melihat bahwa buku itu adalah sebuah metode kekuatan internal yang asli.
"Buku apa ini?"
"Metode Kekuatan internal."
"Sungguh?! Jadi dunia ini benar-benar dunia seni beladiri di masa lalu?!"
Feng Mo memeriksa beberapa buku dan memastikan bahwa semua buku ini adalah beberapa metode seni beladiri.
Sesuatu melintas di pikiran Feng Mo. "Menurutmu, apakah masih ada keturunan sekolah-sekolah itu sekarang?"
"Siapa yang tahu?"
Feng Mo mengalihkan pandangannya pada anak kecil itu. "Hei nak, siapa namamu?"
Anak laki-laki itu bersembunyi di belakang kaki Meng Shize dengan malu-malu. "Shi Jiyi."
"Oh, Xiaoshi. Ke marilah, apakah kamu lapar?"
Shi Jiyi berjalan ke arah Feng Mo, tapi sebelum itu Feng Mo sudah menjemputnya dan mengangkatnya ke langit.
Anak itu tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya.
"Ayo, aku akan mengajakmu makan. Setelah itu mandi dan tidur. Kakak Meng akan menyusul mu nanti." Feng Mo menggendong Shi Jiyi dan pergi ke arah dapur.
Anak itu sangat kurus pada pandangan pertama. Sepertinya tahun-tahun ini dia tidak makan cukup, mengingatkan Feng Mo pada dirinya sendiri di masa lalu.
Dua rombongan lain datang sebelum waktu makan malam tiba.
"Jinxi!" Meng Shize melambaikan tangan dengan bersemangat.
"Shize, kamu akhirnya sampai di sini?"
Semua orang makan malam dengan bahagia sebelum pindah ke villa sebelah.
Villa sebelah sudah dibersihkan. Barang-barang Feng Mo dan Tang Mo telah dipindahkan. Sekarang ditambah Kong Li dan Lin Su, Meng Shize dan Shi Jiyi, Qi Yuzhi dan Xuan Ming. Semua orang akhirnya berkumpul bersama.
Sebuah meja pertemuan telah ditambahkan di sebuah ruangan kosong. Semua orang duduk bersama.
"Mari bagi tugas."
"Tuan Bai akan mengurus semua kebutuhan hidup dan persediaan untuk bertahan hidup di akhir zaman."
"Tuan Xuan, aku akan menyusahkan mu untuk mencari saluran untuk membeli kendaraan militer dan senjata api. Meskipun kami berlatih seni beladiri, kami mungkin tidak mencapai kemajuan yang besar sebelum bencana tiba. Kemudian senjata dingin seperti pedang, juga dibutuhkan."
"Saudara Lin, aku membutuhkan Manajer Zhou untuk mencarikan ku sekelompok pekerja konstruksi. Tuan Xuan telah memberiku tempat yang akan kita gunakan untuk pangkalan kami di masa depan. Kemudian selama kamu syuting, kamu bisa memikirkan cara untuk memberitahu orang lain secara halus bahwa bencana akan tiba."
"Meng Shize akan berlatih di balik pintu untuk menghitung, apakah masih ada keturunan sekte-sekte seni beladiri di masa lalu. Jika ada, mereka adalah orang yang dapat diandalkan untuk berbicara dengan orang-orang di atas."
__ADS_1
"Aku akan pergi ke tempat yang diberikan Tuan Xuan untuk melihat medan dan membangun gudang persediaan. Aku akan memikirkan cara apakah aku bisa mengeluarkan cincin penyimpanan untuk digunakan."
Feng Mo membolak-balik buku catatannya.
"Tuan Bai, seperti kamu dan Tuan Xuan harus mengeluarkan uang yang besar untuk proyek ini. Apakah kamu butuh bantuan?"
"Tidak apa-apa, kami masih memiliki banyak uang dan waktu."
Orang lain menatapnya dengan iri. Sebagai salah satu orang terkaya di Negara H, Bai Xiuran memang memiliki banyak modal dan uang.
"Ngomong-ngomong, apa yang dilakukan Sekretaris Shen?"
Bai Xiuran mendorong kacamatanya. "Aku memintanya pergi ke luar negeri untuk membeli sandang pangan. Jika kami mulai menimbun makanan saat ini, orang-orang di atas akan curiga. Jadi mari beli dari luar negeri terlebih dahulu."
Seketika semua orang menatap Bai Xiuran dengan kagum. Tidak ada yang pernah memikirkan cara ini. Sungguh layak mendapatkan gelar Hiu putih.
"Apakah ada dari kalian yang tahu tempat yang bisa membeli tanaman herbal dalam jumlah banyak?"
"Aku tahu! Aku tahu! Di sebelah kampung halamanku, ada sebuah desa yang ber spesialis dalam penanaman tanaman herbal." Lin Su mengangkat tangan.
"Beritahu aku tempatnya, aku akan pergi sendiri. Oh ya, jangan lupa untuk membeli beberapa obat seperti obat demam dan flu. Dan obat-obatan lain yang cocok untuk dibawa saat terluka."
"Tuan Feng, seberapa besar kamu ingin membangun pangkalan?" Xuan Ming bertanya.
"Seberapa besar, aku tidak tahu. Tapi yang pasti, selama ada orang yang ingin bergabung, kami akan menerimanya. Kami akan membuat seperangkat aturan agar orang-orang ini tidak akan membahayakan keberadaan pangkalan. Tapi tidak menghalangi orang lain untuk bertahan hidup."
Semua orang mengangguk mengerti.
"Apakah ada pertanyaan lain?"
Semua orang menggeleng.
"Mari akhiri agenda hari ini."
Keesokan harinya, semua orang pergi melakukan tugas masing-masing. Meng Shize mulai bermeditasi di balik pintu tertutup. Kong Li juga mulai berkultivasi.
Feng Mo memimpin Lin Su dan Tang Mo untuk berlatih. Sementara dia membiarkan Shi Jiyi duduk di sebelahnya untuk membaca buku pencerahan.
Dua bulan kemudian.
Di sebuah bukit, terlihat orang-orang sedang melakukan pembangunan. Suara kontruksi terdengar di mana-mana.
Terlihat Feng Mo dan Paman Lu berbicara dengan kepala mandor.
"Villa di belakang gunung telah selesai. Gudang bawah tanah. Bangunan di sini, di sini dan di sini telah selesai. Rumah kaca telah didirikan. Pipa bawah tanah telah disambungkan. Tinggal tembok dan jalan menurun yang membutuhkan beberapa hari untuk merampungkan nya."
Sebenarnya membutuhkan waktu lama untuk membangun semua ini, tapi orang-orang mau membayar banyak uang sehingga Mandor tidak bisa mengatakan apa-apa.
Feng Mo melihat sekeliling. Orang awan tidak akan menyadari, bahwa sebenarnya letak bangunan-bangunan ini membentuk sebuah formasi perlindungan.
Feng Mo telah menghitungnya, dia tidak bisa menggunakan benda di alam semesta untuk membentuk formasi. Sementara di dunia ini, dia belum menemukan sesuatu yang cocok untuk digunakan sebagai ganti bendera formasi. Xiao Jinxi juga belum sempat mempelajari pembuatan alat spiritual menggunakan benda-benda di dunia ini.
Tidak ada pilihan lain, dia hanya bisa menggunakan letak geografis dan feng shui untuk membuat formasi besar.
Paman Lu mengangguk. "Pembayaran terakhir akan dilakukan setelah semuanya selesai."
"Oke."
Setelah berjabat tangan, mereka berpisah.
Feng Mo dan Paman Lu memanggil Tang Mo dan Shi Jiyi untuk turun gunung.
Dua anak itu berlari ke arah mereka.
"Xiaofeng, ke mana kita akan pergi selanjutnya?"
__ADS_1
"Meng Shize telah menemukan petunjuk tentang sekte tersembunyi. Kami akan bergabung dengan Meng Shize di jalan. Menyusahkan Paman Lu untuk menjaga dua anak itu saat itu."
"Serahkan padaku."