
Malam itu ketika semua orang sedang tidur, tiba-tiba satu dua orang terbangun karena merasakan sensasi yang sangat panas dari orang-orang yang tidur di sebelahnya.
Mereka terkejut dan berusaha untuk membangunkan orang lain.
"Ada apa?"
"Wen Yuan demam tinggi!"
Orang lain segera tersadar. Menoleh kesana-kemari, tidak hanya Wen Yuan satu-satunya orang yang demam, beberapa orang lain ditemukan jatuh koma karena demam yang sangat tinggi.
Beberapa orang berdiskusi tentang bagaimana cara memperlakukan orang yang sedang demam. Mereka tahu jika orang-orang ini dibiarkan saja, mungkin mereka akan terbakar menjadi bodoh.
Salah satu dari mereka mengusulkan untuk bertanya pada Kong Li, kalau-kalau mereka memiliki beberapa obat demam. Semua orang setuju dan pergi membangunkan Chen Hao. Kebetulan semua orang tidur dalam satu ruangan besar.
"Apa?"
"Chen Hao begini, Wen Yuan dan beberapa orang mengalami demam tinggi. Apakah kamu memiliki beberapa obat demam di tanganmu?"
Mata mengantuk Chen Hao menyipit. "Demam? Sayangnya, tidak."
"Ah? Bagaimana dengan Lin Su dan yang lain?" Orang lain bertanya dengan cemas.
"Coba aku tanyakan."
"Tolong, Chen Hao."
Bangunan sekolah dasar ini dibangun dengan posisi saling berhadapan dalam empat arah. Semua orang mengambil bangunan yang paling besar untuk dijadikan tempat istirahat, sementara posisi Lin Su berada tepat di gedung sebelah.
Hanya butuh selusin langkah untuk sampai di gedung sebelah.
Lin Su, Nyonya Lin, Kong Li dan pemuda bernama Tang Mo itu berdiri di depan ruangan yang pintunya tertutup. Chen Hao tidak tahu apa yang terjadi di dalam ruangan dan tidak berani bertanya.
Suasana empat orang itu sangat tegang, Chen Hao tidak berani mengganggu. Dia hanya meringankan langkah kakinya dan diam-diam menghampiri Kong Li.
"Ada apa?" Tanya Kong Li.
Chen Hao segera menyatakan tujuannya. Di antara semua orang, hanya dia yang masih berani mendekati keluarga Lin. Orang lain tiba-tiba takut dengan mereka atau malu perihal kejadian sebelumnya.
"Demam? Aku tidak memilikinya di tanganku." Kong Li tidak berbohong, dia benar-benar tidak memilikinya. Tidak tahu apakah ruang angkasa Lin Su memiliki persediaan obat-obatan. Tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.
Chen Hao sedikit kecewa.
"Seberapa parah demam mereka?"
"Itu sangat tinggi, mereka takut mereka akan terbakar menjadi orang bodoh."
Kong Li mengangkat alisnya. "Apakah itu sama seperti saat Lin Su demam sebelumnya?"
Chen Hao berpikir sejenak sebelum mengiyakan.
"Maka mereka mungkin tidak mengalami demam biasa." Tang Mo menyela dari samping.
"Maksudmu?"
Kong Li merenung sejenak. "Ini adalah tanda kebangkitan kemampuan."
Chen Hao berseru pelan.
"Aku akan pergi untuk memastikan." Kong Li menarik punggungnya dari dinding tapi segera dicegah oleh Tang Mo.
"Aku akan pergi."
Kong Li tidak menolak. Di menatap Chen Hao dan berkata, "Ini adalah Tang Mo, junior dalam keluarga. Tidak perlu berhati-hati. Jika kamu punya pertanyaan kamu bisa bertanya padanya."
"Oke."
Keduanya segera pergi.
Ketika kedua orang itu kembali, semua orang telah menjadi sangat khawatir.
"Chen Hao, bagaimana?"
Chen Hao menggelengkan kepala. "Tidak ada yang memiliki obat, tapi mungkin kami tahu apa yang terjadi."
"Apa yang bisa dilakukan tanpa obat? Bagaimana dengan Kakak laki-lakiku?" Ji Yao keluar dengan marah.
Chen Hao sedikit mengernyit. Tapi tetap menjelaskan. "Ini bukan situasi yang buruk. Lihat, ini adalah teman Kakak Kong, Tang Mo. Dia ada disini untuk menjelaskan keadaan Ji Yu dan yang lain pada kalian. Ayo biarkan Tang Mo melihat kondisi orang-orang yang demam terlebih dahulu sebelum mengatakannya pada kalian."
Semua orang bingung, melihat penampilan bersih Tang Mo, mereka sedikit ragu-ragu. Tang Mo berpenampilan sangat baik, wajahnya bersih dan tubuhnya berisi, seperti anak-anak yang dimanjakan oleh keluarga. Tidak seperti mereka yang kotor dan bau yang telah berguling-guling di tanah.
"Apa yang kamu lakukan? Menyingkirlah." Chen Hao mengusir orang-orang yang berkumpul dan membawa Tang Mo melihat orang demam terdekat.
__ADS_1
Tang Mo menyentuh dahi mereka tanpa halangan, kemudian menyentuh dada mereka tepat di posisi jantung.
Semua orang terheran-heran karena Tang Mo sepertinya sama sekali tidak merasa panas menyengat yang keluar dari tubuh orang yang demam.
Dari sekian banyak orang, hanya tujuh orang yang mengalami demam. Awalnya orang lain berpikir bahwa mereka demam karena kehujanan saat serangan zombie malam sebelumnya, tapi ada juga orang yang tidak kehujanan tapi tetap demam sehingga mereka tidak yakin.
"Bagaimana?" Tanya Chen Hao penasaran.
Tang Mo mengangguk. "Ini adalah tanda-tanda kebangkitan kemampuan. Jangan khawatir."
Chen Hao menghela nafas lega, kemudian hatinya menjadi bersemangat. Kemampuan! Akhirnya ada orang supranatural didalam rombongan mereka.
"Chen Hao, apa yang kamu bicarakan? Kemampuan apa?" Semua orang terkejut dengan pembicaraan mereka, mereka sepertinya mengerti tapi juga bingung.
"Wen Yuan dan yang lain tidak mengalami demam biasa, mereka sedang membangkitkan kemampuan mereka. Apakah kamu mengerti apa itu kemampuan? Kemampuan!"
Semua orang berseru.
"Kemampuan? Apakah itu yang aku pikirkan?"
"Kami memiliki orang supranatural?"
"Sepertinya aku tidak bermimpi!"
"Wow!"
"Lalu apakah kami akan membiarkan mereka seperti ini saja?" Ji Yao mengungkapkan pendapat, meskipun baik untuk membangkitkan kemampuan, tapi dia masih tidak tega melihat Ji Yu mengernyit dalam tidurnya.
Tang Mo menjawab kegelisahannya, "Rawat saja seperti pasien biasa. Obat tidak berpengaruh pada mereka saat ini. Pastikan mereka tidak mengalami dehidrasi dan ketika mereka bangun nanti, berikan mereka makanan yang banyak."
Semua orang menganggukkan kepala.
Setelah menjawab beberapa pertanyaan lagi, Tang Mo pergi terlebih dahulu. Meninggalkan orang-orang yang bersemangat untuk merawat orang yang demam.
Di dalam ruangan, lingkaran mantra Feng Mo tiba-tiba berfluktuasi. Cairan merah mengalir dari sudut bibirnya. Feng Mo yang memejamkan mata, sedikit mengernyit.
Pengangkatan racun dalam tubuh Profesor Lin telah mencapai titik kritis, dia tidak bisa kehilangan kendali saat ini.
Energi spiritual tipis di udara ditarik ke dalam tubuh. Masih belum cukup, Feng Mo diam-diam menyelundupkan beberapa pecahan batu roh tingkat rendah yang tidak mencolok dari alam semesta.
Mantra pemurnian berangsur-angsur stabil. Butiran debu berwarna hitam berkumpul di bawah telapak tangan Feng Mo. Kemudian mereka mengembun menjadi satu menjadi setetes cairan hitam.
Feng Mo mengeluarkan sebuah botol giok dan menyegel setetes cairan hitam itu di dalamnya.
Luka di punggung Profesor Lin tidak lagi berwarna hitam. Darah merah menetes ke bawah. Feng Mo menggunakan sedikit trik untuk menyembuhkan luka sayatan. Namun meski begitu, Profesor Lin tidak serta merta bangun dari komanya. Feng Mo hanya bisa menyembuhkan luka luar, dia tidak bisa mengembalikan keadaan Profesor Lin seperti semula.
Mengambil nafas dalam-dalam, Feng Mo berjalan terhuyung-huyung ke arah pintu.
Hari ini semua orang sangat sibuk. Sejak tujuh orang mengalami demam tinggi, mereka tidak berhenti bolak-balik untuk melakukan sesuatu. Memanaskan air, menggantikan pakaian yang basah dan memasak bubur.
Namun semua itu dilakukan dengan langkah yang ringan.
Lin Su dan tiga orang yang lain masih senantiasa berdiri di depan ruangan yang tertutup rapat. Mereka tidak tidur dari semalam. Orang lain tidak berani mengganggu, bahkan jika mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi di dalam ruangan.
Jadi apakah Profesor Lin akhirnya berubah menjadi zombie? Atau apakah seseorang sedang berusaha untuk menyelamatkannya?
Halaman sekolah dasar tidak terlalu besar, jadi ketika suara bukaan pintu terdengar, semua orang segera mengangkat kepala.
Feng Mo keluar dengan wajah pucat.
"Feng Mo!"
Empat orang yang telah lama menunggu, menghampiri dengan tergesa-gesa.
"Kakak Feng, bagaimana dengan ayahku?" Lin Su bertanya dengan cemas.
Feng Mo mengangguk pelan. "Tidak apa-apa, tunggu Paman Lin bangun dari komanya." Kemudian dia melemparkan botol giok itu pada Lin Su.
"Simpan itu, ada setetes virus zombie di dalamnya. Mungkin akan berguna suatu hari nanti."
"Oke."
Feng Mo menyingkir dari pintu dan membiarkan kedua orang yang khawatir untuk masuk ke dalam.
"Bagaimana kabarmu?" Kong Li membantu Feng Mo berdiri tegak.
"Biarkan aku beristirahat sejenak."
Tang Mo mengambil sebuah kursi dan membiarkan Feng Mo duduk.
Feng Mo duduk menyandarkan punggungnya ke kursi dan menutup mata.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di halaman akhirnya pulih dari rasa terpesona. Melihat wajah yang sangat tampan, mereka tidak bisa tidak ingin berhenti melihat. Suara bisikan penasaran datang seperti dengungan lebah.
Keadaan seperti itu bertahan sampai mereka melihat Lin Su keluar lagi dari dalam ruangan.
Lin Su mendekati Feng Mo yang sedang memejamkan mata dengan nafas dalam-dalam. Lin Su membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak ada satu kata pun yang keluar sehingga dia menutup mulutnya lagi.
Setelah lama terdiam, Feng Mo akhirnya membuka mata. "Ada apa?"
"Feng Mo... Terima kasih." Bisiknya
"Um."
"Aku, aku... " Lin Su tidak tahu apa lagi yang harus dia katakan selain terima kasih.
"Jam berapa sekarang?" Potong Feng Mo.
"Ah? Antara jam 9 dan 10."
Feng Mo diam sejenak kemudian berkata, "Kumpulkan semua orang, setelah makan siang kita akan bergegas. Ambil persediaan yang banyak, selain bermalam kita tidak akan berhenti sama sekali. Semakin cepat kita bersatu dengan Bai Xiuran semakin aman kita." Feng Mo baru saja melihat bahwa diantara banyak rombongan Lin Su, proporsi orang tua, anak-anak dan perempuan lebih banyak daripada laki-laki dewasa yang kuat. Bahkan jika mereka berani melawan zombie, zombie saat ini lebih kuat daripada sebelumnya.
"Ya."
"Tunggu!" Kong Li menyela dari samping. "Aku akan pergi dengan Tang Mo. Kamu pergi meyakinkan yang lain. Juga ada beberapa orang yang sedang dalam proses kebangkitan, apakah kita perlu menunggu mereka?" Pertanyaan terakhir ditujukan pada Feng Mo.
"Jika mereka tidak bangun setelah makan siang, angkut saja mereka ke dalam mobil."
"Oke."
Setelah semua orang setuju, masing-masing dari mereka pergi, meninggalkan Feng Mo yang setengah mengantuk. Kelelahan melanda, tapi luka dalam yang Feng Mo dapatkan harus segera disembuhkan.
Energi spiritual di udara sangat tipis, tidak bisa langsung menyembuhkan Feng Mo ke keadaan semula. Mungkin butuh sepuluh hari atau setengah bulan untuk menyembuhkan luka kali ini. Yang membuatnya sangat tidak nyaman.
Mata Feng Mo menyapu orang-orang yang ada di halaman sekolah dasar. Mungkin karena sudah lama tidak melihat sinar matahari, semua orang kini lebih suka berada di luar daripada di dalam ruangan.
Tiba-tiba seorang wanita berjalan ke arahnya.
Melihat wajah yang sangat familiar, Feng Mo bertanya-tanya bagaimana dia bisa melewatkan orang ini sebelumnya.
Xuan Ye mendekat dengan ragu-ragu. "Aku bisa membantumu sedikit. Aku memiliki kemampuan penyembuhan... Meskipun sangat lemah."
Feng Mo tidak berbicara. Dia menatap Xuan Ye dari atas ke bawah.
Mata Feng Mo terlalu tenang, Xuan Ye sedikit gelisah, tidak tahu apa yang dipikirkan pihak lain.
"Um."
Dengan persetujuan Feng Mo, Xuan Ye merentangkan tangannya. Cahaya putih yang lembut keluar dari kedua tangannya. Xuan Ye meletakkan tangannya pada dada Feng Mo.
Arus hangat mengalir ke dalam tubuh, Feng Mo tidak bisa tidak mendengus pelan.
Setelah beberapa saat, Feng Mo tiba-tiba berkata, "Seharusnya kemampuanmu tidak lemah."
Xuan Ye tidak menyangkal. "Kemampuan ku sudah dihabiskan untuk menyembuhkan diriku sendiri ketika pertama kali bangkit." Dan konsumsinya terlalu besar sehingga hampir tidak ada yang tersisa.
"Setidaknya, disaat seperti ini, kamu tidak akan menjadi beban orang lain."
"Aku juga berpikir sepertimu."
"Tapi kenapa kamu ada di sini? Seharusnya kamu ada di Ibukota sekarang. Di sana lebih aman."
Xuan Ye menggeleng. "Belum tentu. Ayah memintaku menemukan Xuan Ming."
Feng Mo terdiam. "Sayangnya Xuan Ming tidak bersama kami sekarang."
"Aku tahu. Bawahannya menghubungiku sebelumnya, memintaku untuk mengikuti kalian jika kami bertemu."
Feng Mo tidak berbicara lagi, dia memejamkan mata. Xuan Ye juga tidak mengatakan apa-apa dan terus melanjutkan penyembuhannya.
Tidak lama kemudian cahaya putih itu perlahan-lahan menghilang.
"Ini tidak akan bertahan lama setiap saat. Aku akan mencari mu lagi ketika kemampuanku pulih."
"Um. Terima kasih."
"Ya."
Ketika Xuan Ye kembali ke tempatnya semula, banyak orang yang menatapnya dengan terkejut, karena mereka baru tahu bahwa Nona Muda ini memiliki kemampuan. Apalagi kemampuan yang sangat kuat. Sebelumnya, Xuan Ye selalu berpenampilan seperti wanita yang sakit-sakitan dan lumpuh. Tapi sejak kejadian waktu itu, dia tidak lagi berpura-pura. Orang-orang tidak tahu apakah Xuan Ye selalu berpura-pura atau tidak, karena penampilan sebelumnya benar-benar terlihat terlalu nyata.
Matahari naik di atas kepala. Dari tujuh orang yang demam, lima orang telah bangun. Kebetulan dua orang yang tersisa adalah Wen Yuan dan Ji Yu. Lin Su tidak punya pilihan selain mengangkut keduanya ke dalam mobil.
"Tang Mo pergi ke mobil keluarga Lin, aku akan membawa mobil bersama Kong Li di belakang semua orang."
__ADS_1
"Oke."
"Pergi!"