Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
95. Berkumpul Secara Resmi


__ADS_3

Tanpa janji, memasuki Rumah makan pribadi sangat sulit.


Tang Mo telah memberitahu Feng Mo bahwa tempat-tempat seperti ini sangat pribadi, ada banyak kamera cctv yang terpasang di mana-mana dan pengawal yang berjaga di setiap sudut.


Tapi kenapa Feng Mo lebih memilih menerobos masuk alih-alih menyelinap diam-diam?


Itu karena Feng Mo ingin menyimpan sedikit energi spiritual yang berhasil dia kumpulkan untuk keadaan darurat.


Dunia ini sangat damai, bahkan jika dia ingin membuat keributan, tidak akan terjadi apa-apa. Juga ketika dia tiba di Ibukota, dia mendapatkan firasat bahwa semua orang akan segera bertemu.


Begitu turun dari kereta, Feng Mo langsung menggunakan teknik seni melihat langit untuk mengetahui posisi orang lain.


Setelah meminta Tang Mo memisahkan diri, Feng Mo masuk ke rumah makan dengan tidak tergesa-gesa.


Feng Mo dengan mudah mengelabui resepsionis, dan menaiki tangga ke lantai dua.


Tidak menemukan petunjuk di lantai dua, Feng Mo naik ke lantai tiga. Tapi segera dia ketahuan dan menarik perhatian para penjaga. Ternyata lantai tiga hanya diperuntukkan untuk orang-orang besar. Dan lantai tiga bersifat sangat pribadi.


Menghadapi para penjaga yang memiliki badan kekar dan tinggi dua meter, Feng Mo yang kurus dan kecil terlihat sangat menyedihkan.


Meski Feng Mo berumur hampir lebih dari empat dekade, tapi karena kultivasinya, tubuhnya berhenti tumbuh dan hanya terlihat seperti baru berumur awal dua puluhan.


Berkat beberapa hari latihan memperkuat tubuh, Feng Mo berhasil dengan lihai menjatuhkan lebih dari lima penjaga. Awalnya Feng Mo tidak berniat melukai lawan, jadi dia hanya membuat orang lain pingsan sejak awal. Kemudian melarikan diri.


Kemudian terjadi kejar-kejaran di koridor yang bahkan terdengar dari dalam kamar pribadi.


Feng Mo tidak terbiasa dengan letak bangunan, dia hanya mengikuti perhitungannya dan intuisinya.


Di sana!


Feng Mo meraih gagang pintu sebuah kamar pribadi dan membukanya.


Segera pemandangan yang disembunyikan di balik pintu terbuka.


"Xiaomo!"


"Akhirnya aku menangkap mu!"


Dua seruan terdengar tumpang tindih.


Feng Mo menoleh ke belakang karena dia merasakan bahwa orang-orang yang mengejarnya sudah melompat untuk menangkapnya!


Xuan Ming dan Lin Su hanya merasa ada angin yang lewat di belakang punggung mereka sebelum mereka menyadari bahwa orang yang duduk di samping mereka telah hilang.


Terutama Xuan Ming, dia langsung menyadari bahwa pistol miliknya yang telah dia sembunyikan, telah hilang!


"Berhenti!"


Feng Mo mencengkeram dua tangan yang memegang pisau makan dan pistol.


Penjaga itu langsung mematung dan mengeluarkan keringat dingin, melihat pistol dan pisau makan yang diarahkan pada kepalanya, jantungnya berdetak kencang, dia segera mengangkat kedua tangannya. Menyerah.


Segera suasana menjadi tegang.


Orang-orang di dalam kamar pribadi berdiri satu demi satu. Baik orang-orang di dalam dan di luar kamar pribadi, tidak ada yang berani mengeluarkan suara.


"Kong Li! Qi Yuzhi! Turunkan tanganmu!"


Bai Xiuran segera mengedipkan mata pada Sekretaris Shen.


Sekretaris Shen memiliki air mata di dalam hatinya, tapi dia tidak berani menolak permintaan Bos.


Sekretaris Shen segera mendekat. "Hei, hei, ini adalah kesalahpahaman, kesalahpahaman. Mari bicara baik-baik."


Feng Mo menarik tangan Kong Li dan Qi Yuzhi dengan keras dan melirik keduanya dengan tajam. Keduanya mengerutkan kening tapi tidak menolak.


Penjaga itu segera di tarik oleh rekannya. Wajahnya pucat dan kakinya kaku, tidak bisa bergerak.


Manager rumah makan segera mengeluarkan profesionalisme meskipun keringat juga membasahi dahinya. Dia juga segera mengenali bahwa Sekretaris Shen adalah orang di sebelah Patriark Bai.


"Hei, ini Sekretaris Shen."


Sekretaris Shen juga segera menunjukkan profesionalisme nya. "Manager Su, maafkan aku. Anak-anak di rumah membuat keributan. Apakah ada yang terluka? Hei, aku sudah menelepon rumah sakit terdekat. Jangan khawatir, Tuan Bai akan mengganti biaya rumah sakit dan biaya kerugian mental. Pastikan semuanya baik-baik saja!"


"Hei, Tuan Bai masih baik hati seperti biasa."


Di saat keduanya berbicara tentang segala macam hal, Feng Mo segera mendorong dua orang pelaku kembali ke dalam kamar pribadi. Dia juga memanggil seorang pelayan yang tidak sengaja terlibat kekacauan.


"Bisakah kamu membawakan beberapa kursi lagi?"


Pelayan itu mengangguk dengan cepat dan pergi dengan tergesa-gesa.


"Tang Mo! Ke marilah!" Feng Mo berteriak ke koridor.


Segera seorang pemuda keluar dari sudut dan mendekat dengan malu-malu.


Sekretaris Shen dan Manager Su tidak bisa menahan kedutan di mulut masing-masing.


Tang Mo masuk ke dalam kamar pribadi.


Pelayan membawa masuk beberapa kursi dan beberapa cemilan.


Setelah mendapatkan janji, Manager Su pergi dengan cepat. Tidak ingin tinggal di sini lebih lama.


Feng Mo menatap Sekretaris Shen dengan apresiasi. "Kerja keras."

__ADS_1


Sekretaris Shen tersanjung. "Ini tugasku."


Pintu kamar pribadi di tutup, memisahkan diri dari dunia luar.


Kong Li dan Qi Yuzhi kembali ke tempat duduk masing-masing, masih mengerutkan kening. Orang lain juga kembali duduk. Dua wanita mengambil kursi dan duduk di sudut dengan suasana hati yang rumit.


Lin Su melirik Kong Li dengan hati-hati, tidak menyangka bahwa di balik wajah Kong Li yang suka tersenyum tersimpan temperamen yang kejam.


Kursi baru telah disematkan, Feng Mo membiarkan Tang Mo duduk terlebih dahulu.


"Aku membuat kalian menonton lelucon."


"Tidak apa-apa."


"Ya."


Suasana menjadi sedikit canggung.


Feng Mo melihat sekeliling dan tidak melihat Meng Shize. "Di mana Meng Shize?"


Xiao Jinxi pertama kali berbicara. "Tidak ada berita darinya. Kupikir dia yang akan pertama kali menemukan kita, tapi sepertinya dia sendiri memiliki sedikit kendala."


Feng Mo mengangguk menatap semua orang. "Sudah berapa kali kamu berkumpul?"


"Ini pertama kalinya." Kong Li menjawab.


"Apa yang kamu bicarakan?"


"Belum sempat."


"Jadi... Apakah kamu sudah berkenalan? Sepertinya suasana masih canggung."


Pertanyaan Feng Mo segera mengenai hati semua orang.


Ketika mereka datang satu demi satu, mereka saling meremehkan satu sama lain yang mengarah pada tidak adanya komunikasi yang normal.


Jika tidak disebutkan, mereka akan masih saling diam. Bahkan jika mereka semua berkumpul menjadi satu.


Bai Xiuran, Xuan Ming, Sekretaris Shen dan Manajer Zhou melirik Feng Mo dengan tenang. Di antara orang-orang dari dunia luar ini, sepertinya hanya Feng Mo yang terlihat normal.


Dan mereka segera melihat bahwa orang yang terlihat paling muda ini sebenarnya adalah pemimpin mereka.


"Namaku Feng Mo, halo."


Feng Mo menepuk pundak Tang Mo dan mengisyaratkan.


"Tang Mo, halo."


Tang Mo, mahasiswa biasa, umur 20 tahun. Pemalu, pendiam, dan keras kepala.


Lin Su, Aktor terbaik tahun ini, umur 25 tahun. Temperamen ceria dan mudah beradaptasi.


"Kong Li."


"Bai Xiuran."


Bai Xiuran, Patriark Bai dari Bai Jia, pengusaha, umur 29 tahun. Kapitalis, rasional, dengan kacamata berbingkai tipis berwarna emas, memiliki julukan sebagai Hiu Putih di kalangan bisnis.


"Xiao Jinxi."


"Qi Yuzhi."


"Xuan Ming."


Xuan Ming, Tentara, umur 28 tahun. Disiplin diri yang ketat, tapi sering bertindak sembrono.


Feng Mo mengangguk. "Karena kamu telah bersama selama beberapa hari ini, apakah kalian sudah menemukan arah untuk misi?"


Beberapa orang terkejut. Misi?


Meskipun wali memang mendengar suara aneh di kepala masing-masing, tapi sepertinya suara itu tidak menyebutkan sesuatu tentang misi.


"Aku tahu apa itu evolusi, tapi jika digabungkan dengan kata dunia... Aku tidak begitu mengerti." Kong Li mengeluh.


"Evolusi dunia, bisakah kita melakukannya?" Xiao Jinxi bertanya dengan skeptis. Hal-hal seperti menyelamatkan dunia, bahkan Tuan Muda yang serius tidak berani mengambilnya dengan enteng.


Apalagi mereka tidak memiliki kultivasi sekarang.


Evolusi dunia? Orang lain bergumam dalam hati.


Feng Mo mengetukkan jarinya di meja. "Sebelum datang kemari aku telah berkomunikasi dengan Tiandao. Ada kabar baik, ada kabar buruk, manakah yang ingin kalian dengar terlebih dahulu?"


"Tiandao? Sungguh?" Kong Li segera kembali ke temperamen nya yang baik.


Feng Mo mengangguk.


Jalan Surga? Apalagi ini?


Xiao Jinxi mengerutkan alisnya. "Mari dengarkan kabar baiknya terlebih dahulu."


"Kabar baiknya adalah, dunia kecil ini adalah dunia buku—"


"Pffft!"


Lin Su menyemprotkan teh di mulutnya. Untungnya dia tidak menyemprotkan air ke arah depan. "Uhuk! Uhuk! Bukankah ini kabar buruk?!" Lin Su bertanya dengan tidak percaya.

__ADS_1


Feng Mo menatap Lin Su dengan heran, lalu melihat wali yang lain dengan bergantian. Segera, dia menyadari wajah pucat beberapa orang.


Feng Mo berdehem pelan tapi tidak menjelaskan. "Lalu... Kabar buruknya... "


Suara nafas yang tertahan terdengar. Kabar baik tidak terlalu baik, lalu apa jadinya kabar buruk?


"Setengah tahun lagi, dunia akan mengalami evolusi."


Boom!


Petir imajiner menyambar banyak orang. Tidak hanya para penduduk asli Bintang Biru, tetapi bahkan Kong Li dan lainnya juga.


"Setengah tahun?!" Orang lain berteriak dengan terkejut.


Bai Xiuran dan Xuan Ming yang masih memiliki wajah pucat, mengerutkan kening. Segera mereka menjadi sangat serius.


"Apa yang harus kita lakukan?! Apa yang terjadi ketika evolusi datang?!"


Orang-orang merasa panik di dalam hati.


Lin Su memikirkan karir aktingnya.


Bai Xiuran memikirkan perusahaan besarnya.


Xuan Ming memikirkan negaranya.


Qi Yuzhi akhirnya angkat bicara. "Misi kami adalah membantu evolusi dunia, apa yang dimaksud dengan membantu? Kami tidak memiliki kultivasi dan kami hanya memiliki waktu sepuluh tahun. Apa yang bisa dilakukan dalam sepuluh tahun? Bisakah kita melewatinya?"


Pertanyaan Qi Yuzhi sangat kritis.


Feng Mo mengerti. "Evolusi dunia berarti dunia berkembang lebih jauh. Tentu saja dengan kami tinggal di dunia ini, kami sudah termasuk dalam kategori membantu. Membantu tidak berarti membantu secara harfiah, selama ada makhluk yang tinggal di dunia, bahkan jika dunia hancur, dunia masih akan selamat dari evolusi.


Tujuan kami mungkin adalah beberapa hal ini, seperti meningkatkan peradaban asli dunia atau menyelamatkan penduduk asli.


Evolusi dunia bisa menjadi bencana alam atau bencana manusia. Entah sesuatu jatuh dari langit atau invasi makhluk asing. Ini semua termasuk dalam kategori evolusi.


Bahkan jika kami hanya mempunyai sepuluh tahun, kami akan mendirikan fondasi yang kokoh untuk keberhasilan evolusi dunia. Jadi apapun yang terjadi, kami hanya bisa mengikuti arus dan menyelamatkan diri sendiri untuk sementara waktu ini sebelum menetapkan tujuan yang jelas. Apakah kalian mengerti?"


Semua orang mengangguk.


Tang Mo meminum tehnya untuk menenangkan diri. "Lalu Kakak Feng, bisakah kamu mengetahui apa yang terjadi setengah tahun kemudian? Mungkin kita bisa mempersiapkan diri."


Orang lain menatap Feng Mo dengan penasaran.


"Untuk itu aku tidak tahu, tapi aku mungkin bisa menyelidikinya."


Feng Mo menuangkan sedikit tehnya ke dalam piringan teh, jarinya mencelup teh dan menggambar dengan cepat lingkaran aneh di atas meja. Ketika garis terakhir selesai, lingkaran air itu segera aktif dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Menyelimuti seluruh kamar pribadi.


Segera gambaran yang menakutkan muncul di pikiran semua orang.


Jalanan yang kacau.


Orang-orang aneh yang berkeliaran di jalan.


Saling menggigit dan bertarung.


Mata yang menonjol dan kulit abu-abu.


Kuku tajam dan hitam.


Klik.


Ilusi berhenti hanya dalam beberapa detik. Feng Mo mengerutkan kening, perhitungannya kali ini tidak bertahan lama karena sedikitnya energi spiritual.


"A—apa itu tadi?!"


"Zombie?!"


"Bukankah ini Mayat berjalan?"


"Apakah dunia akan mengalami akhir zaman?!"


Dua orang perempuan dalam kamar pribadi memiliki wajah yang hijau. Mereka tidak menyangka bahwa ketika mereka menemani Bos mereka, mereka akan mengetahui sebuah rahasia yang sangat besar.


"Sudahkah kamu belajar Seni melihat langit, Feng Mo?" Xiao Jinxi bertanya dengan penasaran.


Feng Mo mengangguk dengan murah hati.


"Tuan Feng, karena dunia akan berevolusi, apa yang harus kami lakukan?" Bai Xiuran bertanya dengan serius.


Sebagai penduduk asli Bintang Biru, mengetahui akhir zaman akan segera tiba, dia merasa tidak nyaman. Bai Xiuran merasa bahwa ada tekanan yang berat yang tiba-tiba menekan pundaknya.


"Kami adalah penduduk asli, kami harus melakukan sesuatu daripada diam menunggu nasib." Xuan Ming menyela.


"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperkuat diri sendiri. Berlatih seni beladiri, dan mengumpulkan orang-orang kuat."


"Bagaimana dengan persediaan?" Lin Su menyela.


"Tentu saja, kumpulkan persediaan."


"Haruskah kita memberitahu negara?" Tang Mo tiba-tiba berbicara.


" ... "


Hening.

__ADS_1


__ADS_2