
Wow!
Beberapa orang terkejut dengan jumlah informasi yang diberikan oleh Wang Zeming.
Mereka juga telah mendengar tentang seorang pembudidaya dengan nama keluarga Mo. Dari kabar yang beredar, adik laki-laki dari dua bersaudara Mo ini memiliki bakat yang setara dengan kejeniusan sekte-sekte terkemuka.
Dia memiliki kultivasi di tahap puncak Transformasi Dewa sebelum berusia genap dua ratus tahun.
Hanya sedikit infomasi yang berhasil dikumpulkan, sebab dua bersaudara ini sangat misterius. Mereka seperti tiba-tiba muncul dari udara tipis tanpa diketahui latar belakangnya atau asal-usulnya.
Mata Feng Mo berkilat. "Taois Wang terlalu rendah hati. Saat itu bukan hanya aku saja yang menyelamatkan Taois Wei. Kamu tidak perlu memberiku topi yang tinggi."
Wang Zeming juga tidak peduli. "Jika ada kesempatan, mari bertukar beberapa keterampilan."
"Oke."
Janji dibuat. Beberapa orang saling memandang.
"Jadi bagaimana cara memperlakukan mayat Cheetah ini?"
Feng Mo, Wang Zeming, dan Zhu Jinrui memandang Yan Haoran secara bersamaan.
Yan Haoran tidak memiliki ekspresi yang serius di wajahnya. "Apa? Tentu saja semua ini milikku."
Wang Zeming mendengus.
Feng Mo tiba-tiba merasa tangannya sedikit gatal, ingin memukul kepala seseorang.
Zhu Jinrui segera mengangkat kedua tangan. "Aku tidak banyak membantu, jadi aku akan mundur terlebih dahulu. Aku akan pergi memeriksa junior-juniorku yang lain."
Zhu Jinrui segera melarikan diri dari sana. Tidak ingin ikut bercampur dengan ketiganya. Ketika dia kembali ke sisi sekte Tianying, Yang Xin segera mendekatinya dan berbisik di dekat telinganya.
"Jinrui, kenapa kami tidak mengatakannya yang sebenarnya pada Sister Tan?" Ketika Yang Xin mendekati Tan Xiuying sebelumnya, dia hanya memperingatkan tentang bubuk penarik binatang buas di jubahnya.
Adapun pelakunya, Feng Mo tiba-tiba memberinya transmisi suara untuk tidak memberitahu tentang pelaku yang sedang dicurigai kepada Tan Xiuying.
"Mungkin pelakunya bukan dia, atau mungkin Taois Mo masih ragu-ragu. Bagaimanapun ini adalah masalah internal sekte Honglian, Jingyi mungkin tidak sengaja terlibat."
Yang Xin tidak senang. "Jadi bagaimana jika Jingyi terlibat? Kita semua hampir mati sebelumnya. Jika tidak ada Taois Mo, kita mungkin akan terlipat di sini."
Zhu Jinrui sedikit malu. "Oke-oke, aku salah! Aku akan bertanya lagi pada Taois Mo, apakah dia bisa mengidentifikasi penabur bubuk itu. Tapi jika pelaku tidak ada di antara sekte Honglian, kita hanya bisa mundur."
Yang Xin mendengus. "Ya. Omong-omong, apakah Taois Mo ini masih perlu di waspadai?" Biasanya mereka akan selalu waspada terhadap setiap orang asing yang mereka temui di alam liar.
Sebelumnya karena mereka kehabisan pil ajaib sehingga mereka menerima pemberian pil penyembuhan dari dua bersaudara itu. Dengan bertaruh bahwa tidak ada yang mencurigakan dalam pil ajaib tersebut.
Kemudian karena masalah bubuk penarik binatang buas, mereka dengan tergesa-gesa pergi menyusul ke tempat sekte Honglian berada tanpa menyingkirkan dua orang ini.
Sekarang dua orang ini setidaknya memiliki identitas yang jelas. Juga Yan Haoran dan Wang Zeming kebetulan mengenal mereka.
"Tidak apa-apa untuk menurunkan sedikit kewaspadaan, tapi bagaimanapun juga kami berada di alam liar, lebih hati-hati lebih baik."
"Oke."
Kembali ke tiga orang yang berdiri di sebelah mayat Cheetah.
"Taois Yan, aku ingin sebagian mayat." Feng Mo mengutarakan keinginannya.
"Aku juga."
Yan Haoran mengelus dagunya, pura-pura berpikir.
"Taois Yan, semua poin telah masuk ke kantongmu. Kami tidak bisa merebut poinmu, tapi kami ingin bagian dari mayat Cheetah ini." Feng Mo segera mengeluarkan bujukannya.
__ADS_1
Wang Zeming mengangguk setuju.
Ditatap oleh dua mata mengancam, Yan Haoran sedikit ragu-ragu. Dia khawatir kedua orang ini tiba-tiba akan bekerjasama untuk menyerangnya.
"Kalau begitu... Kamu bisa mengambilnya!"
Feng Mo dan Wang Zeming mengangguk puas. Kemudian mereka berdiskusi tentang cara membagi mayat Cheetah tersebut.
Saat ini Tan Xiuying mendekat ke arah mereka. Pembudidaya wanita itu telah mengganti pakaiannya dengan yang baru. Setengah wajah cantiknya juga telah ditutupi oleh selendang lagi.
"Tan Xiuying berterima kasih kepada ketiganya karena telah menyelamatkan kami. Ketika kami kembali ke sekte, saya akan melaporkan rahmat penyelamatan ini pada Penatua sekte."
"Taois Tan sopan, kami kebetulan melihat suar dari sektemu."
"Kebetulan aku sedang memimpin murid kembali ke kota."
Feng Mo terkejut karena dia juga mendapatkan ucapan terima kasih dari Tan Xiuying. "Aku berada di dekat sini."
"Kalau begitu bisakah aku sedikit merepotkanmu lagi? Murid-murid kami telah banyak yang terluka dan kehabisan persediaan. Aku ingin meminta bantuanmu untuk mengawal kami kembali ke kota."
Ketiganya saling memandang.
Yan Haoran mengangguk. "Kebetulan, aku juga ingin mengembalikan murid-murid itu ke kota. Seharusnya Penatua Wen datang menemui kami, tapi tidak tahu apa yang terjadi, sampai sekarang aku belum melihat orangnya."
Feng Mo mengangguk setuju.
Wang Zeming tidak banyak berpikir. "Mari beristirahat di sini untuk satu malam, besok pagi kita akan kembali."
"Oke."
Kemudian Tan Xiuying pergi ke sisi Zhu Jinrui untuk mengucapkan terima kasih juga.
Dari jauh Feng Mo dapat melihat wajah malu-malu Zhu Jinrui ketika berhadap-hadapan dengan Tan Xiuying.
Di bekas medan perang, mereka mendirikan beberapa tenda dan formasi pertahanan. Mereka berani tinggal di sana sebab setelah pertempuran yang besar dan kematian yang banyak, bau kematian yang kental akan tetap mengambang di udara untuk beberapa hari.
"Kenapa kita ikut kembali ke kota?" Kong Li bertanya ketika mereka sendirian. Biasanya Feng Mo tidak ingin berbaur dengan banyak orang apalagi orang-orang dari sekte besar.
Feng Mo menurunkan pandangannya. "Ada orang-orang yang sedang mengawasi di luar."
Kong Li terkejut. "Wei Xiyan itu mengikuti kami lagi?"
Feng Mo mengangguk kemudian menggeleng. "Ya, tapi ada juga kelompok lain yang sejak awal ada di sana tapi tidak ikut membantu kami."
"Kamu merasakan kehadiran mereka?"
"Um, mereka sudah ada di sana ketika kami datang, mereka hanya melihat kami bertarung tanpa berniat membantu. Tapi anehnya ketika Tan Xiuying itu hampir mati di mulut Cheetah, aku tiba-tiba merasakan fluktuasi energi spiritual. Namun karena aku dan Wang Zeming berhasil menyelamatkan Tan Xiuying, fluktuasi energi itu kembali tenang."
Kong Li tertegun. "Mungkinkah orang itu ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan kecantikan?"
Feng Mo mengerutkan dahi. "Apa itu?"
"Itu adalah istilah yang aku dengar dari para pendongeng itu. Seorang laki-laki yang menyelamatkan seorang wanita cantik yang sedang dalam masalah, kemudian mereka akhirnya jatuh cinta dan membentuk pasangan dao?"
"Masih bisakah seperti itu?"
"Sepertinya?" Kong Li juga sedikit ragu-ragu. Cerita ini terlihat tidak masuk akal dan terlalu tidak dapat diandalkan.
Namun nyatanya naskah aneh ini masih banyak digemari oleh kalangan masyarakat biasa.
Menggeleng pelan, Feng Mo melanjutkan, "Aku pikir Tan Xiuying tidak akan sedangkal itu. Tapi kami akan tetap bersama kelompok besar mereka kembali ke kota, agar tidak terlihat mencurigakan. Setelah itu kami akan berpisah dari mereka."
"Oke."
__ADS_1
Setelah itu keduanya bergantian masuk ke tenda untuk bermeditasi sementara yang lain menjaga di luar tenda.
Pagi datang dengan cepat. Kelompok besar mereka pergi dengan megah.
Yan Haoran memimpin murid-murid sekte pedang Zhaoyang untuk menjaga di barisan depan. Sementara murid-murid sekte Honglian dan sekte Tianying saling membantu membawa orang yang terluka.
Dua orang Feng Mo berada di sebelah kanan sedangkan dua orang Wang Zeming berada di sebelah kiri.
Selama perjalanan, barisan megah mereka menakuti beberapa binatang buas tingkat rendah. Binatang buas itu melarikan diri sebelum bertemu dengan kelompok mereka, hanya binatang buas yang tidak takut mati yang masih berani memprovokasi kelompok massa mereka.
Setelah perjalanan beberapa hari, mereka akhirnya melihat tembok kota dari jauh. Sepanjang perjalanan mereka juga berpapasan dengan beberapa pembudidaya yang hendak kembali ke kota.
Akhirnya kelompok besar mereka semakin bertambah banyak.
Tanah lapang di luar tembok sangat sibuk. Banyak pembudidaya lalu-lalang keluar masuk gerbang.
Orang-orang bertukar Informasi dengan orang lain.
Orang-orang mendirikan kios kecil untuk menjual sumber daya yang tidak mereka butuhkan.
Bahkan tujuh keluarga juga mendirikan toko di luar tembok menambahkan kesibukan jalan.
Kedatangan kelompok mereka sedikit banyak menarik perhatian orang.
Begitu mencapai tanah, masing-masing dari mereka segera berpisah setelah mengucapkan selamat tinggal.
Feng Mo dan Kong Li kembali ke dalam tembok, mereka berniat untuk kembali ke penginapan. Tapi di tengah jalan mereka melihat Qi Yuzhi yang sepertinya sedang menunggu mereka.
Ekspresi Qi Yuzhi sedikit bingung dan linglung.
Feng Mo dan Kong Li tidak melanjutkan kembali ke penginapan. Mereka bertiga mencari tempat lain untuk bicara.
"Apa yang terjadi?" Feng Mo bertanya dengan prihatin.
Sekarang mereka berada di sebuah kamar pribadi di lantai atas sebuah kedai teh.
Qi Yuzhi ragu-ragu untuk mengatakannya.
"Sesuatu mengganggumu? Tentang Qijia?" Suatu hal yang dapat membuat Qi Yuzhi memiliki ekspresi bingung hanya bisa menjadi urusan Qijia. Karena jika Qi Yuzhi bingung tentang latihannya, dia hanya akan bertanya pada Tuannya dan tidak perlu menemukannya.
Qi Yuzhi tertegun. Kemudian sedikit tidak berdaya.
"Beberapa waktu lalu, ketika aku baru saja berlatih pedang di tempat lain, aku tidak sengaja melihat Qi Wuya, dia adalah orang yang waktu itu menghalangi jalanku. Kemudian aku tidak sengaja mendengarnya berbicara tentang menipu sepupuku yang lain untuk diberikan kepada Zhao Jin."
Kini ganti Feng Mo dan Kong Li yang terkejut.
"Zhao Jin itu?"
Qi Yuzhi mengangguk.
"Jadi yang membuatmu bingung adalah apakah kamu akan menolong sepupumu itu atau tidak?"
"Um."
Feng Mo dan Kong Li saling berpandangan.
"Apakah sepupumu itu pernah membantumu?"
Qi Yuzhi menatap tangannya yang berada di atas meja. "Sebenarnya tidak... Tapi aku tidak bisa melupakan apa yang telah kudengar. Aku ingin menolong tapi aku telah memutuskan hubungan dengan Qijia."
Jari Feng Mo mengetuk meja dengan berirama.
Suara itu sedikit banyak menenangkan kegelisahan Qi Yuzhi selama ini.
__ADS_1
Akhirnya Feng Mo mendesah. "Kalau begitu ayo."
Feng Mo menatap mata Qi Yuzhi dengan tenang. "Tidak ada alasan untuk membantu orang lain, bahkan jika mereka adalah orang asing."