
Base camp Paviliun Tianji berada di sebuah kota besar yang sangat terkenal karena menjadi pusat benua.
Kota Dalu telah ada sejak zaman kuno, dan telah menjadi kota yang makmur seiring berjalannya waktu.
Legendanya, pusat benua atau inti dunia berada tepat di bawah kota Dalu. Dan orang-orang yang bisa tinggal di kota Dalu adalah orang-orang yang memiliki keberuntungan yang sangat kuat.
Benar atau tidaknya legenda tersebut, tidak ada yang mengetahuinya. Karena sampai sekarang tidak ada orang yang pernah melihat seperti apa inti dunia itu.
Juga konsentrasi energi spiritual di kota Dalu adalah yang paling melimpah dari kota-kota lain. Sehingga banyak pembudidaya yang berbondong-bondong datang hanya untuk menyerap energi spiritual.
Kota Dalu sangat ramai, banyak pembudidaya yang berjalan di tanah dan terbang di langit. Tidak ada manusia biasa yang tinggal di kota Dalu sehingga kota tersebut dapat disebut sebagai kota pembudidaya.
Semua orang, bahkan seorang penjual kios kecil di pinggir jalan juga seorang pembudidaya.
Feng Mo dan Kong Li mengikuti di belakang Wei Xiyan dan Meng You. Mereka berjalan beberapa saat sebelum sampai di depan sebuah bangunan.
"Ini dia! Cabang utama Paviliun Tianji!"
Feng Mo dan Kong Li mengangkat kepala mereka untuk melihat bangunan yang megah di depan mereka.
Paviliun Tianji adalah sebuah bangunan berlantai tiga yang terletak di tengah-tengah makmurnya kota. Sangat mencolok karena masih mempertahankan suasana kuno yang dalam.
Papan nama Paviliun juga memancarkan aura misterius yang sangat kuat pada pandangan pertama. Jika Kamu tidak memiliki kemauan yang kuat, mudah untuk terpengaruh.
Feng Mo menepuk pundak Kong Li, menyadarkannya dari perasaan tercengang.
"Ayo masuk!" We Xiyan memimpin mereka memasuki gedung. Dan langsung menuju ke arah tangga.
Lantai pertama Paviliun diperuntukkan untuk masyarakat umum. Ada sebuah layar giok tergantung di tengah-tengah ruangan, yang memperlihatkan beberapa baris karakter yang perlahan-lahan bergulir.
Ketika Feng Mo meliriknya, ada beberapa karakter yang masuk ke matanya. Seperti misi tingkat XXX, tim XXX, dan XXX hadiah. Jika Feng Mo ingat dengan benar, ada sebuah organisasi tidak resmi di antara pembudidaya longgar.
Mereka menyebutnya sebagai tentara bayaran.
Mereka membentuk kelompok untuk melakukan tugas yang tidak biasa. Contohnya seperti Geng Elang berkaki tiga yang Feng Mo temui di Shicheng. Mereka melakukan misi dari Xiaojia untuk mencari bunga jiwa.
Tapi ada juga beberapa orang yang membentuk tim untuk memudahkan diri mereka sendiri untuk melakukan beberapa tindakan yang tidak bermoral. Seperti Geng Harimau yang pernah menculik Feng Mo dan pembudidaya Fondasi lainnya.
Paviliun Tianji melakukan pengumpulan tugas yang memudahkan beberapa pembudidaya biasa untuk mencari sumber daya. Dengan mengambil misi dan mendapatkan beberapa sumber daya, pembudidaya biasa juga bisa mengumpulkan perbendaharaan sendiri.
Lantai dua Paviliun diperuntukkan khusus untuk memperjual-belikan berita. Ada banyak bilik kamar yang tertutup. Dan beberapa orang yang dicurigai sedang melakukan transaksi.
Paviliun Tianji melindungi identitas klien mereka dengan sangat ketat. Sehingga transaksi mereka sangat besar dan sukses, dan banyak orang sangat menyukai bekerja sama dengan mereka. Karena mereka tidak takut dikhianati oleh orang-orang Paviliun Tianji.
Tapi ada juga beberapa orang yang merasa bahwa Paviliun Tianji tidak enak dipandang.
"Taois Li, ayo, bukankah kamu ingin menemukan seseorang? Aku akan membiarkan beberapa anggota klan melakukannya."
Feng Mo segera menolak, "Tidak perlu, aku akan melakukannya seperti yang lain."
Wei Xiyan sedikit menyesal.
Mereka naik ke lantai tiga yang secara khusus hanya bagi orang-orang yang akan mengeluarkan tugas, atau seperti Feng Mo yang ingin mencari berita yang tidak biasa.
Lantai tiga seperti lantai dua, hanya saja sedikit lebih sunyi dan lebih misterius. Orang-orang yang keluar-masuk memakai jubah hitam yang dapat melindungi persepsi orang lain.
Feng Mo tidak melihat dari mana mereka datang, mungkin ada pintu masuk yang lebih tersembunyi. Tidak seperti mereka berempat yang tidak takut dunia tidak akan kacau, mereka bertindak dengan sembrono.
Orang-orang berjubah hitam melewati mereka satu demi satu.
Feng Mo tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh ketika seseorang melewatinya. Ketika dia berhenti untuk melihat ke belakang, orang berjubah hitam itu telah menuruni tangga.
"Xiaoli, ada apa?"
"Tidak apa-apa." Mungkin hanya perasaannya saja. Feng Mo berjalan menyusul yang lain.
Yang tidak diketahui Feng Mo, orang berjubah hitam itu juga telah menghentikan langkahnya di anak tangga teratas. Hanya saja tubuhnya tertutup oleh dinding.
__ADS_1
Dari balik tudung jubah yang menutupi wajahnya, sepasang pupil merah berkilat.
Wei Xiyan memimpin Feng Mo ke kamar pribadi khusus.
Hanya Feng Mo yang masuk, Kong Li tetap di luar.
Sudah ada seseorang di dalam ruangan. Seorang pria paruh baya yang wajahnya hampir ditutupi oleh jenggot. Tapi kultivasinya tidak bisa diremehkan.
"Mo Li telah melihat Senior."
"Ya. Ayo duduk dan katakan masalahmu."
Keduanya duduk berhadap-hadapan.
"Junior ingin mencari berita tentang seseorang bernama Jing Shubai, seorang pembudidaya dari Haicheng."
Haicheng? Pesisir laut itu?
Pria itu mengangguk dengan ekspresi tenang. "Apa yang ingin kamu ketahui?"
"Aku ingin tahu di mana mereka dan apakah kelompok mereka dalam bahaya?"
"Apakah ada lagi?"
"Mereka mungkin sedang diawasi, jika Paviliun Tianji menemukan mereka dalam bahaya, tolong sembunyikan mereka terlebih dahulu."
"Bagaimana jika mereka tidak mempercayai kami?" Orang-orang yang dilatih oleh Paviliun tidak mudah untuk membocorkan identitas mereka.
"Katakan saja bahwa orang yang memberikan racun itu telah ditemukan."
Pria paruh baya itu mengangguk. Kemudian dia mengeluarkan gulungan perkamen perjanjian.
"Teteskan darahmu untuk mengikat perjanjian. Setelah sepuluh hari, berita yang kamu inginkan akan tiba. Dan perjanjian ini akan hancur dengan sendirinya. "
Feng Mo mengangguk mengerti. Dia meneteskan setetes darah dari ibu jarinya dan mengecapnya pada perkamen.
Seperti yang dikatakan Meng Shize sebelumnya, Jalan surgawi tidak bisa ikut campur dalam kehidupannya. Bahkan tidak bisa mengikat jiwa miliknya meskipun hanya sebentar.
"Berapa banyak batu roh untuk melakukan perjalanan?"
"Seratus batu roh tingkat atas. Kamu bisa menyerahkannya setengah terlebih dahulu, ketika berita itu kembali, kami akan menagih sisanya."
"Oke."
Ketika Feng Mo keluar lagi, semuanya telah terselesaikan.
"Aku akan mengajakmu mengunjungi rumah pribadiku."
Keluar dari bangunan Paviliun Tianji, Wei Xiyan mengajak keduanya pergi ke kediamannya.
Sebenarnya seluruh kota Dalu bisa dikatakan sebagai base camp Paviliun Tianji, selain karena cabang utama terletak di kota, banyak properti di kota yang dimiliki oleh Paviliun Tianji secara diam-diam.
Seperti halnya susunan teleportasi, susunan tersebut tidak ada di dalam bagunan Paviliun juga tidak ada di kediaman utama. Tapi di salah satu properti milik Paviliun.
Sedangkan rumah pribadi Wei Xiyan terletak di luar pusat kota. Karena dia menyukai ketenangan, para tetua keluarga memberikannya rumah yang besar ini.
Rumah Wei Xiyan sangat luas. Tapi juga sangat kosong. Selain dua orang Wei Xiyan dan Meng You, tidak ada orang lain yang tinggal di sini.
Meskipun Wei Xiyan terkesan bersembunyi dari dunia luar, tapi apa yang seharusnya dimiliki oleh seorang Tuan Muda masih ada di kediamannya.
Mereka berempat berkeliling rumah sebentar, setelah itu mereka beristirahat.
Dalam beberapa hari kemudian, Wei Xiyan mengajak keduanya berkeliling kota untuk melihat-lihat.
Pada suatu malam sekelompok orang diam-diam berkumpul untuk melakukan sesuatu yang mencurigakan.
"Apakah kamu yakin itu dia?"
__ADS_1
"Ya, Penatua."
"Seberapa yakin kamu?"
"Orang itu memenuhi semua karakteristik."
"Baiklah ayo lakukan, bahkan jika tebakan kami meleset kali ini, kami tidak bisa melewatkannya!"
Enam orang segera menyebar dalam enam posisi, dan mengeluarkan mantra secara bersamaan.
Sebuah formasi besar tiba-tiba menyala di bawah kaki mereka. Dengan bintang berujung enam berputar perlahan di dalam lingkaran.
Masing-masing orang berdiri di ujung sisi bintang.
Angin bersiul pelan di dalam ruangan tertutup, mengibarkan jubah beberapa orang.
Sebuah benda seperti setetes air berwarna merah gelap di tengah-tengah formasi naik ke udara. Benang emas keluar dari formasi dan melayang-layang menghampiri benda tersebut.
Ketika enam orang membuka mata lagi, benang emas secara serempak bergerak ingin menyelimuti benda tersebut.
Angin berhembus dengan kencang. Beberapa orang tetap membuka mata lebar-lebar, tidak ingin melewatkan sesuatu yang penting.
Feng Mo membuka mata. Dia menatap langit di luar jendela. Bulan yang seharusnya cerah telah tertutup rapat oleh awan yang bergulung-gulung.
Bangkit dari posisi tidurnya, Feng Mo duduk bermeditasi. Segera perasaan misterius yang pernah dirasakan Kong Li menyelimuti Feng Mo lagi.
Seseorang baru saja ingin mengintip nasibnya lagi.
Feng Mo segera berusaha untuk melawan dan mencoba melacak kembali dari mana perasaan itu berasal.
Pemimpin dari enam orang itu berteriak, "Tingkatkan formasi, seseorang mencoba menghalangi proses kami!"
Feng Mo mengerutkan kening, orang lain lebih berpengalaman daripada dirinya.
Dua kekuatan misterius diam-diam bertarung di langit.
Keringat dingin menetes dari dahi Feng Mo. Tidak ada pilihan lagi.
Segera mantra di tangan Feng Mo berputar cepat. Gelombang jiwa membumbung ke langit. Ini adalah kedua kalinya Feng Mo membiarkan jiwanya keluar dari tubuh.
Jiwa Feng Mo segera menyelimuti seluruh kamar. Memutuskannya dari dunia luar.
"Tidak!" Pemimpin itu berteriak.
Segera retakan muncul di formasi di bawah kaki mereka.
Benang merah yang menutupi setetes darah itu menguap seketika.
Benda di tengah formasi yang memang adalah setetes darah itu bergejolak. Dan tiba-tiba...
Boom!
Setetes darah itu meledak dengan kekuatan yang sangat kuat. Memercikkan api hitam, dan terbakar secepat kilat sebelum jatuh ke tanah.
Kekuatan ledakan yang sangat besar itu menghempaskan keenam orang tersebut menghantam dinding.
"Leluhur!"
Enam orang tua itu jatuh dan memuntahkan darah secara bersamaan.
"Leluhur, apakah kamu baik-baik saja?"
Pria tua itu menggeleng. "Seseorang baru saja menyabotase perbuatan kita! Uhuk-uhuk!"
"Bagaimana mungkin?!"
Feng Mo telah menghilang dari kamarnya. Ketika dia muncul kembali, dia telah menginjakkan kakinya di atap sebuah bangunan.
__ADS_1
"Di sini."