
Feng Mo dan Kong Li, keduanya mengikuti kelompok sekte Tianying.
Kelompok mereka terbang dengan tergesa-gesa, untungnya para binatang buas di sekitar tempat ini telah berkumpul dan terbunuh hampir seluruhnya sebelumnya. Sehingga memudahkan mereka untuk terbang dengan leluasa.
Duar!
Suar meledak di langit, bunga teratai mekar di langit yang biru.
"Di sana!"
"Senior Zhu, tunggu dulu!" Orang-orang segera mengejar.
Yang Xin menggerutu. "Pria ini, dasar!"
Sama seperti sebelumnya, dari jauh mereka bisa melihat banyak sekali binatang buas yang berkumpul. Dari segala bentuk dan segala ukuran. Juga berbagai tingkat kekuatan.
"Xinxin! Zixuan! Ikut aku! Xiaojiu dan Jingyi tinggal di belakang!"
"Ya!"
Tiga orang segera turun ke tanah untuk membantu.
Feng Mo berdiri di atas pohon. Tangannya menggambar busur dari udara dan api muncul dari tangan yang lain membentuk panah api.
Panah api di arahkan kepada kerumunan binatang buas.
Ketika Feng Mo melepaskan panah api, panah api itu melesat cepat secepat meteor. Kemudian di atas langit, panah api membelah menjadi dua. Dua menjadi empat, empat menjadi delapan. Delapan menjadi enam belas.
Ketika panah api turun dari langit, jumlahnya telah mencapai lebih dari seribu.
"Bantuan telah datang! Pertahankan!"
"Ya!"
"Bunuh!" Teriak Zhu Jinrui.
Api bergejolak di antara para binatang buas, raungan dan lolongan binatang buas terdengar di mana-mana. Feng Mo juga turun ke tanah untuk membantu.
Tan Xiuying membunuh binatang buas dengan tegas, wajahnya yang dingin tidak berubah sama sekali ketika melihat darah.
Jubah merahnya menari dengan anggun di antara kobaran api. Pedangnya berputar dengan cepat membelah tubuh binatang buas.
Satu. Dua. Binatang buas mati di tangannya dengan cepat. Dia melompat menghindari serangan dari arah samping.
Delapan orang pembudidaya Transformasi Dewa bekerjasama untuk membunuh binatang buas.
Binatang buas yang lebih lemah mudah untuk dikalahkan, tapi ada beberapa binatang buas yang memiliki kekuatan setara dengan kultivasi mereka.
"Zeming, sepertinya kita sedikit terlambat."
"Ayo."
Dua orang lagi datang membantu.
Seekor binatang buas yang kesakitan karena dilalap api segera merasakan dinginnya es yang kuat dari bagian tubuhnya yang lain.
Dua elemen api dan es yang kuat membuatnya kehilangan akal dan mengamuk. Tapi energinya tidak bertahan lama dan segera dia jatuh mati ke tanah.
Feng Mo melirik ke samping, dia merasakan mantra es yang sangat kuat dari persepsi api miliknya. Sepertinya seseorang lagi datang untuk membantu.
Wang Zeming sendiri terkejut, mantra es miliknya tidak bisa memadamkan api yang sedang berkobar. Padahal kekuatan esnya sangat kuat, dan belum ada yang bisa menandinginya sampai sekarang. Tapi sepertinya api ini tidak biasa. Orang yang mengeluarkannya juga harus sangat kuat.
"Sister Tan!"
Suara teriakan seseorang membuat keduanya menoleh.
Tidak jauh dari mereka, Tan Xiuying tergelincir jatuh dan seekor Cheetah setinggi delapan kaki hendak menerkamnya!
"Bulu Api Neraka!"
"Es Abadi!"
Ribuan bulu api biru dan ribuan jarum es perak muncul di langit, kedua warna itu menyatu di langit dan terlihat sangat mencolok di kobaran api. Dan seketika ribuan bulu api dan jarum es itu jatuh ke arah Cheetah.
BOOM!
Ledakan itu mengangkat tanah dan pasir ke udara.
Tan Xiuying terpental ke belakang karena dampak yang terlalu kuat sebelum seseorang menangkapnya di udara.
"Cheetah itu belum mati!"
Debu di udara terhempas oleh sesuatu dan segera menghilang. Di tempat Cheetah itu berdiri sebelumnya, lubang yang besar segera terbentuk, tetapi Cheetah itu masih hidup dan berdiri kokoh meskipun terlihat sedikit terluka.
"Itu Cheetah angin tingkat 6 hampir menembus tingkat 7, jika dibiarkan dia akan membunuh kami!"
Feng Mo dan Wang Zeming segera bergegas membunuh binatang buas di depan mereka, kemudian segera beralih ke Cheetah angin tersebut.
Cheetah itu bergerak cepat secepat angin dan segera hilang dari pandangan mata.
Mata Feng Mo berkilat sementara Wang Zeming diam-diam mengaktifkan persepsi khususnya.
Keduanya segera menghilang. Ketika mereka muncul kembali, keduanya berhadap-hadapan dengan Cheetah dan melancarkan serangan.
__ADS_1
Mereka bergerak sangat cepat seperti bayangan. Bolak-balik bergantian menyerang Cheetah. Mantra api dan es silih berganti di udara. Keduanya bergerak sangat cepat, berusaha mengimbangi gerakan Cheetah. Sehingga orang lain hanya bisa melihat bayangan hitam putih dari jubah keduanya yang terlihat samar-samar.
Angin menderu di sekitar Cheetah membuat pusaran angin tornado. Melemparkan Feng Mo dan Wang Zeming ke udara.
Tidak menyerah, Feng Mo mengeluarkan jimat guntur dari alam semesta. Dia melemparkan jimat tersebut ke arah Cheetah.
Boom!
Jimat guntur mengenai wajah Cheetah, segera petir jatuh melukai sebelah matanya.
Lolongan Cheetah menggema.
Feng Mo maju, di tangannya memegang beberapa lembar jimat ajaib.
Wang Zeming mengikuti di belakang.
Keduanya terpisah di dua sisi.
Mantra es segera naik ke atas kaki Cheetah, Feng Mo mengambil kesempatan ketika Cheetah tidak bisa bergerak untuk beberapa saat dan membuang beberapa jimat serangan.
Boom! Boom!
Cheetah segera melepaskan diri dari es, dan segera menghindar dari jimat serangan. Tapi karena beberapa detik yang terlewatkan, dia masih terkena jimat serangan Feng Mo.
Bagi binatang buas tingkat 6 yang akan menembus tingkat 7, serangan keduanya tidak terlalu menyakitkan baginya. Tapi dua manusia bodoh itu ternyata masih memiliki beberapa kemampuan.
Cheetah menjadi tidak sabar.
Segera pisau angin menyerang keduanya. Feng Mo mendirikan penghalang, dan Wang Zeming segera membangun dinding es.
Menghadapi serangan tingkat 6, penghalang mereka tidak bertahan lama dan segera hancur. Beberapa pisau angin memotong kulit mereka.
Feng Mo terengah-engah. Mereka tidak bisa bertahan lama lagi tapi Cheetah angin ini masih memiliki banyak kekuatan.
Keduanya bertarung bolak-balik, tapi masih belum bisa mengalahkan Cheetah tingkat 6. Perbedaan satu tingkat kekuatan memang masih terlihat jelas.
"Apakah kalian butuh bantuan?"
Tiba-tiba sesosok berjubah abu-abu muncul di sebelah keduanya.
Yan Haoran? Feng Mo melihat kemunculan seseorang membawa pedang di tangannya.
"Zhaoyang Jianmeng ada di sini!"
Yan Haoran menatap Wang Zeming dengan lelucon di matanya. "Taois Wang, kamu sepertinya kelelahan?"
"Hentikan omong kosongmu."
Yan Haoran mendengus. "Ayo, akan ku tunjukkan apa itu omong kosong."
Yan Haoran maju menyerang Cheetah dengan seluruh kemampuannya.
Cheetah mengaum keras tidak mau kalah.
Saat Feng Mo hendak pergi membantu, Wang Zeming menghentikannya.
"Tidak perlu, dia tidak ingin kami mengganggunya."
Tanda tanya muncul di atas kepala Feng Mo.
"Pembudidaya pedang selalu seperti itu."
Mata Feng Mo berkedip. Hm? Benarkah?
Wang Zeming pergi ke arah lain untuk membunuh binatang buas, tidak peduli dengan Yan Haoran yang pergi satu lawan satu melawan Cheetah.
Feng Mo juga mengangkat bahu dan pergi membunuh binatang buas yang lain.
Api yang menyala sedikit demi sedikit padam. Feng Mo telah mengatur apinya untuk tidak membakar binatang buas menjadi abu. Agar tidak terlihat mencurigakan.
Mayat-mayat binatang buas tergeletak di tanah. Darah dan daging binatang buas berceceran, asap hitam naik ke langit bercampur dengan bau daging yang terbakar.
Kong Li menghampiri Feng Mo, sebelumnya dia tidak berani masuk ke tengah-tengah kekacauan. Dia hanya membantu di pinggiran bersama dua murid sekte Tianying yang lain.
Jumlah binatang buas telah turun drastis. Hanya menyisakan beberapa yang relatif merepotkan dan beberapa yang berhasil melarikan diri.
Yang Xin dan Xue Jingyi menghampiri Tan Xiuying yang sedang memperhatikan pertarungan Yan Haoran.
"Sister Tan, mari bicara sebentar?"
Tan Xiuying melirik dengan tatapan acuh tak acuk. Wajah cantiknya yang tidak tertutupi selendang seperti bulan purnama di tengah malam, tidak sedikitpun usang meski sedikit kotor oleh debu.
"Ada apa?"
Yang Xin sedikit merendahkan suaranya, "Ini penting. Ini tentang pengepungan binatang buas kali ini."
Tan Xiuying melirik Yang Xin sekali lagi.
Keduanya berbicara sedikit ke belakang, mereka juga memasang penghalang agar tidak ada yang bisa mendengar suara mereka.
Tidak jauh dari keduanya, seseorang di antara kerumunan murid yang sedang beristirahat menurunkan pandangannya. Menutupi tatapan ganas yang hampir keluar dari matanya.
Hampir seluruh binatang buas berhasil dibunuh kecuali yang melarikan diri. Sekarang hanya tinggal Cheetah angin tingkat 6 yang masih bertarung dengan Yan Haoran.
__ADS_1
Suara benturan antara pedang dan cakar terdengar.
Yan Haoran memutar pedangnya, energi pedang menghalau pisau angin yang dilancarkan oleh Cheetah.
Kedua belah pihak mundur beberapa langkah kemudian kembali maju.
Cheetah sedikit kewalahan setelah bertarung untuk waktu lama, sebelumnya Feng Mo dan Wang Zeming bersatu menghabiskan setengah kekuatannya. Sekarang muncul lagi orang gila yang telah berhasil melukainya!
Melihat tidak ada sesama binatang buas lagi yang masih hidup, Cheetah memiliki keinginan untuk melarikan diri. Setelah beberapa tipuan untuk mengelabui Yan Haoran, dia segera meraih celah untuk lari.
"Dia ingin melarikan diri, jangan biarkan dia kabur!"
Segera Feng Mo, Wang Zeming, dan Zhu Jinrui bergerak. Tiga pembudidaya puncak Transformasi Dewa terbang bersama. Masing-masing dari mereka menghalangi tiga arah pelarian Cheetah.
Cheetah segera mengeluarkan serangannya.
"Bulu api neraka!"
"Es abadi!"
"Gelombang tsunami!"
Gelombang air besar membentuk pusaran air dan menjebak Cheetah di dalamnya.
Ribuan bulu api dan jarum es turun dari langit seperti hujan.
BOOM!
Raungan Cheetah menggelegar.
"Minggir!!!"
Energi pedang yang sangat kuat membumbung tinggi ke langit. Ketiganya segera terbang menjauh.
Energi pedang meluap dari pedang di tangan Yan Haoran dan membentuk bayangan pedang yang sangat besar di udara. Kemudian Yan Haoran menebas Cheetah yang masih goyah dan memenggal kepalanya dari tubuhnya.
Darah memercik keluar dari tubuh Cheetah yang terpotong. Sementara kepalanya menggelinding jauh.
Debu akhirnya mengendap.
Medan perang sangat berantakan. Mayat-mayat hangus dan terpotong tergeletak di mana-mana. Tanah yang hangus terbakar dan genangan air ada di seluruh tempat, hampir tidak ada tanah yang utuh.
Murid-murid sekte Pedang Zhaoyang dan Tianying membantu murid-murid Honglian yang sedang terluka.
Feng Mo dan yang lain mengelilingi tubuh Cheetah yang masih tergeletak di tempatnya. Masing-masing dari mereka memiliki pikiran untuk memiliki bagian dari Cheetah.
"Hei, itu kamu!" Yan Haoran tiba-tiba menyapa Feng Mo.
Orang-orang mengangkat kepala. Melihat Yan Haoran menyapa Feng Mo dengan akrab.
"Taois Yan, lama tidak bertemu." Feng Mo mengangguk sopan.
"Kamu tidak bersama nama keluarga Wei itu?"
Sudut mulut Feng Mo berkedut. "Tidak, kami tidak bersama. Lagipula kami tidak saling mengenal."
Yan Haoran mengangkat alisnya. "Kupikir kamu satu komplotan dengan nama keluarga Wei, melihat bagaimana kamu melindunginya terakhir kali dari binatang buas tingkat 9."
Binatang buas tingkat 9? Yang lain terkejut dengan ucapan Yan Haoran. Ngomong-ngomong, nama keluarga Wei yang dimaksud Yan Haoran seharusnya Tuan muda Paviliun Tianji kan?
Jadi apakah orang asing ini tidak asing?
Orang lain menatap Feng Mo dengan tatapan menyelidik.
"Tidak, kebetulan saat itu saya berada di dekat mereka."
"Ngomong-ngomong, siapa namamu? Sepertinya aku tidak bertanya terakhir kali kita bertemu."
"Mo Li." Wang Zeming datang menyela.
Feng Mo terkejut. "Taois Wang mengenalku?"
Selama bertahun-tahun ini Feng Mo telah mengumpulkan banyak gambar wajah-wajah murid sekte yang terkenal. Jadi Feng Mo segera mengenali Wang Zeming ketika pertama kali dia melihatnya.
"Kamu yang menyelamatkan Tuan muda Paviliun Tianji. Aku juga ikut berpartisipasi ketika binatang buas tingkat 9 itu menyerang. Aku tidak mengenalimu sebelumnya, tapi ketika nama belakang Yan ini membicarakanmu, akhirnya aku ingat di mana aku pernah mendengar tentangmu."
Nama Mo Li sedikit terdengar keras untuk beberapa saat sepuluh tahun yang lalu, pertama kali terdengar namanya ketika dia hampir menghancurkan sebuah penginapan ketika sedang berkultivasi.
Keduanya kalinya ketika dia menyelamatkan Wei Xiyan, Tuan muda Paviliun Tianji dari serangan binatang buas tingkat 9. Namanya sekali lagi menjadi bahan pembicaraan ketika Raja Ren menghadiahi beberapa pembudidaya yang berkontribusi dalam menghalangi binatang buas tingkat 9 agar tidak mendekati kota.
Banyak pembudidaya yang membicarakannya, tapi orang yang bersangkutan menghilang segera sebelum sempat diumumkan. Jadi banyak orang yang masih belum mengetahui bagaimana rupa wajahnya.
Tidak ada yang tahu bagaimana wajahnya.
Tidak ada yang tahu seberapa kuat kekuatannya.
Dan tidak ada yang tahu bagaimana cara dia menyelamatkan Tuan muda Paviliun Tianji.
Orang-orang yang tahu tidak ada yang mau membicarakannya, sehingga sampai saat ini masih menjadi tanda tanya.
Kebetulan Wang Zeming berada di sisi lain saat itu, sehingga dia tidak bisa melihat apapun yang dia lakukan.
"Tuan muda, sepertinya kami terlambat."
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Lihatlah, semua orang sedang berkumpul di sini."