
Feng Mo dan Kong Li menyewa sebuah perahu kecil.
Perahu tersebut adalah sebuah senjata ajaib. Memerlukan batu roh untuk menggerakkannya.
Keduanya berlayar dengan asal-asalan, mengikuti arus air laut. Saat menunggu binatang buas muncul, mereka juga menyiapkan jaring.
Tidak bisa membiarkan mangsa kabur.
"Saudara Mo, menurutmu apakah kita akan mendapatkan mangsa?"
"Kami hanya berlayar di perairan dangkal. Paling tidak kami akan bertemu beberapa binatang buas di tingkat Pemurnian Qi. Binatang buas yang lebih kuat berada di perairan dalam."
"Hei, aku belum pernah makan ikan seenak ini."
"Mari kita rebus beberapa nanti."
Keduanya menunggu sampai tengah hari sebelum beberapa ikan raksasa muncul.
"Saudara Mo, biarkan aku datang terlebih dahulu."
Feng Mo memberikan Kong Li ruang untuk bergerak.
Kong Li memadatkan pisau emas. Menembak ke arah gerombolan ikan.
Ledakan yang kuat membuat laut bergelombang dan membuat perahu bergoyang. Lautan berubah menjadi warna merah darah, kemudian beberapa bangkai ikan mengapung ke permukaan.
"Hanya beberapa ikan Pemurnian Qi, "
Tapi kemunculan binatang buas tadi seperti menekan saklar untuk keduanya. Tidak lama kemudian gerombolan lain datang untuk menyerang.
Feng Mo dan Kong Li bergantian menyerang binatang buas yang tidak mengenal kematian.
Kemudian gerombolan Pemurnian Qi telah berganti menjadi binatang buas Fondasi. Kali ini keduanya bekerja sama untuk mengalahkan beberapa ekor Fondasi.
Kong Li menggunakan pisau emasnya, sedangkan api Feng Mo membakar mereka yang tidak bisa dikalahkan.
Api kehidupan phoenix adalah api yang tidak kalah dengan api berbeda yang lahir dari langit dan bumi.
Feng Mo telah menyaring api miliknya agar tidak terkontaminasi dengan racun di dalam tubuhnya, dan terlihat tidak berbeda dengan mantra api biasanya.
Setelah beberapa gelombang binatang buas berakhir, Kong Li merasa kelelahan. Dia berbaring terlentang di atas kapal.
"Saudara Mo bagaimana kamu ingin menangani semua binatang buas itu?"
"Mari jual semua dan sisakan sedikit untuk dimakan."
"Aku ingin ikan rebus asam manis! Ikan bakar! Cumi-cumi goreng! Banyak lagi." Kong Li merasa bahwa adalah kesalahan untuk memakan pil bigu sebelumnya.
"Mari kita minta orang-orang di penginapan untuk memasaknya untuk kita."
Akhirnya kedua foodies memutuskan untuk kembali setelah langit mulai gelap.
Beberapa hari kemudian Feng Mo dan Kong Li bolak-balik dari laut.
Hasil panen masih sangat baik, dan latihan menjadi lebih lancar.
Sebagai pembudidaya iblis keduanya lebih sering diserang oleh binatang buas, dan panen menjadi lebih baik.
Para pedagang berbondong-bondong untuk membeli hasil tangkapan mereka.
Dan karena bentuk asli binatang, keduanya lebih memahami kelemahan binatang buas.
Sehingga Feng Mo dan Kong Li tidak pernah membuat luka yang tidak perlu, dan sebagai hasilnya tangkapan mereka terlihat lebih utuh daripada milik orang lain.
Saat itu Feng Mo sedang menjual tangkapannya, ketika dia mendapat berita tentang binatang buas dengan kekuatan Jindan.
Beberapa gelombang orang yang berkumpul untuk berbaris sebelumnya, hampir semuanya telah mati. Hanya beberapa orang yang selamat.
"Tidakkah Tuan kota mengambil tindakan?" Feng Mo bertanya karena penasaran.
"Tidak ada pergerakan dari mansion Tuan kota, kiranya berita sebelumnya benar bahwa Tuan kota sedang terluka."
Feng Mo tidak terlalu memperhatikan berita setelah itu. Dia tetap memancing seperti biasa. Tapi tidak terduga bahwa kesialan menimpa keduanya.
Feng Mo dan Kong Li sedang menunggu mangsa untuk datang ke pintu ketika wajah Kong Li tiba-tiba berubah menjadi pucat.
"Pergi! Lari! Binatang buas itu ada disini!" Kong Li dengan panik mengambil alih kapal dan memacunya dengan begitu cepat.
__ADS_1
Suara gemuruh yang kuat tiba-tiba terdengar dari belakang.
Wajah Feng Mo juga memucat, jika Kong Li tidak memperhatikan sesuatu, mereka pasti telah menjadi makanan binatang buas.
Seekor Gurita raksasa muncul di permukaan laut.
Berteriak menggelegar.
Sepuluh tentakelnya yang besar berayun-ayun ke segala arah.
Melihat mangsanya melarikan diri, binatang buas itu marah dan mulai menyerang.
Kong Li mengemudikan perahu untuk menghindar dari serangan tentakel, dari kanan ke kiri, zig-zag, atas ke bawah, bahkan berputar-putar.
Jika keduanya bukan dari ras burung, jika mereka tidak mati kerena binatang buas, mereka pasti akan mati karena mabuk kendaraan.
Karena perbedaan antara kekuatan, tidak ada dari keduanya yang ingin bertarung.
Bahkan perbedaan kekuatan antar kelas sangat lebar, apalagi perbedaan antar tingkat, pasti sangat-sangatlah lebar.
Perbedaannya seperti langit dan bumi.
Jadi binatang buas tingkat Jindan bisa mengalahkan mereka yang hanya berada di tingkat Fondasi dengan hanya satu jari.
Semakin tinggi Kamu berkultivasi, semakin besar jaraknya dengan yang lain.
"Saudara Mo, kemana kita akan pergi?!" Kong Li bertanya dengan panik.
"Kami tidak bisa kembali ke dermaga, apakah Saudara Kong memiliki suar?!"
"Tidak! Apa gunanya?!"
"Untuk meminta bantuan!"
"Apa yang harus kita lakukan?!" Kong Li berteriak histeris.
Feng Mo tidak punya pilihan selain menggunakan kekuatannya sendiri. "Saudara Kong, bertahanlah sebentar! Aku akan membuat kembang api!"
Feng Mo mengumpulkan api miliknya ke telapak tangan. Memadatkannya menjadi sebuah bola kecil.
Feng Mo melemparkan bola api ke langit. Gurita raksasa merasa api kecil itu tidak ditujukan kepadanya, jadi dia mengabaikan.
Bola api berhasil melewati tentakel dan meledak di langit menjadi kembang api.
"Apakah satu cukup?!"
"Kalau begitu buat beberapa lagi!"
Satu persatu kembang api meledak di langit.
"Mari kita tunggu bantuan!" Feng Mo menggantikan Kong Li untuk mengemudikan perahu.
Dia berbelok ke arah sebaliknya, pertempuran yang akan datang tidak dapat mempengaruhi kota.
Sementara itu, kembang api yang muncul di langit memang menarik perhatian orang-orang di dermaga.
Beberapa orang kuat datang memeriksa karena penasaran, tapi wajah mereka berubah dengan cepat.
"Binatang buas itu! bagaimana dia bisa muncul di sana?!" Seseorang mengenali binatang buas yang muncul dan segera menarik pandangan pucat dari beberapa orang.
Segera alarm berbunyi di Benteng kota.
Penguasa kota memanggil para pembudidaya kuat yang berada di dalam kota dengan kultivasi di atas puncak Fondasi. Untuk berpatisipasi dalam pertempuran, mencegah binatang buas dengan kultivasi Jindan untuk mendekati dermaga.
Jika berhasil membunuh binatang buas, Penguasa kota menjanjikan hadiah yang sangat besar.
Beberapa pembudidaya yang tidak takut mati bersemangat sehingga mereka segera muncul di dermaga.
Beberapa orang takut mati, tapi karena panggilan wajib Penguasa kota, jika mereka tidak berpatisipasi mereka akan masuk daftar hitam Haicheng, jadi mereka muncul sedikit belakangan.
Pasukan penjaga benteng telah menyiapkan senjata ajaib terbang, untuk mencegah pembudidaya mengeluarkan aura yang tidak perlu sebelum bertarung.
Seorang pria dewasa datang ke dermaga dengan momentum kuat. Kulitnya sedikit pucat, terlihat tidak sehat.
Beberapa orang mengenalinya sebagai Tuan kota.
"Di mana binatang buas itu berada?"
__ADS_1
"Binatang buas itu berada di perairan dangkal di sebelah selatan." Seorang pengawas datang untuk melapor.
"Bagaimana tidak ada orang yang memperhatikannya melintas sejauh itu?!"
Beberapa orang diam menerima teguran.
Tuan kota bermarga Jing menatap tajam bawahannya.
"Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Binatang Gurita itu mengejar dua pembudidaya Fondasi yang kebetulan sedang berburu di sana. Setidaknya untuk saat ini, Gurita belum ingin membunuh dua orang tersebut."
"Bahkan jika Binatang itu belum berencana untuk membunuh, kita harus menyelamatkan orang. Berapa orang yang sudah datang?"
"Sekitar tiga puluh orang, ditambah orang-orang kita ada lima belas orang. Lima puluh orang telah berkumpul."
"Ayo berangkat, biarkan orang-orang di belakang menyusul nanti."
"Ya Tuan Kota!"
Sekelompok orang naik ke atas kendaraan terbang. Senjata ajaib berbentuk perahu itu naik ke udara. Dan melesat terbang secepat angin.
Orang-orang biasa dan pembudidaya tingkat rendah bermunculan di dermaga.
Sebuah formasi besar telah menutupi Haicheng sampai ke dermaga. Formasi akan tetap aktif sampai di nonaktif secara manual.
Feng Mo dan Kong Li telah bergantian mengemudikan perahu.
Hidup dan mati dipertaruhkan, mereka tidak bisa lengah.
Ketika batu roh yang digunakan untuk bahan bakar perahu habis, mereka menggantinya dengan baru roh mereka sendiri.
Karena perahu yang mereka sewa kecil, pelindung perahu mereka telah lama hancur. Bahkan perahu telah rusak di berbagai tempat sehingga menjadi compang-camping.
"Bantuan telah tiba!" Kong Li memperhatikan sebuah perahu terbang, terbang ke arah mereka.
Feng Mo segera memutar kemudi untuk bergegas ke arah datangnya bantuan.
Melihat bahwa sekelompok orang datang mengganggu selera makannya, Gurita raksasa yang tingginya lebih dari dua puluh kaki sangat marah.
Serangannya menjadi lebih sengit. Siapa pun yang mengambil mangsanya, mati!
Kong Li pucat melihat serangan Gurita raksasa yang semakin mematikan. Dia tidak berani bernafas. Takut mengganggu konsentrasi Feng Mo.
Salah satu tentakel hampir mengenai mereka ketika sebuah serangan langsung memotong tentakel Gurita.
Sesosok bayangan tiba-tiba muncul di udara. Dia langsung memotong tentakel Gurita yang lain.
Teriakan kesakitan Gurita raksasa itu membuat Feng Mo dan Kong Li yang berada terlalu dekat menjadi lebih pucat.
Serangan sonik membuat telinga keduanya tuli mendadak.
Feng Mo bersikeras terus mengendalikan perahu sejauh mungkin dari tempat pertempuran.
Sekelompok pembudidaya turun dari perahu terbang dan bergegas ke medan perang.
Berbagai mantra berwarna-warni dan jimat menyerang Gurita raksasa secara bergantian.
Gurita raksasa menjadi semakin marah dan menyerang balik para pembudidaya.
Satu gelombang serangan tidak bisa melukai Gurita, serangan lain datang silih berganti.
Tentakel Gurita yang dipotong telah tumbuh kembali, serangannya muncul secara membabi buta. Gurita raksasa akan menghancurkan siapa saja yang mendekat.
Pertempuran satu lawan kelompok itu berakhir berjam-jam kemudian dengan kematian Gurita raksasa.
Sekelompok pembudidaya bergantian menggiling kekuatan Gurita tersebut kemudian membunuhnya dengan pukulan fatal.
Feng Mo melihat pertempuran itu dengan penuh perhatian. Dia telah merasakan perbedaan antara tingkat kultivasi.
Seekor binatang buas tanpa kebijaksanaan hampir membunuhnya. Feng Mo ingin menjadi lebih kuat, agar tidak ada yang bisa mengendalikan nasibnya.
"Saudara Mo, pertempuran telah berakhir. Ayo kembali dulu." Kong Li terlihat kelelahan, Feng Mo mengangguk setuju.
Keduanya kembali perlahan, setelah mengurus semua akibat kerusakan perahu sewa. Keduanya kembali ke Hotel.
Feng Mo dan Kong Li kembali ke kamar masing-masing dan langsung beristirahat. Tidak memperdulikan keributan di luar sana.
__ADS_1