Phoenix Penghancur

Phoenix Penghancur
114. Titik Awal


__ADS_3

Setelah semua orang duduk di dalam mobil, mobil pertama yang dikendarai oleh Chen Hao meluncur pergi.


Mereka bergegas dengan kecepatan tercepat yang bisa mereka lakukan, tidak berhenti sama sekali. Bahkan jika mereka bertemu dengan zombie, mereka hanya mencari jalan memutar lain.


Dengan arahan Tang Mo, mereka akhirnya menemukan tempat tinggal sementara Bai Xiuran setelah satu hari berkendara.


Bai Xiuran dan rombongan mereka tinggal di sebuah peternakan domba yang telah ditinggalkan. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat dan membangun tempat perlindungan sementara.


Tang Mo menurunkan kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya untuk memberitahu orang yang berjaga bahwa rombongan mobil itu adalah milik mereka.


Bai Xiuran mendengar dari bawahannya bahwa Tang Mo telah kembali, dia segera meninggalkan pekerjaannya dan bergegas keluar.


Melihat Tang Mo baik-baik saja, Bai Xiuran menghela nafas lega. Dia menepuk-nepuk pundak Tang Mo dengan baik. "Kerja keras."


"Tidak apa-apa."


Mobil-mobil diparkir di dalam peternakan. Kemudian semua orang turun satu demi satu. Suasana sedikit canggung dan sepi.


Lin Su menggendong Profesor Lin di punggungnya dan menyapa Bai Xiuran. "Tuan Bai."


"Pergi letakkan ayahmu terlebih dahulu."


"Ya."


Bai Xiuran meninggalkan keluarga Lin di belakang dan berbicara dengan orang-orang dalam rombongan Lin Su. Dengan kemampuannya sebagai seorang pengusaha, segera dia menyakinkan semua orang untuk masuk ke dalam kelompok yang lain.


Bai Xiuran memanggil salah satu bawahannya dan mengalokasikan semua orang ke dalam rombongan. Membiarkan semua orang makan dan beristirahat.


"Nona Xuan, lama tidak bertemu." Bai Xiuran terkejut melihat kemunculan Xuan Ye dalam rombongan Lin Su.


"Patriark Bai, lama tidak bertemu." Xuan Ye mengangguk sopan.


"Hei, sayang sekali. Jika Adik laki-laki mu ada di sini, dia pasti akan senang melihatmu. Aku tidak menyangka akan melihatmu terlebih dahulu sebelum menemukan Xuan Ming. Bagaimana kabarmu ada di kota ini?"


"Aku datang untuk menemukan Xuan Ming sebelum akhir dunia."


Bai Xiuran menaikkan alisnya. "Kenapa kamu tidak menetap di Ibukota? Dengan kelihaian Jenderal Xuan, dia pasti mendapatkan beberapa informasi dari Xuan Ming." Dengan begitu dia akan bisa mempersiapkan dirinya sendiri dan keluarganya untuk masa depan yang tidak pasti.


Xuan Ye menggelengkan kepala. "Karena itulah dia memintaku untuk pergi. Ibukota, aku takut tidak aman bagiku."


Bai Xiuran mengangguk mengerti. Kesehatan Xuan Ye sudah sangat buruk sejak kecil, bahkan jika dia tidak memiliki masalah pada kakinya, dia tidak bisa berjalan terlalu lama. Keluarga Xuan telah menjaganya dengan ketat dan memanjakannya. Tapi begitu akhir dunia tiba, kerusuhan ada dimana-mana, tidak ada tempat aman dimanapun, keberadaan Xuan Ye takut menjadi kelemahan Jenderal Xuan didepan musuhnya.


Mengirim Xuan Ye ke tempat Xuan Ming memang tepat. Apalagi sekarang terlihat dengan jelas bahwa kesehatan Xuan Ye meningkat dengan cepat.


Bai Xiuran tidak bertanya bagaimana Xuan Ye mendapatkan kesehatannya yang membaik dan membiarkan dia dan pengawalnya masuk ke dalam peternakan.


Semua orang sudah masuk ke dalam peternakan, tapi Bai Xiuran masih tidak melihat keberadaan Feng Mo dan Kong Li. Dia pergi memeriksa mobil-mobil yang masih terparkir dan menemukan keduanya tidak beranjak dari kursi.


Wajah pucat Feng Mo menakuti Bai Xiuran. "Apa yang terjadi?"


"Tidak apa-apa, jangan khawatir." Kong Li melambaikan tangannya dan turun dari mobil.


"Apakah kamu butuh bantuan?"


Feng Mo menggeleng. "Seseorang akan datang membantuku nanti." Dia tidak banyak bicara dan hanya menceritakan apa yang terjadi pada Profesor Lin sebelumnya.


Bai Xiuran memiliki ekspresi takjub di wajahnya. "Kamu masih bisa melakukan hal seperti ini. Lalu apakah kamu perlu memurnikan lagi virus zombie di masa depan?"


Feng Mo menggelengkan kepala. "Selain Profesor Lin, aku tidak akan melakukannya lagi di masa depan. Tidak peduli siapa itu."


Bai Xiuran mengangguk setuju. Hal-hal seperti ini, jangan biarkan orang lain tahu yang hanya akan membahayakan keselamatan semua orang.


Ketiganya masuk ke dalam peternakan dan berpapasan dengan Xiao Jinxi dan Meng Shize yang datang mencari mereka.


Shi Jiyi berlari ke arah Feng Mo dan memeluk kakinya. Anak kecil berumur lima tahun itu berkata dengan bersungguh-sungguh. "Kakak Feng, kamu tidak sehat."


Feng Mo mengelus-elus kepala Shi Jiyi. "Tidak apa-apa, aku hanya kelelahan. Apakah Xiaoshi merindukan ku?"


Shi Jiyi mengangguk dengan malu-malu.


"Ayo, aku tidak akan pergi lagi untuk sementara waktu. Aku akan menemani Xiaoshi belajar pada Kakak Meng, oke?"


"Oke."


Feng Mo meraih tangan Shi Jiyi dan bergandengan dengan anak itu untuk menenangkan hati kecilnya.


Feng Mo menoleh ke arah Meng Shize, bertanya, "Kami berangkat besok, menurutmu apakah baik-baik saja?"

__ADS_1


Meng Shize mengangguk. "Jika aku menghitung waktu, kita akan berpapasan dengan Xuan Ming di bawah jalan gunung."


"Kalau begitu sudah beres. Mari berkumpul setelah makan malam dan mendiskusikan apa yang terjadi selama beberapa hari ini."


"Oke."


"Ya."


Hari berangsur-angsur gelap, orang-orang dalam rombongan sibuk memasak untuk makan malam. Apalagi dengan bertambahnya orang dalam kelompok, mereka semakin sibuk mempersiapkan banyak hal.


Ji Yao dan beberapa wanita dalam rombongan Lin Su sebelumnya ingin datang membantu, tapi segera ditolak. "Pemimpin Bai belum membagikan pekerjaan bagi kalian, jadi tidak perlu. Mungkin setelah kami semua menetap, Pemimpin Bai akan mengalokasikan pekerjaan untuk semua orang."


Mata Ji Yao bersinar. "Apakah kami masih memiliki tempat untuk menetap?"


"Tentu saja. Setelah hari ini kami mungkin akan pergi menetap di suatu tempat, Pemimpin Bai sudah mengatakannya sebelumnya."


Ji Yao dan wanita lain saling memandang dengan ekspresi gembira di wajah masing-masing.


"Lalu kami akan membantu menyiapkan peralatan makan?"


Pekerja logistik tidak lagi menolak dan membiarkan mereka melakukan sesuatu.


Feng Mo duduk di depan tenda miliknya. Xuan Ye datang lagi untuk memberinya perawatan. Setelah beberapa saat, Lin Su datang untuk menemukan Feng Mo.


Lin Su tidak mengganggu keduanya dan menunggu di samping.


Setelah Xuan Ye menyelesaikan perawatannya, dia buru-buru pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa?" Feng Mo menyandarkan tubuhnya ke kursi lipat dan membuat dirinya nyaman.


Lin Su mengusap tengkuknya dan melihat ke arah lain, dia tidak berani menatap Feng Mo secara langsung.


"Aku ingin bertanya... Tentang energi internal... Aku, aku... "


"Bagian mana yang ingin kamu tanyakan? Ngomong-ngomong ada apa dengan energi internal mu yang kosong? Apakah kamu tidak mengisi ulang tubuhmu?"


Lin Su menundukkan kepalanya. "Ini yang ingin aku katakan... Dapatkah aku... Tidak lagi menggunakan energi internal?"


Feng Mo mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah Lin Su. "Kenapa?"


"Ketika aku menggunakannya terakhir kali untuk menyelamatkan ayahku, aku merasa bahwa aku tidak bisa mengendalikan emosiku dengan baik. Energi internal memang sangat kuat, tapi juga... Sedikit menakutkan. Aku, aku takut aku tidak bisa menahan diri dan membahayakan keselamatan orang lain."


Lin Su tidak berani menatap Feng Mo, sedangkan Feng Mo sendiri tidak mengatakan apa-apa. Untuk waktu yang lama, keduanya saling berdiam diri dan suasana tiba-tiba menjadi tegang.


Sampai helaan nafas Feng Mo terdengar.


"Kamu harus tahu, jika kamu hanya mengandalkan menjadi manusia biasa, kamu akan menjadi bagian bawah masyarakat akhir zaman."


"Aku— "


"Aku tidak ingin mendengar apapun."


Lin Su mengatupkan bibirnya.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Aku mengatakan ini untuk membuatmu berpikir ulang tentang keputusanmu." Feng Mo melirik Lin Su kemudian memalingkan wajah.


Kemudian dia berkata, "Apakah kamu tahu? Alasan kenapa kekuatanmu adalah yang paling lemah diantara kalian berlima?"


Lin Su menggeleng.


"Bai Xiuran dan Xuan Ming, selama bertahun-tahun mereka telah banyak melihat hati orang. Mereka juga pernah merasakan kematian yang dekat dan pengkhianat orang terdekat. Tapi hal-hal itu tidak membuat mereka menyerah dengan keadaan, bahkan menjadi dorongan mereka untuk menjadi yang terkuat, untuk melindungi orang-orang terpenting dalam hidup mereka.


Tang Mo, dia telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang telah bercerai dan harus menghidupi dirinya sendiri sejak dia memasuki usia dewasa. Dia tidak memiliki siapapun untuk menjaganya, sehingga dia harus membuat dirinya kuat agar tidak ada yang bisa menyakitinya. Shi Jiyi, dia baru berumur lima tahun tapi Tuannya telah meninggal. Dia memiliki hati anak-anak yang masih bersih, selama dia dibimbing dengan baik, perjalanan seni beladiri nya akan berjalan dengan lancar.


Sedangkan kamu... Kamu belum menemukan hambatan apapun dalam hidupmu. Kamu tumbuh dalam cinta kedua orang tuamu. Kamu berjalan diantara ribuan penggemar yang mencintaimu. Hatimu lembut sehingga kamu tidak tahan dengan sesuatu diluar kendalimu. Mengetahui seni beladiri dapat membuatmu kuat di hari-hari terakhir, kamu bersungguh-sungguh untuk belajar. Tapi sekarang kamu menyadari bahwa kekuatan tidak hanya dapat melindungi orang tapi juga menyakiti orang, kamu menjadi ragu-ragu. Lin Su, kamu harus menemukan tekad dan tujuanmu sendiri dalam belajar seni beladiri. Tidak ada yang bisa mengganggu keputusanmu, bahkan orang tuamu."


Feng Mo berdiri dari duduknya, menepuk pundak Lin Su pelan. "Jangan pikirkan apapun untuk saat ini, aku akan membiarkan Qi Yuzhi mengajari mu cara mengontrol kekuatanmu di masa depan."


Lin Su mengangguk pelan dan bergumam, "Terima kasih."


Feng Mo tidak masalah. "Ayo pergi cari yang lain."


Ketika semua orang mengetahui bahwa mereka tidak perlu lagi masuk lebih dalam ke kota, mereka sangat lega. Apalagi setelah diberitahu bahwa mereka akan pergi untuk menemukan tempat menetap, mereka sangat senang.


Mengapa mereka sangat senang? Tentu saja itu berarti mereka mempunyai tempat tinggal yang aman dan mereka tidak perlu lagi berlarian dalam ketidakpastian.


Malam itu semua orang tidur dengan senyum di wajah.

__ADS_1


Pagi datang dengan cepat, semua orang berkemas dengan rapi dan tertib setelah sarapan.


Bai Xiuran mengalokasikan lagi semua orang yang memiliki kemampuan dan yang bisa menggunakan senjata api ke tiap-tiap kendaraan untuk melindungi semua orang. Senjata api itu adalah senjata yang dibeli oleh mereka sebelum akhir dunia.


Zombie saat ini lebih kuat daripada sebelum hujan turun, namun masih bisa diatasi dengan senjata api. Tapi melihat bagaimana zombie bertambah kuat seiring waktu, mereka tidak yakin sampai kapan senjata api ini akan berguna.


Matahari perlahan-lahan naik ke langit. Rombongan mobil meninggalkan peternakan dengan momentum yang besar.


Peternakan domba ini sudah termasuk dalam pinggiran kota T, selama mereka berkendara menyusuri jalan, mereka akan segera keluar dari kota T.


Semua orang berkenalan lagi dengan orang-orang di sebelahnya dan bersenda gurau. Sesekali mereka juga akan turun untuk membantu melawan zombie. Membantu yang terluka untuk melilitkan perban. Membantu logistik untuk mendistribusikan makanan dan mengumpulkan persediaan yang mereka temukan di sepanjang jalan. Dan juga menyelamatkan orang di perjalanan. Hari-hari di perjalanan, meskipun membosankan tapi sangat memuaskan.


Sampai sepuluh hari kemudian...


"Tes! Tes! Mobil 1 disini. Sebentar lagi kami akan sampai di kaki gunung XX. Harap semua orang bersemangat, karena kita akan sampai di tempat tinggal kita untuk tahun-tahun mendatang!"


Suara yang keluar dari walkie talkie tiap-tiap mobil membuat semua orang bersemangat. Mereka telah menantikan untuk melihat tempat tinggal mereka di masa depan.


"Guan Sihao, apakah kamu melihat apa itu?"


Pengemudi mobil 1 memicingkan mata melihat titik hitam jauh di depan sana.


Guan Sihao melihat titik yang ditunjuk temannya, karena kebangkitan kemampuan, penglihatannya telah meningkat tajam. Jadi dia bisa melihat bahwa yang dimaksud temannya adalah sebuah mobil.


"Itu mobil." Guan Sihao hendak memalingkan wajah ketika dia melihat sesuatu yang aneh di belakang mobil itu. "Tunggu! Apa itu?"


Sebuah kendaraan besar melaju di belakang mobil tersebut, tidak lain adalah sebuah tank tempur milik tentara.


"Tentara! Aku melihat tank milik tentara!"


"Apa? Tentara?! Cepat hubungi Pemimpin Bai, apa yang harus kita lakukan?!"


Guan Sihao meraih walkie talkie dan menghubungi Bai Xiuran yang ada di mobil belakang.


"Pemimpin Bai! Kami melihat kendaraan militer di depan, apa yang harus kita lakukan?"


Suara Bai Xiuran keluar dari walkie talkie, "Jangan panik, mendekat lah. Mereka adalah teman-teman kita di masa depan."


"Oke."


Dua konvoi kendaraan berhenti di persimpangan jalan menuju gunung.


Seseorang berpakaian tentara turun dari mobil paling depan. Dia menaikkan pinggiran topinya dan berjalan ke arah konvoi lain.


Bai Xiuran juga turun dari mobil dan datang untuk menyapa.


"Lama tidak bertemu, Xuan Ming."


Xuan Ming mengangguk sopan. "Lama tidak bertemu."


"Bagaimana kabar Qi Yuzhi?"


"Tidak apa-apa. Di mana kami harus menyimpan kendaraan berat ini?" Benteng tersembunyi milik negara memiliki persenjataan militer yang canggih dan lengkap. Namun, dia tidak bisa mengambil semua itu di sisi terang dan hanya membawa kendaraan berat saja. Meski begitu tank tempur ini sudah banyak bermanfaat.


"Jalan di pegunungan tidak memungkinkan untuk menggunakan tank. Taruh tank ini di sini, kami akan memikirkan cara untuk meletakkannya nanti."


"Oke."


"Ayo naik gunung."


"Ya."


Bai Xiuran mengambil walkie talkie dan membiarkan mobil Feng Mo memimpin jalan. Sementara itu, Xuan Ming memberitahu tentara yang lain untuk meninggalkan tank tempur di tempat dan bersiap naik gunung.


Dua konvoi bercampur menjadi satu dan naik gunung bersama.


Gunung ini tidak terlalu tinggi dan curam. Hanya butuh setengah jam untuk berkendara ke puncak.


Di puncak gunung terlihat tiga bangunan bertingkat yang terlihat menjulang ke langit. Tembok yang tinggi dan villa gunung yang besar. Ladang pertanian membentang dari puncak ke kaki gunung. Membuat orang-orang merasakan nostalgia.


Jika bukan karena akhir dunia, mereka mungkin tidak akan tahu bahwa mereka merindukan suasana pedesaan yang kental dan tentram ini.


Gerbang besi terbuka lebar menyambut semua orang. Udara segar ada di mana-mana. Bentangan gandum tumbuh di ladang. Sayuran dan buah yang tumbuh di halaman. Kedamaian yang jarang mereka lihat membuat mata beberapa orang memerah.


"Apakah kita akan tinggal di sini?"


"Ini benar-benar indah."

__ADS_1


"Aku menyukainya!"


Semua orang bersemangat. Menantikan perjalanan kehidupan mereka di sini, di masa depan. Bersama semua orang.


__ADS_2