
"Benarkah, Yang Mulia?" tanya Venera.
Ratu Ishtar mengangguk dan tersenyum. "Yah, untuk makhluk yang akan hidup selamanya di sebuah planet, pastinya akan sedikit membosankan bukan, jika kita terus-terusan berpenampilan seperti ini? Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinanmu di sana nanti."
"Baik, Yang Mulia." Venera mengangguk. Kemudian terpikir sesuatu.
“Lalu, bagaimana nanti cara mereka semua menemukan pasangan inti-selnya masing-masing di Planet Biru, Yang Mulia?” tanya Venera. “Apakah caranya sama dengan yang saya dan Marxis lakukan?”
Kali ini giliran Ratu Ishtar yang terdiam sejenak mendengar pertanyaan Venera.
Ia kembali duduk di kursinya dan menatap kosong sesaat, seperti sedang memikirkan hal yang sulit. Kemudian ia kembali menatap Venera.
“Maafkan aku jika jawabanku mengecewakanmu, Venera,” ucap Sang Ratu akhirnya. “Tetapi, tidak semua venusian dan martian nantinya akan bisa menemukan pasangan inti-selnya di Planet Biru. Bahkan, hanya sedikit sekali yang akan saling menemukan. Amat sangat sedikit sekali."
__ADS_1
"Sangat... sedikit...?" Venera mengulang ucapan Ratu Ishtar dengan wajah bingung. "Lalu, yang tidak saling bertemu, akan hidup sendirian saja?"
Ratu Ishtar menggeleng. "Sisanya hanya akan ‘merasa’ telah menemukan,” ucapnya.
Venera ternganga. “M… maksud anda, Yang Mulia…? Yang dimaksud dengan 'hanya merasa menemukan' itu, apakah artinya ia hanya membayangkan saja di kepalanya bahwa dia telah menemukan pasangan inti-selnya, atau dia telah menemukan yang dia kira adalah pasangan inti-selnya tetapi sebetulnya bukan? Tetapi, bagaimana bisa begitu?" Dahi Venera berkerut bingung.
“Yang kedua, Venera," ucap Ratu Ishtar sembari melipat kedua lengannya di atas meja. "Dengan bertambah banyaknya jumlah kalian nanti di Planet Biru, akan sangat sulit prosesnya untuk menemukan pasangan inti-sel atau pasangan sejati kalian masing-masing. Belum lagi faktor masa hidup kalian yang hanya sebentar saja disana pada setiap periode satu wujud fisik. Sehingga nantinya akan ada yang berpasangan dengan makhluk yang bukan pasangan inti-sel nya, namun mereka akan merasa bahwa mereka telah menemukannya."
“Tapi... bagaimana mungkin mereka bisa ‘merasa’ telah menemukan pasangan sejatinya, Yang Mulia?” Venera memprotes. “Bukankah Yang Mulia tadi sudah menjelaskan bahwa antara sepasang inti-sel memiliki getaran gelombang otak yang memancar pada frekuensi dan jalur yang sama? Ditambah lagi dengan adanya gambar pola inti-sel yang sama pada setiap pasangan yang bisa menentukan kesamaan dan kecocokan mereka. Belum lagi soal bau khas yang hanya bisa diterima oleh pasangan sejati masing-masing. Lalu bagaimana mungkin mereka nanti tidak bisa saling menemukan, bahkan melakukan kesalahan dalam menentukan pasangannya masing-masing?”
“Venera, kau selama ini tinggal di salah satu sudut kecil di Planet Venus, hanya bersama dengan sesama jenismu, yaitu venusian lainnya yang hanya berjumlah empat ribu lebih, dengan tingkatan dinamika kehidupan sehari-hari yang rendah. Maka dari itu kau mungkin belum bisa membayangkan bagaimana kehidupan di Planet Biru nanti. Setelah beberapa masa berjalan, jumlah venusian dan martian di Planet Biru akan berkembang dengan cepat memenuhi seluruh permukaan planet. Akan ada milyaran jumlahnya dalam setiap periode kehidupan. Dan akan terjadi banyak sekali pengelompokkan, dimana antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dapat terpisah jarak yang jauh sekali. Begitu juga dengan sepasang inti-sel yang akan kami kirimkan dari sini. Kami tidak dapat mengatur untuk sepasang inti-sel agar lahir dalam lokasi yang berdekatan."
Venera diam saja tak menyela, mengikuti penjelasan Ratu Ishtar yang sepertinya masih akan panjang lanjutannya.
__ADS_1
Ratu Ishtar melanjutkan. "Disana nanti kalian akan memiliki berbagai bahasa, cara hidup, tradisi dan kebiasaan yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Setiap bayi yang lahir, akan berinteraksi dengan sesama jenis dan lawan jenis dalam berbagai usia kehidupan. Sejak kecil mereka akan melihat dan mengamati kondisi dan situasi di sekeliling mereka, menerima dan mencari berbagai cara hidup dan perilaku kehidupan makhluk lain hingga mereka dewasa. Maka setelah dewasa, secara otomatis masing-masing makhluk akan mempunyai standar sendiri dalam memilih pasangan hidupnya."
Venera masih diam menyimak.
Sang ratu menarik napas dan melanjutkan. "Standar tersebut meliputi faktor penampilan, kepemilikan benda, dan kekuasaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing berdasarkan standar yang ditentukan atau terbentuk tanpa sengaja di dalam kelompok tempat tinggal atau kelompok pergaulan masing-masing. Sehingga saat mereka bertemu dengan lawan jenis yang dinilai memenuhi standar pribadi mereka, maka mereka akan saling menyukai dan akan ‘merasa’ bahwa memang makhluk itulah pasangan sejati mereka. Getaran asli dari gelombang otak yang seharusnya berfungsi untuk mencari dan menemukan sinyal pasangan sejati masing-masing, menjadi tertutup oleh faktor-faktor standar tersebut. Keinginan yang amat kuat di dalam otak mereka untuk mendapatkan pasangan yang sesuai standar hidup masing-masing, akan mengurangi atau bahkan menutup jalur sinyal gelombang otak, dan menggantinya dengan pemikiran-pemikiran semu. Pemikiran-pemikiran yang menipu, yang kemudian memberikan getaran palsu saat bertemu dengan lawan jenis yang sesuai standar mereka, dan membuat mereka mengira telah bertemu dengan pasangan sejati mereka. Dan kalaupun ada pasangan inti-sel yang secara kebetulan hidup berdekatan dalam lokasi yang sama, mereka pun menjadi tidak bisa saling mengidentifikasi bau yang terpancar dari tubuh pasangan sejati mereka. Karena getaran gelombang otak yang seharusnya bertugas sebagai pembuka jalan untuk menuju terbukanya pintu menuju segel cinta, sudah tidak dapat memancar dengan baik lagi.”
Venera mengerutkan kening, berusaha menyerap pelan-pelan penjelasan panjang Ratu Ishtar tadi. Penjelasan yang sama sekali tak terdengar menyenangkan.
“Tapi, tadi Yang Mulia bilang, hanya akan ada sedikit sekali yang bertemu dengan pasangan inti-sel nya. Lalu apakah mereka yang sedikit itu, akan tahu bahwa mereka bertemu dan berpasangan dengan pasangan inti-selnya, Yang Mulia?” tanya Venera.
“Mereka hanya akan bisa tahu setelah terbukti mereka berpasangan sampai akhir hidupnya tanpa ada salah satu diantara pasangan itu yang menyukai makhluk lain dan pergi meninggalkan pasangan awalnya. Atau paling tidak, tidak satu pun dari mereka yang pernah memikirkan dan menyukai secara diam-diam lawan jenis yang lain selain pasangannya sendiri," jawab Ratu Ishtar.
"Tapi bagaimana kita bisa tahu isi pikiran makhluk lain? Kita tidak akan bisa tahu kan, apakah pasangan kita memikirkan makhluk lain atau tidak secara diam-diam?" tanya Venera bingung.
__ADS_1
"Nah, itulah yang sulit untuk kondisi di Planet Biru, Venera," ucap Ratu Ishtar. "Tidak akan ada yang bisa tahu dengan pasti apakah mereka telah berpasangan dengan pasangan inti-selnya atau bukan. Mereka hanya bisa menduga-duga saja sepanjang masa hidupnya. Dan dugaan itu akan semakin kuat dan terbukti seiring dengan berjalannya waktu. Jika ada sepasang venusian dan martian yang telah hidup berdampingan, kemudian tiba-tiba salah satu dari mereka pergi karena tertarik oleh getaran dari makhluk lain, entah itu getaran cinta asli dari pasangan inti-sel yang sebenarnya atau hanya getaran palsu lainnya, maka berarti pasangan itu memang bukanlah pasangan inti-sel sejatinya."