PLANET BIRU

PLANET BIRU
GETARAN ASLI dan GETARAN PALSU


__ADS_3

Venera berpikir sesaat.


"Lalu Yang Mulia, jika salah satu dari sepasang itu sudah menyadari bahwa getaran yang dirasakannya selama ini ternyata getaran palsu dan kemudian menemukan pasangan inti-selnya dan memutuskan untuk hidup bersama, apa yang akan terjadi dengan pasangannya yang sebelumnya? Maksud saya, yang telah ditinggalkan itu?" tanya Venera cepat.


"Berdasarkan cara kerja otak kalian, hal seperti itu nantinya akan menjadi sebuah pertengkaran," ucap Ratu Ishtar dengan sedikit muram. "Karena makhluk yang hendak ditinggalkan akan berusaha mempertahankan pasangannya dengan alasan 'masih mencintainya', mengabaikan kenyataan bahwa di antara mereka berdua memang banyak ditemukan ketidakcocokkan. Di dalam hatinya ada rasa takut akan mengalami malu karena diperbincangkan oleh makhluk lain, dan tak ingin jatuh harga dirinya apabila ditinggalkan oleh pasangannya. Atau bisa juga timbul kemarahan dalam dirinya, karena sudah terlanjur terbiasa dengan ritme hidup yang dijalani dan enggan mengubah kebiasaan, dan merasa tidak mampu mengatasi semua perubahan itu secara fisik dan psikis. Dan akibatnya, ia akan menimpakan semua kesalahan kepada makhluk yang akan menjadi pasangan baru dari bekas pasangannya, dengan mengatakan bahwa makhluk itu telah merebut pasangannya."


Venera tercengang.


"Tapi Yang Mulia, itu sangat tidak adil untuk makhluk yang memang benar-benar pasangan inti-sel nya yang sesungguhnya! Hanya karena mereka terlambat bertemu, lalu ia dikatakan merebut? Lagipula, venusian dan martian kan bukan seperti benda yang bisa diperebutkan? Harus ada keinginan dari dalam diri masing-masing kan, untuk melakukan sesuatu? Jadi tidak adil jika hal seperti itu dikatakan merebut!" Venera berucap dengan emosi. Semakin tak mengerti dengan cara berpikir para makhluk di Planet Biru nantinya.


"Tenangkan dirimu, Venera," ucap Ratu Ishtar lembut.


"Ma... maafkan saya, Yang Mulia," ucap Venera sambil menundukkan kepala tanda menyesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Ratu Ishtar tersenyum. "Itu adalah pemikiran yang bagus, Venera. Tetapi, pada kenyataannya, memang akan banyak terjadi hal seperti itu di Planet Biru nantinya. Aku mengerti, sulit bagimu untuk membayangkan, bagaimana mungkin pola pikir suatu makhluk di tempat lain bisa sangat berbeda dengan pola pikir kita. Semua itu bisa terjadi akibat skema kehidupan dan dinamika hidup yang berbeda-beda di tempat tinggal masing-masing."


Venera berusaha menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan emosinya. Untung saja Ratu Ishtar tidak memarahinya karena berani bicara dengan nada keras seperti tadi.


"Lalu, Yang Mulia, bagaimana jika ada sepasang inti-sel yang sudah berpasangan sejak awal, tetapi kemudian salah satunya bertemu dengan makhluk lain yang memiliki getaran palsu yang amat kuat sehingga ia merasa tertarik? Adakah kemungkinan seperti itu Yang Mulia?" tanya Venera.


Ratu Ishtar menggeleng. "Secara teori, itu tidak mungkin terjadi. Kalau mereka sudah bertemu lebih dulu dengan pasangan inti-sel nya, getaran palsu seharusnya tidak bisa mengalahkan getaran asli. Apalagi mereka bertemu karena standar masing-masing yang telah terpenuhi. Meskipun awalnya mereka saling tertarik oleh getaran palsu yang dipicu oleh kecocokkan standar, namun lama kelamaan karena mereka terus-menerus berdekatan, frekuensi getaran gelombang otak mereka akan selaras kembali, dan membuka pintu di mana segel cinta berada. Dan segel itu pun akan terbuka. Justru ikatan di antara mereka akan semakin kuat."


Venera mengangguk perlahan, kemudian bertanya, “Lalu, apakah ada pasangan yang akan memilih untuk tidak berpisah meskipun mereka berdua sama-sama telah menyadari bahwa mereka sebenarnya bukan pasangan sejati karena memiliki banyak ketidakcocokan?"  


"Memilih bertahan untuk hidup dalam kepalsuan?" tanya Venera tak percaya.


Ratu Ishtar menggeleng. "Mereka tidak akan berpikir bahwa itu adalah suatu kepalsuan, Venera.  Karena mereka akan menanamkan pemikiran di dalam otak masing-masing bahwa yang dinamakan hidup berpasangan itu pasti akan mengalami masalah tentang ketidakcocokan, dan harus menerimanya sebagai bagian dari kehidupan yang memang harus dijalani.”  

__ADS_1


Venera mengerutkan dahinya. “Berarti, akan ada makhluk yang merasakan sakit saat melihat makhluk yang mereka rasa seharusnya menjadi pasangannya, tetapi malah berpasangan dengan makhluk yang lain?  Padahal sewaktu saya berpisah dengan Marxis selama beberapa hari saja tanpa melihat Marxis berpasangan dengan venusian lain, rasanya sudah sakit sekali, Yang Mulia.” Venera menekan dadanya seolah kembali merasakan sakit yang dirasakannya saat itu.


Ratu Ishtar tersenyum. “Mereka tidak akan merasakan sakit yang sama sepertimu, Venera. Karena mereka akan merasa bahwa merekalah yang bersalah karena mencintai makhluk lain yang sudah berpasangan.  Dan untuk mengatasinya, nantinya mereka akan berusaha mencari makhluk lain sebagai ‘pengalih perhatian’, yang mana di kemudian hari akhirnya mereka akan benar-benar bisa berpaling dan merasa mencintai si 'pengalih perhatian’ itu walau membutuhkan waktu lama. Dan meskipun sebenarnya masih merasa ada pemikiran yang tidak cocok diantara mereka, mereka akan tetap berusaha keras mengesampingkan ketidakcocokan itu dengan cara memfokuskan perhatian pada kelebihan-kelebihannya saja yang berhubungan dengan kepentingan masing-masing. Kepemilikan benda, kekuasaan, penampilan, seperti yang kukatakan tadi. Hanya supaya bisa melupakan perasaannya pada makhluk yang dia cintai sebelumnya  yang entah itu memang pasangan sejatinya atau bukan.  Dan pada akhirnya, mereka akan benar-benar melupakan rasa sakitnya dan melanjutkan hidupnya dengan ‘merasa’ wajar.  Jadi, kalaupun mereka akan merasa sakit, mungkin hanya setengahnya saja dari yang kau rasakan, Venera.”


Venera tak tahu harus menanggapi apa.


Rasanya sulit untuk menerima semua hal ini dengan akal sehatnya.


"Maka dari itu tadi kukatakan, hanya akan ada sangat sedikit sekali yang bertemu dengan pasangan sejatinya; pasangan inti-sel nya. Analogikan saja seperti barisan kancing di gaunmu itu," Ratu Ishtar menunjuk ke bagian depan gaun Venera.


Venera menunduk menatap gaun putihnya yang berhiaskan kancing-kancing kecil yang berbaris rapi dari bagian leher hingga pinggang.


"Saat kau melakukan kesalahan dalam memasukkan kancing yang terletak di bagian paling ujung," ujar sang ratu, "maka kancing-kancing berikutnya juga akan memasuki lubang yang salah."

__ADS_1


Venera tercengang masih dengan menatap kancing-kancing di dadanya. Membayangkan bahwa kancing-kancing itu adalah para venusian. Dan akibat satu venusian melakukan kesalahan dalam memilih pasangannya, venusian lain menjadi harus mendapatkan pasangan yang bukan semestinya. Dan ini baru contoh kecil saja. Bagaimana dengan di Planet Biru nanti yang akan dihuni oleh milyaran venusian dan martian? Pikir Venera cemas, meski ia tak terlalu paham seberapa banyakkah jumlah 'milyaran' yang dikatakan oleh Ratu Ishtar.


Hal ini dirasanya sangat tidak adil.


__ADS_2