
Hujan deras disertai petir menguyur kota A dimana pada saat itu seorang perempuan tengah meringkuk kedinginan pada sebuah tempat pemberhentian bus yang sangat sepi.
Sesekali suara lain terdengar selain rintik hujan dan ada jedanya, mobil yang melintas mengetuk kesunyian.
"Hiks... hiks..."
Tak di duga perempuan itu mendadak menangis entah apa sebabnya.
Rambut hitamnya yang panjang membuat wajahnya kini tertutupi pada posisinya saat ini, bahkan rambutnya terlihat acak-acakan menggambar keadaannya sekarang.
Kebetulan seorang pria melintas disana, lalu menghentikan langkah. Guna mencari sesuatu yang hilang. Yang kemungkinan sesuatu yang dicarinya sangat berharga sampai ia mencarinya di tengah hujan deras sekalipun.
Melihat seorang perempuan yang tengah duduk meringkuk dan mendengar Isak tangis membuatnya berniat mendekatinya.
Dengan cepat pria itu langsung melepas jaket hangatnya lalu menaruhnya pada tubuh perempuan itu hingga dia tersadar dan menatapnya.
"Maaf jika saya keterlaluan seenaknya meletakkan jaket saya, saya sebenarnya sedang mencari sesuatu disini!" terang pria itu bersikap sewajarnya.
Perempuan itu terdiam dan menghentikan tangisnya bau parfum pada jaket tersebut membuatnya tenang seketika.
Sementara pria itu sibuk mencari kesana kemari sesuatu yang dicarinya, menyangka sesuatu itu jatuh di tempat ini.
Wosh...
Angin yang bertiup kencang membuat payung yang semula diam kini terbang menjauh, dengan sigap perempuan itu berusaha menangkap. Namun sayangnya, dirinya terpeleset.
Saat membuka mata perempuan itu terkejut saat mendapati dirinya dalam tangkapan pria yang tidak dikenalnya secara tidak terduga.
Mata keduanya pun kini bertemu dalam momen dramatis itu.
"Terimakasih.." wajah perempuan itu sedikit memerah saat mengatakannya.
"Ya, kalau begitu aku lanjut mencari.."
"Tunggu, payung mu barusan... tertiup angin!"
"Tidak apa-apa, dan terimakasih karena sebelumnya kamu berusaha untuk menangkapnya."
"Iyaa, hmm, kalau aku boleh tahu kamu sedang mencari apa? Aku mau membantu!"
"Itu... sebuah dompet."
"Apa berisi uang banyak didalamnya?"
"Lumayan. Dan aku tidak memedulikan uangnya sih, yang kuinginkan hanyalah dompetnya saja!"
Perempuan itu lalu dibuat termenung untuk beberapa saat hingga pria itu berhasil menemukan apa yang dicarinya.
"Akhirnya... setelah lama mencari kesana kemari," ucap pria itu setelah menemukan apa yang dicarinya, dia kemudian melihat isi dompetnya. Pandangannya tidak lepas dari foto yang tengah ia lihat.
__ADS_1
Sementara perempuan itu tertegun lantaran mengetahui sesuatu yang dicari pria itu bukan hanya dompet dan uang didalamnya saja.
Hujan semakin deras membuat keduanya harus mendekatkan diri agar tidak kedinginan. Bagi mereka menembus guyuran air hujan bak air bah itu terbilang merepotkan dan tak ingin dilakukan.
"Em..."
"Oh ya, ngomong-ngomong kamu kenapa sebelumnya bersedih, ma-maaf jika aku ikut campur dengan urusamu.." ucap pria itu di tengah kecanggungan yang dirasakannya. Mendengar suara mendesah perempuan disampingnya membuatnya agak tidak enak jika diam seribu bahasa hanya menanggapi keadaan.
"Aku habis diputus pacarku... hiks.." jawabnya lirih disertai Isak tangis yang timbul.
Jdarrr.
"Ah!!"
Saat akan mengucapkan kata penyemangat yang terlintas dalam kepalanya tak disangka suara petir mengagetkan perempuan itu hingga memeluk erat pria itu.
Membuyarkan kata-kata yang sebelumnya ingin ia katakan.
Seiring waktu hingga menunggu hujan reda keduanya asyik berbincang satu sama lain sampai mereka secara tak sadar sudah mulai akrab.
Dunia seakan menjadi milik mereka berdua, entah kenapa keduanya saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bahkan mereka berdua hanyut dalam perasaan sukanya masing-masing sampai melampaui batas dan keduanya akhirnya berciuman disana.
Hari-hari terus berlalu kini keduanya resmi menjadi sepasang kekasih, meskipun usianya terpaut beberapa angka.
Namun siapa sangka mereka sangat romantis dibandingkan pasangan lainnya, mungkin dari dua puluh persen pasangan kekasih di bumi.
Padahal beberapa hari sebelumnya mereka berdua berjanji akan menikah dan menjalani waktu kehidupan mereka bersama sampai menua.
Sayangnya takdir berkata lain. Pria itu menghilang tanpa kabar setelahnya. Meninggalkan kekasihnya yang sekali lagi merasakan kehilangan seseorang sangat dicintainya.
•••
Dorothy terbangun dari tidurnya dan mendapati sang suaminya tengah tidur disampingnya dengan menggunakan kursi.
"Kamu memang baik mas, itulah kenapa aku sangat mencintaimu... tapi... hiks.. kamu masih menyembunyikan masa lalu mu seakan harus tertutup rapat."
Dorothy yang kini sudah sembuh dari demamnya menitihkan air mata mengingat flashback yang dialaminya beberapa hari yang lalu.
Dari teror seorang perempuan yang tergila-gila pada suaminya lalu suatu temuan membuat gusar hingga kepikiran selalu.
Serta masalah pada dirinya yang membuatnya harus menjaga rahasianya dari suaminya.
Pada dasarnya mereka berdua menyimpan rahasianya masing-masing.
Dua hari kemudian.
Ronal sudah mulai aktif bekerja di sebuah Perusahaan besar.
__ADS_1
Sementara Dorothy memilih untuk menyetujui keputusan suaminya yang sempat menyarankan agar dirinya tidak bekerja. Fokus pada urusan rumah tangga saja.
Namun keputusan itu bukan karena hatinya yang menginginkan.
Siang ini Ronal tengah beristirahat dan sedang memakan bekal yang dibuatkan oleh istrinya, di hias dengan cantik dan sempurna. Membuat selera makannya bertambah.
Drrt...
"Ya, bagaimana kabar perempuan itu?"
"Maaf tuan, di-dia kabur!"
"Apa!?"
Ronal yang mendengar perkataan orang suruhannya itu dengan jelas membuatnya tersentak hingga rekannya yang berada di samping mengalihkan atensinya kepadanya.
"Bagaimana bisa?"
"Kami ditipu, dia ternyata pintar mengelabui tuan."
"Cari sampai ketemu, jangan sampai dia lolos begitu saja!"
"Ba-baik tuan."
Ronal lalu memutuskan panggilannya sepihak dengan raut kesal.
"Ada apa, ini pertama kalinya aku melihatmu marah seperti itu?"
"Huh... hanya urusan kecil, tidaklah penting."
Seorang perempuan datang menghampiri mereka berdua.
"Maaf mengganggu waktunya tuan, saya mau memberikan ini, terimalah. Saya membuatnya khusus untuk tuan!" ucapnya sembari menyodorkan kotak berwarna merah, lalu saat Ronal sudah memegang sepenuhnya. Perempuan itu langsung pergi.
"Hei... ini coklat valentine, bukan? Ternyata kamu punya selingkuhan ya.."
"Sama sekali tidak, jangan mengada-ada. Dia mungkin ingin mengatakan perasaannya padaku, dia pasti tidak tahu aku sudah menikah. Bukannya perempuan tadi orang baru?" elak Ronal sembari memberi penjelasan.
"Masuk akal juga. Tapi yang ku tahu, dia pernah kandas dalam pernikahan!"
Sementara Dorothy tengah muntah-muntah saat melakukan hal terlarang dengan seorang pria yang datang berkunjung ke kediamannya.
Dirinya kemudian beranjak dari ranjang dan lari entah kemana.
Sementara pria paruh baya itu sibuk melototi bingkai foto sepasang kekasih yang tengah mengabadikan momen berharga dengan pakaian pernikahan mereka.
Pria itu masih menatapnya hingga beberapa saat.
Ia lalu mengambilnya dan melihatnya dari dekat dengan seksama.
__ADS_1
"Ronal!?"
Wajahnya begitu terkejut saat menyebutkan nama "Ronal" siapakah pria paruh baya itu?