Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Pagi Yang Padat


__ADS_3

Tidak ambil pusing Ronal langsung saja membopong tubuh penjaga malam itu masuk ke tempatnya.


Tak lama mulut penjaga itu mengeluarkan busa hingga pada akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Ronal menyadari hal itu, namun apa daya. Dia sudah terlebih dahulu meninggal.


Tercium aroma obat yang Ronal simpulkan berasal dari busa tersebut, ia juga menemukan kue bekas dimakan nampak tinggal sedikit dan sebuah kopi yang belum diminum.


"Sepertinya.. ada yang berniat meracuni pak Yo hingga membunuhnya, aku yakin sekali! Tapi apa tujuannya?!" gumam Ronal sembari menelisik seluruh bagian dalam tempat penjaga malam itu.


Tidak ada apa-apa yang terlihat mencurigakan selama investigasi sendiri itu, Ronal tidak menemukannya. Maka ia lebih memilih untuk menyerahkanya kepada ahlinya.


•••


Esoknya, tepat jam 06.00 kediaman Ronal tengah ramai dipenuhi oleh beberapa polisi dan tim penyidik khusus untuk mengungkap kematian pak Yo seorang penjaga malam di kediaman keluarga Rasford.


Dikala mereka sibuk dengan pekerjaannya dan Ronal sudah dimintai keterangan seseorang berpakaian rapi menghampirinya.


Mengaku sebagai pengacara dan mengaku teman Alex. Dia kemari atas suruhan Alex yang mengatakan temannya sedang membutuhkan pengacara.


Seorang wanita cantik berambut panjang dengan mengenakan kemeja putih dan rok selutut berwarna hitam dia persis seperti wanita karir.


Ronal tak menyangka jika seorang pengacara yang datang kepadanya ini adalah perempuan.


"Apa dia adalah pengacara yang handal??" ucap Ronal dalam hati bertanya-tanya.


"Mari tuan, kita bahas lebih lanjut lagi. Dan.. saya ikut mengucapkan belasungkawa kepada pak Yo selaku penjaga malam anda yang tewas!" ucap wanita itu sopan mengintruksikan kepada Ronal untuk pergi dari tempat mereka berdiri sekarang ini, karena tidak nyaman jika harus membahas hal penting ditengah kesibukan para polisi dan penyidik di halaman depan dekat dengan gerbang.


Tak lupa wanita itu mengucapkan belasungkawa yang setulusnya dari hati.


"Hmm, dia rupanya sudah tahu tentang kematian pak Yo, padahal aku tidak memberitahukan akan hal ini kepada orang lain selain pihak kepolisian dan keluarga pak Yo sendiri?" ucap Ronal dalam hati, ia kemudian mengajak wanita itu menuju ke suatu tempat. Masih di sekitar kediamannya.


Terlihat halaman luas yang tumbuhi oleh berbagai bunga, pohon, dan lainnya yang membuat suasana menjadi asri dan hijau. Meraka berdua lalu duduk di bangku yang ada di pondok.


Ronal mengawali pembicaraan. Dia kemudian menjelaskan alasan dirinya membutuhkan seorang pengacara, bukan untuk meredam kasus yang terjadi saat ini yang melibatkan korban jiwa. Tapi mengenai bisnis dari seorang pengusaha sukses yang menyembunyikan aktivitas ilegal dari bisnisnya berfokus pada klub malam yang sudah menyebar luas. Dari kota ke kota.

__ADS_1


Penjelasan Ronal terus berlanjut.


Dengan detail Ronal menjelaskannya hingga ia lupa esensi dari perkataannya yang kini terus berlanjut tak memberi wanita itu kesempatan menjawab satu persatu. Membuat wanita itu segan untuk menyuruh Ronal menyetop penjelasannya terlebih dahulu dengan perkataan sopan.


"Ah.. maaf, saya terlalu panjang menjelaskan!"


"Tidak apa-apa, saya tulis dulu beberapa hal penting ya tuan!" ijin wanita itu disertai senyuman.


"Silahkan."


Kembali Ronal lanjutkan penjelasannya sampai tuntas dengan penjelasannya yang tidak terlalu panjang. Agar wanita itu memahami dengan baik sembari menuliskan point penting yang diperlukan.


Singkat kata, ternyata tujuan dari pengacara ini nantinya adalah mengurusi keterlibatan Ronal dengan ayahnya yang akan Ronal gugat ke pengadilan atas kasus pelecehan dan pemaksaan dengan kekerasan verbal maupun nonverbal.


Selain itu ada satu lagi fungsi dari pada pengacara tersebut yaitu menetralkan status hubungan Ronal di masa lalu dengan ayahnya. Sebab, selain gugatan, Ronal juga akan melaporkan hal buruk yang selama ini dilakukan oleh ayahnya.


Setelahnya, mereka berdua mulai berbincang-bincang. Wanita itu juga meminta bukti dari hal buruk yang dilakukan oleh Gerald Osborn kepada Ronal.


Ternyata beberapa bukti sudah Ronal miliki namun katanya masih belum seratus persen lengkap, bukti yang Ronal beri kepada wanita itu adalah bukti tak dibukukan.


"Ya tuan, saya masih berada tak jauh dari kediaman pak Gerald. Hanya saja beliau belum pulang sejak kemarin malam kira-kira antara pukul 19.00-20.00, saya sebelumnya melakukan penyamaran dan sempat berbicara kepada istrinya, bernama Sarah!"


"Hmm, kalau begitu hati-hati untuk kedepannya!"


"Baik tuan."


Ronal kemudian memutuskan panggilan tersebut terlihat wajahnya menunjukkan senyuman miring dan ada raut kekesalan.


Pagi itu Dorothy masih belum terbangun dari tidurnya, kamarnya saat ini dipenuhi oleh beberapa pembantu yang bersiap melayani.


Sedangkan di luar kamar seorang dokter pribadi tengah menunggu pasiennya terbangun dari tidurnya untuk melakukan pemeriksaan kepadanya.


Ronal mengerti jika kejadian semalam pasti akan membuat istrinya terguncang dan berdampak buruk pada dirinya, meskipun dari posisinya dialah yang berkhianat. Dan harusnya Ronal yang berada dalam posisi tak menyenangkan hati.

__ADS_1


Suatu keyakinan dari hati terdalam semalam menekan kepercayaan Ronal pada perkataan istrinya yang mengungkapkan seribu kata maaf dan penjelasan kepadanya, walaupun ada beberapa hal yang masih belum ia selidiki secara langsung.


Hendak pergi keluar dengan mengendari mobilnya Ronal tak sengaja berpapasan dengan Lucy yang datang menemuinya.


Tentu mobil tersebut disadari oleh Lucy meskipun Ronal sempat menghentikan mobilnya dan bersembunyi dengan cara menunduk.


Puk.


Puk.


"Buka cepet!!" pinta Lucy dengan ekspresi terburu-buru agar si empunya membukakan pintu.


Merasa ketahuan Ronal pun membuka pintu depan mobilnya, dan dengan sigap Dorothy langsung masuk sembari menutup pintu.


Tatapan matanya mengintimidasi menatap Ronal yang melongo disebabkan kelakuan tiba-tiba Lucy barusan.


"Jelaskan apa yang terjadi semalam menurut versi mu dengan jujur tanpa adanya kebohongan padaku sedikitpun?!" tanya Lucy penuh penekanan.


Ronal dibuat bingung terhadap kedatangan Lucy.


"Kenapa Lucy bisa kebetulan datang kemari pagi ini? Apa dia tahu masalah ini dari seseorang? Padahal aku berusaha untuk menutup-nutupi agar para wartawan tak menyorot hal ini? gumam Ronal dalam hati bertanya-tanya.


Cup.


Tak disangka dikala penantian menunggu jawaban dari Ronal yang lama membalas, Lucy secara mendadak ******* bibir kakaknya.


Adegan tersebut tak berlangsung lama lantaran Ronal berhasil meloloskan diri.


"Kamu..."


"Itu hukuman, karena kamu tidak segera menjawab pertanyaan ku barusan! Dan.. kamu memasang wajah yang membuatku ingin melakukan hal itu!" jelas Lucy enteng sembari menyapu bibir bagian bawah dan atasnya dengan lidah. Dia terlihat seperti menikmati momen barusan.


"Sudah kubilang jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi, kita ini kakak beradik!" tegas Ronal menekan kata di akhir. Tapi sepertinya Lucy acuh dalam menangapi, ia malah bergumam tak jelas bersamaan dengan ucapan Ronal hingga berakhir.

__ADS_1


"Iya. Yang tidak boleh kan kalau kita saudara kandung, bukannya kita ini saudara beda orang tua aslinya! Jadi sah sah saja kalau kita kedepannya menikah.."


"Apa!?"


__ADS_2