Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Sebagai Saudara


__ADS_3

Mengetahui reaksi Ronal yang mendadak tersulut emosi membuat Lucy tersentak. Tak menyangka jika Ronal terlihat sangat kesal saat berbicara lewat sambungan seluler tersebut.


"Ada apa!?" tanya Lucy khawatir.


Ronal tidak menjawab, dirinya hanya diam seakan fokusnya teralihkan. Dia lebih memilih untuk mematikan secara sepihak panggilan itu. Lalu beralih pada sebuah aplikasi "ponsel" dan mengetikkan nomor pada ponselnya.


Nyatanya Ronal hendak menghubungi seseorang.


"Ya, ada apa kawan? Apa berhubungan dengan...."


"Tepat seperti dugaan mu, ada masalah serius yang terjadi di rumahku. Bahwa istriku dikabarkan di culik, dia hilang di kamarnya!"


"Apa, bagaimana bisa?! Bukannya kediaman mu sedang ramai sekarang ini dan dikunjungi oleh pihak kepolisian dan juga penyidik!?"


"Itulah yang aku pikirkan saat ini, nampaknya ada oknum yang menyamar guna menerobos masuk kedalam. Kali ini aku minta bantuanmu untuk menyuruh tim pemantau CCTV kota dan kompleks perumahan guna mengetahui informasi tentang tempat yang dituju oleh orang yang membawa istriku!"


"Tapi hal itu tidak bisa kulakukan jika minim informasi berkaitan dengan si pelaku!?"


"Baru saja aku mendapati sebuah rekaman CCTV yang menampilkan keadaan jalanan komplek, menangkap mobil berplat D1 yang terlihat mencurigakan. Di duga adalah mobil si pelaku, aku akan kirimkan padamu rekaman tersebut!"


Lanjut mereka berbicara lewat sambungan seluler sembari Ronal mengendarai mobilnya menuju tempat yang akan dituju selanjutnya.


Lucy akhirnya memahami dan mengerti perasaan Ronal sekarang.


Namun ada beberapa informasi penting yang ia kira belum diketahui olehnya, lantaran kakaknya tidak memberitahukan hal tersebut sama sekali. Dan memilih untuk merahasiakannya.


"Kak, aku minta maaf karena sudah merepotkan dirimu sebelumnya, kalau boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi kemarin? Malam di tempat kediamanmu kak...? Lucy menampilkan raut wajah penasaran sekaligus peduli terhadap kejadian yang dialami oleh kakaknya, begitupun kakak iparnya yang ia dengar telah diculik.


Membuatnya terkejut karena hal tersebut mengartikan bahwa Ronal mempunyai musuh yang begitu berani.

__ADS_1


Pada awalnya Ronal masih diam enggan untuk memberitahukan situasi dari permasalahannya kepada Lucy, hal itu karena perilaku tak terpuji yang dilakukan oleh ayahnya, Gerald Osborn.


Ayah Lucy juga meskipun bukanlah ayah kandung.


Ronal tak sanggup menceritakan secara rinci kejadian yang menimpa dirinya dan juga istrinya.


Ia bahkan memiliki firasat bahwa Lucy akan melakukan balas dendam berasal dari kebenciannya, yang terlalu dalam kepada ayahnya.


"Please... kasih tahu aku? Aku bakal bantuin kamu apapun caranya, karena aku memiliki banyak koneksi dengan orang-orang hebat kak...!"


Mendengar penuturan adiknya itu akhirnya mengubah keputusan Ronal yang tak akan menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya yang dialami olehnya kemarin malam kepada Lucy.


Berubah pada keputusan terbaik menurutnya, untuk menyampaikan hal itu kepada Lucy. Lagi pula ia sudah sangat cukup umur untuk mengerti kehidupan orang-orang dewasa.


Baik itu benar atau buruk ataupun hitam dan putih.


Prioritas utama Ronal sekarang ini adalah menyelamatkan istrinya bagaimanapun caranya.


Dengan berat hati sembari menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan nya. Ronal akhirnya memilih untuk memberitahukan semuanya terkait kejadian yang terjadi kemarin malam. Kepada Lucy.


Respon Lucy setelah mendengar keseluruhan penuturan kakaknya barusan membuatnya menjadi marah, ada rasa benci, dan kecewa terhadap perilaku ayahnya yang begitu menyimpang.


"Menjijikkan!" ucapnya.


Di satu sisi ia bersimpati kepada kakaknya yang telah mengalami hal buruk persis seperti mimpi buruk sangatlah buruk.


Disaat Ronal fokus pada jalanan lantaran di depan sana tengah padat oleh kendaraan beroda empat, Lucy mencoba untuk menghilangkan perasaan tak enak yang kini dirasakan oleh kakaknya.


Dengan memeluk Ronal dari samping serta mengelus kepala dan punggung kakaknya dengan lembut.

__ADS_1


Perkataan darinya pun keluar dari mulutnya.


"Aku memahami perasaan yang kamu rasakan sekarang ini, digempur oleh dua masalah dalam waktu yang singkat dan sangat mengejutkan, pasti membuatmu seakan berada di ujung tanduk menangapi hal tersebut. Sebagai adik aku hanya bisa mensupport selalu dirimu sampai kamu lepas dari pengaruh masalah itu!"


"Ya.. terimakasih banyak Lucy. Itu sangat membantu."


"Hmmm sama-sama."


•••


Sedangkan di waktu yang sama beberapa mobil polisi sedang melakukan kejar-kejaran dengan mobil berplat D1, diduga telah melakukan aksi penculikan.


Mobil itu begitu lihai berbeda dengan mobil yang dikendarai oleh para polisi. Sampai-sampai jalanan ramai sekalipun tak menjadi hambatan sama sekali.


Ada berbagai trik dan cara yang dilakukan oleh pengendara mobil itu guna lolos dari kejaran mobil polisi.


Hingga pengejaran terhenti saat mobil itu sudah jauh untuk dikejar, dan perlahan hilang dari pandangan.


Para polisi pun tak bisa berbuat banyak lagi. Delapan mobil polisi akhirnya berhenti. Mereka keluar dari dalam dengan perasaan berbeda-beda. Salah satunya pemimpin pengejaran yang pasrah dan memikirkan cara lain untuk menangkap pelaku itu.


Namun pengejaran tidak berhenti sampai disitu, hanya bagi kendaraan darat. Tidak bagi helikopter khusus yang sekarang ini mengetahui lokasi mobil pelaku.


Hingga akhirnya mobil itu berhenti disebuah gedung. Setelah melakukan pengejaran selama tiga jam.


Mereka menghubungi salah satu anggota polisi lalu berniat untuk menyerahkan diri.


Terlihat mereka yang tengah angkat tangan menandakan tak melawan saat di tangkap.


Tidak ada senjata sama sekali saat mereka berdua digeledah, bahkan yang lebih mengejutkan lagi mobil yang ditumpangi oleh mereka berdua tidak terdapat seseorang lagi.

__ADS_1


James saat itu sedang ada disana bersama dengan beberapa anggota militer yang bekerjasama dengannya.


Darrr!!!


__ADS_2