Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Pengakuan


__ADS_3

Dorothy kemudian beranjak lalu memakai pakaian yang sebelumnya berserakan di lantai kemudian keluar dari kamar.


Dirinya tidak memperdulikan pria itu sama sekali dan berusaha untuk mengejar suaminya yang pergi begitu saja.


Berlari kecil dengan wajah penuh tangisan ia tak sanggup menahan rasa sesak di dadanya, apalagi mengingat flashback pengkhianatan dirinya terhadap Ronal, orang yang sangat ia cintai.


Perasaan hampa kini memenuhi relung hatinya, bersamaan dirinya yang menangis tak henti-hentinya sembari mencari sang suami.


Sementara di suatu tempat masih di sekitar kediamannya Ronal terlihat sedang menelpon seseorang.


"Yaa.. ada apa, Nal?"


"Aku meminta bantuanmu malam ini Alex, maaf menganggu waktu tidurmu. Diriku sekarang ini sedang mendapati masalah serius, aku sudah memukuli seseorang hingga terluka parah! Hal itu karena suatu sebab yang menyakitkan!"


"Tunggu, aku merasa jika hal itu berhubungan dengan rumah tanggamu?" Alex menduga dari seberang sana.


"Benar, istriku ketahuan selingkuh. Jadi aku meminta bantuanmu dalam mengurus seorang pengacara besok, seingat ku dirimu pernah bilang mempunyai kenalan yang bekerja sebagai pengacara handal!"


"Ya, aku mengerti situasinya. Aku sangat prihatin pada dirimu sahabat.. tak disangka hal seperti itu menimpa dirimu... ku harap kamu sabar dalam menghadapi permasalahan ini. Dan tenang saja, aku akan mengurusnya dengan baik!"


"Yaa, thanks kawan. Aku tutup dulu.."


Lama mencari kesana kemari akhirnya Dorothy melihat sang suami sedang berdiri sembari berbicara lewat telepon.


Ia langsung saja menghampiri Ronal untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Tak ingin ada lagi yang ia sembunyikan dari suaminya di waktu ini.


Kebetulan Ronal sudah selesai berbicara lewat telepon dan menyadari kedatangan Dorothy yang sedang menuju kearahnya dengan Isak tangis.


Tak ada raut sama sekali yang ditujukan olehnya saat Dorothy sudah mendekat.


"Sayang... aku minta maaf... aku salah, aku benar-benar salah besar sampai mengkhianati pernikahan kita... hiks..."


Tidak ada jawaban, membuat Dorothy paham jika dirinya harus mengakui semuanya tanpa jeda hingga tuntas. Dari awal beserta sebab akibat yang membuatnya terperangkap dalam lingkaran setan.


"Sebenarnya aku tidak ada niatan untuk berselingkuh, malam itu..."


Flashback.

__ADS_1


Malam dimana Dorothy maupun suaminya masih berada di desa dimana saat itu ia berdalih ingin menemui kliennya.


Saat itu Ronal mengijinkan dan percaya sepenuhnya kepada istrinya tanpa ada rasa kecurigaan sama sekali.


Nyatanya Dorothy memarkirkan mobilnya pada sebuah bar.


Saat dalam perjalanan sebenarnya Dorothy merasa sakit hati atas kebohongan suaminya dahulu yang mengatakan bahwa dirinya tak pernah memiliki kekasih atau seorang mantan pacar. Perkataannya waktu itu dibarengi dengan sumpah.


Selain itu Dorothy juga merasa sakit hati lantaran suaminya berbohong dan menyembunyikan fakta yang sesungguhnya tentang perempuan itu yang katanya adalah mantan pacarnya.


Memasuki sebuah bar dengan keadaan didalamnya yang gemerlap dan ramai, seorang pelayan menghampiri Dorothy.


Dorothy kemudian memesan minuman guna menghilangkan kesedihannya yang tak kunjung tertahankan.


Ia pendam dan memilih untuk tidak bertanya secara tegas kepada suaminya.


Beberapa puluh menit berlalu, ia dibuat mabuk lantaran pesanannya yang memabukkan itu.


Dengan langkah terhuyung ia berusaha untuk pulang ke rumah dengan keadaan yang terbilang berbeda dari awal, menerobos kerumunan orang-orang yang sedang menari-nari. Membuatnya kesulitan saat melewati lalu lalang orang-orang di bar itu saat hampir dekat dengan pintu.


Kemudian memapahnya sembari menjelaskan dirinya akan menolong Dorothy.


Di balas dengan anggukan seraya ucapan permintaan dari bibir mungil Dorothy. Pria itu berdehem.


Tak disangka pria itu malah membawa Dorothy ke sebuah hotel dan baru saja ia menyadari jika pria itu telah membohonginya. Padahal sebelumnya Dorothy meminta untuk diantar sampai ke mobil.


Sayangnya, pada saat itu Dorothy tertidur sehingga waktu pria itu menaruh tubuh Dorothy di tempat duduk belakang, dia melihat tubuh s*ksi Dorothy. Hingga ada niatan buruk padanya.


Alhasil membawa Dorothy ke sebuah tempat yang cocok untuk menuntaskan h*sratnya.


Di sana Dorothy sempat memberontak namun tenaganya kalah besar bersaing dengan pria itu yang sudah gelap mata.


Membekap mulut Dorothy hingga tak bisa berbicara lagi maupun berteriak. Membawanya secara paksa pada ranjang kamar hotel, kemudian melanjutkan aksinya yang tak pantas meskipun Dorothy masih melawan.


Pada akhirnya pria itu berhasil melancarkan aksinya yang tak senonoh pada wanita yang baru ia temui itu.


Sementara Dorothy yang tengah terpojok lantaran tenaga untuk melawan sudah terkuras habis. Ia hanya bisa pasrah menerima keadaan pahit yang dialaminya.

__ADS_1


Malam semakin pekat, sudah beberapa kali pria itu mendominasi permainan panas tersebut.


Bahkan menyuruh Dorothy dengan paksaan untuk melakukan hal-hal tertentu.


Sampai jam menunjukkan pukul 03.04 dini hari. Dorothy terlihat terkulai lemas dan sudah tertidur, baru saja ia terlelap setelah menerima keadaan tidak menyenangkan yang dialami.


Esoknya ia beruntung terbangun di jam 05.45 sehingga ada waktu bagi Dorothy untuk lari dan pulang ke rumah. Tak ingin suaminya menunggu kedatangannya terlalu lama.


Meskipun pada saat itu badannya terasa sakit.


Hendak pergi keluar dari kamar tiba-tiba saja pria itu terbangun dan menahan Dorothy dengan nada keras. Dilanjutkan dengan sebuah ancaman.


Rupanya pria itu masih ingin mempermainkan Dorothy dengan sebuah ancaman yang terbilang hina.


Foto-foto tak senonoh ditujukan olehnya kepada Dorothy.


Flashback off


"Maafkan aku... aku terpaksa melakukan hal tak baik itu karena dipaksa, pria itu mengancam akan menyebarkan foto-foto permainan panas pada saat itu pada khalayak umum, maupun kepadamu Ronal!"


"Tsk, jika begitu. Kenapa dirimu selalu saja diam seakan tak terjadi apa-apa, bahkan dirimu benar-benar tak berani memberitahuku masalah yang kamu alami?" ucap Ronal dengan raut kekesalan.


"...itu karena aku tak ingin kamu mengetahui kenyataan pahit yang aku alami, aku sebenarnya sangat khawatir jika sampai dirimu tahu dan akan menceraikan diriku... aku sangat mencintaimu Ronal..." tangisan Dorothy pecah tak sanggup lagi menahan semua air mata yang terbendung.


Ia kemudian berhamburan memeluk suaminya erat-erat.


Ronal hanya diam tak menepis pelukan itu, namun dalam hatinya ia sangat sedih dan merasa sesak. Tak sanggup lagi mengingat hal sebelumnya yang ia lihat.


Ayahnya sendiri berani bermain dengan menantunya, meskipun pernikahan Ronal tidak diketahui oleh kedua orangtuanya. Tapi ada hal yang membuat ayahnya itu tahu jika Dorothy adalah menantunya.


"Apa kalian sudah lama melakukan hal itu?" tanya Ronal memastikan.


Sejenak Dorothy diam, lalu membuka mulutnya secara perlahan "sudah hitungan dua Minggu lebih..." mengatakannya dengan ekspresi murung.


Kedua tangan Ronal terlihat terkepal, paham dari pengakuan istrinya bahwa identitasnya mungkin sudah diketahui oleh ayahnya.


"Pria tua itu ternyata memiliki niatan buruk meskipun sudah mengetahui Dorothy adalah istri dari anaknya! Benar-benar orang tua yang buruk dan hina!" umpat Ronal didalam hati menyikapi kelakuan ayahnya yang menurutnya sangat buruk.

__ADS_1


__ADS_2