Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Saling Membohongi Satu Sama Lain


__ADS_3

Masih belum menemukan keberadaan sang istri yang sedang dicari-cari akhirnya Rona menyerah dan beranggapan jika istrinya sedang keluar.


Mungkin saja sedang pergi ke warung, namun mengingat istrinya sedang sakit dan jarak rumah ini lumayan jauh dari para penduduk membuat Ronal merasa jika dirinya gagal dalam menemukan sang istri.


"Lalu dimana Dorothy berada? masih Ronal tebak keberadaan istrinya yang menurutnya belum ditemukan.


Bukti anggapannya di perkuat lantaran rumah yang dibuatnya ini sangat luas dan memiliki banyak kamar serta ruangan-ruangan khusus.


Dikala tubuhnya yang mengeluarkan keringat Ronal terus mencari Dorothy takutnya dia pingsan di suatu tempat.


Sayangnya sekali lagi dirinya tidak menemukannya, beberapa menit berlalu terbuang dengan sia-sia menurutnya.


"Argh! Dimana sebenarnya Dorothy berada, aku yakin sekali dia tidak keluar!" ucap Ronal sembari duduk disebuah kursi bundar dan berhenti untuk mencari istrinya.


Dua jam berlalu hingga Dorothy datang sendiri kepadanya.


"Sayang kamu habis kemana, aku cari-cari dari tadi tidak ketemu?" tanya Ronal penasaran raut wajahnya berubah dari kekhawatiran menjadi kelegaan saat melihat istrinya lagi.


"Aku habis keluar bersilaturahmi dengan para tetangga, hmm, aku tadi main ke rumahnya saat aku berniat keluar untuk berjalan-jalan mencari udara, eh aku diajak untuk main, jadi sekalian saja. Kamu tenang aja, flu ku sudah hilang kok..!" jelas Dorothy senyumannya terus mengembang membuat suaminya percaya.


Ronal pun memahami kemudian ia bergegas untuk mandi karena dua jam ini dirinya lebih memilih untuk mencari keberadaan istrinya sembari berbincang lewat pesan chat dengan orang yang disuruhnya untuk mencari informasi mengenai kerabat Dorothy.


Sementara kini Dorothy sedang masak hanya saja dirinya seakan merasa kecapean dilihat dari raut wajahnya saat ini.


Sebelumnya pun Ronal mengetahuinya yang mana hal itu membuatnya curiga dan sengaja untuk diam.


Meskipun bisa dikatakan jika istrinya berbohong mengenai dirinya yang sudah sembuh dari flu, akan tetapi dari perkataannya yang mengatakan dirinya sembuh itu seakan dibuat terpaksa berbohong.


Kali ini Ronal tidak mandi di kamar mandi biasanya dirinya malah harus berjalan lagi untuk menuju kebelakang dimana kamar mandi lain ada disana.


Saat membuka pintu kamar mandi dirinya merasa sebelumnya ada seseorang yang telah menggunakannya.


"Dorothy menggunakan kamar mandi ini kah? Itu artinya jalan pikirannya sangat mirip denganku ternyata."


Usai melakukan ritual mandi Ronal kemudian melihat bekas jejak basah yang mengecap pada lantai menuju tempat dimana kamar lain berada.


Penasaran dengan hal itu dirinya memutuskan untuk kesana terlebih dahulu, tapi...


"Sayang, aku sudah masakan yang enak buat kamu! Aku juga minta maaf karena membuatmu jadi menunggu, kamu belum sarapan, kan?" ucap Dorothy secara tiba-tiba membuat Ronal menoleh dan tidak jadi memburu rasa penasarannya.

__ADS_1


"... iya aku belum sarapan, bagaimana kamu?" sahut Ronal nampak bingung.


"Kan hati kita ini saling terhubung sayang, jadi aku bisa tahu kamu yang sedang kelaparan. Etts... tapi itu bukan dari aku yang melihat wajah kamu ya..."


"Ya, ya kamu memang luar biasa, hati kita terhubung satu sama lain. Kalau begitu kamu duluan aja ke meja makan, aku mau ganti baju!"


"Eh... kalau begitu sama-sama aja yuk sayang!" ajak Dorothy dengan senyumannya, namun sekilas raut wajahnya sedikit menyiratkan kegelisahan. Ronal yang menangkap raut itu membuatnya membuat mengerti akan suatu hal.


"Aku sebenarnya mau tanya sama kamu Dorothy, kamu mandi di kamar mandi ini kan sebelumnya?"


"I-iya aku baru saja selesai mandi!"


"Begitu ya."


Mereka kemudian berjalan bersama menuju ke tempat masing-masing.


Kini keduanya sarapan pagi bersama dengan senangnya sambil menyuapi satu sama lain.


Dorothy sebenarnya pintar memasak bahkan sarapan kali ini dengan lauk telor dan mie serta lainnya yang sederhana terasa lezat sekali di lidah. Ronal bahkan sampai ketagihan hingga tambah.


"Aaa..." ucap Dorothy sembari menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk kepada suaminya sembari membuka mulut dan satu lengannya lagi berada di bawah sendok.


"Cintaku sayang..." sahut Dorothy hingga Ronal tersipu malu.


Setelahnya, kedua beralih beres-beres barang-barang yang akan dibawa ke kota. Di sana Ronal juga memiliki sebuah rumah hasil dari kerja kerasnya sendiri yang menjadi tempat tinggal saat mereka berada di kota.


Sedangkan rumah megah di desa hasil dari jerih payah keduanya.


Saat memasukkan barang-barangnya yang sedikit Ronal nampaknya sedang memikirkan sesuatu saat itu juga.


Sementara istrinya sibuk pada urusannya sendiri dan tidak memperhatikan suaminya.


"Sebelumnya Dorothy memang berbohong padaku, dia tidak pergi keluar. Hanya muncul dari pintu utama yang bisa memperkuat argumennya itu, jadi... apa yang dia sembunyikan dariku sebenarnya?"


•••


Sore itu Ronal mendapati sebuah pesan bahwa Lucy sedang berada di kamarnya.


"Apa yang dia lakukan di sini? Anak itu memang mencari gara-gara!"

__ADS_1


"Ada apa sayang, kamu sepertinya...?" tanya Dorothy sembari memiringkan kepalanya, saat ini mereka berdua seperti biasa menonton film di televisi.


"Itu... aku lupa untuk memasukkan barang, makannya saat aku lihat list di ponsel aku baru mengingatnya lagi!" terang Ronal.


Sementara itu di dalam kamar Lucy sedang rebahan seenaknya sembari memeluk pakaian Ronal dengan wajah memerah.


"Sedang apa kamu?" tanya Ronal saat memasuki kamar dan melihat tingkah aneh Lucy.


Lucy lalu terkejut hingga dirinya gelagapan kemudian menyembunyikan baju milik Stefan dengan cepat.


"Tentu saja aku sedang main kesini..."


"Main apanya, kamu itu terlalu berlebihan sampai masuk lewat jendela, aku sudah menyadarinya dari awal. Jadi perempuan yang waktu itu tidur bersamaku di malam hari, itu kamu, kan Lucy!?"


"Iya, terus kamu mau apa?" jawabnya enteng menatap Ronal lekat.


Raut wajah Ronal dalam sekejap berubah menjadi murung dan nampak menyesali perbuatannya pada saat itu, mengingat kembali malam panas yang membuatnya hilang kontrol lantaran diselimuti oleh hawa n*fsu.


"Pokoknya kamu harus tanggung jawab. Aku mau kamu nikahin aku secepatnya!"


Ronal tersentak mendengar ucapan Lucy barusan.


"Kamu gila ya, mana mungkin aku menikahi mu sampai kapanpun aku tidak..." belum usai menyelesaikan katanya ucapan Ronal di potong oleh Lucy.


"Kalau nggak mau ya udah gapapa, aku bakal aduin ke Istri kamu semuanya. Dengan itu kita bisa bersama... kyaa..."


"Dia sudah gila kalau begitu situasinya aku harus..."


Tok.. tok.. tok..


"Sayang... kamu ngapain di dalam? Aku tungguin kamu lho dari tadi, filmnya udah mulai seru, kita nonton lagi yuk!" ajak Dorothy yang kini berada di depan pintu kamar.


Sebelum istrinya berucap Ronal langsung memaksa Lucy untuk bersembunyi.


Klek.


"Ya, mari kita lanjutkan menonton film."


Mereka kemudian pergi meninggalkan Lucy yang kini dalam keadaan jantung berdegup kencang dan meledak-ledak, entah kenapa?

__ADS_1


__ADS_2