Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Jejak Masa Lalu


__ADS_3

Para pembantu yang baru pertama kalinya melihat keadaan tak diinginkan dan terduga ini membuat mereka dalam hati yang tidak nyaman.


Sementara Dorothy terdiam melihat kepergian suaminya lantaran tidak memperdulikan semua yang dipersiapkannya ini, yang memang dikhususkan untuk suaminya di hari spesial.


Ronal acuh seakan penyambutan tadi hanyalah angin lalu.


"Non... mungkin tuan muda sedang lelah, atau dalam mood yang sedang tidak baik!" ujar salah satu pembantu lembut mencoba yang terbaik untuk menenangkan majikannya.


Sementara ketiga pembantu yang lain hanya diam membisu sembari menundukkan wajahnya, namun salah satu dari mereka merasa kesal atas perlakuan majikan laki-lakinya tadi kepada istrinya.


Dia diam-diam mengepalkan kedua tangannya.


Tak lama Dorothy menuju ke arah meja yang terdapat banyak sajian di atasnya, makanan dan minuman menghiasi meja yang di dekor sedemikian rupa khas merayakan pesta ulang tahun.


Hanya saja dirinya kini sendirian di sana, duduk sembari melihat kursi kosong belum diisi oleh pemiliknya.


Pada akhirnya ia mengingat-ingat kembali apa yang membuat suaminya acuh padanya.


Beberapa saat kemudian, entah berapa jam lamanya setelah kejadian mengejutkan tadi. Ronal tak kunjung kembali menemui istrinya, dia seakan menghilang secara misterius dalam bait beberapa kata terakhir yang diucapkan sebelumnya.


"Nona, apa saya panggil tuan muda saja agar kemari?" ucap seorang pembantu pria menyarankan, dia adalah seorang tukang kebun. Kebetulan menginap lantaran diminta oleh Dorothy untuk merayakan hari dimana suaminya berulang tahun yang ke-23 tahun.


Sebenarnya, mereka para pembantu hanya bertugas di pagi hari saja, setelah itu kembali kerumahnya masing-masing.


Hal itu sengaja Dorothy minta agar dirinya membiasakan diri menjadi ibu rumah tangga. Mengingat dirinya kurang memberi perhatian kepada suaminya semenjak disibukkan bekerja disebuah perusahaan tempat kerjanya.


"Tidak usah.. Ronal mungkin sedang lelah, biar aku saja yang kesana. Oh ya.. aku mau kamu beritahu kepada pembantu yang lain untuk pulang saja sekarang, karena ini urusan rumah tangga kami, saya merasa harus memiliki waktu berdua segera!" titah Dorothy kepada pembantunya.


"Ba-baik non!"


Di kamar yang gelap gulita itu Ronal menyadari jika ponselnya telah digunakan oleh seseorang. Dan ia mencurigai seseorang yang menggunakannya.


"Apa dia membuka pesan dari Lucy?" gumamnya.


Tok.. tok.. tok..


"Sayang... kita makan yuk! Aku tahu kamu sedang kesal hari ini, tapi aku beneran tidak tahu letak kesalahan ku sebelumnya. Aku minta maaf sayang jika pernah berbuat salah..."


Sejenak Ronal memikirkan kejadian siang tadi. Menurutnya jika memandang ke arah positif mungkin istrinya pada saat itu sedang meminta seseorang untuk membawakan barang belanjaan.

__ADS_1


Mengingat belanjaan itu lumayan banyak dan kesusahan jika harus dibawa oleh Dorothy yang seorang perempuan.


Hanya saja Ronal masih merasakan sakit hati walaupun hal itu telah dijelaskan dalam gambaran dan pikirannya secara klinis.


"Tch, kalau begitu aku memilih percaya saja pada kesetiaan Dorothy. Hanya saja di satu sisi diriku seperti memberontak, dan apa boleh buat. Aku akan melakukan penyelidikan mulai saat ini!" ucap Ronal membatin.


Bergegas beranjak dan bersiap untuk merayakan hari ulang tahunnya yang tak disangka-sangka ini, saat membuka pintu Ronal mendapati istrinya pingsan.


Lantas ia panik dan langsung mengangkat tubuh istrinya yang dalam keadaan terduduk dengan kondisi tak sadarkan diri.


Para pembantu yang hendak pulang mereka dikejutkan dengan tuannya yang sedang membawa nyonya muda dengan cemas.


Bergegas seorang tukang kebun berniat ingin membantu majikannya dengan membukakan pintu mobil.


Tak berselang lama Ronal langsung tancap gas setelah merebahkan tubuh istrinya di kursi belakang, kini Dorothy ditemani oleh seorang pembantu perempuan.


Sampai di rumah sakit ia pun bergegas untuk membawa istrinya agar langsung ditangani.


•••


"Euuuum."


"Apa kamu baik-baik saja sekarang sayang, aku sangat mencemaskan dirimu. Maafkan aku yang sudah membuatmu jadi begini..." ucap Ronal sendu sembari menanyakan keadaan istrinya. Dirinya kini tengah berdiri dan berada di samping istrinya.


"Sekarang ini aku sudah merasa baikan. Sebenarnya aku yang harus disalahkan. Karena diriku sebelumnya terlalu banyak memikirkan sesuatu yang membuatmu sangat marah padaku!" sahut Dorothy disertai penjelasan hal yang membuatnya hingga tak sadarkan diri sebelumnya.


"Jadi benar apa dikatakan oleh dokter. Dan pemicunya karena Dorothy begitu khawatir kepada diriku yang berperilaku beda tak seperti biasa, apalagi acuh disaat penyambutan yang seharusnya meriah itu."


Ronal merasa sangat bersalah dan menyesali perbuatannya, kemudian setelah Dorothy menenangkan suaminya, Ronal mulai menjelaskan hal yang membuatnya marah kepada istrinya pada saat itu mengenai kejadian di siang tadi yang ia lihat.


Dan Dorothy berucap.


"Pria itu cuma orang yang sengaja lewat dan aku suruh membantu barang belanjaan sayang! Kebetulan dia mau membantuku, aku sebenarnya sempat khawatir padanya karena sebelumnya dia hampir jatuh!"


"Haha ternyata aku terlalu berpikiran negatif pada saat itu, sekali lagi aku minta maaf sayang."


"Hmmm, aku maafin."


•••

__ADS_1


Dua hari berlalu, keluarga Rasford kembali harmonis seperti hari-hari sebelumnya.


Hal itu pula dirasakan oleh setiap pembantu saat melihat kemesraan majikannya. Namun di setiap kebahagiaan pasti ada kalanya hal tak diinginkan.


Ronal melihat luka pada hewan reptil peliharaannya sebuah luka yang mengingatkan dirinya di masa lalu.


Flashback on


"Ayah, apa aku boleh memelihara hewan ini, kadal berekor tiga. Keren bukan?"


"Hiiik! Singkirkan hewan kotor itu dariku!!"


Langsung saja Ronal kecil melepaskan kadal tersebut dari genggamannya yang tak berselang lama ayahnya mala menusuk bagian kepala kadal tersebut hingga tembus.


"Kenapa ayah malah membunuhnya?"


"Tch, hewan itu kotor ayah tidak suka! Bagaimana jika kamu tidak lagi menangkap hewan seperti itu kedepannya? Bermainlah dengan adikmu yang terlihat kesepian itu, dia selalu sendirian bermain tanpa mengajak temannya!"


"Baik ayah, tapi aku tidak bisa berjanji."


Flashback off


Luka pada bagian kepala hewan reptil sejenis kadal tersebut terlihat ditusuk oleh benda berujung lancip.


"Pulpen, jadi ada orang yang sengaja menusuk kepala kadal ini. Sayangnya aku tidak memasang CCTV," gumam Ronal.


Tak disangka Ronal menemukan sebuah pulpen pada tanaman pot disekitar area luar wadah hewan reptil peliharaannya.


Sebuah pulpen yang pernah ia lihat pada sebuah foto hasil tangkapan sembunyi-sembunyi dari orang suruhannya.


Merujuk pada pemilik sebuah bar yang dijalankan oleh...


"Sayang, kamu belum berangkat? Ah... sepertinya kamu melihat-lihat dulu ya."


"Begitulah, oh ya, apa..."


"Hmm?"


"Lupakan, aku lupa mau mengatakan apa!"

__ADS_1


Di dalam perjalanan Ronal masih berasumsi jika pulpen yang dipegangnya ini adalah milik ayahnya, lantaran logo yang terdapat di pulpen itu adalah logo sebuah bar malam.


__ADS_2