
Entah karena tidak ingin memberitahukan sedikit mengenai masa lalunya Sisi memilih diam jika Lucy dulu pernah menjadi saingan cintanya.
Atau malah disebut mencuri cinta orang lain, Sisi hanya bisa berasumsi namun ia gengsi untuk bertanya langsung.
"Sisi.. jika begini kamu tidak bisa lagi memikirkannya, ku harap kamu mengerti jika orang yang kamu cintai sudah beristri dan ibu harap kamu bersikap seperti yang seharusnya!" pinta Marie menekan kalimatnya di akhir menatap dalam Sisi yang tengah murung.
"iya Bu, aku mengerti. Aku akan melupakannya..." dengan berat hati harus Sisi katakan hal itu kepada ibunya, walaupun masih tak rela orang yang dicintainya lagi-lagi sulit untuk ia gapai.
Kali ini pun tingkat kesulitannya bertambah membuat perjuangannya selama ini mulai redup. Sia-sia di perjuangkan.
Sisi kemudian pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua dengan membawa perasaan sedih dalam hatinya.
Sementara Lucy mulai membuka obrolan dengan ibunya.
•••
Berbeda dengan Ronal yang masih belum terima dengan kenyataan mengenai masa lalu ibunya yang begitu kelam.
Menurutnya, ibunya seperti halnya seorang wanita berhati kejam. Nampak jelas dari cerita masa lalunya.
Usai menenangkan diri dengan menepikan mobilnya beberapa saat Ronal kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
Mengingat sang istri membuat hatinya senang seketika perasaan yang berkecamuk dalam dirinya hilang begitu saja.
Memang Dorothy adalah obat yang ampuh untuk menghilangkan stress dan hal itu terbukti dipikiran Ronal.
Kepulangan Ronal disambut hangat oleh sang istri yang kini menunggunya di luar pintu utama.
"Selamat datang sayang, bagaimana? Apa harimu menyenangkan, ya... walaupun aku lihat kamu selalu kecapean sepulang dari tempat kerja, ku harap kamu selalu bahagia setiap hari..." ucapnya saat Ronal sudah berada tepat dihadapannya.
"Ya, hari ini menyenangkan, di satu sisi aku merasa lelah karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi ketika pulang melihatmu begini.. yang nampak cantik dari sisi manapun membuat rasa lelah di pundak ku lenyap seketika!" balas Ronal sembari memuji kecantikan istrinya dengan senyum tipis, dibalas senyuman manis dari Dorothy yang kemudian mendekati suaminya lebih dekat.
Dorothy terlihat membuka mulutnya, Ronal yang paham apa maksudnya pun langsung mendekatkan wajahnya begitu dekat dengan istrinya. Terjadi adegan romantis kala itu.
Usai mandi istrinya mengajak Ronal untuk melampiaskan h*sratnya secara terang-terangan.
Kali ini Dorothy yang menginginkan hal itu, namun harapannya tak semulus yang dia kira.
Biasanya Ronal akan gesit menerima, tapi kali berbeda.
"Maaf, aku sedang tidak mood sekarang Lu.. Dorothy."
__ADS_1
"Begitu ya, baiklah tidak apa-apa. Um... bagaimana kalau kita makan malam?" sahut Dorothy dengan senyuman diwajahnya yang mulai berkurang dan sedetik kemudian menyarankan untuk makan malam kepada suaminya. Senyumannya pun ia perlihatkan lagi.
"Besok. Aku akan memuaskan mu," Dorothy pun mengangguk dengan senyuman manisnya.
Mendengar hal itu Dorothy dibuat senang sembari mel*mat bibir suaminya secara spontan.
Ronal pun membalasnya seperti biasa hingga suara dering ponsel menghentikan mereka.
Ternyata ponsel di saku Ronal yang tengah berdering ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Ya."
"Tuan, saya sudah menjadwalkan satu klub malam yang memang cabang dari klub yang ayah tuan dirikan. Kebetulan sekali orang kita mendapati informasi bahwa ayah tuan sedang mengurus klub tersebut!
"Kapan kira-kira kita berangkat, karena aku akan mengajak seseorang lagi. Ini berhubungan dengan seseorang dari klub yang telah mencelakai ibuku!"
"Dua jam lagi tuan."
"Baiklah, kalau begitu aku tutup dulu."
Dorothy yang penasaran ingin mengetahui siapa yang dihubungi oleh suaminya pun menghampiri, hingga Ronal dibuat terkejut oleh Dorothy yang sudah ada dibelakangnya.
"Dorothy.. kamu mengagetkan saja."
Saat Ronal mulai mengerutkan dahi Dorothy kemudian berkata.
"Aku bercanda sayang, kamu jangan masukin hati ya... ayok kita lanjutkan hal tadi. Aku mau beri kamu pelayanan, siapa tahu mood kamu kembali!" sambung Dorothy.
Tanpa berkata lagi Ronal langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar.
Dorothy langsung melakukan pelayanan kepada suaminya dengan berbagai macam cara hingga ia berganti memakai dress tanpa lengan yang nampak begitu pendek dan tipis.
Yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang putih dan *****
Kemudian kembali melanjutkan pelayanannya itu sampai-sampai membuat mood Ronal kembali dan memulai permainan panas di ranjang.
"A-apa ka-kamu suka anak-anak sa-sayang..?" tanya Dorothy di tengah permainan panas yang tengah berlangsung, wajahnya memerah dan menunjukkan kepuasaan atas tusukan terus menerus milik suaminya.
"Ya, aku menyukai anak-anak," jawab Ronal kemudian memainkan salah satu gunung besar hingga membuat Dorothy mendes*h.
"Emmm.. kalau be-begitu aku ingin hamil sayang..." ucapan istrinya membuat Ronal bersemangat, kembali ia layangkan miliknya setelah berganti gaya.
__ADS_1
Keduanya dipenuhi oleh keringat dan Ronal baru pertama kalinya mencetak rekor lantaran sudah ke 13 kali ia menanamkan benih.
Dorothy kemudian memejamkan mata dan tertidur pulas memeluk suaminya, dirinya sudah sangat puas dan butuh beristirahat sekarang.
Meskipun saat ini ranjang tempat tidur mereka basah kuyup.
Teringat akan sesuatu membuat Ronal segera bangkit kemudian mengecup pipi Dorothy dengan lembut kemudian menuliskan kabar akan kepergiannya malam ini.
Merasa istrinya sudah tertidur pulas Ronal tak ingin menganggu waktu-waktu tersebut. Memilih untuk pergi sembari meninggalkan secarik kertas di atas nakas.
Pukul 22.00 kini Ronal sudah bersama dengan seorang pria bernama Dion, pria yang mencintai ibunya.
Malam ini Ronal berencana untuk mencari maupun memastikan salah seorang yang ikut dalam aksi kekerasan yang menimpa ibunya.
Di temani oleh Dion untuk mencocokkan orang yang dicari.
Tak lama mereka berdua akhirnya sampai, Ronal mengenakan pakaian yang tidak terlalu mencolok begitupun dengan Dion.
Sementara orang suruhan Ronal memasuki klub malam secara bergantian, empat orang yang masuk.
"Tunggu, saya akan mengecek tuan terlebih dahulu. Ini demi keamanan, maaf."
Salah satu bodyguard yang berada di depan pintu masuk klub rupanya melakukan pengecekan.
Ronal kemudian mengangguk faham diikuti oleh Dion dengan bersikap sewajarnya.
Mereka berdua lalu duduk setelah di antar oleh gadis cantik menuju ke tempat duduk. Pekerja pria lalu datang dengan senyuman hangat kemudian menuangkan wine pada dua gelas.
Beberapa menit berlalu, mereka berdua masih belum menemukan orang yang dicari-cari sementara orang suruhan Ronal berusaha untuk mengorek informasi mengenai klub malam tersebut dengan cara apapun.
•••
Drttt...
Sudah lima belas kali ponsel Dorothy berdering, namun belum kunjung diangkat. Ia terlalu hanyut dalam mimpi.
Hingga tiga puluh kali panggilan tersebut berbunyi memaksa Dorothy untuk bangun.
Merasa terganggu ia pun akhirnya terpaksa untuk melihat siapa si penelpon.
Merasa seseorang yang harusnya ada di sampingnya kini sulit untuk digapai, dan tangannya selalu nihil tidak mendapatkannya. Dorothy kemudian membuka mata lebar-lebar kemudian bangun.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Dorothy saat mendapati suaminya yang tak ada didekatnya.
"Kemana Ronal!?"