
Lucy hanya diam saja setelah Dorothy mengungkapkan kelakuannya yang selama ini merusak rumah tangga orang. Apalagi sampai melanggar hak privasi dengan memasuki rumah orang lain tanpa ijin.
Sembari Dorothy menggebrak meja saat mengungkapkan hal barusan membuat seisi pengunjung cafe mengalihkan atensinya.
Rasa penasaran dan terkejut itulah yang mereka rasakan.
Melihat Lucy yang diam saja tidak memperdulikan dirinya, membuat Dorothy tidak enak apalagi setelah sadar ada begitu banyak pasang mata yang mengamati dirinya saat ini.
"Puas kamu menganggu suami orang sampai masuk ke rumahnya dan melakukan hubungan terlarang!?" ucap Dorothy dengan suara kecil, namun berasa memaki ditelinga Lucy.
Sampai saat ini pun Lucy tidak menjawab seakan perbuatannya yang telah diungkap tadi, membuat dirinya malu untuk sekedar menjawab sepatah kata.
Kembali Lucy berkutik pada ponsel yang nampak sedang meng-scroll layar.
"Jika kamu tetap bungkam dan tidak mau mengakui, saya berani membawa hal ini ke jalur hukum!" celetuk Dorothy yang mana membuat Lucy menunjukkan raut kesal, bukannya gelisah.
Bibir pink Lucy terbuka secara perlahan lalu ia berucap.
"Apa aku boleh jujur?"
"Huh? Apa kamu bilang?"
"Baiklah, sebenarnya aku tidak suka Ronal bersama denganmu, sangat tidak suka! Kedua ada janji diantara kami di masa depan yang harus ditepati!" ucap Lucy meracau membuat Dorothy mengerutkan dahi, ia tidak paham dengan ucapan lawan bicaranya barusan.
"Kamu memang tidak ingin menghentikan perbuatan burukmu kan? Kalau begitu saya tidak punya pilihan lain selain..." belum usai berbicara, langsung Lucy memperlihatkan ponselnya pada Dorothy yang nampak sebuah pesan chat dan rekaman suara.
"Kamu tahu.. kenapa aku tidak suka Ronal bersama dengan mu sekarang ini, itu karena dirimu sudah kotor!" ungkap Lucy dengan wajah datar, ucapannya diakhir seperti halnya menghina.
"Da-dari mana ka-kamu dapatkan riwayat pesan chat ini...?"
"Dan dengarkan ini baik-baik!" pinta Lucy.
"Tuan Ge... maaf aku tidak bisa pergi kesana, suamiku sepertinya curiga denganku!"
"Tenang saja, tidak usah khawatir. Aku memiliki suatu cara agar kita bisa bertemu tanpa suamimu curiga sama sekali."
Dorothy tertunduk lesu wajahnya menatap ke bawah setelah mendengar pesan suara barusan, sebuah pembicaraan antara dirinya dengan seorang pria paruh baya.
__ADS_1
Grep.
Nampak Dorothy yang meremas dress yang dikenakannya menandakan perasaannya sedang kacau sekarang. Semua itu terlihat jelas pada tubuhnya.
Air matanya pun lolos dari penahan diri untuk tidak menangis, namun rasa sesak dan sakit itu langsung menjalar ke seluruh tubuhnya dalam sekejap.
Membuat air kesedihan itu tak bisa dibendung lagi dan mulai bocor.
"Ada apa..? Apa kamu merasa malu setelah aku ungkap perbuatan mu itu dibelakangnya? Kalau begitu bagaimana ya... kalau aku beri tahu Ronal, pasti bakal jadi kado ulang tahunnya yang paling mengejutkan...!"
"Dan satu lagi. Aku lebih lama bersama dengannya, jadi aku tahu dia orangnya seperti apa. Jika kabar perselingkuhan mu ini diketahui olehnya, aku berani bersumpah Ronal akan langsung menceraikan mu!" tegas Lucy menekankan di akhir.
Saat ini beralih Dorothy yang dibuat mematung tak bisa menjawab perkataan yang dilontarkan oleh Lucy barusan.
"Ku mohon jangan beritahukan hal itu kepadanya..." mohon Dorothy yang baru menyahut dengan raut sedih.
"Hm. Melihatmu begini aku jadi tidak tega! b?Bagaimana jika kita bicarakan hal ini di dalam mobilmu saja!?" usul Lucy.
Dorothy kemudian mengangguk.
•••
Mereka berdua membicarakan hal itu kembali dengan serius dan sempat berdebat kali ini, namun pada akhirnya berakhir dengan jalur damai lantaran sebuah kesepakatan.
Tak lama setelahnya, Lucy keluar dari dalam mobil mengakui jika dirinya ingin membeli sesuatu.
Mengingat perkataan perempuan itu yang bilang " Pasti bakal jadi kado ulang tahunnya yang paling mengejutkan...!" seketika membuat Dorothy tersenyum bahagia, dan berniat untuk mampir terlebih dahulu ke beberapa toko di mall.
Meskipun di satu sisi hatinya terasa sakit mengingat pengkhianatan terhadap suaminya.
Sementara itu, Ronal sempat berkunjung ke rumah sahabatnya.
Yang tak lain adalah Alex yang sama sepertinya memilih cuti beberapa hari ini, dikarenakan dirinya yang sering melamun dan fokus dalam bekerja. Sehingga atasan tempat kerjanya menyarankan agar Alex untuk cuti.
"Apa dirimu sedang mengalami depresi karena memikirkan soal percintaan dan masalah kesendirian yang kamu rasakan akhir-akhir ini?" tanya Ronal to the point kepada sahabatnya.
"Cih.. kau ini memang tidak bisa berbohong untuk saat-saat seperti ini!" sahut Alex sembari melirik Ronal.
__ADS_1
"Ceritakan saja padaku keluh kesahmu, bukannya dulu.. kamu yang menyarankan diriku untuk mendekati Dorothy saat aku jatuh terpuruk, saran-mu itu masih selalu aku ingat sampai sekarang!"
"Apa kau tidak tahu sobat, terkadang si pandai memberi nasehat tidak selalu sama seperti kehidupannya!"
"Sadarlah, dirimu ini sekarang butuh seorang wanita sebagai penghibur bukan? Bagaimana jika aku menyarankan? Lihat kemari, dia adalah seorang perempuan yang sangat cantik!" ucap Ronal merogoh sakunya lalu memperlihatkan foto seorang perempuan cantik kepada Alex.
Tak lama ponsel milik Ronal diambil oleh Alex, ia lalu memandangi foto gadis cantik itu yang sangat sesuai sekali dengan tipe dan harapannya.
Dan foto perempuan tersebut adalah Lucy seorang siswi kelas 12.
"Apa? Dia masih sekolah?"
"Begitulah, kalau kau tak mau ya sudah.."
"Tunggu, tunggu.. aku suka dengannya!" saat Ronal mengambil kembali ponselnya bertepatan dengan ucapan barusan, Alex langsung saja jujur dengan isi hatinya.
"Kamu langsung suka dari melihat foto perempuan itu?" tanya Ronal masih tak percaya dengan sahabatnya itu.
"Aku serius... entah kenapa aku langsung jatuh cinta dengannya sekali aku melihat fotonya! Jujur, bukan karena wajahnya saja, akan tetapi dia terlihat seperti gadis yang baik menurutku!"
"Pfff..." Ronal menertawai Alex lantaran pengakuannya itu.
Keduanya lalu terus berbincang hingga akhirnya berpisah saat suara panggil dari seseorang membuat Ronal harus pergi.
Dan di satu sisi Ronal senang melihat sahabatnya itu sudah membaik dari depresi. Hanya saja entah kenapa hatinya merasa sakit saat Alex mengatakan jatuh cinta kepada Lucy seenaknya, padahal baru melihatnya di foto.
Saat ini Dorothy tengah disibukkan dengan memilih jazz pria yang tengah di pegangannya .
Dua jazz yang terlihat elegan untuk suaminya. Selain memilih melalui pandangan dirinya pribadi, Dorothy juga mendengarkan saran dari para pegawai toko.
"Nona... sepertinya jazz yang ini cocok dengan kepribadian suami nona!" saran salah satu pegawai toko kepada Dorothy, sebelumnya ia memang menceritakan sedikit tentang suaminya.
Pada akhirnya ia memilih jazz dari saran pegawai tadi.
Saat ini pun Dorothy menuju ke tempat bahan-bahan makanan, dirinya bergumam berinisiatif untuk memasakkan hidangan lezat di hari ulang tahun suaminya.
"Ehem.. Sepertinya kamu sedang sibuk!"
__ADS_1
"Tu-tuan kenapa bisa.. ada disini!?"