Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Kebenaran Di Masa Lalu 2


__ADS_3

"Sisi..." Marie terkejut melihat anak perempuannya yang sedang keluar kini kembali dengan raut kesal.


Hingga Marie berkesimpulan Sisi mendengar semua percakapan dan cerita masa lalunya sendari tadi.


"... Sisi kamu baru pulang ya, ah... ini ada tamu, kamu pasti mengenal Ronal siapa, yang waktu itu ibu ceritakan," ucap Marie gelagapan.


"Tidak usah disembunyikan lagi Bu, lebih baik beritahu semuanya pada orang yang bersangkutan. Menurutku ceritanya masih panjang, belum semua ibu sampaikan. Di satu Sisi aku tidak tahu hubungan ku dengan Sisi apakah kakak dan adik?" sela Ronal dikala ibunya merasa berat untuk memberitahukan cerita masa lalu kepada Sisi.


Lucy kemudian menepuk sofa disebelahnya mengajak Sisi untuk duduk.


Sisi yang masih marahan dengan ibunya akhirnya mendukung perkataan Ronal seraya duduk dengan anggun.


"Ibu harus ceritakan semuanya hari ini, aku mendukung perkataan kakak!"


Ronal merasakan kehangatan dari ucapan Sisi barusan bahwa dia benar-benar mempercayainya.


Marie menghela nafas panjang serta mempersiapkan dirinya.


Cerita flashback masa lalunya pun kembali dilanjutkan.


Marie saat itu bingung lantaran dirinya bisa saja di tangkap oleh polisi dan masuk kedalam jeruji besi atas perbuatannya.


Maka ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kedua anaknya malam itu juga.


Kemungkinan terburuk sudah diperkirakan oleh Marie bahwa saat dirinya tertangkap anaknya bisa saja di ambil alih oleh suaminya.


Dan Marie tidak ingin hal itu terjadi. Selain membawa kedua anaknya jauh dari kediamannya menjalin kasih Marie juga berencana untuk bersembunyi terlebih dahulu. Selama beberapa tahun agar masyarakat melupakannya, dan kasus yang melibatkan dirinya di tutup.


Apa boleh buat, hari-hari yang ia habiskan bersama kedua anaknya selama berada di apartemen ini harus diakhiri.


Lantaran Marie benar-benar dijadikan tersangka di satu sisi buronan yang dicari-cari oleh pihak berwajib.


Dirinya pun bertekad agar tidak diketahui, yang jika hal itu terjadi. Pada akhirnya akan membuat kedua anaknya hidup sengsara


Mengingat dirinya masih memiliki seorang anak dari pelanggan yang diketahui tempat tinggalnya. Marie akhirnya menemukan cara agar dirinya aman untuk sekarang ini.


Pertama-tama ia keluar di malam hari dengan pakaian tertutup lalu mengunjungi sahabatnya, tempat ia menampung seorang anak perempuan. Dia bernama Sisi.


Usai menjemput kembali anaknya yang selama beberapa tahun ini di titipkan Marie kemudian mengunjungi sebuah kediaman besar.


Rumah yang sepertinya ditempati oleh keluarga konglomerat.

__ADS_1


Kebetulan ia berpapasan dengan mobil yang dikendarai oleh ayah kandung Sisi di depan gerbang. Dia adalah seorang pengusaha terkenal seantero kota.


Yang pada malam itu bermain dia dengan Marie lantaran mengetahui istrinya berselingkuh dengan rekan lamanya.


Marie dengan sigap menghampiri mobil bermerek terkenal tersebut kemudian mengetuk pintu kaca, berharap pria itu memberinya tempat karena dia sebenarnya memiliki seorang anak.


Panjang bercerita akhirnya pria itu mau menampung Marie dan anaknya. Dia sepenuhnya percaya.


Beberapa tahun ia tinggal disana bersama pria itu. Menjalani kehidupan berkeluarga yang bahagia, namun dibalik semua itu Marie lalai kepada kedua anaknya yang ditinggalkan.


Hingga kejadian tidak disangka-sangka terjadi di malam dingin yang tengah turun hujan lebat.


sekelompok pencuri menerobos masuk ke kediaman keluarga bahagia itu yang sempat diketahui oleh si pemilik rumah.


Naas, pria si pemilik rumah itu dibunuh sesaat setelah menonton film bersama dengan anaknya. Bahkan kejadian itu dilihat Sisi dan membuatnya trauma.


Pencuri lalu menjarah semua barang berharga dan melakukan hal tak senonoh pula kepada Marie, ia membuat kesepakatan agar pencuri itu tidak membunuh anak dan dirinya.


Keesokan harinya, Marie sudah meninggalkan kediaman itu ia langsung pergi saja dari sana tak ingin di tangkap maupun dicurigai oleh polisi.


Mengingat tahun-tahun terakhir ini pria itu selalu menjaga kehangatan keluarganya dari luar, dan merahasiakannya selalu.


Dengan melanjutkan kebiasaan menjadi kupu-kupu malam Marie menghidupi Sisi dengan uang itu.


Membawa Sisi pula untuk bersekolah di kota A.


"Seperti itulah kisah kelam masa lalu ibu, kalian bertiga pasti membenci ibu sekarang.." ucap Marie, ia sudah kehabisan air mata. Namun rautnya masih begitu sedih.


Ketiganya terdiam sejenak.


Cerita itu membuat ketiganya tahu jika Marie adalah orang yang teramat buruk di masa lalu, bahkan mengingat sekarang ia masih melakukan kebiasaan buruk, membuat ketiganya tak habis pikir dengan Marie.


Tak lama Ronal melenggang pergi setelah beranjak dari tempat duduk, ekspresinya terlihat datar.


Diikuti oleh Lucy yang kini meninggalkan Marie maupun Sisi.


Di halaman.


"Ronal, kamu jangan seperti itu terhadap ibu, kamu kembali kedalam ya. Lalu hibur lah dia.. aku bantu kok..." pinta Lucy sambil menahan Ronal dengan memegang tangannya.


"Tch, orang seperti itu percuma untuk dinasehati, dia tidak akan berubah. Kamu tahu sendiri kan, ibu sampai sekarang masih melakukan pekerjaan seperti itu!" sahut Ronal masih dalam emosi menolak ajakan Lucy barusan, dan alasan yang sulit untuk dia tembus agar Ronal tak jadi pergi.

__ADS_1


Lucy tidak bisa berkata-kata lagi dia sebenarnya tahu ibunya melakukan persis seperti yang dikatakan oleh Ronal.


Parahnya lagi sampai sekarang pun masih dijalani entah mengapa.


"Tapi Ronal.." kini Lucy mempererat genggaman tangannya pada Ronal.


"Lepaskan aku! Jangan panggil aku Ronal! Kamu sudah tahu semuanya bukan. Kita ini bukan saudara kandung, jadi aku meminta dirimu memanggilku seperti saudara mulai sekarang."


"Tapi..." Lucy merasa tidak setuju dengan keputusan Ronal.


"Mengetahui kebenaran pun kamu masih tidak mau memanggilku kakak, itu adalah permintaan ku!" Ronal menegaskan kembali.


"......."


Di saat ini Ronal memanfaatkan momen untuk membuat Lucy bertindak senormalnya, tidak mengganggu kehidupannya lagi bersama sang istri.


"Aku mau memanggilmu kakak, asal kamu mau menjadikan aku sebagai istri yang kedua!" ucap Lucy begitu seriusnya.


"Ka-kamu... sudah gila ya, mana mungkin aku mewujudkan hal seperti itu padamu.. meskipun pada kenyataannya kamu bukan saudara kandungku!" elak Ronal ia lalu pergi.


"Apa kamu sangat mencintai istrimu?" tanya Lucy.


"Ya, sangat mencintainya lebih dari apapun!"


"Lalu bagaimana jika dia bermain dibelakang mu selama ini?"


Ronal berbalik badan ia tak mengerti apa maksud Lucy mengatakan hal itu.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?"


"Aku hanya bertanya saja."


"Ck."


Ronal tidak peduli lagi, ia kemudian pergi meninggalkan Lucy dan melajukan mobilnya.


Sementara di dalam, Sisi berusaha menenangkan ibunya. Ia teringat kembali dengan malam itu dimana ayahnya terbunuh, dan memilih untuk memaafkan ibunya.


Biarlah hal itu menjadi masa lalu yang tidak harus diungkit-ungkit lagi.


Sisi juga memberi ibunya nasehat sembari mengeluarkan isi hatinya yang selama ini tertahan kepada ibunya.

__ADS_1


Salah satunya ketidaksenangannya melihat ibunya membawa pria ke rumah ini maupun anak sekolahan yang diakui oleh Sisi adalah pacarnya.


__ADS_2