Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Lepas Dari Cengkeraman


__ADS_3

"Hehe.. kamu boleh mengatakan aku seperti itu, tapi asal kau tahu. Semuanya berawal dari takdir!" jawab Osborn yang juga tersenyum saat menatap Ronal, tak habis pikir karena dia seolah-olah menikmati perbuatannya.


Melakukan kejahatan besar serta perbuatan terlarang, meskipun memahami betul dari dua konsekuensi perbuatannya itu.


Untuk kejahatannya sampai-sampai menjadi pemimpin para mafia dan melakukan bisnis gelap melalui kamuflase tempat malam publik, masih Ronal maafkan sebagai anaknya.


Namun perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Osborn sungguh tak bisa Ronal maafkan.


Perbuatan tercelanya itu seperti noda permanen, menoreh luka dan lara. Mungkin menjadi ingatan mengesalkan serta menyebabkan rasa benci dalam jangka panjang. Atau selamanya.


Kini beberapa mafia telah diamankan, begitupun dengan pemimpin mereka. Yang sekarang ini menjadi mantan. Itu artinya pemimpin para mafia dadakan itu tak diketahui keberadaannya.


Bahkan saat mereka ditanyai tentang markas mereka barang kali ada markas tersembunyi di tempat lain, tapi jawaban mereka semua sama.


Meskipun di tawar untuk jawaban berbeda yaitu pengurangan hukuman setiap kejahatan yang mereka lakukan.


Namun tak ada satupun dari mereka sesuai seperti yang diharapkan.


"Mereka memang susah sekali untuk ditanyai pertanyaan semacam itu, huh... melelahkan. Anggota kita bahkan terbunuh saat aksi tembak menembak tadi. Aku hanya berharap mereka mau mengaku!" gumam wakil ketua militer, Gossan hingga mengepalkan tangan.


Di satu sisi dia berharap kejadian ini adalah akhir dari para mafia yang telah di tangkap ini. Tapi apa daya, susah baginya menanyai mereka yang masih setia menutup mulut.

__ADS_1


"Hei, aku serius, katakan dengan jujur apa kalian masih memiliki markas di luar sana? Jangan sampai aku murka!" ucap Sese adik James tersulut emosi lantaran dari tadi pertanyaan wakil ketuanya sama sekali tak direspon serius.


Para mafia itu antara takut dan tidak ingin memberitahu tentang mereka kepada keadilan. Begitulah.


"Cukup Se. Mau bagaimanapun saat ini masih awal untuk kita mengintrogasi, lagipula itu bukan tugas wajib kita. Ada pihak yang akan mengurusnya," sela anggota militer lain menahan tangan Sese yang menurutnya hendak menarik pistol dari saku.


•••


Sementara itu Ronal maupun Dorothy kini memiliki waktu luang untuk beristirahat sejenak di atas roof top bangunan berlantai tiga belas ini.


Mereka berdua di temani dua orang penjaga dari orang suruhan Ronal untuk berjaga-jaga. Sedangkan di momen tersebut mereka manfaatkan untuk berbagi cerita.


Dorothy mengatakan kembali hal yang dialaminya dengan jujur, sebagai gantinya dia berharap suaminya dapat jujur juga padanya.


Dan bisa saja yang melatarbelakangi dirinya berada di fase merelakan mertuanya untuk melakukan hubungan terlarang. Sebagai pelampiasan perasaan dirinya mengetahui suaminya selingkuh.


Ya. Dorothy berkata jujur dan menceritakan detail setiap kejadian berkenaan dengan perbuatan mertuanya.


Ia juga mengatakan bahwa mertuanya sungguh nekat melakukan pemaksaan kepadanya dengan ancaman berkonsekuensi berat.


Yang pada akhirnya membuat korban mau tak mau harus menerima keadaan pahit itu, sesuai keinginan si pelaku.

__ADS_1


Semua isi hati Dorothy kini tercurahkan dalam kesempatan dirinya berbicara ini, di gelapnya malam yang terasa dingin ini, disertai angin lembut menghanyutkan.


Sembari memandangi bintang-bintang di langit, momen ini adalah waktu yang pas sekali untuk membicarakan isi hati.


Ronal kemudian bangun dan melepaskan jaketnya dikala angin mulai menambah rasa terpaan nya.


Menaruhnya pada punggung Dorothy lalu menyentuh pucuk kepala istrinya dengan senyuman kebahagiaan.


Tak menyangka jika dirinya akan berhasil melakukan penyelamatan dengan tingkat risiko tinggi, apalagi dirinya ikut serta.


"Terimakasih...." hanya balasan lembut yang keluar dari mulut Dorothy, entah kenapa senyumannya mulai pudar.


Ronal seakan membaca ekspresi dari istriku itu, dia mengira bahwa istrinya takut akan ditinggalkan setelah kejadian demi kejadian menimpanya, dibaluti oleh dosa.


Cup.


Ronal kembali duduk, ia kemudian sangat dekat dengan Dorothy hingga melakukan secara spontan ciuman.


Dorothy membalas perlakuan tersebut hingga mereka berdua bermain-main di momen int*m ini.


Dua penjaga yang mengawasi mereka bahkan sampai tersipu malu dari kejauhan hingga membuang muka.

__ADS_1


Tapi siapa sangka, ada seseorang yang sedang mengamati mereka dari kejauhan pula di dalam kegelapan pekat.


__ADS_2