Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Tidak Ingin Menukarnya Dengan Apapun


__ADS_3

Beberapa saat tak merespon panggilan melalui video call barusan Dorothy lebih memilih untuk bertemu dengan mantan pacar suaminya.


Yang saat ini Dorothy asumsikan agak sedikit memiliki teka-teki lantaran perempuan itu masih bersekolah.


Mendapatkan sebuah ide, ia kemudian menyimpan kontak perempuan itu bernamakan mantan pacar.


Lalu nampak foto profil seorang remaja cantik yang dengan eksisnya dengan foto berkedip dan menunjukkan pucuk bibirnya terlihat berkedut.


"kenapa Ronal sampai berhubungan dengan seorang remaja yang masih bersekolah sampai sekarang, berarti dulu dia memang berpacaran dengannya...!"


"Ku harap Ronal tidak melakukan hal buruk kepadanya, sehingga perempuan itu tidak memaksa dengan dalih apapun saat aku temui!" ucap Dorothy ada raut khawatir di wajahnya.


Tik.. tik.. tik..


Dirinya kemudian menulis pesan yang akan dikirimkan kepada perempuan itu secara rinci, langsung menuju ke inti pembicaraan. Yang akan di atur pertemuannya hari ini juga.


Warna berubah pada cek list pesan terkirim yang artinya perempuan itu sedang membacanya.


Tring...


"Oke, kita ketemuan jam saat ini juga!"

__ADS_1


Tik.. tik.. tik..


"Tapi kamu masih di sekolah sekarang, kalau saya simpulkan, jam istirahat sebentar lagi akan usai!"


Tring...


"Tidak masalah, aku ingin berterus terang kepadamu. Kita bertemu di cafe Melati, kalau kamu tidak kesana berarti kamu takut untuk bertemu denganku!"


Membaca pesan itu membuat Dorothy mendidih seketika, namun ia tahan amarah yang tidak ada artinya itu. Kemudian kembali membalas pesan.


"Harusnya kamu yang takut karena berani menggoda suami orang!"


Tidak ada balasan. Yang membuat Dorothy tersenyum bangga, tak lama dirinya mulai bersiap-siap untuk menuju tempat pertemuan.


Akhirnya ia sampai di sebuah kafe dimana perempuan berseragam sekolah dengan beraninya bolos secara terang-terangan, hal itu dikatakan dari sudut pandang Dorothy.


Yang melihat cafe ini sedang ramai-ramainya dan hanya ada satu pengunjung berseragam sekolah di sini.


Nyatanya Lucy sampai lebih dulu di tempat pertemuan.


Dorothy kemudian duduk, sementara Lucy masih disibukkan dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ehem, langsung saja... aku ingin kamu berhenti menganggu suamiku! Ini adalah uang sebagai tanda berakhirnya hubunganmu di masa lalu, dan jangan lagi ada gangguan setelahnya!" ucap Dorothy langsung to the point, nampak sudut tengah alisnya terangkat.


Sembari melihat intens perempuan yang menyukai suaminya sampai tergila-gila.


Menurut Dorothy pribadi dia terlihat cantik tapi tidak dengan kelakuannya.


Manis tapi berbeda dengan pribadinya.


"Maaf, aku tidak bisa menerima uang ini..." tolak Lucy kemudian.


"Saya tambahkan lima juta lagi, jadi totalnya seratus sepuluh juta!" sahut Dorothy sembari mengeluarkan amplop coklat lagi dan menyodorkannya didepan Lucy.


"Atau bila perlu keinginan apapun akan saya wujudkan, asal kamu berhenti menganggu kehidupan kami!" imbuh Dorothy ada penekan dalam ucapannya. Yang mana dirinya harus bersikap tegas saat menghadapi remaja, apalagi perempuan nakal ini menurutnya.


Saat ini Lucy tengah berpikir seperti halnya menganalisa situasi dan kondisi. Tak lama kemudian ia mulai membuka mulutnya.


"Bagiku Ronal adalah orang yang paling aku cintai, jadi aku tidak akan menukarkannya dengan uang triliunan sekalipun! Dan jika ada keinginan yang ingin aku wujudkan, aku memilih untuk menjadi pendamping hidupnya!" terang Lucy diiringi oleh keseriusan dirinya dalam berucap hingga Dorothy yang melihatnya percaya akan perkataan tersebut.


Hanya saja ia tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi terus menerus yang lambat laun akan menghancurkan rumah tangganya.


Brak!

__ADS_1


"Aku akan lapor polisi karena kamu pernah memasuki rumah kami!"


__ADS_2