Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Penyelamatan


__ADS_3

Malam ini Ronal menuju sebuah tempat yang diduga ditempati oleh ayahnya seorang mafia sebagai tempat persembunyian.


Bersama para militer yang siap mengamankan para mafia di sana. Ronal merasa aman jika dirinya harus berhadapan secara langsung dengan para mafia sekalipun.


Dirinya juga memakai rompi anti peluru dan membawa senjata Laras panjang, sementara di kepalanya terdapat pelindung dari helm khusus anti peluru.


Mereka semua kini berjalan kaki menuju ke sebuah bangunan setelah kendaraan yang mereka tumpangi berhenti lumayan jauh dari titik yang akan di tuju.


Markas sementara yang digunakan sebagai tempat persembunyian Osborn itu berada di wilayah sepi, bisa di sebut kota yang belum jadi.


Sebuah kota yang dulu digadang-gadang akan mensejahterakan rakyatnya ketika pemilihan umum berlangsung, namun sampai sekarang tak ada hasil dari pembangunan berbagai infrastruktur.


Yang memakan biaya hingga miliaran itu.


Alhasil kota itu menjadi kota mati hingga banyak bangunan terbengkalai disana.


Hanya jalur kereta api yang masih aktif dan melalui kota itu sebagai jalur penghubung antar kota. Serta pengingat janji rakyat yang dahulu belum ditepati.


"Tunggu aku Dorothy, aku pasti akan menyelamatkan dirimu..." ucap Ronal dalam hati membulatkan tekad lebih dalam lagi.


Sementara itu, beberapa anak buah Osborn yang diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik kediaman Rasford telah di tangkap.


Sebelumnya, salah satu anaknya buahnya itu sempat tertipu, bahwa Ronal anak dari bosnya itu tidak melakukan apa-apa meskipun istrinya di culik. Tidak ada pergerakan sama sekali katanya.


Salah satu anak buahnya itu lalu menyampaikan kabar tersebut kepada bosnya.


Sampai-sampai bosnya itu ikut tertipu, dan tidak mencurigai anaknya yang bisa saja melakukan aksi secara diam-diam untuk menangkapnya.


"Jadi anak itu menyerah dengan satu petunjuk saja, bagus, dengan ini diriku akan mendapatkan hal yang ku mau!" ujar Osborn tersenyum miring sembari melirik Dorothy yang sudah dipakaikan baju pengantin oleh beberapa wanita.


Saat ini Dorothy hanya bisa pasrah, karena melawan pun tidak akan mungkin baginya. Setelah tahu mertuanya ini adalah seorang mafia.


Bahkan mengingat perkataan mertuanya sebelumnya tentang pengamanan di tempat ini, membuat Dorothy semakin putus asa untuk lari.


Lantaran Osborn mengerahkan banyak anak buahnya yang bersenjatakan senjata Laras panjang untuk mengamankan area tertentu.


Area yang memungkinkan Dorothy tidak bisa melewatinya, meskipun kabur melalui jalur rahasia sekalipun.

__ADS_1


•••


Para anak buah Osborn yang berjumlah tiga itu tidak bisa berkutik setelah di amankan oleh beberapa militer disana.


Sebenarnya di dalam kediaman Rasford tidak seperti apa yang disampaikan oleh anak buahnya tadi kepada bosnya sebelum mereka tertangkap.


Rekan-rekan Lucy sengaja membuat situasi palsu guna menipu target.


Di dalam sana sebenarnya adalah aktris yang menyerupai Ronal sebagai penyamaran.


Dan bukan hanya di kediaman Rasford saja, kediaman Marie juga ramai setelah terjadi penangkapan beberapa orang di duga mafia telah di amankan sebelumnya.


"Huh... anak itu memang memiliki intuisi yang bagus. Anak buah suruhan Osborn benar-benar akan datang kemari," gumam Marie merasa lega.


"Iya, Ronal memang cowok yang terbaik. Dia pantas disebut sebagai suami idaman!" celetuk Sisi yang langsung mendapatkan bogem di kepalanya oleh Marie.


"Sudah ibu bilang untuk jangan menganggap Ronal sebagai orang yang kamu sukai! Haa... harus bagaimana lagi agar kamu mau melupakan perasaan itu pada Ronal..." gumam Marie murung.


Sementara Sisi hanya diam tak menanggapi gumamam ibunya.


Membuat Sisi lelah jika harus ditanyai oleh tetangga yang kepo tentang kejadian tersebut.


Sebelumnya ia sempat di tanyai berbagai pertanyaan, itupun baru satu orang. Belum lagi yang lainnya.


•••


Seorang penghulu disewa dengan biaya mahal guna meresmikan pasangan kekasih tersebut.


Tak lain adalah Osborn dan Dorothy, mereka sebentar lagi akan menuju ruangan yang telah disiapkan begitu cantik.


Sengaja di dekor agar pernikahan itu terasa berkesan meskipun begitu mendadak. Nampaknya Osborn memiliki rencana cadangan.


Namun Dorothy menolak dengan tegas akan pernikahan tersebut sampai-sampai menangis tak mau menjalani prosesi pernikahan.


"Aku tidak mau kesana, kalian pergi saja sana!!" ucapnya bernada tinggi kepada dua pengantar wanita. Liriknya tadi cukup membuat kedua wanita itu terdiam.


Dorothy kemudian menangis sejadinya disaat beberapa pria memasuki kamar rias tersebut dan memaksanya untuk keluar menuju tempat di mulainya prosesi pernikahan paksa itu.

__ADS_1


Duk.


Bugh.


"Argh!! Sialan kau!" gertak salah seorang pria yang sebelumnya menarik lengan Dorothy secara paksa, ia meringis kesakitan setelah di tendang titik vitalnya.


"Jangan main-main denganku, lebih kamu menurut saja. Ini juga perintah dari bos, meskipun kamu tak mau dia pasti akan melakukan berbagai cara agar dirimu menikah dengannya!" ujar pria bermuka terdapat goresan seperti sayatan pisau di bawah matanya, terlihat dengan raut tajam saat berkata.


Aura menekan saat melihat pria di depannya itu membuat Dorothy entah mengapa merasa ngeri, seperti halnya melihat seorang pembunuh berantai yang siap membunuh korbannya jika kemauannya tidak di turuti.


"Aku maafkan kamu wanita, ini karena dirimu semata-mata perempuan kesayangan bos, arh..." ucap pria satunya beranjak bangun dari posisi tertunduk nya tadi. Dirinya masih merasakan nyeri di titik vitalnya.


"Baiklah, aku menyerah. Tapi dengan satu syarat!" Dorothy akhirnya memutuskan, namun melibatkan syarat.


"Menurut lah, bos bilang jika dirimu susah untuk ditangani kami bebas melakukan segala cara agar dirimu bersedia!" balas pria tedapat luka di bagian wajahnya tak menghiraukan syarat dari Dorothy tadi. Ia menatap malas pengantin dari bosnya itu.


"Ya sudah, aku tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Tidak akan..."


Seseorang dari arah belakang membuat Dorothy pingsan karena menekan titik pada lehernya.


"Cepat bawa dia, jangan sampai membuat bos marah!" ucapnya menekan dengan raut tak suka kepada dua pria itu.


Dikala kedua pria tadi akan mengangkat badan Lucy yang sempat bersandar di badan pria yang membuatnya pingsan, pria itu secara tak terduga menyerang dua pria itu disaat mereka lengah.


Sementara dua wanita perias terlihat diam setelah ditodong pisau pada lehernya oleh dua orang yang tiba-tiba muncul.


BIP!!!


Entah mengapa suara peringatan itu berbunyi disaat mereka bertiga selesai menyamar menjadi anak buah Osborn, dengan jas khusus.


"Gawat! Kita ketahuan, bagaimana bisa?"


"Abaikan, kita jalankan rencana B saja, lawan mereka semua yang menuju kemari!" sahut pria tedapat bekas luka di wajahnya memberi perintah.


Dan benar saja. Jalan yang akan mereka lalui di kepung oleh banyak anak buah Osborn, sedangkan melewati jendela tak mungkin jika harus membawa seorang wanita tengah pingsan.


"Tch, sial!"

__ADS_1


__ADS_2