Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku
Perundungan


__ADS_3

Malam berlangsung panjang, Ronal akhirnya mendapati salah seorang pegawai klub yang menurut Dion dikenalinya sebagai salah seorang yang melakukan hal buruk kepada Marie malam itu.


Ya, Dion yakini jika pria itu adalah salah satu pelakunya.


Rencana pun dimulai, pria itu kemudian diajak bicara oleh satu orang diantara suruhan Ronal lainnya. Dia menyamar sebagai pelanggan chek in VIP.


Wanita berparas cantik dengan pakaian sedikit terbuka di bagian belakang tubuhnya.


Namun siapa sangka, godaan terus menerus dilancarkan olehnya pada target membuatnya mampu memperdayai.


Pria itu kemudian keluar dari klub seolah benar-benar menurut atas perkataan wanita berparas cantik itu, yang senyumannya bagaikan madu dan gula.


Target sudah tidak memperdulikan pelanggan tersebut yang pada awalnya ingin mendapatkan pelayanan VIP melalui pria itu, dan pria itu menyangka wanita cantik tersebut menyukainya.


Membawanya masuk kedalam mobil dan...


Grep.

__ADS_1


"Katakan, apa kamu pernah melihat wanita ini?!" ucap wanita berparas cantik tersebut sembari menarik kerah baju pria itu hingga tepat berada di depan wajah cantiknya yang berubah cepat menjadi tatapan tajam mengintimidasi. Seraya menunjukkan sebuah foto.


Pria itu terkejut, dan dibuat melongo. Bukan karena baru sadar seseorang telah menipunya, melainkan dia jatuh cinta kepada wanita cantik tersebut.


Tak lama pria itu menceritakan kronologi kejadian malam itu sampai tuntas. Ternyata pria itu dapat diajak bekerjasama dengan baik dan mudah.


Melalui pesan di ponsel informasi tersebut dikirim oleh wanita itu kepada Ronal yang Masih berada di dalam bar.


Sebenarnya ia dan beberapa orang suruhannya menunggu kedatangan Gerald Osborn, sang pemilik klub malam yang memiliki banyak cabang.


Inti dari pesan itu rupanya mengejutkan Ronal bahwasanya target mengatakan jika seseorang mengutus dirinya untuk berbuat hal buruk sesuai arahan dari bosnya.


Terhadap Marie, namun ada hal ganjil yang menganggu. Karena pria itu sendiri tidak mengetahui rupa bosnya. Hanya penyampaian dari rekannya saja dan cuma ikut-ikutan saja.


"Tsk,"


"Ada apa?" Dion bertanya usai menegak wine.

__ADS_1


"Lihat saja."


Ronal menunjukkan ponselnya kepada Dion.


Jam terus berputar dan malam semakin pekat Ronal masih belum mendapatkan kabar mengenai bos dari tempat ini, bahkan batang hidungnya belum terlihat sama sekali.


Sementara Dorothy kini berada di sebuah kamar ukuran King berpakaian ala anak sekolahan dan terpaksa menunjukkannya kepada seorang pria.


Sebelumnya dirinya diancam dengan sangat tegas karena beberapa saat yang lalu, dirinya berani melawan tuan Gerald dengan melayangkan satu tamparan keras hingga membekas.


Sebuah ancaman yang berbahaya bagi rumah tangganya sampai-sampai Dorothy hanya bisa pasrah, di satu sisi dia tidak ingin membuat Ronal kecewa jika diketahui perbuatannya. Di satu sisi lagi dirinya tidak ingin rumah tangannya hancur berantakan.


Bahkan pria paruh baya yang masih terlihat muda itu sempat mengancam Dorothy akan menyebarkan hal panas yang selama ini dilakukannya bersama dengannya.


"Kemarilah, patuh dan taat jika tidak ingin semua orang tahu hal busuk yang kamu lakukan selama ini. Bukan cuma rumah tanggamu saja yang akan berakhir, melainkan semuanya!" ucap pria itu masih menekankan, membuat Dorothy menundukkan wajahnya diikuti oleh anggukan pelan.


Pria itu kembali menunjukkan posisinya sekarang bak raja agar Dorothy tidak melawan lagi maupun lari. Karena mustahil untuknya melarikan diri dari seseorang yang sudah memegang kendali penuh atas dirinya dengan ancaman gila.

__ADS_1


__ADS_2