
Sama sekali tak diketahui oleh Marie sebelumnya bahwa salah satu pelanggannya yang notabenenya pelajar nyatanya adalah pacar dari anaknya, Lucy.
"Maafkan ibu nak, ibu berbuat salah dan tidak mengetahuinya.." ucap Marie mengakui dirinya salah, kemudian menundukkan kepala dengan wajah masam.
"Hmm, aku maafin juga hal itu Bu.. kebetulan aku memiliki seseorang yang spesial dan baru aku tegaskan untuk mengejarnya. Karena dia adalah orang yang sulit untuk aku raih, dan mungkin saja... ibu tidak merestui," terang Sisi memaafkan ibunya dan berkeluh kesah namun hanya sebuah kemungkinan saja.
Seperti halnya restu ibunya adalah syarat dimaafkan kesalahannya oleh Sisi.
Marie kemudian menyeka air matanya, ia penasaran sekali dengan siapa sosok pria yang membuat anaknya berpikiran begitu.
Hingga tak yakin jika dirinya tidak merestui hubungan tersebut.
"Terimakasih Sisi.. sudah memaafkan ibu... ibu bersyukur memiliki anak perempuan yang baik, dan salah satunya adalah kamu. Kalau boleh tahu.. siapa pria yang ingin kamu kejar, ibu pasti mendukung. Tapi jika dia adalah orang yang tidak baik mungkin ibu akan mengawasi mu terlebih dahulu dan pria yang kamu sukai itu harus diperkenalkan ke ibu!" pinta Marie dengan senyuman hangat.
Marie merasa sangat bersyukur sekali Sisi memaafkan semua kesalahan dirinya di masa lalu. Kali ini yang membuat ia penasaran adalah orang yang disukai Sisi.
Dan kali ini Marie akan berubah menjadi orang tua normal yang mengawasi setiap anak-anaknya dengan tulus. Tidak lagi keluar malam demi mencari uang tambahan.
Yang sampai saat ini entah untuk apa Marie kumpulkan, jumlahnya pun fantastis. Namun hal tersebut belum diketahui ketiga anaknya.
Sebelum berucap Sisi terlebih dahulu mengambil nafas panjang kemudian mengeluarkannya.
"Haa..."
Sudah lega dengan tekanan yang ia rasakan, akhirnya...
"Ronal Bu.. aku mencintainya...!" ucap Sisi yang pada akhirnya berani mengungkapkan isi hatinya, dia benar-benar mencintai Ronal. Baginya Ronal adalah seseorang yang membuatnya lepas dari ingatan buruk yang menghantui, yang sempat meminta untuk diingat di masa lalu.
Flashback on
Di sebuah taman kanak-kanak, lebih tepatnya di area tempat bermain.
Saat itu Sisi tengah duduk sendirian tanpa bermain dengan teman-temannya, bahkan ada yang mengajak, namun ia menolaknya.
Dan dengan terang-terangan ia mengucapkan kalimat menusuk yang sengaja ia lontarkan agar temannya menjauh.
__ADS_1
Sehingga mereka ter-sugerti tidak memiliki teman bernama Sisi dikelas.
Hanya saja hal itu tidak berlaku bagi seorang anak laki-laki aktif yang selalu ceria kemanapun ia melangkah. Dia bernama Ronal.
"Apa aku boleh bermain denganmu?" tanya Ronal pada saat itu.
Sisi belum menjawab ia kini memperhatikan laki-laki didepannya yang nampak polos. Sampai tidak mempan terhadap perkataan menusuk yang sering ia lontarkan kepadanya.
Ia bahkan sempat merasa heran kepada anak laki-laki itu.
Berulang kali Ronal mengajak berteman dengan Sisi maupun bermain dengannya, dan selalu saja Sisi tolak dengan kasar.
Tetap saja, Ronal tidak masalah dengan hal itu. Dirinya seperti mendapatkan misi yang memang harus diselesaikan, yaitu menjadi teman Sisi.
Hal itu dikarenakan sifat Ronal yang tak ingin ada teman-temannya yang sendirian seakan dikucilkan, dan nyatanya dialami oleh Sisi.
Lama kelamaan Sisi akhirnya keluar dari jurang dalam yang membuatnya menjadi seperti sekarang.
Dirinya yang dititipkan kepada teman ibunya selalu mendapat kekerasan fisik dan mental membuatnya lambat laun dewasa tidak pada waktunya.
Parahnya lagi hal itu tidak diketahui ibunya.
Mengerti akan hal kedewasaan yaitu hitam putihnya kehidupan.
Ronal yang memiliki tingkat pemahaman cukup baik saat masih di taman kanak-kanak pun belajar banyak dari keluh kesah Sisi.
Bahkan setiap hari selalu ada hal dari kata-kata versinya sendiri yang ia ucapkan kepada Sisi. Dan mampu membuat Sisi tergerak walaupun beberapa perkataan Ronal tak dimengerti.
Hingga hari itu datang, keduanya tidak bertemu lagi.
Ingatan Sisi lalu berganti pada ingatan dirinya saat kembali bertemu dengan Ronal.
Pertemuan yang sangat mengharukan pada saat itu. Keduanya lalu saling bercerita dan menanyakan kabar terakhir bertemu.
Hari demi hari berlalu sampai Sisi mengetahui jika Ronal memiliki seorang kekasih. Perempuan cantik yang ia ketahui adalah Lucy sang primadona sekolah.
__ADS_1
Tak menyangka jika selama ini Ronal tidak berterus terang kepadanya dari awal pada saat bercerita masing-masing. Mengenai dirinya yang sudah memiliki pacar.
Karena mengetahui hal itu Sisi memilih untuk tidak terlalu dekat dengan Ronal dan membatasi berkomunikasi dengannya.
Hingga pada kesimpulan dirinya harus berhenti mengejar orang yang dicintainya itu.
Sayangnya tidak seratus persen Sisi terima, karena dirinya ingat di waktu-waktu semenjak pertemuan itu ia sering bertemu bahkan berkencan dengan Ronal. Selayaknya seperti seorang kekasih.
Pada akhirnya Sisi berani untuk berterus terang mengungkapkan perasaannya kepada Ronal dengan hati yang mantap.
Dan jawaban Ronal yang sampai sekarang ini Sisi ingat adalah "Maaf Sisi, aku bukannya menolakmu tapi.. diriku sudah menaruh hati pada seseorang."
Sejak saat itu Sisi seakan kabur dari kehidupan Ronal, tak pernah menelepon maupun mengirimi pesan sekedar untuk menanyakan kabar.
"Sisi.. kamu tahu sendiri kan, Ronal adalah kakak tirimu. Dan ibu tidak bisa membuatmu bersamanya, ku harap kamu mengerti.."
"Apa ibu tidak suka dengan Ronal? Ibu tidak tahu ya perasaan aku gimana..."
"Bukannya tidak suka hanya saja rasanya begitu..."
Lucy lalu kembali masuk kedalam membuat Marie tidak melanjutkan omongannya.
"Kamu tidak bisa bersama dengannya, Sisi. Karena Ronal sudah memiliki kehidupannya sendiri, dia sudah memiliki istri!" ungkap Lucy yang mana membuat Marie maupun Lucy terkesiap.
Mereka tidak mengerti hal itu sebelumnya bahwa Ronal telah berkeluarga.
"Tidak mungkin.." Sisi nampak tak mempercayai begitu saja perkataan Lucy. Begitupun dengan Marie.
"Apa benar begitu Lucy, Ronal sudah berkeluarga? Sejak kapan? Ibu sama sekali tidak tahu kabar itu."
"Ya, kenyataan memang begitu. Ronal sudah menikah di umur sembilan belas tahun tanpa disangka-sangka sebelumnya, aku pun saat bertemu dengannya..." Lucy tidak melanjutkan perkataannya, ia tak ingin menceritakan masa lalunya dengan Ronal yang sempat terpisah dimasa lalu kepada ibunya maupun Sisi untuk sekarang ini. Bahkan anehnya mereka berdua sampai terjerat hubungan sepasang kekasih.
"Ini, aku memiliki buktinya.... Ibu sama Sisi harus lihat!" ujar Lucy sembari menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto sepasang kekasih yang tengah memakai baju pengantin.
Kini dilihat dengan jelas oleh Marie maupun Sisi, di tiap menitnya foto berganti dan banyak sekali bukti yang menunjukkan jika Ronal telah beristri.
__ADS_1
Membuat mereka berdua akhirnya percaya. Senyum merekah terlihat dari wajah Marie yang tak menyangka jika Ronal memiliki istri secantik itu dan kini telah menjadi orang sukses.
Berbeda dengan Sisi yang nampak masam sekaligus berat untuk menerima kenyataan tersebut. Lagi-lagi dirinya terlambat, hilang sudah sudah harapan besar itu.