Possessive Brother

Possessive Brother
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

"Wah pemandangannya indah sekali," seru Syahidah mulai mengambil kameranya dan merekam kegiatan mereka, Ia bahkan merekam Zidan yang kini kesulitan membawa kedua kopernya dan koper satunya lagi dibawa oleh Papanya.


"Syahidah, bawa sendiri nggak kopernya kalau nggak Kakak tinggal ya disini!" kesal Zidan yang sudah membawa ranselnya dan kedua koper besar milik Syahidah belum lagi ia harus menggantung di lehernya tas Shakila, membuat dia benar-benar dipenuhi dengan barang-barang saat ini.


Penampilan Zidan tak kalah dari Papanya, satu koper besar Syahidah dan satu koper besar Nandira dan ia juga membawa ransel untuk pakaiannya sendiri dan tas samping Nandila yang juga bergelantungan di lehernya, sementara Nandira dan Shakila sudah berlarian ke pantai.


"Ayo dong Kak, lihat tuh Papa aja nggak ngeluh bawa barang-barang sebanyak itu, malah lebih banyak lagi dari kakak." Syahidah menunjuk ke arah Papanya yang pasrah.


"Udah sana kamu main sama Mama dan adikmu! Biar Papa dan Zidan yang bawa semua ini ke hotel," ucap Rafiz yang pusing mendengar pertengkaran mereka.


Syahidah menjulurkan lidahnya kemudian berlari menuju Mama dan Shakila.


"Kamu kenapa sih, mengalah aja sama adik kamu. Jika di rumah nggak apa kalian bertengkar ini di tempat umum, kalian masih saja bertengkar," ucap Rafiz terus berjalan sambil menyeret dua koper besar di tangannya.


"Apa Papa nggak lihat penampilan kita kayak gimana? Untung aja di sini nggak ada yang ngenalin kita, jika ada bisa hancur reportasi Aku, Pah," ucap Zidan melihat penampilan mereka pada pantulan pintu hotel.


"Sudah tenang aja, hotelnya juga udah dekat nanti akan ada petugas yang membantu."

__ADS_1


Zidan tak bicara lagi dan mempercepat langkahnya menuju ke pintu utama hotel yang ada di hadapannya.


Saat Zidan akan membuka pintu masuk hotel tersebut ia mematung saat melihat di depannya berdiri Arsy yang akan keluar dari hotel.


Terlihat jelas jika Arsy juga terkejut melihat penampilannya, sedang Clara menahan tawa melihat penampilan pria yang sudah menjadi idolanya itu, membuat Zidan benar-benar kehilangan muka. Ingin rasanya ia menghilang saat itu juga ke planet terjauh dari bumi.


"Siang, Om," sapa Arsy dengan senyuman canggungnya pada rafiz. Ia memang mengenal Rafiz, ia sering ikut bersama dengan Papanya jika menghadiri undangan rekan bisnis papanya Saat bundanya sedang sibuk.


"Kamu menginap di hotel ini juga?" tanya Rafiz.


Arsy dan Clara pun membuka pintu Hotel itu lebar-lebar dan membiarkan Rafiz masuk begitu juga dengan Zidan masuk.


"Kami permisi dulu Om," ucap Arsy sebelum pergi bersama dengan Clara. Zidan bisa mendengar suara cekikikan mereka saat sudah sedikit menjauh. Zidan hanya bisa menghela nafas dan bersandar di dinding.


Rafiz tahu apa yang dipikirkan anaknya itu saat ini. Dari tadi ia memusingkan jika ada yang temannya yang melihatnya dan saat ini yang melihatnya adalah gadis yang disukainya.


"Ayo kita ke kamar, kamu mau tas-tas itu terus bergelantungan di leher kamu," ucap Rafiz menahan tawanya melihat penampilan mereka yang memang sangat lucu, para wanita di keluarganya memang selalu saja membuat mereka kerepotan.

__ADS_1


Zidan hanya menghela nafas dan mengikuti Papanya menuju ke resepsionis, begitu mereka sudah mendapatkan pintu kamar seorang karyawan hotel tersebut menghampiri dan membantu mereka membawa barang-barang.


Mereka hanya diberi dua kamar membuat Rafiz dan Zidan memutuskan untuk sekamar begitupun dengan ketiga wanita di keluarganya. Mereka harus berbagai kamar dengan para tamu undangan lainnya.


Di kediaman Dika.


Mereka sudah akan berangkat ke rumah mempelai wanita, akad nikah hanya diadakan secara sederhana di kediaman keluarga wanita dan hanya di hadiri keluarga Kedua mempelai termasuk keluarga Abraham Wijaya. Para tamu undangan akan menemui kedua mempelai saat malam nanti.


Saat ini para tamu sedang menikmati pantai dan wahana yang disediakan di pulau tersebut. Beberapa petugas di pulau tersebut sudah mengenalkan mereka wahana-wahana yang ada? Mengenal tempat-tempat yang bagus di pulau itu, walau belum sepenuhnya merangkum, tapi mereka sudah bisa menikmati dan mendapatkan pemandangan yang indah.


Syahidah tak kalah membantu mempromosikan pulang itu saar melakukan siaran langsung, beberapa view nya banyak yang tertarik untuk datang ke pulau itu, sudah ratusan komentar yang menanyakan di mana letak pulau itu dan apa saja yang bisa dinikmati di sana. Syahidah terus menjawab komentar mereka hingga tiba-tiba Zidan datang dan mengambil kameranya.


"Semua ini gara-gara kamu, aku jadi sangat malu pada Arsy, dia pasti menertawakan ku," kesal Zidan memukul-mukul wajahnya dengan boneka kesayangan Syahidah.


Syahidah terus tertawa, dia tak bisa membayangkan bagaimana wajah kakaknya saat mereka bertemu tadi dengan penampilan Zidan yang dipenuhi oleh tasnya.


🌹🌹 Makasih kak 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2