
Zidan menghampiri ketiga sahabatnya dan melakukan tos. Zidan duduk di kursi yang ada di tengah, ketiganya menunggu dengan sabar apa yang ingin Zidan katakan.
"Kalian nggak usah kayak gitu, biasa aja kali," ucap Zidan menertawakan ekspresi wajah ketiga sahabatnya.
"Zidan, gimana? Apa kamu sudah memberitahu papamu? Apa kami dapat pekerjaan?" tanya Memet yang sudah tak sabar.
"Apa kalian yakin ingin bekerja, jika kalian mutuskan untuk bekerja, kalian harus serius."
"Aku pribadi sangat serius, aku sudah memutuskan untuk bekerja. Jika tak diterima bekerja di perusahaan papamu, mungkin aku akan mencari pekerjaan tempat lain. Apapun bisa aku kerjakan, aku benar-benar membutuhkan uang untuk membayar kuliahku kedepannya," ucap Nizam dengan serius.
"Kenapa kamu jadi serius begitu sih! Kami akan membantumu. Kamu tak usah terlalu memikirkan masalah biaya kuliah mau," ucap Riza.
"Benar. Kami takkan mungkin membiarkanmu tak melanjutkan pendidikan hanya karena masalah biaya," tambah Zidan.
Nizam yang mendengar ucapan sahabatnya, teman semasa kecilnya itu merasa lega. Selamat ini ia selalu memikirkan biaya kuliahnya nanti. Sebentar lagi mereka akan lulus dan tabungan untuk biaya kuliahnya belum sepenuhnya terkumpul. Nizam tak ingin membebani kedua orang tuanya yang hanya bekerja sebagai petani.
"Sebenarnya aku sudah bicara pada papa dan tentu saja setuju papa, tapi apa kalian yakin? Kita akan bekerja sambil kuliah dan pekerjaan kita kedepannya mungkin akan sulit dan kita akan bekerja sama dengan perusahaan besar dalam dan luar negeri." Zidan menatap bergantian wajah ketiga sahabatnya dengan serius.
"Tempatkan aku di bagian yang gak terlalu susah ya, walaupun sedikit sibuk nggak apa-apa yang penting aku bisa bekerja dengan kalian dan tak membebani kalian nantinya," ucap Memet.
"Aku juga! Nggak apa jika pekerjaanya cukup berat, tapi jika bisa aku ga harus ke kantor tiap hari, maksud pekerjaan yang bisa di lakukan di tempat lain, misalnya dirumah," tambah Riza tersenyum lebar melihat ketiga temannya yang melihatnya. "Gaji kecil juga tak masalah, aku hanya membutuhkan pengalaman kerja saja papaku sebenarnya sudah meminta ku untuk berkerja perusahaannya, tapi aku benar-benar ada minat bekerja serius," lanjut Riza.
"Tenang saja," ucap Zidan kemudian mengeluarkan laptopnya. Sama saat berada di ruang rapat tadi, kali ini ia juga menjelaskan tentang Sicret Partner level Diamond yang ia buat. Ketiganya tercengang itu merupakan permainan game online yang terbaik yang pernah mereka lihat, itu jauh lebih menantang dari game Sicret Partner yang terakhir yang saat ini sedang mereka mainkan.
"Wahh Zidan, kamu memang benar-benar hebat. Aku tak menyangka ternyata kau masih mengembangkan permainan ini," salut Nizam.
"Tapi, apa tugas kami?" tanya Memet menggaruk kepalanya, ia sama sekali tak tahu menahu masalah game online, yang ia tahu hanya bermain itu pun tak begitu mahir, dia antara mereka bertiga, Memet lah yang memiliki poin terendah.
"Aku dan Nizam yang akan menangani hal-hal yang sulit, kami yang akan mengerjakan pengembangannya. Kalian berdua tinggal membantu saja. Riza kamu bisa bekerja di bagian promo, bekerja samalah dengan Syahida, ia akan membuat aku baru baru dan itu akan menjadi akun resmi pecinta game Sicret Partner. Kamu juga yang bertanggung jawab atas lomba yang nanti akan kita adakan.
__ADS_1
"Kalau itu sih aku sanggup, itu keahlian ku." Riza bergaya memamerkan kacamata hitamnya.
"Tunggu maksudnya aku membantu dalam hal apa ya?" tanya Memet yang masih tak mengerti dengan tugasnya.
"Kamu bantu bantulah, misal kami butuh cemilan ya kamu yang beli. kami capek kamu yang pijat," ucap Riza tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi tak suka dari salah satu sahabatnya itu.
"Nggak, aku nggak mau jadi pesuruh kalian, beri aku pekerjaan yang lebih keren."
"Tenang saja, nanti aku akan menempatkan mu dibagian yang penting juga, kami akan membantu agar kau bisa menguasai pekerjaanmu itu dengan baik nantinya" sahut Zidan.
"Satu lagi, ini kerjasama jangka panjang dan kita akan bekerja sama dengan perusahaan besar nanti, jadi aku ingin kalian serius."
"Aku sanggup," ucap Nizam.
"Aku juga sanggup," tambah Memet
Mereka bertiga melihat ke arah Riza,
"Ya udah, sekarang kita berbelanja dulu. Kalian ke kantor harus menggunakan setelan jas lengkap."
Nizam dan juga Memet saling pandang mendengar kata setelan jas sudah pasti harganya akan sangat mahal.
"Aku punya beberapa setelan jas, jika mau kalian bisa menggunakannya sepertinya ukuran kita sama kok," sahut Riza.
"Udah nggak perlu, kita beli yang baru saja semuanya biar aku yang bayar nanti aku akan memotong sedikit demi sedikit dari gaji kalian," ucap Zidan berpikir cepat agar tak menyakiti perasaan mereka.
"Ya udah tunggu apalagi," ucap memet dan kemudian mereka pun menuju ke butik untuk membeli setelan jas.
Zidan masing-masing membelikan mereka beberapa pasang setelan jas, ia sengaja tak menyebutkan harganya yang sudah pasti kedua temannya itu akan menolak jika mengetahui harga jas yang mereka beli, Zidan sengaja membawanya ke butik langganan l
__ADS_1
kedua orang tuanya.
****
Malam hari di kediaman keluarga Wijayajaya mereka semua sedang berkumpul termasuk Arsy dan juga Clara.
"Bunda, rencana besok aku dan Natali akan kembali ke London. kami sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan kami di sana," ucap kelvin duduk di samping bundanya.
"Iya, Bunda memang tak memungkinkan menahan kalian selamanya di sini, Bunda mengerti kalian punya tanggung jawab juga di sana.
"Pah lihat ini, sepertinya Zidan sudah mulai memperkenalkan game online terbaru yang akan kita ditulis nantinya," ucap Arya memperlihatkan akun YouTube yang Zidan sengaja buat khusus untuk penggemar Sicret Partner.
,
☘️☘️☘️☘️
Rekomendasi, yuk mampir 🤗
My Sexy Bodyguard I love you
DIA MENOLAK DAN TERUS MENOLAK TAPI PADA AKHIRNYA IA TAK MAMPU MENOLAK PESONA BODYGUARD PRIBADINYA
Seorang gadis bernama Cinta yang berasal dari keluarga yang kaya, mandiri, pintar dan baik hati.
Pada suatu ketika saat orang tuanya hendak tinggal di luar negeri untuk waktu yang agak lama memutuskan untuk memberi anak tunggal seorang bodyguard pribadi.
Cinta menolak dan terus menolak merasa mampu dan tidak membutuhkan seorang bodyguard.
Tetapi takdir berkata lain akhirnya ia jatuh cinta dan bertekuk lutut pada pesona bodyguardnya
__ADS_1
Ikuti kisahnya bagaimana pesona seorang bodyguard bisa mengalahkan beberapa cowok cowok tajir dan ganteng lainnya. bahkan menundukan kedua orang tua Cinta