Possessive Brother

Possessive Brother
Mencoba Mendekati


__ADS_3

Di kediaman calon mempelai wanita, keluarga Abraham Wijaya Sedang menghadiri acara akad nikah Dika, mereka hadir menjadi keluarga dari Dika.


Semua berjalan lancar hingga Dika menjadikan Anisa sebagai istrinya tanpa ada halangan.


"Selamat datang di keluarga Abraham Wijaya," ucap Mikaila saat Anisa mencium punggung tangannya, sebuah kalung berlian di kenakan di leher Anisa sebagai tanda jika ia telah diterima dalam keluarga besar mereka.


Kedua menantu Abraham Wijaya juga melakukan hal-hal yang sama, mereka memberikan kado kepada anggota keluarga baru mereka. Satu menantunya belum datang, Kelvin masih dalam perjalanan dari London.


Kedua keluarga saling menerima satu sama lain. Dika sangat bahagia melihat wanita pilihannya diterima di keluarga angkat nya.


Mereka semua menikmati pesta dengan penuh kehangatan, saling mengenal keluarga satu dengan keluarga yang lain. Itulah tujuan Dika tak mengundang tamu dalam acara akad nikahnya tersebut selain keluar inti mereka.


Acara perjamuan pun dimulai mereka menikmati hidangan yang disediakan oleh mempelai wanita. Arsy keluar dari kerumunan pesta menarik Clara.


"Kita jalan-jalan di pantai aja yuk! Acaranya juga sudah selesai," ajak Arsy.


"Aku pamit sama Kak Diandra dulu ya?" ucap Clara ingin berpamitan kepada kakaknya.


"Udah nggak usah aku sudah pamit sama Bunda jika Kak Diandra mencari pasti Bunda memberitahu di mana posisi kita, ayo kita ke sana!" tunjuk Arsy pada bibir pantai yang terlihat sangat tenang dengan warna air biru menggoda, ia tak tahan untuk mencelupkan kakinya dan berjalan menyusuri pantai tersebut.

__ADS_1


"Ya udah, tunggu apa lagi. Mereka pun berlari menuju ke bibir pantai berjalan-jalan menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Kok Zidan bisa ada di sini ya?" tanya Clara memulai pembahasan tentang Zidan.


"Dia anaknya Paman Rafiz salah satu kolega Papa. Aku sering bertemu dengan paman Rafiz saat menemani papa untuk acara-acara perusahaan."


"Oh jadi dia datang ke sini bukan karena liburan, tapi karena undangan," ucap Clara manggut-manggut mereka kemudian melihat Syahidah yang bermain di pantai bersama dengan Shakila dan juga Nandira.


"Eh kita ke sana yuk! Gabung sama mereka," tunjuk Clara.


"Enggak, ah! kita disini aja," tolak Arsy.


"Kenapa? Ayo kita ke sana pasti suruh bermain bersama dengan mereka?" ucap Clara terus menarik Arsy. Arsy bukannya tak ingin bermain dengan mereka. Namun, ia masih malu dengan Zidan. Zidan pasti ada di sekitaran sana pertemuan tadi sungguh membuat jantungnya berdebar kencang ia melihat sisi lain dari seorang Zidan yang biasanya terlihat cuek dan kaku. Sering bermain bersama juga membuatnya merasa aneh saat bertemu langsung.


"Arsy, Clara," panggil Syahidah melambaikan tangannya saat ia bisa melihat keduanya menghampiri mereka.


"Aku pikir tadi kalian datang untuk liburan Ternyata kalian juga datang untuk pernikahan Kak Dika ya?" tanya Clara pada Syahidah.


"Iya ini kan bukan waktunya liburan, mana mungkin kami meninggalkan sekolah untuk liburan seperti ini."

__ADS_1


Mereka pun menikmati pantai bersama-sama Syahidah dan Clara memilih naik ke perahu nelayan meminta mereka untuk membawanya berjalan-jalan. Namun, Arsy lebih memilih untuk duduk di pinggir pantai menikmati indahnya pemandangan sambil melihat keduanya bermain di atas kapal.


"Permisi apa aku boleh gabung?" tanya Zidan yang sudah duduk di samping Arsy. Arsy sedikit menambah jarak diantara mereka karena Zidan duduk terlalu dekat dengannya.


"Tentu saja," jawabnya. Arsy melihat ke kiri ke kanan takut jika ketiga kakaknya serta Papanya melihatnya duduk sedekat itu dengan Pria. Sudah dipastikan ia akan mendapat teguran dari para bodyguard nya.


"Kenapa kamu nggak naik perahu bersama dengan mereka?" tanyanya Zidan mulai membuka pembicaraan mereka. Keduanya melihat ke arah perahu yang ditumpangi oleh Clara dan Syahidah.


"Aku takut naik perahu sekecil itu, aku disini aja."


Mereka mulai mengobrol santai, Arsy bahkan lupa dengan para bodyguard nya, Zidan sangat ahli dalam mencair kan suasana.


Rafiz dan Nandira melihat kedekatan mereka.


"Sepertinya kita sudah punya calon menantu." ucap Nandira yang sangat setuju jika Putranya jadian dengan gadis cantik yang sedang bersama Zidan saat ini.


"ARSY."


Arsy yang tadinya tertawa gembira langsung terhenti saat mendengar panggilan seseorang.

__ADS_1


Ya, itu adalah Suara Kakaknya Kelvin. kakak yang paling possessive di antara yang lainnya.


🌹🌹Terima kasih sudah membaca 🌹🌹


__ADS_2