
Hari yang ditunggu-tunggu mereka pun tiba. Kini tiba saatnya peluncuran Sicret Partner Level Diamond yang akan dilaksanakan malam nanti. Semua yang ikut dalam pelaksanaannya sudah siap-siap untuk peluncuran game online tersebut.
Malam ini semua harus sudah siap, tak boleh lagi ada yang terlupakan.
Untuk kali ini Gavin dan Zidan memeriksa kembali persiapan peluncuran yang akan mereka adakan malam nanti.
"Aku harap malam nanti tak ada lagi masalah. Aku sudah menyiapkan semuanya dengan sangat matang," ucap Gavin.
"Mudahan-mudahan saja, aku juga sudah menyiapkan bagian-bagian ku tanpa masalah, semoga malam nanti jadi malamnya istimewa dan menjadi awal yang baik untuk geme online Secret Partner level Diamond." Zidan tersenyum membayangkan bagaimana rencana yang sudah diatur dengan sangat baik. Malam nanti ia sudah menyusun sebuah rencana untuk menyatakan perasaannya pada Arsy di depan semua orang.
Gavin melihat beberapa bagian yang sepertinya sudah di tambahkan oleh papanya dan itu membuat semua menjadi lebih sempurna.
"Oh ya, apa setelah secret partner level diamond ini apa kau masih akan mengembangkannya lagi?" tanya Gavin.
"Tentu saja. Aku sudah membuat rancangan level terakhirnya, Level Superstar dan aku harap Peluncuran Sicret Partner level Diamond ini kembali sukses dari sebelumnya sehingga kita bisa meluncurkan Secret Partner Superstar di masa mendatang. Dimana itu akan menjadi Level tertinggi Game online ini," jelas Zidan
"Wow …. Secret Partner level Diamond saja sudah sangat mengagumkan, aku tak sabar untuk menyaksikan menampilkan level lanjutannya. Kapan rencananya kau akan mulai mengembangkannya?"
"Aku akan menjadikannya sebuah kado untuk seseorang dan mungkin aku akan mengadakan peluncurannya saat aku melamarnya nanti," ucap Zidan dengan sangat serius membuat Gavin yang mendengarnya tertawa.
"Apa kau tak berpikir terlalu jauh? Memangnya kau ingin menikah muda? Jika kita menunggu sampai kau mendapatkan jodoh bagaimana jika kau bertemu jodohmu 10 tahun ke depan? Apakah kau akan meluncurkan Secret Partner Level Superstar itu 10 tahun ke depan juga? Tapi bagaimana jika 20 tahun kedepan?" tambah Gavin.
"Tentu saja tidak akan selama itu. Aku sudah menargetkannya. Aku akan mewujudkannya 5 tahun kedepan, biarkanlah Secret Partner Level Diamond ini lebih sukses dari level 1,2 dan 3 sebelumnya. Kita biarkan saja para pecinta game ini menikmatinya." Zidan menerangkan dengan raut wajah serius.
"Apa kau yakin kau akan menikah di lima tahun kedepan?" tanya Gavin mengerutkan keningnya melihat Zidan yang terlihat serius dengan apa yang baru saja dikatakannya.
"Tentu saja," ucapnya dengan yakin.
"Apakah sudah punya calonnya?"
Zidan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Gavin, kemudian ia pun kembali melanjutkan memantau dan memeriksa perlengkapan peluncuran malam nanti. Gavin mengikuti Zidan dan mereka melihat semuanya bersama-sama.
__ADS_1
"Sempurna," satu kata yang diucapkan oleh Gavin yang dijawab persetujuan dari Zidan.
"Sampai ketemu malam nanti," ucap Gavin
mengakhiri pertemuan mereka. Zidan menatap punggung Gavin yang berjalan meninggalkan tempat acara hingga ia masuk ke dalam mobil dan berlalu dari sana.
"Sampai ketemu nanti malam kakak ipar," ucapnya tertawa kecil, ia geli sendiri mendengar ucapnya. Namun, ia benar-benar yakin jika Arsy adalah jodohnya. Ia harus mendapatkannya sesulit apapun itu dan sudah menargetkan 5 tahun ke depan ia kan memiliki gadis berhijab cantik itu seutuhnya. Zidan harus mempersiapkan semuanya sebelum waktu itu tiba termasuk restu, cinta dan juga ke kesuksesannya.
Zidan juga meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ke kediamannya di mana Syahida sudah terlihat sangat sibuk dengan laptopnya. Ia sedang mengatur 20 peserta yang akan ikut berpartisipasi dalam peluncuran malam nanti.
"Bagaimana? Apakah semuanya sudah siap? tanya Rafiz menghampir putrinya yang terlihat sangat sibuk. Saat ini Syahida sedang mengerjakan semuanya di ruang tamu.
"Sudah ,Pah! Aku hanya tinggal mengecek mereka semua apakah mereka sudah berada di hotel yang telah disiapkan dan ternyata masih ada dua orang yang belum sampai. Daerah mereka terlalu jauh dan katanya ada sedikit kendala. Semoga saja sebelum acaranya dimulai mereka sudah sampai." Syahida terus berkomunikasi pada peserta yang belum sampai ke tempat yang telah mereka siapkan."
"Ini masih siang, masih ada waktu untuk menunggunya." Rafiz mencoba menenangkan putrinya itu.
"Iya, tapi kalau sampai malam dia tak datang?"
"Tenang saja, jika sampai malam yang kau maksud belum datang kita bisa menggantikannya. Kita punya banyak pemain yang yang ahli, Nizam dan Riza bisa menggantikan mereka, jika memang mereka tak bisa datang tepat waktu, jangan memaksakan jika memang mereka tak bisa hadir. Kau tau usah khawatir jika memang hanya kurang dua orang," ucap Zidan.
"Kakak jadi malam nanti akan menyatakan perasaan kakak pada Arsy?" tanya Syahida keceplosan membuat Rafiz melihat putranya itu.
"Kamu jangan main-main. Kamu yakin akan menyatakan perasaanmu pada Putri Abraham malam nanti? Apa kau sudah mendapatkan restu?"
Zidan menggelang.
"Bagaimana jika kamu ditolak? Kamu akan disaksikan oleh jutaan orang!"
"Bukankah Papa juga melakukan hal itu saat melamar Mama? Apa waktu itu Papa tak takut jika ditolak Mama?" tanya Zidan yang masih mainan jelas bagaimana proses pelamaran kedua orang tuanya saat itu.
"Iya, Cincin yang harusnya diberikan untuk Mama malah ketinggalan ya, Pah! Untung Syahida punya cincin yang Syahida simpan sebagai liontin. Jika tidak itu akan menjadi acara yang memalukan." Syahida tertawa saat mengingat kejadian itu.
__ADS_1
Rafiz melamar Mamanya dan melupakan cincinnya.
"Tapi waktu itu beda. Papa sudah yakin jika mamamu pasti akan menerima lamaran Papa, tapi bagaimana dengan situasi saat ini. Kamu tau sendiri kan Abraham Wijaya dan juga ketiga kakak Arsy tak mengijinkannya."
"Aku yakin jika Arsy akan menerimaku. Setelah ia menerima cintaku, aku akan menemui keluarganya langsung dan minta izin."
"Bagaimana kalau kakak ditolak?"
"Tak akan," jawab Zidan santai mengambil cemilan Syahida yang ada di meja.
"Kakak pede banget."
"Mau taruhan? Jika Arsy menolak ku kau akan ku ijinkan menjalin hubungan dengan Kian, tapi jika Arsy menerima pernyataan cinta ku kau tak boleh menjalin hubungan dengannya. Bagaimana?"
"Nggak mau," jawab Syahida cepat.
"Syahida, apa kamu yakin ingin menjadi hubunganmu dengan Kian? Memangnya kalian sudah sampai mana? Maksud Papa apa kalian sudah berpacaran?"
"Nggak, Pah! Kami hanya teman dekat. Kakak belum memberi izinnya untuk aku berpacaran dengan Kian."
"Bagus ... kalian sebaiknya berteman saja." Rafiz juga mengambil cemilan Syahida dan memakannya.
Mendengar Papa dan Kakaknya lagi-lagi kompak melarangnya untuk berpacaran membuat Syahida mengambil keripik yang akan diambil oleh Zidan dan papanya lagi.
Syahida menyembunyikannya dibalik badannya.
"Kalau kakak dan Papa mau, beli sendiri," ucapnya kemudian meninggalkan mereka dan memilih bergabung dengan mama serta adiknya di ruang TV, menonton kartun kesukaan Syakila, the little pony.
🌹Selamat membaca🌹
"Maaf Atas ketidak nyamanan nya"
__ADS_1
🙏🙏😭🙏🙏
Kita lanjut sampai tamat.