
Begitu mereka sampai di Cafe, Kian dan Zidan langsung beriringan berjalan masuk ke dalam Cafe tersebut. Cafe itu adalah milik Kian, dimana selain ia mengembangkan usaha restorannya Ia juga mendirikan beberapa Cafe.
"Selamat siang," ucap beberapa karyawan yang menunduk menyambut kedatangan Kian.
"Apa ini salah satu Cafe milikmu,?" tanya Zidan yang sudah tahu jika Kian memiliki beberapa usaha, ia sudah melihat data-datanya pada laptop Syahidah.
"Iya. Namun, semua ini merupakan usaha ayahku. Aku hanya melanjutkannya, aku baru memiliki beberapa restoran yang aku mulai sendiri dari awal," ucap Kian mengerahkan Zidan menuju ke ruang kerjanya, memesan menu untuk mereka berdua.
"Apa yang ingin kau bahas denganku?" tanyanya, Zidan yang biasanya selalu bersikap cuek padanya sekarang ia mengajaknya untuk pergi berdua.
"Apa kau kenal dengan dekat dengan keluarga Arsy," tanya Zidan tanpa basa-basi.
"Aku tak terlalu kenal dengan mereka, aku hanya mempunyai kerjasama bisnis dengan Kak Gavin dan adapun dengan kak Kelvin Aku tinggal bersebelahan dengan Apartemen Kak Kelvin saat masih tinggi di London, jadi Kami sering bertemu di sana.
"Apa hanya itu?"
"Iya, hanya itu. aku tak pernah berkunjung ke kediaman mereka, aku juga tak terlalu akrab dengan Arsy. Aku tahu jika Pak Abraham memiliki Putri. Namun, sepertinya dia sangat menjaga putrinya itu.
"Tentu saja dia harus menjaganya, kau tak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang adik perempuan, apalagi jika bandel dan tak mau mendengarkan nasihat orang lain."
"Apa kau menyukai Arsy?" tanya Kian ingin memastikan, walau ia sudah tahu jawabannya.
"Aku menyukai sejak pertama kali melihatnya dan aku akan mendapatkannya."
"Kau harus melewati ketika kakaknya terlebih dahulu," ucap Kian.
"Tentu saja, aku pasti bisa mendapatkan kepercayaan dari mereka."
"Caranya?
__ADS_1
"Aku akan bergabung dalam bisnis dan mendekatkan diri pada mereka. Aku membutuhkan sedikit bantuanmu untuk mempertemukanku dengan salah satunya terlebih dahulu. Menurutmu diantara ketiganya mana sebaiknya yang aku temui lebih dulu? Kau sudah sedikit mengenal tentang mereka, dari caranya menatapku mereka bertiga seakan memandangku sebagai musuh," ucap Zidan yang membuat Kian menahan tawanya, Ia juga merasakan hal yang sama saat pertama kali mendekati Syahidah, belum lagi kalimat mematikan Yang dilontarkan oleh Rafiz untuknya.
"Dari ketiganya jangan sekali-kali kalau mencoba mendekati Kelvin, sebaiknya kau terlebih dahulu mendekati Gavin. Diandra ketiga Kelvin yang paling possessive berbeda dengan Gavin yang sedikit lebih santai, jika kau ingin sedikit mendapat perlakuan baik cobalah mendekati Gavin saudara kembar Kelvin terlebih dahulu. Lagian Kelvin akan kembali ke London dalam beberapa hari ini dan aku dengar Arya juga akan mengambil bisnis papanya yang ada di luar kota, mungkin untuk beberapa waktu ke depan hanya Gavin yang akan menjaga Arsy. Tapi, kamu jangan melupakan Papanya, dia lebih protektif dari ketiganya, jelas Kian.
"Baiklah aku akan coba mendekati Gavin, aku akan mulai dengan masuk ke perusahaan Papaku terlebih dahulu, aku rasa menjalin kerjasama merupakan trik yang bagus," gumamnnya yang sudah memikirkan beberapa cara untuk mendekati ketiga Kakak Arsy tersebut.
"Apa aku benar-benar tak punya kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Syahidah?" tanya Kian yang membuat Zidan langsung menatap tajam padanya.
"Zidan kami hanya menjalin hubungan sebatas pacaran, kami tak akan melakukan hal-hal yang bisa menyakitinya. Aku benar-benar mencintainya dan aku serius dengan peresaanku."
"Kalian baru bertemu, mana mungkin kamu bisa langsung mengatakan jika kau mencintainya."
"Pertemuanku lebih lama dengan Syahidah daripada pertemuanmu dengan Arsy. Apa aku salah?" tanya balik Kian membuat Zidan terdiam. Memang itulah kenyataannya, ia langsung jatuh cinta saat pertama kali melihat Arsy.
"Baiklah, aku mengizinkanmu untuk mendekati adikku, tapi jika kau sampai menyakitinya aku tak akan melepaskan mu, aku akan buat perhitungan denganmu."
"Kau boleh menghabisiku jika aku lakukan semua itu, satu lagi sepertinya papamu juga menentang aku mendekati Syahidah, tak bisakah kau membantuku?"
"Sepertinya kita harus berjuang, kita lihat siapa yang lebih dulu mendapatkan cinta dan restu di antara kita. Siapa yang berhasil menaklukkan para penjaga mereka."
Kemudian mereka pun melakukan tos, mereka berbincang santai sambil menikmati hidangan Cafe yang telah disiapkan.
Sementara itu keluarga Abraham sudah sampai di kediamannya.
"Gavin Bunda pikir kamu sudah kembali di rumah, tahu-tahunya Kamu masih ada di Dermaga," ucap Mikaila yang sudah berjalan turun sambil mulai merapikan barang-barangnya, mengeluarkannya dari bagasi mobil.
"Tadinya aku ingin langsung pulang, tapi ternyata rekan bisnisku tak jauh dari tempat itu makanya lebih baik kita menunggu kalian di hotel," bohong Gavin.
"Ya sudah bawa semua barang-barangnya masuk," ucap Mikaila kemudian memanggil semua menantunya untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Kau tak menghindari ku kan?" tanya kelvin yang tiba-tiba muncul di belakang Gavin saat Diandra sudah dan yang lainnya sudah masuk ke dalam rumah.
Arya yang mendengar pertanyaan Kelvin tak ingin ikut campuran. Ia menyusul yang lainnya yang sudah masuk ke dalam rumah, ia ingin adik-adiknya itu menyelesaikan masalah mereka.
"Kenapa aku harus menghindari mu?" tanya Gavin tanpa melihat Kelvin, ia masih terus mengeluarkan barang-barang mereka dalam mobil.
"Aku tahu semua yang kau alami dengan Diandra, aku tahu tentang traumanya," ucap Kelvin membuat Gavin menghentikan apa yang sedang dilakukannya.
"Kami baik-baik saja."
"Aku sudah lama mengetahuinya, tapi aku juga tak bisa membantumu. Aku hanya bisa minta maaf atas semuanya."
"Sudahlah, Kak. Semua sudah terjadi. Hubunganku dengan Diandra baik-baik saja bukannya aku meminta kakak untuk pergi dari rumah ini dan tak ingin bersama kakak, tapi sekarang kakak sudah tahu kan jika Istriku masih trauma saat melihat kakak. Aku sedang berusaha untuk menyembuhkan traumanya, jadi sebaiknya Kakak cepatlah kembali ke London," ucap Gavin memberikan semua barang-barang tersebut pada beberapa asisten rumah tangga yang ikut membantunya.
"Apa aku harus pulang hari ini juga?" tanya Kelvin lagi.
"Lebih cepat lebih baik," jawab Gavin tanpa melihat ke arah Kelvin dan langsung berjalan masuk. Arya hanya melihat keduanya dan bisa melihat ekspresi kedua adiknya itu jika hubungan mereka belum baik-baik saja.
Kelvin langsung mengambil ponselnya dan memesan tiket pesawat, ia akan pulang hari ini juga.
Hay kak, Rekomendasi Author hari ini ☺️
Yuk mampir kak, ceritanya keren 😍
Terlahir sebagai putri seorang ningrat, terbiasa dengan aturan yang begitu ketat membuatnya susah didekati kaum Adam.
Terpaksa menikah karena perjodohan, tetapi sebelum pernikahan terjadi sang mempelai pria justru meninggal karena hal mistik.
Konon karena ia adalah perempuan spesial dengan sebutan "Bahu Laweyan". Akankah ia mampu bertahan di atas kutukan yang tidak pernah ia minta?
__ADS_1