
Zidan menghela nafas, menetralkan debaran jantung. Selain karena berlari ia juga terkejut melihat begitu banyak peserta rapat yang hadir, begitu juga dengan Abraham Wijaya. Tadinya ia berpikir jika ia akan memimpin rapat antara karyawan kantornya saja.
Zidan masuk ke ruang rapat sambil memperbaiki kembali jasnya yang berantakan.
Rafiz berdiri menyambut Zidan.
"Mungkin diantara Kalian ada yang sudah mengenal putraku, Zidan. Dalam kerjasama Kita kedepannya Zidan akan ikut ambil bagian, dia akan mulai bekerja di kantor ini, aku harap kalian juga bisa bekerja sama dan membimbingnya," ucap Rafiz mendahului
perkenalkan Zidan kepada rekan bisnisnya. Ada beberapa yang mengenal Zidan. Namun, ada beberapa rekan bisnis baru yang belum mengenalnya.
Beberapa rekan bisnis Rafiz yang sudah bekerja sama dengan mereka sejak Zidan masih kecil pasti tahu jika anak Bosnya itu adalah pencipta Secret Partner dan mereka tak meragukan kemampuan Zidan. Mereka sangat senang menyambut Zidan kembali ikut bergabung dalam kerjasama mereka, tapi tidak dengan Arya dan juga Abraham Wijaya yang baru bergabung dengan perusahaan mereka.
Beberapa dari mereka tak tahu seperti apa kemampuan Zidan sesungguhnya.
Rafiz sengaja menyambut putranya dengan rapat besar hari ini, di mana ia sengaja mengundang semua rekan bisnisnya dan meminta Zidan sebagai pemimpin rapat kali ini. Rafiz yakin Zidan bisa menunjukkan kemampuannya terlebih lagi ada Abraham Wijaya dan juga Arya, tujuan utamanya yaitu untuk merebut hati mereka. Rafiz yakin jika Putranya pasti menunjukkan yang terbaik hari ini.
"Sebelumnya saya perkenalkan dulu Nama saya Zidan, saya adalah putra dari Pak Rafiz pemimpin perusahaan ini. Hari ini saya memutuskan untuk membantu beliau dan akan berusaha menjadikan perusahaan ini menjadi lebih berkembang lagi. Saya juga akan berusaha terus belajar dan menambah keterampilan saya dalam ilmu bisnis, saat ini saya masih banyak kekurangan jadi mohon bimbingan kalian semua," ucap Zidan memberi hormat dan mendapat sambutan dari semua rekan bisnis Papanya termasuk Abraham Wijaya, salah satu pengusaha dengan penanaman modal terbesar di perusahaan tersebut.
"Baiklah kita mulai saja, untuk rencana kedepannya saya berencana ingin membuat lanjutan dari Secret Partner sebelumnya dan kali ini saya memberi nama game lanjutan ini dengan sebutan 'Secret partner level Diamond' Yang pastinya akan lebih menarik dari game Secret partner terdahulu," ucap Zidan membuat mereka langsung saling beradu pandang, mereka terkejut mendengar apa yang baru saja Zidan katakan, bukan hanya peserta rapat. Rafiz juga merasa terkejut ternyata anaknya itu selama ini sudah mengembangkan game online yang hingga saat ini masih berada di tangga teratas dunia game online.
"Apa kau sudah merancang semuanya?" tanya Rafiz.
"Tentu saja," jawab Zidan kemudian mengeluarkan laptopnya dan mulai menyambungkannya ke layar besar yang ada di hadapan mereka.
Zidan mulai menerangkan setiap detail dan rincian game tersebut, mereka semua tercengang itu merupakan suatu terobosan yang sangat menarik dan mereka bisa memastikan jika itu akan sangat berhasil kedepannya.
"Sama seperti peluncuran Secret Partner sebelumnya, kali ini aku juga akan menggelar sebuah lomba yang bertujuan untuk mempromosikan sekaligus menambah minat para pengguna game online ini.
__ADS_1
"Lomba semacam apa?" tanya Abraham Wijaya membuat Zidan merasa senang mendapat tanggapan dari calon mertuanya.
"Ini sama, tak jauh beda dengan sebelumnya kita akan mengumpulkan beberapa pemain terbaik dari daerah tertentu. Kita akan melakukan permainan dan menyeleksi via online untuk memilih siapa pemain terbaik dan tentu saja itu akan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube tertentu dan bisa di nonton oleh semua orang bukan hanya sesama pemain saja. Channel Syahidah dan teman-temannya lah yang akan menyiarkan Acara Tersebut.
Dengar penjelasan itu, semuanya mengangguk setuju dan menganggap jika ide dari Zidan itu merupakan ide yang sangat
Abraham Wijaya memberikan tepuk tangan untuk ide yang baru saja Zidan katakan membuat yang lainnya ikut melakukan hal yang sama, mereka memberikan tepuk tangan sebagai ucapan atas kekaguman dari presentasi yang Zidan berikan.
"Kami setuju dengan apa yang baru kau rencanakan ," ucap Abraham Wijaya.
"Terima kasih Pak," jawab Zidan merasa bangga pada dirinya sendiri.
Setelah rapat selesai Rafiz langsung menghampiri putranya memberikan pelukan selamat, ternyata putranya itu selama ini masih menyimpan bakatnya.
"Selamat ya, sepertinya para rekan bisnis kita menyukai dengan cara kerjamu termasuk Abraham Wijaya," ucap Rafiz menepuk pundak putranya dengan penuh kebanggaan.
"Mulai sekarang kamu akan bekerja setiap hari di perusahaan ini, apa itu tak mengganggu pelajaranmu?"
"Nggak apa, ujian akhirnya juga tinggal beberapa minggu lagi. Zidan juga sudah menyiapkan semuanya Papa tenang saja pekerjaan ini tak akan mengganggu nilai Zidan.
"Apa kamu tak jadi kuliah ke luar negeri?" tanya Rafiz yang tahu jika putranya itu pernah memiliki impian untuk ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.
"Nggak, Pah. Aku di sini saja aku akan kuliah sambil bekerja, semua ya h aku ingin ada di negara ini. Oh ya, Pah! Apa boleh aku mengajak teman-temanku untuk bekerja bersama, itu akan sangat membantuku dalam mengerjakan semuanya, mereka tahu banyak tentang Secret Partner, aku sudah bermain bersama dengan mereka sejak kecil.
"Tentu saja, Papa akan menyiapkan ruangan khusus untuk kalian. Kalian bisa bekerja di satu ruangan besama, agar kalian juga bisa sambil belajar bersama."
"Ya sudah, Papa ada rapat lain, apa kau ingin tetap di kantor atau ingin ikut Papa?"
__ADS_1
"Aku ingin bertemu teman-temanku dulu, Pah! Aku akan membahas ini dan memberitahu jika mereka mulai besok juga bisa bekerja
"Ya sudah hati-hati di jalan,
ingat, Nak! kau sudah mengambil pekerjaan ini dan melangkah untuk bekerja. Akan banyak yang berharap dari hasil kerjamu, kau sekarang sudah memiliki tanggung jawab lain selain menjadi seorang pelajar kau harus lebih giat dalam pandai mengatur waktumu.
"Iya Pak?" ucap Zidan lagi dan membiarkan ayahnya pergi lebih dulu, ia pun mengirim pesan kepada teman-temannya untuk bertemu di tempat biasa mereka berkumpul...
Memet, Riza dan Nizam yang mendapat pesan tersebut bergegas menuju ke tempat mereka, Riza yang memang anak orang kaya ke tempat tersebut menggunakan dengan mobil sedangkan Nizam yang sedang bersepeda mengayuh sepedanya menuju ke tempat tersebut, sedangkan Memet sendiri yang merupakan keluarga yang paling sederhana dari keempat bersahabat itu. Menaiki motor bututnya dan dengan pedenya ia memarkirkan di samping mobil mewah Riza.
"Apa Zidan belum datang?" sapa Memet yang datang paling akhir dari Risa dan Nizam yang sudah menunggu di sana..
"Sepertinya Zidan masih di perjalanan, semoga saja dia membawa kabar baik," ucap Nizam yang berharap bisa bekerja dengan begitu ia akan bisa melanjutkan kuliahnya.
☘️☘️☘️☘️
Rekomendasi karya Teman.
Blurb
Ismawati namanya usianya sudah menginjak 34 tahun namun belum juga menikah. Karena sebuah janji yang membuat Isma masih setia menunggu cinta pertamanya meski tak pernah ada kabar. Disaat dirinya mencoba mencintai pria lain, cinta pertamanya datang kembali.
Januari pernah kembali untuk menemui Isma cinta pertamanya. Namun kenyataanya wanita itu akan menikah dengan pria lain. Merasa hancur akhirnya dia pergi tanpa mencari kebenarannya dulu.
Kebenaran terungkap, Januari ingin meraih kembali cinta pertamanya. Namun dirinya ragu akankah Isma mau menerima keadaan fisiknya yang tak lagi sempurna?
Akankah cerita cinta mereka akan kembali bersatu di saat Isma mencoba mencintai pria lain?
__ADS_1