
Kian menghampiri Zidan. Mereka membahas masalah apa yang telah ditemukan Syahida.
"Bagaimana? Apa kau sudah menyelidiki dan memikirkannya?" tanya Zidan.
"Aku belum tahu informasi itu benar atau salah, tapi sepertinya ayahku memang melakukan semua itu. Aku ingin meminta bantuan kalian untuk memastikan kebenarannya." jawab Kian.
"Tentu saja, kami akan membantumu," jawab Zidan.
"Apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Kian.
"Tentu saja! Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan."
"Apa Syahida bisa meretas?" tanya Kian yang membuat Zidan terdiam.
"Apa itu benar?" tanyakan lagi yang tak mendapatkan Jawaban.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanya Zidan yang mencoba untuk sesantai mungkin sambil meminum minuman yang sudah disiapkan untuknya.
__ADS_1
"Syahida yang membantu kita menemukan gedung itu saat pertama kali mengikuti mobil yang aku cari, dan masalah laporan ini kau mengatakan semua ini ditemukan oleh Syahida 'kan," menunjuk berkas yang ada di tangannya.
Zidan menghela nafas. Ia baru menyadari apa yang selama ini dikatakannya, itu sama saja mengungkap kebenaran Syahida sebagai seorang hacker.
"Iya, Syahida mampu meretas hal sulit sekalipun bahkan ia mampu meretas sistem pertahanan negara maju. Namun, ia menyembunyikan kemampuannya itu dan hanya menggunakan di saat-saat tertentu saja," jelas Zidan.
"Sejak kapan Syahida pandai meretas?" tanya Kian yang masih penasaran dengan kemampuan Syahida.
Kian tak membayangkan jika wanita yang dicintainya itu adalah seorang hacker hebat.
"Syahida mampu meretas Saat usianya 8 atau 9 tahun dan sekarang kemampuannya sudah semakin tinggi, jika hanya mencari informasi tentang komplotan pengedar itu, Semua itu bukanlah hal yang sulit untuknya."
"Aku juga menciptakannya saat usiaku 9 tahun" jawab Zidan dengan santainya.
"Jadi Kalian berdua sudah mendapatkan kemampuan itu sejak kecil dan kalian menyembunyikannya, tapi kenapa?"
"Kami pernah mencoba untuk memperkenalkan kemampuan kami, kemampuan Syahida dalam meretas dan kemampuanku dalam menciptakan game online. Namun, yang kami dapatkan hanyalah kenangan buruk. Justru itu kami memutuskan hanya menggunakannya di saat-saat tertentu saja dan hanya sebagai orang yang tau akan hal itu," jelas Zidan.
__ADS_1
Kian menatap Zidan dengan intens.
"Kimi merahasiakan identitas kami, jadi jangan sampai kemampuan kami ini diketahui orang lain dari mulutmu," ucap Zidan dengan tatapan pasti.
"Jika itu yang kau inginkan, itulah yang akan aku lakukan. Aku akan merahasiakan.
Oh ya satu lagi. Apa kamu yakin ingin melibatkan Syahida dalam misi ini? Kau tau sendiri kan jika ini sangat berbahaya."
"Kau tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Syahida tak akan bergabung langsung dengan kita. Dia hanya akan membantu masalah ini dari kejauhan saja, hanya kita berdua yang akan menyelesaikannya. Kita hanya akan meminta Syahida mencari informasi yang kita butuhkan yang tak bisa kita lakukan," jawab yakin Zidan.
Kian kini yakin jika Zidan bukan orang sembarangan, dia percaya jika Zidan akan membantu dan menyelesaikan masalahnya walau itu akan berdampak buruk bagi kehidupannya dan juga keluarganya.
"Baiklah untuk sementara kita tangguhkan dulu masalah ini. Kita akan mulai setelah peluncuran Secret partner level Diamond yang aku ciptakan. Setelah peluncuran itu kita mulai penyelidikannya."
"Baiklah, aku setuju. Aku juga sudah tidak sabar melihat peluncuran game online mu itu, belum diluncurkan saja peminatan sudah sangat banyak. Aku bisa melihat antusias mereka dengan mengikuti menyeleksi untuk mengikuti lomba."
"Kau benar, peminatnya sudah sangat banyak. Semua sangat antusias menanti kelahiran Secret Partner level Diamond itu. Semoga saja kali ini lebih sukses dari sebelumnya, mengingat jarak peluncurannya sangat jauh."
__ADS_1
Mereka meninggalkan percakapan tentang ayah Kian dan melanjutkan percakapan mereka pada urusan bisnis. Jika dalam urusan bisnis keduanya sudah tak diragukan lagi, mereka mempunyai keahlian dalam bidangnya masing-masing.
☘️☘️☘️☘️☘️