Possessive Brother

Possessive Brother
Persiapan Peluncuran


__ADS_3

Setelah sampai di tempat peluncuran Secret Partner Zidan mengirim pesan pada Wanita pujaannya.


"Kamu dimana? Apa sudah sampai di tempat acara?"


"Sebentar lagi aku sampai," jawab Arsy.


"Apa semua keluargamu datang?" tanya Zidan lagi.


"Iya semua datang," jawab singkat putri Abraham Wijaya itu.


Zidan tersenyum membaca jawaban singkat dari Arsy. Komunikasi mereka semakin lama semakin lancar, Arsy yang biasanya sangat jarang membalas chat nya belakangan ini selalu membalasnya dengan sangat cepat.


"Aku Mencintaimu," tulis Zidan.


Arsy membalas kalimat itu dengan emoticon seperti seorang yang ingin muntah, membuat Zidan langsung tergelak, ia tertawa melihat ekspresi muntah itu, membuat Syahida yang akan turun dari mobil kaget mendengarnya, begitu juga dengan Rafiz dan  Nandira.


Mereka baru saja sampai di tempat  acara akan berlangsung.


"Kakak ngagetin aja! Kenapa sih lucu banget, coba lihat apa yang lucu?" Syahida  kini memasukan kembali kepalanya di jendela yang ada di dekat Zidan.


Zidan memperlihatkan chatnya dengan Arsy.


"Kakak itu apanya yang lucu? Bagaimana kalau benar-benar nantinya Arsy akan muntah sangat kakak menembaknya?"


Mendengar pertanyaan itu Zidan hanya mangkat bahunya.


"Apakah kakak ingin aku siap-siap menghentikan siaran langsung saat Arsy menolak kakak?" ucap Syahida menatap kakaknya dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


"Gak usah, jika aku ditolak ataupun diterima biarkan saja semua orang tau jika aku mencintainya walaupun akan akan ditolak nanti nya. Semua itu tak masalah bagiku," ucap Zidan menarik hidung Syahida kemudian membuka pintu membuat Syahidah yang masih bertengger di pintu memundurkan langkahnya. 


Dengan santainya Zidan berjalan masuk, Rafiz dan Nandira yang mendengar ucapan terakhir Zidan saling tatap dan menghela nafas, mereka harus siap melihat anaknya itu dipermalukan didepan umum. Sepertinya putri dari Abraham Wijaya itu akan menolaknya, pikir mereka.


Mereka bertiga pun menyusul Zidan ke tempat acara. Rafiz, Nandira dan Syahida langsung menuju ke tempat yang sudah disediakan untuk mereka. Mereka menyapa tamu  yang datang lebih dulu. Syahida langsung melambaikan tangan pada peserta yang sudah siap di tempatnya dan memberikan isyarat mengangkat kepalan tangannya memberi semangat kepada mereka.


Semua kompak mengangkat jempolnya untuk syahida dan membalas senyumannya.


Saat ini Riza yang menangani mereka. Ia terus memberi instruksi yang harus mereka lakukan, berhubung ia juga akan main begitu juga dengan Nizam.


"Bagaimana? Apakah semua sudah siap? tanya Zidan pada kedua temannya saat ia baru saja datang.


"Semua sudah siap," jawab Riza.


"Perkenalkan aku Zidan. Aku pemilik akun My Boss yang akan membantu kalian untuk masuk ke tahap berikutnya," ucap Zidan membuat semua peserta tercengang mendengar kata My Boss.


"Aku tak ingin ada kesalahan malam ini, kalian harus konsentrasi saat bermain. Jika kalian tak terlalu mengerti dengan permainan nantinya ikuti saja ke mana kami bertiga pergi, kami akan membantu kalian jadi tetap konsentrasi."


 Zidan pun mengambil posisinya begitu juga Nizam dan Riza.


"Sepertinya kurang satu?" ucap Nizam yang melihat kursi di samping Zidan  masih kosong dan melihat ke arah Riza.


Dimana Riza yang bertanggung jawab akan kehadiran 20 peserta yang akan ikut bergabung dalam peluncuran tersebut.


Riza langsung melirik Arsy  dengan ekor matanya memberi isyarat jika penghuni kursi itu adalah wanita yang disukai oleh Zidan yang baru saja datang, membuat Nizam menurut mengangguk mengerti.


"Maaf ya aku terlambat," ucap Arsy  yang langsung duduk di samping Zidan, saat Zidan menunjuk tempat itu begitu Arsy masuk dan melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Aku tak terlalu mahir sebenarnya, aku juga tak tahu kenapa bisa lolos. Bantu aku ya," bisik Arsy membuat Zidan kembali berbisik pada gadis berhijab itu.


"Kamu tenang saja aku akan menyelamatkan mu dari apapun yang terjadi, cukup terus berada di belakang ku," jawab Zidan membuat Arsy tersenyum. Senyuman yang begitu menawan  membuat jantungnya kembali  tak karuan.


Semua itu diperhatikan oleh Rafiz sendiri dan juga keluarga Abraham Wijaya lainnya saat Zidan berbisik di samping telinga Arsy. Rafiz langsung melihat ke arah Abraham dan melihat Abraham terlihat memicingkan matanya tak suka melihat apa yang baru saja Zidan lakukan.


"Sepertinya Zidan masih belum mendapat persetujuan dari Abraham," bisik Rafiz, membuat Nandira hanya melirik pada Abraham dan melihat wajah tak suka Abraham melihat pada putranya.


Miran Asisten dari Rafiz melihat jam di tangannya, sudah waktunya acara pembukaan akan dimulai, ia pun mulai memandu acara. Menyambut para tamu dan membacakan  susunan acara yang akan berlangsung malam ini.


"Terlebih dahulu kita sambut pemimpin perusahaan kami Rafiz untuk memberikan sambutannya," ucap Miran mempersilakan Rafiz untuk naik ke podium.


Rafiz memberikan beberapa sambutan dan harapan, ia tak begitu lama dan hanya menyampaikan hal-hal yang penting serta ucapan terima kasih atas kehadiran mereka semua.


"Baiklah terima kasih kepada pemimpin perusahaan kami  atas sambutannya."


"Sambutan Kedua kita persilahkan kepada pak Abraham Wijaya, salahku investor terbesar dalam perusahaan kami," ucap Miran mempersilahkan Abraham naik ke atas podium.


Sama halnya dengan Rafiz, Bram  juga menyampaikan hal-hal yang singkat dan sebelum turun ia kembali melirik ke arah Zidan dan Arsy yang terlihat sesekali berbincang. Saat ini Zidan sedang menjelaskan beberapa peralatan yang akan mereka gunakan, bukan hanya kepada Arsy saja, tapi juga kepada yang lainnya. Namun, karena posisi Arsy sangat dekat dengan Zidan membuat Abraham melihat jika Zidan hanya mengobrol dengan Arsy.


"Baiklah beri sambutan untuk pak Abraham Wijaya untuk pesan kesannya serta motifnya. Kami ucapkan banyak terima kasih." Arsy  langsung saja pada inti acara yaitu peluncuran Secret Partner Level Diamond yang kalian tunggu-tunggu.


Miran juga perkenalkan 20 peserta yang akan menjadi pemain pertama dalam permainan secret partner level diamond yang  sesaat lagi akan mereka meluncurkan nantinya.


"Sekedar informasi bagi para tamu undangan yang belum tahu mengenai game Secret partner level diamond yang akan kami luncurkan malam ini dimana sebelumnya kami sudah meluncurkan 3 game yang serupa, Secret Partner level 1, 2, dan 3, dan saat ini kami akan kembali menampilkan level barunya. Secret partner level Diamond. Secret partner yang terdahulu selalu berada di urutan teratas dalam pengunduhan game online dan setahun lalu menjadi pengguna terbanyak. Kami  berharap game Secret partner level diamond ini bisa lebih sukses dari level sebelumnya," tambah Miran.


Kami serahkan peluncuran Secret partner level Diamond ini pada Zidan," ucap Zidan menyerahkan acara pada Zidan.

__ADS_1


"Kami akan memulai permainannya silahkan kalian perhatikan cara permainan secret partner level diamond yang akan kami mainkan, pada level ini tak jauh berbeda dengan level sebelumnya Namun, ada beberapa tingkatan yang mungkin akan mempersulit kalian, kami mulai" ucapnya sudah menekan satu tombol dan layar besar pun terbuka, seorang musik juga penggemar membuat 20 peserta tersebut menjadi menegang termasuk Zidan.  Zidan sebelum sudah pernah memainkan Level tersebut sebelumnya untuk tahap percobaan. Namun, ia hanya bermain sendiri, bermain dengan 20 peserta baru kali ini ia lakukan terlebih lagi ada satu peserta yang harus dilindunginya. Itu merupakan tantangan baru buat Zidan, melindungi seseorang dalam medan pertempuran dan harus menyelamatkan pemain tersebut untuk sampai ke tahap akhir.


__ADS_2