
Semua berkumpul di ruang tengah begitupun dengan anak-anak mereka bermain bersama.
Perjalanan pulang dari pulau cukup melelahkan untuk mereka semua. Kelvin berjalan menghampiri merekam
Semua ada di sana kecuali Gavin dan Diandra.
"Bunda aku ada pekerjaan penting, aku akan pulang sekarang."
"Apa maksudmu pulang? Kamu baru saya sampai di rumah," ucap Mikaila melihat anaknya.
"Maaf Bunda, tapi pekerjaan ini benar-benar tak bisa aku tinggalkan. Aku sudah memesan tiket pesawatnya 2 jam lagi," ucap Kelvin.
"Bunda nggak ngizinin kamu, Bunda nggak mau tau itu pekerjaan penting atau apapun itu, bunda ingin kamu menginap dua hari di rumah baru kamu boleh pergi. Apa kamu kan nggak kangen sama bunda?"
Kelvin berpindah duduk di samping bundanya. "Tentu saja aku kangen Bunda, tapi …."
"Bunda nggak mau dengar kata tapi. Bunda akan marah jika kamu pulang hari ini. Bunda nggak akan bicara sama kamu, nggak akan angkat telepon kamu," ucapnya pada putranya.
Kelvin pun terdiam. ia tahu bundanya itu tak akan marah walau ia pulang hari ini. Bundanya tak akan sanggup jika tidak bicara dengannya. Namun, dengan mengatakan itu berarti bundanya memang sangat ingin Ia tinggal bersama dengan mereka, tak menginginkan dia pulang hari ini dan Kelvin tak mau menyakiti hati bundanya dengan memaksa untuk pulang walau itu harus bertentangan dengan keinginan Gavin.
"Sepenting apa pekerjaanmu sehingga pekerjaanmu itu lebih penting dari perasaan Bundanya," sahut Bram.
"Baiklah, Ayah. Aku akan pulang setelah dua hari disini," ucap Kelvin akhirnya.
Gavin yang kebetulan turun mengambil air hanya mendengar pembicaraan mereka kemudian kembali berjalan naik ke atas kamarnya.
"Ya sudah, bawalah Istri dan anakmu untuk istirahat. Natali pasti sangat lelah, Bunda juga mau istirahat."
"Bunda! Aku istirahat di kamar bunda ya," ucap Arsy mengikuti bundanya.
Walaupun anak itu sudah lebih tinggi dari bundanya. Namun, ia masih tetap manja masih seperti masih kecil yang selalu tidur bersama dengan Bunda dan Papanya.
Di kamar.
Arsy dan Bunda langsung berbaring mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk yang beberapa hari ini mereka rindukan.
__ADS_1
Arsy tidur di lengan bundanya, memeluk bundanya layaknya anak kecil yang ingin dibelai.
Mikaila mengusap-usap rambut putrinya, Arsy merasa nyaman dalam dekapan Bundanya..
"Adek apa Bunda boleh tanya sesuatu?" sahut Mikaila membuat Arsy mendongak dan menatap bundanya kemudian mengangguk pelan.
"Ada apa Bunda? Apa yang ingin Bunda tanyakan?"
"Apa hubunganmu dengan Zidan?" tanya Mikaila yang membuat Arsy langsung merubah ekspresi wajahnya.
Ia sangat terkejut dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh bundanya.
"Kenapa Bunda menanyakan Zidan?" lirih Arsy sangat pelan saat Bram masuk ke kamar.
Mikaila tak menjawab, keduanya langsung melihat ke arah Bram yang berjalan menuju ke arah mereka dan duduk disisi tempat tidur.
"Ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu? Lanjutkan saja pembicaraan kalian, ayah juga ingin mendengarnya!" ucap Bram memperbaiki posisi duduknya menghadap 2 wanita yang sangat penting dalam hidupnya.
"Aku hanya bertanya apa hubungan Zidan dan putri cantik kita ini, Bunda lihat saat di pulau Zidan terus saja memperhatikannya.
Bram yang tadinya ingin berdiri, kembali duduk dan menatap putrinya mendengar nama Zidan. Membuat Arsy langsung menyembunyikan wajahnya di dada bundanya saat melihat tatapan tajam dari Papanya.
"Ayo jawab, Papa juga ingin mendengar jawabanmu," sahut Bram menarik pelan putrinya agar tak menyembunyikan wajahnya di dada bundanya.
Arsy duduk dan menghela nafas, ia sudah tahu jika pertanyaan itu akan diberikan padanya. Namun, ia tak menyangka jika bundanya juga mempertanyakannya.
"Bunda, Papa! Zidan itu hanyalah kakaknya Syahidah, Aku berteman dengan Syahida hanya itu.
Mikaila dan Bram menatap putrinya mencari kebenaran dari ucapan putrinya itu.
"Aku berkata serius Papa, aku sama sekali tak mempunyai hubungan dengannya.
"Tapi Bunda lihat anaknya baik, dia juga sangat tampan. Jika kamu bersamanya Bunda nggak keberatan," ucap Mikaila tak sadar ucapannya itu tak disukai Suami. Bram mengalihkan tatapan tajamnya pada istrinya.
"Tidak! Papa tidak setuju kamu mendekati Zidan atau pria manapun. Kamu itu masih kecil , kamu belum boleh menjalin hubungan dengan seorang pria untuk saat ini, fokuslah pada pelajaranmu."
__ADS_1
"Iya Papa, Arsy mengerti. Arsy juga nggak punya pacaran kok. Tapi Kenapa kalian malah menuduhku. mau hidupku berpacaran dengan Zidan.
"Apa kamu tidak melihat dia membawakan kopermu saat di pantai, dia juga terus memperhatikanmu. Bunda bisa melihat tatapan anak itu sangat mengagumimu
"Bunda, anak bunda ini cantik. Tentu saja akan banyak yang akan mengagumi ku," ucap Arsy berlagak centil di depan Bunda dan Papanya.
"Iya anak Papa memang yang paling cantik dan Papa nggak akan setuju jika anak Papa yang cantik dan sampai disakiti oleh seorang pria."
"Iya, Pah! Jika memang Arsy ingin mengenal seorang pria pasti akan izin dulu ke Papa."
"Kamu memang anak Papa yang penurut," ucap Bram menjadi lebih tenang. Kemudian ia menarik putrinya itu kepelukannya, mengecup penuh sayang pucuk rambutnya. Mikaila tersenyum menatap keduanya. Putrinya sudah dewasa. Namun, mereka masih memperlakukannya seperti anak-anak.
"Malam ini aku tidur di sini ya, Bunda?" ucap Arsy setelah melepaskan pelukan Papanya.
"Iya boleh. Ya udah kamu kamarmu mandi dulu setelah mandi Kamu boleh datang ke sini lagi, Bunda nggak tahan dengan bau badanmu," ucap Mokaila berpura-pura menutup hidungnya.
"Ih Bunda, mana ada aku bau. Aku wangi kok," ucap Arsy mencium kedua ketiaknya menegaskan jika ia masih wangi tak seperti apa yang dikatakan oleh bundanya."
"Iya, Papa juga mencium bau yang aneh. Papa mau mandi dulu," ucap Bram sengaja menggoda putrinya kemudian Ia pun masuk ke kamar mandi.
"Ya udah deh Bunda aku mandi dulu." Arsy kembali ke kamarnya, sesekali ia masih mencium kedua ketiaknya memastikan apakah memang aroma tubuhnya seperti yang dikatakan papa dan bundanya.
☘️☘️☘️
Rekomendasi buat kalian.
Ketiganya memiliki nasib yang sama.tidak tau asal usulnya, tak tau dimana keluarga berada. apa mereka anak haram yang tak di inginkan?
Mereka gadis yang memiliki inisial yang sama 'K', Kania Reskyta Utami, Keysa Refilita Putri dan Kirana Resky Natasya mereka bertemu saat kecil, sampai sekarang ketiganya menjadi sepasang sahabat yang tak bisa di pisahkan.
Hanya tinggal di sebuah kontrak petak kecil? Mereka tidak pernah mengeluh. Mereka menjalaninya dengan suka cita. ketiganya banting tulang bekerja sana sini untuk melanjutkannya pendidikan ke universitas yang mereka inginkan.
Tetapi di suatu kejadian, mereka bertemu dengan Pria kaya yang angkuh dengan kepribadian yang berbeda beda. mereka terikat dalam suatu perjanjian.
Bagaimana nasib mereka kedepannya?
__ADS_1
Apa TRIPLE'K bisa bersabar dengan kepribadian menyebalkan mereka yang membuatnya naik darah?