
Beberapa minggu kemudian, Zidan dan Arsy menggelar acara pertunangan mereka dengan sangat mewah, semua yang menghadirinya sangat senang pasangan yang terlihat sangat serasi begitu cantik dan juga tampan, terlebih lagi Kedua keluarga merupakan keluarga dari pengusaha terkenal semua sangat iri dengan keduanya, sementara itu Kian dan juga Syahida berdiri menatap kebahagiaan mereka, kebahagiaan yang sangat jelas yang bisa mereka lihat dari wajah Zidan dan juga Arsy.
Sekarang mereka sudah mendapat restu untuk menjalin hubungan. Namun, tetap saja ada beberapa batasan yang diterapkan oleh Rafiz dan juga Zidan untuk hubungan keduanya.
Ayah Kian walau bagaimanapun Ia juga merupakan salah satu dari para penjahat itu, membuat Ayah Kian juga mendapat hukuman dan mendekam di penjara selama beberapa tahun. Namun, mengingat ia sudah berhasil menggagalkan misi terbesar kelompoknya ayah Kian mendapat pengurangan hukuman dan ia merasa lega telah jujur pada Kian dengan apa yang ia kerjakan selama ini..
Hari-hari Kian dan juga Zidan menjadi lebih bahagia, bukan hanya dalam kehidupan percintaan mereka. Keduanya juga sukses dalam dunia bisnis mereka masing-masing hingga mereka mampu membuat seorang Abraham Wijaya bangga begitupun dengan Rafiz.
Rafiz bangga akan Kian yang mencapai titik kesuksesannya dengan kerja kerasnya sendiri, ia benar-benar memulainya dari titik nol tanpa bantuan Ayahnya ataupun koleganya. Kian memulainya benar-benar dari titik nol, membuat poin tersendiri di mata Rafiz untuk tak menghalangi hubungannya dengan Syahida, Putri tercintanya.
Beberapa bulan kemudian Kebahagiaan juga terjadi di keluarga Abraham Wijaya saat Diandra menantu keluarga itu melahirkan seorang Putra, anak pertama dari Gavin.
Gavin menggendong putranya kemudian melihat Diandra yang tersenyum padanya, "Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan yang begitu indah untukku," ucap Gavin mengecup kening Diandra.
"Terima kasih sudah menjadi suami terbaik, pria terbaik dalam hidupku," jawab Diandra menggenggam tangan suaminya keduanya larut dalam kebahagiaan melihat bayi kecil yang ada di gendongan Gavin, terlihat begitu menggemaskan.
Diandra sangat bahagia dan melupakan semua kejadian beberapa tahun silam dan lebih fokus pada keluarganya kecilnya saat ini. Hubungannya dengan Kelvin juga sudah membaik, tak ada lagi rasa trauma yang dihadapinya.
Kebahagiaan demi kebahagiaan terus menghampiri mereka. Keluar Abraham Wijaya dan juga keluarga Rafiz.
Tamat.
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih semua, sudah mengikuti Possessive Brother hingga bab terakhir ( Tamat) Mampir ya ke karyaku yang lain 🙏 Terima kasih sekali lagi salam dariku , Author M Anha.
Aku punya rekomendasi nih buat kalian, salah satu karya temanku sambil menunggu karyaku selanjutnya.
Karya : Erma Roviko
Ayolah Pa, aku baru saja pulang dari Paris. Jangan membahas mengenai pernikahan di sini," ujar Kenzi yang kesal.
"Memangnya kenapa? Papa hanya ingin menggendong cucu dari mu, kabulkan permintaan Papa yang terakhir ini," tutur Bara dengan berakting raut wajah sedih.
"Cukup! berhentilah berpura-pura, aku tau jika Papa hanya berakting saja."
"Kenapa? Papa hanya menyampaikan pendapat saja," sahut Bara dengan wajah polosnya.
"Jawabanku tetap sama, yaitu TIDAK." Semua orang hanya menatap interaksi ayah dan anak tanpa berniat memotong ataupun menyelanya.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Karena aku tidak sempat mencari kekasih."
"Papa mempunyai teman yang berprofesi sebagai tentara, Papa ingin menjodohkan mu dengan anaknya. Bagaimana?" ucap Bara yang tersenyum.
"Aku tidak tertarik untuk menikah."
"Kamu harus menerima perjodohan ini karena kami telah mengatur nya," ucap Bara yang berusaha meyakinkan putranya.
"Tidak."
"Begini saja, Papa akan menantangmu untuk mengasuh kelima cucuku yaitu Alex, Lexa, Lexi, Niko, dan Niki selama sebulan penuh tanpa mengeluh. Dan jika gagal, kamu akan Papa jodohkan dengan gadis pilihan Papa."
Kenzi seketika mengangguk dan menyetujui tantangan dari ayahnya, karena dia tidak ingin menikah ataupun di jodohkan. Kenzi menatap kelima keponakannya yang duduk manis di hadapannya yang memasang wajah tersenyum.
"Ck, apa susahnya merawat mereka berlima. Mereka hanyalah anak-anak yang sangat polos dengan kelakuan yang sangat baik saat video call dulu, sepertinya tidak akan sulit untuk mengasuh para bocah ini," batin Kenzi yang mengulas senyum menatap kelima keponakannya yang tersenyum penuh arti.
"Aku menerimanya dan ini tidak akan sulit," tukas Kenzi yang meremehkan kelima keponakannya yang sangat luar biasa itu.
"Heh, jangan mengira mereka hanya dari sampulnya saja," celetuk El, kembaran dari Al.
"Aku tidak ingin menikah ataupun di jodohkan dan tantangan itu cukup mudah bagiku. "
__ADS_1
"Yaya....terserah padamu saja, aku yakin jika kamu akan merubah keputusanmu dalam waktu sehari setelah mengasuh mereka," ungkap El.