Possessive Brother

Possessive Brother
Ketegasan Kelvin


__ADS_3

Kelvin yang baru saja sampai langsung menuju ke tempat Dika dibantu oleh karyawan hotel. Bram sudah mengirimkan pesan padanya jika ia datang langsung saja ke tempat acara pernikahan.


Saat akan masuk ketempat diadakannya acara, tanpa sengaja ia melihat adiknya yang sedang duduk dengan seorang pria dan terlihat hanya berdua membuat Kelvin memutuskan untuk menghampirinya.


"Arsy," panggil Kelvin membuat Arsy sangat terkejut.


"Kakak," jawab Arsy langsung berdiri dan menjauhkan diri dari Zidan.


Zidan bisa melihat tatapan Kelvin padanya, tatapan yang tak suka, Zidan sudah mencari tahu jika Arsy mempunyai seorang kakak yang tinggal di London bernama Kelvin, dan Zidan yakni jika pria di depannya adalah Kakak Arsy yang bernama Kelvin.


"Kamu ngapain di sini? kapan nggak ikut dengan yang lainnya menghadiri pesta Kak Dika?"


"Enggak, Kak. Aku baru saja dari sana, aku dan Clara hanya main di sini," jawab Arsy menunjuk Clara yang sedang berada di perahu nelayan bersama dengan Syahidah.


"Lalu, kenapa kau tak bersama Clara justru sama dia di sini? Siapa dia ?" tunjuk Kelvin pada Zidan dengan ekor matanya.


"Ini teman aku," jawab Arsy gugup.


"Aku Zidan, temannya Arsy," ucap Zidan mengulurkan tangannya.


"Teman satu sekolah?" tanya Kelvin, keduanya menggeleng.


"Sejak kapan kamu punya teman seorang pria? kamu nggak pernah cerita sama kakak? Apalagi dari sekolah yang berbeda," tanya Kelvin semakin mengintimidasi mereka berdua.


"Zidan satu sekolah denganku, Kak" jawab Kian yang berada di belakang Kelvin.


Zidan terkejut mendengar ucapan Kian, ia terlalu fokus pada Kelvin dan tak memperhatikan jika Kian datang bersama Kakak Arsy.

__ADS_1


"Aku tak bertanya padamu!" ucap Kelvin ikut menatap tajam pada Kian membuat Kian tertunduk dan menyesal sudah angkat bicara membela Zidan.


"Ayo ikut kakak!" Kelvin terlalu meninggalkan mereka berdua, Arsy tanpa kata langsung mengikuti kakaknya.


"Sepertinya ada masalah dengan mereka," ucap Nandira pada Rafiz menunjuk Zidan dan juga Arsy.


"Itu Kelvin, Kakak Arsy. Dia tak ada bedanya dengan Zidan dalam menjaga adiknya. Sepertinya anak kita harus berjuang mendapatkan Restu dari empat orang penjaga Arsy."


"Mas, kamu bantuin dong," seru Nandira meminta Rafiz pergi membantu putranya.


"Untuk apa membantunya, mereka masih anak-anak. Jika memang Zidan serius dengan Arsy dia pasti mencari cara sendiri untuk mendapatkannya. Anak kita itu anak yang jenius, kamu tenang saja dia pasti punya sejuta cara untuk memenangkan hati ke tiga Kakak Arsy begitupun dengan papanya yang terkenal sangat posesif pada putrinya itu.


Mendengar kata-kata suaminya Nandira hanya menghela nafas sepertinya putranya memang harus berjuang untuk mendapatkan cinta gadis yang diinginkannya begitu juga dengan kepercayaan keluarganya.


Clara dan Syahidah melihat kejadian itu dari jauh.


"Kak Kelvin, aduh bagaimana ini. Arsy pasti kena marah karena berduaan dengan Zidan. Ayo, Pak kita ke tepian," ucap Clara meminta pada nelayan yang membawa mereka.


Syahidah memancingkan matanya dan berbinar senang saat mengetahui pria yang di belakang Kakak Arsy yang dimaksud oleh Clara adalah Kian, ia tak menyangka Kian juga akan datang ke pulau itu. kedatangan kian akan menjadi kesempatan bagi Syahidah untuk memperkenalkan Kian pada Papanya. Walau belum resmi jadian, diam-diam Kian yang sudah mengetahui jika Zidan adalah kakak kembar Syahidah bukan pacarnya mulai mendekatinya dan mendapatkan respon dari Syahidah, mereka selalu melakukan komunikasi via telepon dan mereka semakin akrab.


Clara dan Syahidah sudah sampai ke tepian, Clara langsung berlari mengikuti Arsy diikuti tatapan tajam oleh Kelvin, mereka berdua hanya menunduk dan terus berjalan kembali bergabung dalam pesta pernikahan.


"Kak Kelvin," ucap Gavin menghampiri Kakak kembarnya sedang Diandra langsung mengeratkan pelukannya di lengan Gavin.


Gavin bisa meresakan reaksi Diandra saat bertemu Kelvin. Mereka bersalaman.


Kelvin juga menghampiri Kakak dan Papanya serta Bundanya, saling memeluk kemudian memberi selamat kepada kedua mempelai.

__ADS_1


Setelahnya ia langsung mendekati Gavin. Ia bisa melihat jika Diandra belum memaafkannya.


"Apa saja yang kau lakukan? Mengapa kau tak mengawasi Arsy! Aku kan sudah bilang padamu jangan biarkan dia untuk dekat dengan seorang pria untuk saat ini, biarkan dia fokus belajar dulu," ucap Kelvin membuat Gavin langsung menatap pada adiknya.


"Arsy? kenapa dengan Arsy? Kamu dari mana?" tanya Arya yang mendengar ucapan Kelvin.


"Arsy tak jawab hanya menunduk dan melihat ke arah Gavin.


"Sudah nanti saja kita bahas," ucap Gavin langsung merangkul adiknya dan membawanya ke stan makanan, Clara langsung mengikuti ke mana Arsy pergi saat tatapan tajam Arya dan Kelvin terarah padanya.


"Memangnya kamu dari mana?" bisik Gavin saat sedang mengambil makanan.


"Aku hanya main di pantai tiba-tiba Zidan menghampiriku, aku kan nggak mungkin langsung memintanya untuk pergi tanpa alasan," jawab Arsy yang terlihat akan menangis karena takut.


"Zidan? Siapa Zidan?" tanya Gavin.


"Dia kakaknya Shakila teman Aira, aku tak sengaja bertemu dengannya saat Zidan mengantar Shakila. Kami hanya berteman dan hanya beberapa kali bertemu," jawab Arsy.


"Kamu yakin kalian hanya berteman? kalian ga punya hubungan spesial kan?" tanyanya lagi.


"Aku berani bersumpah, aku hanya berteman dengannya. Iya kan!" ucap Arsy melihat ke arah Clara. Clara hanya mengangguk pasti.


"Iya Kak, kami hanya beberapa kali tak sengaja bertemu, begitu juga tadi. Aku sudah mengajak Syahidah untuk naik ke perahu tapi dia takut dan Zidan menghampirinya. kami sama sekali tak ada janjian dengannya," jelas Clara.


"Ya sudah. Nanti Kakak bantu menjelaskan kepada Kak Kelvin dan Kak Arya, tapi jangan diulangi lagi! Jika ada seorang pria yang mendekatimu, kamu bisa menjauhkan diri kamu tak tahu kan Ia itu berniat baik atau tidak denganmu. Ini juga berlaku untukmu Clara! Kalian fokus saja dengan pelajaran."


"Iya, Kak," jawab Clara dan Arsy secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2