Possessive Brother

Possessive Brother
Rencana Awal


__ADS_3

Malam hari seperti janji mereka Zidan dan Kian bertemu di tempat mereka bertemu kemarin malam. Namun, kali ini membawa beberapa kamera.


"Untuk apa kamera ini?" tanya Kian.


"Terlalu berbahaya jika kita terus mengintai tempat itu, sebaiknya kita mengintai dari kejauhan saja," ucap Zidan kemudian Ia memakai ranselnya mereka memilih untuk memakai sepeda motor Kian dan menyimpan mobilnya di salah satu tokoh.


Saat mereka tiba di gedung tua itu mereka bergegas masuk ke dalam. Zidan terus memasang kamera setiap sisi. Mereka menunggu dan mengintai situasi di dalam gunung tersebut. Namun, tak ada aktivitas yang mencurigakan tak banyak orang di gedung itu dan semuanya hanya terlihat bersantai.


"Kau mau ke mana?" tanya Zidan saat Kian beranjak dari tempat pengintaian mereka.


"Aku ingin melihat kondisi orang yang terluka kemarin. Berikan kameranya, aku akan memasang di sana juga. Kau tunggulah di sini! Awasi pergerakan mereka," ucap Kian mengambil beberapa kamera dan dengan cepat berlalu dari sana..


Zidan ingin menghentikan, tapi kian sudah pergi lebih dulu.


Kian dengan hati-hati menyusuri semakin dalam gedung itu, tak lupa ia menempel kamera dari sudut yang dianggapnya cukup bagus.


Di ruangan itu Kian juga hanya melihat kondisi yang sama pada malam sebelumnya. Di mana pria itu terlihat belum sadarkan diri dengan beberapa peralatan medis di sekitarnya, tak ada orang di sana semua sepertinya berada di lantai bawah.


"Sebaiknya aku cepat pergi sini pemakaian," gumam kian dengan cepat memasang kamera dan kembali pada Zidan.


"Bagaimana?" tanya Zidan.


"Tetap tak ada info apa-apa. Ayo kita pergi dari sini, aku rasa tempat ini cukup berbahaya," ucap Kian dan mereka kembali menyelinap keluar, beruntung tak ada yang melihat mereka dan Keduanya berhasil memasang puluhan kamera tersembunyi di lokasi tersebut.


Hari berlalu dengan begitu cepat semua sibuk dengan kegiatan masing-masing, Syahida dan Riza sibuk menyeleksi para peserta lomba.


Zidan dan Nizam sibuk menyelesaikan rancangan Sicret Partner level Diamond sedangkan Memet sudah memilih bekerja di tempat Kian dan sesuai dengan kemampuannya.


Sementara Kian di tengah kesibukannya ya terus mengawasi kamera yang mereka simpan. Tapi sudah berhari-hari tak ada apa-apa yang bisa didapatkannya, semua kondisi sama seperti malam-malam sebelumnya.


Nara dan Lusy Sibuk membuat konten, mereka merekam kegiatan teman mereka dengan judul 'Persiapan Peluncuran Sicret Partner level Diamond.'

__ADS_1


Dua bulan berlalu dengan cepat


Mereka sudah sampai pada tahap akhirnya, Zidan sudan selesai dengan program Secret partner level Diamond miliknya dan hanya menunggu peluncurannya saja.


Begitu pula dengan Syahida dan Riza, mereka sudah mendapatkan 100 pemenang dari seleksi ketat yang mereka lakukan.


Memet juga sudah terbiasa bekerja di restoran milik Kian. Kian yang melihat potensi besar pada Memet dalam bekerja di restoran tersebut mengangkatnya menjadi Asisten manager tempat itu.


Semua mencapai target mereka dalam 2 bulan. Namun, tidak dengan Kian. Ia tak mendapatkan apa-apa dari penyelidikannya.


Minggu depan mereka akan melakukan ujian akhir, mereka semua memilih untuk meninggalkan pekerjaan mereka dan fokus pada ujian.


Zidan bertemu dengan Gavin, dan mendiskusikan peluncuran Sicret Partner level Diamond.


"Masalah peluncuran biar kami yang akan mengurusnya, kalian fokus saja pada ujian kalian." kata Gavin yang merupakan salah satu rekan bisnis dalam proyek kali ini.


"Tentu saja, Kak." Zidan lebih nyaman saat berdiskusi dengan Gavin di bandingkan dengan Arya. awalnya ia bekerja sama dengan Arya, berhubungan Arya harus pindah keluar kota mengurus langsung bisnis mereka yang ada disana, membuat semuanya di alihkan pada Gavin.


Sama seperti ulang, ujian kali ini Zidan yang pandai dalam setiap mata pelajaran menyelasaikan semua dengan sangat cepat dan mudah. Namun, itu tak membuatnya memamerkan kemampuan dan kecerdasannya Ia selalu keluar dan mengumpulkan tugasnya setelah beberapa orang selesai, begitu juga dengan Syahida.


Kian selalu mengumpulkan terlebih dahulu hasil ujiannya. Walaupun tak secerdas Zidan dan Syahida, Kian juga anak yang cerdas di kelas mereka.


Ujian mereka lalui dengan baik, begitu juga para sahabatnya, tak lupa mereka belajar dengan sangat giat, hingga ujian selesai mereka semua bersorak dan yakin dengan nilai mereka. Semua mengerjakan soal dengan sangat baik, Syahida di tengah kesibukannya selalu memberi les privat pada kedua sahabatnya, begitu juga dengan Zidan. Mereka belajar bersama dan semua itu dapat membantu ketiga sahabatnya untuk mengerjakan soal-soal ujian mereka.


Semuanya bersorak terlebih lagi saat mereka semua dinyatakan lulus setelah dua minggu kemudian.


"Akhirnya kita bisa lulus juga, sekarang sudah waktunya kita fokus pada pekerjaan kita kembali," ucap Memet yang bersemangat bekerja.


"Kita harus kembali memulai. Kita semua harus kuliah, pendidikan adalah hal yang utama dengan pendidikan kita akan semakin maju dan sukses tak berjalan di tempat," ujar Zidan memotivasi semua teman-temannya.


"Untuk apa kita kuliah, Kita kan sudah bisa menghasilkan, kita sudah mendapat gaji yang lumayan besar," sahut Memet.

__ADS_1


"Sekarang posisimu hanya Asisten manager, Apa kamu tak mau menjadi manajer di restoran itu? Apa kamu tak mau memiliki restoran sendiri? Jangan pernah puas dengan pencapaianmu, teruslah belajar. Tak ada yang tak mungkin mungkin suatu saat nanti karena kecerdasan dan kemampuanmu Kamu bisa memiliki restoran sendiri, kita harus tetap melanjutkan kuliah," ucap Kian membuat Memet menjadi semangat untuk kembali kuliah, tadinya ia tak ingin kuliah. Namun, mendengar kata-kata itu ia menjadi termotivasi dan ingin lebih giat lagi.


Mereka kembali ke aktivitas mereka sebelumnya, Syahida dan Riza mulai kembali melanjutkan seleksi dan seperti rencananya Arsy terus masuk dalam penyeleksian, hanya dua puluh orang yang akan ikut bermain dalam peluncuran Minggu depan.


"Kak? Apakah kak masih menyelidiki gedung waktu itu?" tanya Syahida menghampiri kakaknya.


"Memangnya ada apa?" tanya Zidan menghentikan pekerjaannya.


Syahida memberikan laptopnya, kemudian membuka file tentang penyelidikan yang selama ini dilakukan. Zidan melihatnya dengan teliti dan ia tercengang saat di sana tertulis jika salah satu pria itu adalah Bos Penjualan narkoba dan yang paling mencengangkan Syahida menyatakan jika itu adalah Ayah Kian.


"Apa kau yakin informasi yang Kau dapatkan ini, jika ayah Kian adalah dalang dibalik semua ini?"


"Aku juga tak tahu pasti, tapi itulah data yang aku dapatkan dan semua data itu benar, kita hanya tinggal memastikannya lagi."


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Rekomendasi author.


☘️☘️


Kirana seorang gadis yang tiba - tiba di jodohkan dengan anak dari sahabat orang tuanya yang bernama Ilham setelah lulus SMA.


Disaat yang bersamaan, Kirana juga sedang menjalin hubungan dengan kekasihnya yang bernama Ibrahim.


Bagaimana hubungan Ibrahim dan Kirana?


Akankah perjodohan Ilham dan Kirana berlanjut?


Keputusan apa yang akan diambil oleh Kirana untuk masa depannya? Bahagia kah? Sedih kah?


__ADS_1


__ADS_2