
Malam hari di kediaman Rafiz
Zidan menghampiri Papanya di ruang kerja, "Pah! Apa aku mengganggu?" tanya Zidan saat membuka pintu ruang kerja papanya dan melihat jika papanya sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
"Tentu saja, masuklah!" Rafiz menghentikan aktivitasnya dan mempersilahkan Zidan untuk duduk di depannya.
"Ada apa?" tanya Rafiz begitu Zidan sudah duduk di depannya, ia bisa melihat jika anaknya itu ingin mengatakan sesuatu.
Selama ini Zidan selalu ingin membantu pekerjaan Papanya. Namun, Rafiz memintanya untuk fokus dan menikmati masa remajanya, ia merasa masih sanggup untuk menangani semuanya.
"Pah, apa boleh Zidan membantu Papa di kantor?" ucapnya langsung pada keinginannya.
"Kau sudah ingin bekerja?"
"Iya, Pah! Sebentar lagi aku juga akan lulus SMA, aku rasa aku sudah siap untuk bekerja."
"Baiklah jika memang kau sudah siap untuk membantu Papa, tapi Papa tidak ingin jika pekerjaanmu ini dapat mengganggu pelajaranmu."
"Iya, Pah! Papa tenang saja, Zidan akan berusaha untuk mengerjakan keduanya dan pasti bisa fokus pada pelajaran dan juga pekerjaan yang akan Zidan kerjakan nantinya," ucap Zidan yakin.
"Baiklah, Papa akan memberikan pekerjaan padamu, apa Semua ini karena kau ingin merebut hati keluarga Abraham Wijay" tebak Rafiz menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya, menatap penuh curiga pada putranya.
Zidan menggaruk tengkuknya, sepertinya papanya tau tujuan utamanya. "Apa menurut Papa aku bisa merebut hati mereka, aku dengar ketiga Kakak Arsy sangat posesif padanya begitu juga dengan Pak Abraham Wijaya. Aku tahu maksud mereka baik. Mereka ingin melindungi Arsy, tapi apa menurut Papa mereka bisa percaya padaku?"
"Sebenarnya Papa tidak yakin, tapi papa percaya kau bisa melakukan, Papa juga akan coba untuk membantumu. Arsy gadis yang baik, mereka juga dari keluarga yang terpandang dan keluarga yang baik-baik. Papa sangat setuju jika kamu menjalin hubungan dengannya, tapi ingat kamu jangan mencoba macam-macam mereka bukan keluarga sembarangan Abraham wijaya adalah salah satu rekan bisnis terbesar Papa."
"Apa Papa tak percaya padaku. Aku tak mungkin menyakiti hatinya atau berbuat macam-macam padanya aku benar-benar mencintaimu, Pah!"
Rafiz tertawa mendengar kata cinta dari putranya, ini untuk pertama kalinya ia mendengar kata itu keluar dari mulut putranya. Rafiz tau selama ini Putranya itu tak pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis manapun.
"Papa jangan meledekku, tapi aku benar-benar jatuh cinta padanya, Pah!"
__ADS_1
"Iya, Papa tahu perasaanmu. Papa juga pernah muda, Papa juga pernah jatuh cinta dan memperjuangkan cinta. Kamu tenang saja, Papa mendukung penuh cintamu, besok kau boleh datang ke kantor setelah kau pulang sekolah."
"Baik, Pah Zidan akan buktikan kemampuan Zidan."
"Oya, bagaimana menurut kamu tentang Kian? Maksud Papa keinginannya untuk menjalani hubungan dengan Syahidah. Kita bahkan tak tau Siapa dia sebenarnya."
Zidan menghela nafas, ia juga bersandar di sandaran kursinya. "Sepertinya Kian memang menginginkan mendekati Syahidah. Aku sudah memintanya untuk menjauhi Syahidah, tapi seperti dia juga akan memperjuangkan cintanya, dia bilang dia akan tetap mencoba merebut hati Papa. Apa Papa akan menyetujuinya?"
"Kita lihat saja, sebesar apa perjuangannya untuk mendapatkan izin dari Papa. Kalau memang dia bisa membuat Papa terkesan dan percaya padanya untuk menjalin hubungan dengan Syahidah, Papa akan memberi izin. Papa juga percaya pada adikmu."
Zidan hanya mengangguk, Sekarang mengerti bagaimana rasanya berada di posisi Kian.
"Kakak lagi ngapain? menguping pembicaraan Kakak dan Papa ya?"
"Shakila kamu jangan berisik," ucap Syahidah dan menarik adiknya itu menjauh dari pintu ruang kerja Papanya. Ia sangat terkejut dengan kehadiran adiknya yang tiba-tiba
"Kakak lagi nguping ya?" tanya Shakila lagi.
"Nggak kok, tadi Kakak cuma mau masuk menghampiri papa, tapi kak Zidan masuk lebih dulu makanya Kakak menunggu sampai kak Zidan keluar. Siapa juga yang menguping Kita kan nggak boleh nguping pembicaraan orang tua."
"Memangnya kamu ingin berbicara apa dengan papa?"
"Aku ingin meminta Papa mengantarku ke rumah Aira."
"Ini kan sudah malam. Besok saja!"
"Tapi, pelajaran itu akan dikumpulkan besok, Aira meminjam bukuku aku tak bisa mengerjakan PR ku."
"Ya sudah, sebaiknya kita temui papa sekarang sama-sama atau Kalau Papa sibuk kamu bisa meminta Kak Zidan."
"Iya deh," ucap Shakila kemudian mereka berdua mengetuk pintu ruang kerja Papanya dan langsung membukanya.
__ADS_1
Syahidah langsung duduk di samping Zidan sedangkan Shakira langsung duduk di pangkuan Papanya.
"Ada apa? Kenapa putri-putri cantik Papa semua datang ke sini? Apa kalian ingin membantu Papa bekerja atau hanya ingin mengganggu Papa?"
"Papa aku ingin ke rumah Aira, bisakah Papa mengantarku?" tanya Shakila mengalungkan tangannya dengan manja ke leher Papanya.
"Ke rumah Aira? Di jam seperti ini? Memangnya kamu mau ngapain Sayang ke sana?"
"Aira meminjam buku catatanku, aku tak bisa mengerjakan PR ku dan PR itu akan diperiksa besok."
"Mau kakak antar?" ucap Zidan menawarkan diri.
"Ya udah, aku juga ikut, ah!" Syahidah juga menawarkan diri.
"Papa lagi banyak pekerjaan. Kamu mau ya diantar sama kakak-kakak kamu."
Shakila melihat kedua Kakaknya, biasanya jika papanya yang mengantar, Papanya akan menuruti apa yang diinginkannya termasuk membeli Eskrim saat pulang. Namun, tidak dengan Zidan.
"Tapi, aku ingin bersama dengan Papa."
"Biar kakak saja yang antar, nanti pulang dari sana Kakak belikan es krim, deh!" ratu Zidan membuat Shakila langsung tersenyum dan mengangguk.
"Ya udah kalian hati-hati di jalan. Zidan pelan-pelan saja membawa mobil," ucap Rafiz saat ketiga anaknya itu akan meninggalkan ruang kerjanya.
"Oke, Pah!" ucap Zidan sebelum mereka pun menutup pintu. Ketiganya dengan senyuman di wajahnya menuruni tangga. Aira sangat senang karena ia akan membeli es krim sedangkan Syahidah sangat senang karena ayahnya akan mempertimbangkan untuk menyetujui hubungannya dengan Kian. Begitupun dengan Zidan, Senyum juga terlihat di wajahnya ia berharap malam ini ia bisa melihat Arsy gadis yang dicintainya.
Hai semua, nih ada Karya terbaik rekomendasi author hari ini. Yuk mampir..
☘️☘️☘️☘️
Adriano D'Angelo tak pernah menyangka bahwa Tuhan memberinya kesempatan kedua. Setelah ditembak oleh wanita yang sangat dia cintai kemudian dibuang ke laut, Adriano terdampar dan berhasil diselamatkan oleh seorang gadis bernama Olivia hingga pulih seperti sediakala. Adriano bertekad untuk melanjutkan hidup serta menutup kisah kelam masa lalunya, dengan tak lagi menginjakan kaki di Italia. Akan tetapi, siapa sangka jika dirinya dipertemukan lagi dengan wanita yang telah membuatnya celaka. Dia kembali terjebak dalam pusaran cinta yang ternyata tak mampu untuk disingkirkannya terhadap wanita yang tak lain adalah Florecita Mia.
__ADS_1
Akankah Adriano kembali mengejar Mia, atau memilih Olivia yang telah berjasa baginya?