
Menjelang sore orang yang ditunggu oleh Syahida tak kunjung datang. Mereka mengabarkan jika mereka tak bisa hadir karena ada alasan yang tak bisa mereka Katakan. Syahida mengerti dia tak memaksa orang tersebut untuk tetap datang, ia yakin pasti mereka memiliki alasan yang cukup kuat mengingat mereka melalui banyak tahap untuk sampai di posisinya yang sekarang dan bukan hanya itu saja. Jika mereka mengikuti hingga akhir mereka bisa langsung ikut bergabung dengan peluncuran Secret Partner Level Diamond, mereka juga akan mendapatkan hadiah dari kemenangan mereka. 20 orang yang sudah lolos dan ikut serta dalam peluncuran sudah menjadi juara dan sudah mendapatkan hadiah yang fantastis bukan cuman hadiah yang berupa uang tunai langsung, mereka juga akan mendapatkan hadiah berupa level pemula untuk permainan Secret Partner Level Diamond yang akan mereka mainkan nantinya.
Syahida mengetuk kamar Zidan.
"Masuk," terdengar suara Zidan dari dalam kamar membuat Syahida membuka pintu tersebut dan melihat kakaknya yang begitu tampan dengan setelan jas lengkap serta rambut yang ditata dengan sangat rapi.
"Kakak ingin mengatakan cinta pada Arsy atau ingin melamarnya? Penampilan kakak seperti akan melamar seorang gadis saja." Syahida tertawa melihat kakaknya terlihat sangat serius dengan penampilannya.
"Bukan hanya menaklukkan hati Arsy, kakak juga harus menaklukkan hati keluarganya. Penampilan itu sangat penting," jawab Zidan tanpa melihat Syahida, masih terus berkutat dengan rambutnya menatap pantulan dirinya di cermin.
"Jika kakak di tolak jangan memohon bantuan pada ku ya."
Zidan hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya itu.
"Kau mengatakan jika kakak berlebihan dalam berpenampilan lalu ada apa denganmu? Coba aja lihat penampilanmu sendiri, kamu seperti akan dilamar saja," celetuk Zidan membalas perkataan Adiknya itu.
"Aku juga nggak mau pakai ini, tapi ini dipilihin sama mama. Aku sudah bilang jika ini berlebihan. Kakak tau sendiri kan jika mama tak akan mau di bantah," ucapnya memperlihatkan gaunnya dengan berputar. Syahida terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna hijau tosca yang bagian atas yang sedikit terbuka. Namun, masih terlihat sopan. Memakai make up tipis dan tatanan rambut yang dibuat oleh Nandira semakin membuat adik kembarnya itu menjadi sangat cantik.
"Mama tau saja membuat mu lebih cantik."
"Aku kan selalu cantik."
"Ada apa kau kemari? Kau hanya ingin memperlihatkan penampilanmu pada kakak?" tanya Zidan yang kini sudah selesai dengan penampilannya. Ia memakai jam tangan mahal yang baru saja di belinya.
__ADS_1
Zidan memaksimalkan penampilannya, ini merupakan malam istimewa untuknya dan semua itu mendapat dukungan dari papanya, membuatnya semakin memudahkan segala urusannya malam ini.
Syahida menghela nafas, dia pun berjalan ke sisi tempat tidur duduk di sana. Ingin rasanya ia berbaring. Namun, tatanan rambutnya akan rusak jika melakukan hal itu dan bisa dipastikan mamanya kan marah padanya.
"Ini kak. Aku baru dapat pesan dari kedua peserta itu, mereka tak bisa hadir sedangkan acaranya tinggal beberapa jam lagi," kesal Syahida. Syahida hanya melihat nomor ponsel orang yang baru saja mengirimkan pembatalan keikutsertaannya dalam lomba, Syahida hanya mengatakan tidak apa-apa dan berterima kasih atas partisipasinya sampai sejauh itu.
"Kakak sudah menelepon Nizam dan Riza, meminta mereka bersiap-siap jadi kamu tenang aja pastikan saja ke 18 pemain sudah siap di tempat mereka."
"Sudah kakak, Aku sudah mengeceknya. 17 orang sudah siap di tempat acara akan di gelar. Aku sudah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada Riza, aku sampai di sini aja ya kak?" Ujarnya.
Syahida duduk santai dia sudah tak mau memikirkan 20 peserta itu ya sudah membuat sangat pusing selama beberapa hari terakhir.
"17 orang?"
"Oh iya, aku lupa. Ya sudah, sisanya biar kami yang mengawasi, terima kasih atas bantuanmu. kamu memang adik kakak yang sangat baik dan tentu saja sangat pintar," ucap Zidan merangkul adiknya kemudian mereka pun menuju ke arah lantai bawah menunggu yang lainnya.
***
Di kamar utama, Nandira memakaikan dasi pada suaminya.
"Mas, ada tidak terlalu cepat Zidan malam ini menyatakan perasaannya kepada Arsy? Mas tau sendiri kan papanya Arsy sangat selaktif dan bagaimana jika Zidan ditolak? Dia pasti akan sangat malu, belum lagi semua ini disiarkan secara langsung."
"Sepertinya kau lupa kalau kamu miliki anak jenius. Kau tenang saja, aku yakin Zidan pasti bisa menanganinya," jawab Rafiz walaupun sebenarnya ia juga khawatir akan hal itu.
__ADS_1
"Aku tahu mereka pasti bisa melancarkan semuanya, tapi masalahnya apakah Arsy akan menerima cinta Zidan. Kita tau sendiri kan jika anak itu begitu penurut. Aku lihat Abraham Wijaya juga sangat posesif pada putrinya, belum lagi ketiga putranya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika anak kita ditolak di depan umum, apa itu tak berpengaruh pada hubungan kerjasama kalian?"
Rafiz tak menjawab. Ia juga memikirkan hal itu, Abraham Wijaya merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh di kota itu dia juga merupakan salah satu rekan bisnis yang bisa dibilang cukup berpengaruh untuk perusahaannya.
"Sudahlah kita serahkan saja pada anak-anak, mereka pasti sudah tahu apa yang akan mereka lakukan jika anak Abraham sampai menolak atau menerimanya," ucap Rafiz percaya pada kedua anaknya.
Nandira hanya mengangguk setelah merapikan pakaian suaminya, ia pun kembali mengurus Shakila, mengepang rambutnya dan juga memberi beberapa hiasan rambut yang lainnya. Setelah dirasa semuanya sudah selesai mereka pun keluaran menghampiri Zidan dan Syahida yang sudah duduk menunggu mereka di ruang tamu.
"Ayo kita berangkat," ucap Rafiz yang sudah sampai pada anak-anak nya. Mereka langsung masuk ke mobilnya, Zidan sudah siap dan kali ini Zidan yang membawa mobilnya dan ketiga wanita di keluarga itu duduk di jok belakang.
"Zidan apa kamu yakin akan mengatakan perasaanmu pada Arsy malam ini?" tanya Nandira.
Mendengar pertanyaan itu Rafiz juga Syahida langsung melihat ke arah Zidan, tidak ada Jawaban, Zidan hanya tersenyum menjawabnya.
"Kamu itu jangan tersenyum saja," sahut kesal Nandira. "Mama hanya ingin tau seberapa yakin kamu dengan rencanamu malam ini. Bagaimana jika kamu ditolak? Bukan hanya hubunganmu dengan Arsy yang mungkin akan tenggelam, tapi hubungan Mama dan juga bundanya pasti akan renggang. Belum lagi dengan perusahaan Papamu dan papanya Arsy."
"Mama tenang aja, aku nggak akan menimbulkan masalah, malah aku akan menyatukan kedua keluarga kita. Jadi Mama tenang saja, percaya padaku!" sahut Zidan membuat Nandira pun mengangguk walaupun hatinya belum yakin tentang apa yang dibahasnya.
****
Bukan hanya keluarga Zidan yang sibuk, begitu juga dengan keluarga Abraham Wijaya. Mereka sudah siap dengan pakaian resmi mereka, mereka juga langsung bergegas ke tempat acara mengingat acaranya akan segera dimulai dan mereka merupakan salah satu tamu penting yang harus hadir dalam acara peresmian tersebut sebelum acara dimulai..
🌹 Terima kasih sudah membaca 🌹
__ADS_1