Pria Kejam Dan Gadis Jujur

Pria Kejam Dan Gadis Jujur
Karya Baru - Menikahi Putri Tidur


__ADS_3

Ezzy menatap Haura yang tertidur pulas tanpa menggerakkan tubuhnya. Wajahnya yang putih, bibirnya merah dan bulu mata lentik memancarkan seorang putri bangsawan.


Ezzy duduk di sofa yang telah disediakan, matanya mulai mengantuk akhirnya ia tertidur.


Dua jam berlalu, Ezzy membuka mata dan melihat Haura masih terbaring dengan posisi yang sama yaitu terlentang. Tangan kanannya di atas perut dan tangan kirinya lurus ke sisi bawah.


Ezzy lantas mendekat, menarik kursi dan memperhatikan Haura yang tertidur. "Sangat cantik!" gumamnya.


"Pantas saja, tidak ada yang betah di sini. Di ruangan ini tak ada televisi, buku atau ponsel tentunya sangat membosankan harus menunggu orang tidur," Ezzy membatin. Sembari memperhatikan sekelilingnya.


Took...


Took...


Ezzy menoleh ke arah pintu, bangkit, kemudian melangkah lalu membukanya.


Seorang pelayan wanita menyerahkan nampan berisi makanan dan minuman. "Cepat habiskan sebelum Nona Haura terbangun."


Ezzy mengangguk mengiyakan.


"Jika sudah selesai makan, lambaikan tanganmu ke kamera. Biar aku datang mengambil piring kotornya!"


"Baik, Kak."


Pelayan wanita itu pun berlalu.


Ezzy yang memang sangat lapar, dengan cepat menghabiskan makanannya. Apalagi menunya sangat banyak, enak dan lezat.


Tak sampai 30 menit, Ezzy selesai makan. Mengikuti instruksi yang diberikan ia pun lakukan.


Tak lama kemudian, wanita yang mengantarkan makanannya datang dan membersihkan meja tak lupa memberikan pengharum ruangan.


"Bersihkan wajah dan sikat gigimu, jangan sampai Nona Haura terbangun dan mencium aroma tubuhmu yang memancing amarahnya!" Wanita itu menyerahkan pencuci wajah, sikat dan pasta gigi serta parfum.


Ezzy menerima barang-barang tersebut.


Setelah menutup pintu, gegas ke kamar mandi membersihkan diri sekedarnya.


Ezzy kembali duduk seraya melipat tangannya, sesekali matanya ke arah jam dinding.


"Sudah tujuh jam dia tertidur, kenapa tubuhnya tidak bergerak sama sekali?" gumamnya.


Ezzy yang penasaran lantas menyentuh tangan Haura dengan jemari telunjuknya berharap gadis itu menggerakkan anggota tubuhnya.

__ADS_1


Dua kali Ezzy menyentuhnya dengan hati-hati, tetapi Haura tak menunjukkan reaksi apapun.


"Nona!" panggilnya lirih.


Jemari tangan kiri Haura bergerak.


Netra mata Ezzy membulat.


Sementara di lain ruangan, orang tuanya Haura melihat dari layar monitor kamarnya.


"Sayang, lihatlah! Haura terbangun, padahal belum lima belas jam!" ucap wanita cantik bernama Lessa.


"Iya, ini jarang terjadi," sahut Rafin, Papa Haura.


"Apa yang akan dia lakukan pada pemuda itu?" tanya Lessa.


"Kita lihat saja, barang-barang yang memicu hal-hal fatal sudah di singkirkan," jawab Rafin.


Haura terbangun bangkit dan duduk lalu melihat ke arah Ezzy yang melemparkan senyuman.


"Siapa kamu?" tanyanya dingin.


"Saya Ezzy, Nona."


"Saya hanya di suruh, Nona!"


Haura menyibak selimut lalu turun dan berjalan mendekati Ezzy. Menarik kerah baju pemuda itu, "Siapa yang menyuruhmu?"


"Kedua orang tua, Nona." Jawab Ezzy sesuai yang dikatakan Alon.


Haura melepaskan cengkeramannya lalu mendorong tubuh Ezzy dengan kuat hingga tersungkur.


"Aku tidak butuh seseorang yang menjaga tidurku!" ucapnya dengan lantang.


"Tapi saya butuh pekerjaan ini, Nona!" ceplos Ezzy.


***


Haura mendekati Ezzy yang terjatuh di lantai, lalu berjongkok di sampingnya. Tangan mulusnya mendarat di pipi Ezzy.


Sontak, membuat Ezzy terperangah melihat gadis begitu cantik dan anggun bersikap kasar kepadanya. Ingin marah tapi ia sangat tergiur dengan gajinya.


"Jadi kamu berharap seumur hidupku begini terus, hah?" hardik Haura.

__ADS_1


"Tidak, Nona. Saya berharap Nona Haura sembuh, bagaimana kalau kita bicara?"


"Aku tidak suka berbicara dengan orang asing!"


"Kita sudah berkenalan," ucap Ezzy.


"Tapi, bagiku kamu itu orang lain!"


Haura kemudian bangkit dan berdiri lalu membalikkan tubuhnya.


Ezzy pun melakukan hal sama.


"Keluarlah dari kamarku ini!" usirnya dengan nada dingin.


"Ini belum lima belas jam, jadi saya tidak akan keluar."


"Kamu ingin berduaan dengan aku?" Haura membalikkan badannya.


"Jika Nona butuh teman bicara kenapa tidak."


Haura mendekati Ezzy dan ingin melayangkan tamparan ke wajahnya lagi, namun Ezzy segera menahan tangan tersebut.


"Lepaskan aku!" sentak Haura.


"Bisakah Nona bersikap lembut?"


"Tidak!"


"Nona sangat cantik dan menarik. Saya yakin kalau di dalam diri Nona ada hati seperti berlian," ucap Ezzy.


Tampak mata Haura berkaca-kaca.


"Saya akan melepaskan tangan Nona jika tidak memukul lagi," ujar Ezzy.


Haura tak menjawab, tapi ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pemuda yang ada dihadapannya.


"Apa Nona pernah mengalami kegagalan cinta?" tanya Ezzy menatap dalam mata Haura.


"Apa kamu harus tahu semua tentang aku?" Haura balik bertanya.



Jangan Lupa Mampir 😊🙏🏼

__ADS_1


__ADS_2