
"Mffffhhhh!!!" Daisy melihat Aditya yang tertembak sampai ia bisa melihat darah yang mengalir keluar dari luka-nya itu, ia berpikir bahwa Aditya terbunuh karena serangan tadi itu, dia terbunuh karena mencoba untuk menyelamatkan diri-nya yang tidak bisa melakukan apapun walaupun sudah diberkahi sumber Mana untuk Daisy.
Daisy mencoba sekuat mungkin untuk melepaskan ikatan yang mengikat kedua lengan-nya juga tali yang menutup mulut-nya, tentara yang duduk di sebelah-nya tadinya sedang membaca buku tetapi ia bisa melihat sandera-nya yang mencoba untuk melarikan diri, ia langsung menghantam wajah Daisy dengan tinju yang di alirkan Mana sampai ia pingsan.
"Sungguh gadis yang bod---"
Jroott...!!!
Kepala tentara yang tadi memukul Daisy langsung hancur ketika sebuah bambu runcing menusuk kepala-nya itu, tentara lain-nya dan supir langsung tercengang ketika melihat itu karena Aditya masih hidup... bisa terlihat jelas dari serangan bambu runcing-nya itu, tentara lain-nya membuka atap mobil-nya lalu ia berdiri untuk melihat situasi di luar dengan kedua senapan otomatis yang sudah ia siapkan.
"Status?! Apakah kau melihat dia!?" Tanya supir itu.
"Tidak... aku tidak melihat diri---" bambu runcing yang berada di sebelah Daisy mulai bergerak sehingga menusuk perut tentara tersebut lalu bambu runcing itu mencabik-cabik organ-nya tubuh sehingga keluar melalui mulut-nya, hasilnya tentara itu terbunuh dengan cara yang cukup mengerikan.
Awal-nya jumlah dari tentara yang menculik Daisy berjumlah lima dengan seorang supir yang mengendarai mobil tersebut, kedua ******* yang masih bertahan hidup itu mulai menghancurkan bambu runcing itu dengan mengeluarkan pisau tajam mereka yang di alirkan Mana, mereka menoleh ke belakang dan melihat Aditya yang sedang lari mengejar mereka dengan pergerakan-nya yang tidak normal itu.
"Si sialan itu masih hidup..." Kata salah satu dari ******* itu, ia bisa melihat luka di bagi kening-nya yang masih mengeluarkan darah, wajah Aditya sekarang dipenuhi dengan darah itu... dia merasa nyeri di bagian kepala-nya tetapi ia tidak akan membiarkan Daisy di culik oleh mereka semua walaupun dia sendiri yang menghampiri kematian tersebut.
Kedua tentara itu mulai menghancurkan seluruh kaca yang terdapat di jendela belakang mobil lalu mereka mulai menciptakan senapan otomatis yang menembakkan banyak peluru, Aditya melompat tinggi ke atas dengan mengalirkan Mana di kedua kaki-nya lalu ia mendarat di atas mobil itu dan mengejutkan mereka semua.
"Musuh di ata---" Aditya tidak berpikir dua kali untuk membunuh mereka karena pikiran-nya saat ini sedang bertentangan dengan membunuh atau membuat mereka pingsan, Aditya memasukkan tapak-nya ke dalam leher salah satu dari tentara itu lalu ia menarik tulang yang ada di dalam leher itu keluar sehingga kerangka-nya ikut tertarik.
Melihat Daisy yang disandera juga diri-nya yang hampir saja terbunuh karena serangan mereka, ekspresi Aditya terlihat seperti pembunuh berdarah dingin... tentara lain-nya melihat temannya terbunuh dengan cara yang sadis, ia panik dan mencoba untuk mendekati Daisy agar ia bisa mengancam Aditya.
__ADS_1
"Berhenti sekarang juga!!!" Kata tentara itu yang mulai membidik kepala Daisy dengan pistol yang ia pegang, Aditya hanya diam karena ia melihat Henzie datang dari belakang mobil, ia menarik tentara itu keluar lalu menjatuhkan-nya di atas jalan. Supir itu melihat seluruh rekan-nya telah kalah melalui kaca spion.
Supir itu dengan panik mengeluarkan sebuah senapan tetapi Aditya memegang tangan-nya sehingga supir itu menarik pelatuk-nya sehingga senapan yang ia pegang mulai menembak peluru itu ke depan dan tidak mengenai Aditya bersama kedua gadis yang berada di belakang-nya, Aditya menatap-nya dengan tatapan yang mengancam lalu ia menusuk leher-nya dengan serpihan bambu runcing yang terletak di atas kursi.
"Accckkk..." Supir itu mengalami pendarahan besar di leher-nya lalu Aditya menghantam wajah supir itu dengan setir yang ada di depan-nya, setelah itu ia membuka pintu mobil lalu mengeluarkan supir tersebut. Aditya sekarang mulai mengendarai mobil itu lalu menginjak rem dengan penuh tenaga sampai mobil itu berhenti dengan cepat.
"Hah... hah... hah..." Aditya menyentuh luka di kening-nya, alasan dia selamat dari peluru itu karena ia mengalirkan kepala-nya dengan Mana-nya sampai peluru itu hanya sempat untuk melukai kulit-nya saja dan merobek-nya.
Nit... nit... nit...
"Keluar sekarang!!! Aditya!!!" Seru Henzie keras sehingga ia mengangkat Daisy lalu keluar melalui jendela belakang, Aditya melebarkan kedua matanya lalu ia dengan panik membuka kembali pintu di sebelah-nya lalu melompat keluar sampai bom yang berada di dalam mobil itu mulai meledak dan ledakan itu mengenai Aditya tetapi tidak mampu untuk membunuh-nya.
Bammmm...!!!!
"Aditya...!" Henzie mengeluarkan lengan-nya lalu Aditya segera menggenggam erat tangan, Henzie mulai menarik Aditya ke tempat yang lebih aman dari ledakan itu, Henzie mulai curiga dengan ledakan tadi. Ia mulai berpikir bahwa ledakan tadi itu untuk memanggil bala bantuan lain-nya karena mereka telah gagal menjalani misi.
"Sial..." Henzie mengalirkan seluruh tubuh-nya dengan Mana untuk menambahkan kekuatan-nya lalu ia mengangkat Daisy dan Aditya ke tempat yang lebih aman, mereka harus masuk ke dalam hutan dan menjaga jarak dengan ledakan itu sebelum bala bantuan lain-nya datang.
Setelah Henzie tiba di tempat yang cukup jauh dari lokasi ledakan tadi, ia langsung meletakkan Aditya di sebelah pohon agar ia bisa bersandar disana, "Jangan hiraukan aku... lebih baik kau melihat kondisi Daisy..." Kata Aditya yang masih bisa bertahan, Henzie mulai mengalirkan jari-nya dengan Mana untuk membuat jari-nya jadi tajam seperti pisau.
Henzie melepaskan seluruh tali yang mengikat Daisy lalu ia mulai menyentuh leher-nya untuk merasakan urat nadi-nya, Henzie menghembuskan nafas-nya dengan lega ketika ia merasakan detak nadi-nya itu, kondisi Daisy sepertinya baik-baik saja hanya saja dia pingsan karena pukulan tadi.
"Syukurlah... Nona Daisy tidak mengalami luka krisis apapun." Henzie tersenyum lalu ia mengalirkan jari telunjuk-nya dan mulai menyentuh leher Daisy sehingga tubuh-nya mulai dipenuhi dengan garis Mana, "Apa yang kau lakukan...?" Tanya Aditya.
__ADS_1
"Salah satu dari kemampuan Mana yang dapat memeriksa kondisi seseorang, jika salah satu dari garis itu berubah menjadi warna yang berbeda maka Mana itu menemukan sebuah kerusakan atau efek negatif seperti racun dan lain-lain." Henzie melihat kepala Daisy mulai memancarkan cahaya ungu, itu artinya dia pingsan dan cara untuk membangun-nya itu mudah.
"Cahaya ungu artinya dia pingsan... kita dapat menggunakan Mana untuk membangkit-nya dengan memberinya sedikit dari Mana kita." Henzie mulai menyentuh kening Daisy, "Mana Transfer."
Kepala Daisy mulai bersinar dan garis yang tadi-nya berwarna ungu mulai berubah menjadi warna biru dimana kondisi mulai semakin membaik, perlahan-lahan kedua matanya terbuka lalu ia bisa melihat Henzie sedang menatap-nya dengan sebuah senyuman di wajah-nya, "Nona Daisy... kami senang anda baik-baik saja."
"Henzie..." Henzie mulai membantu Daisy untuk duduk lalu ia melihat Aditya dengan kondisi yang dipenuhi luka bahkan ia sendiri melihat darah yang masih mengalir melalui luka di kening-nya, "Aditya...! Astaga, maafkan aku!"
Daisy merasa bersalah ketika melihat Aditya dipenuhi luka seperti itu, ia mulai menghampiri Aditya untuk mengeluarkan sebuah perban yang ia simpan di dalam penyimpanan Mana-nya itu, ia selalu membawa-nya untuk berjaga-jaga jika ia terluka atau Henzie terluka melindungi diri-nya.
"Bukan luka kritis kok... tenang saja..."
"Maafkan aku... aku benar-benar gadis pengecut yang tidak bisa bertarung..." Kata Daisy sambil membalut semua luka Aditya, Aditya terkejut ketika melihat air mata mengalir keluar melalui kedua mata-nya karena ia sangat bersyukur melihat Aditya yang menyelamatkan-nya bahkan sampai dipenuhi luka seperti ini.
"Jangan menangis... untuk apa kau menangis melihat seseorang yang masih hidup, Daisy? Aku baik-baik saja, simpan tangisan itu untuk kemenangan atau seseorang yang sudah gugur." Kata Aditya.
Daisy tidak mengatakan apapun karena ia sedang fokus membalut semua luka Aditya lalu menggunakan sumber Mana-nya untuk menyembuhkan semua luka-luka itu, Aditya terkejut bahwa Daisy memiliki kemampuan Mana yang dapat menyembuhkan sebuah luka, ia terlihat lebih menonjol sebagai dokter dibandingkan pengusaha.
"Terima kasih---" Aditya dikejutkan dengan Daisy yang mulai memeluk-nya secara tiba-tiba, pelukan itu hanya membuat Henzie terkejut sedangkan Aditya hanya diam dan terlihat bingung karena ia belum pernah dipeluk oleh gadis sebelum-nya, "Daisy...?"
"Hmmm... terima kasih.... terima kasih sudah menyelamatkan-ku, Aditya..."
"...dankjewel." Daisy mulai mengucapkan terima kasih dalam bahasa Belanda.
__ADS_1
"Ya... sama-sama..."