Pride of Indonesia

Pride of Indonesia
POI 60 - Kendaraan Mana


__ADS_3

Andrian mulai menggerakkan setir mobil dengan cukup agresif karena ia bisa melihat jalan mobil yang tiba-tiba mengeluarkan sebuah tiang yang begitu panjang, salah satu kemampuan yang dapat menciptakan tiang, ia mulai membelokkan mobilnya beberapa kali sehingga Aditya mempersiapkan senapan pistolnya lalu menoleh ke belakang.


Kedua mata Aditya yang memancarkan cahaya biru adalah tanda dari aliran Mana yang membantu penglihatannya untuk bisa mengenai apapun secara tepat sasaran, ia menarik pelatuk pistol itu dan satu tembakan berhasil mengenai motor yang berada di paling depan.


Tembakan itu sudah cukup untuk membuat preman yang sedang mengendarainya terkecoh sampai terjatuh di atas aspal, satu sudah kalah dan Aditya mulai memeriksa kembali dengan melihat dari jarak jauh dan preman itu masih bisa bangun dengan memperbaiki motornya menggunakan aliran Mana.


"Sial... Kemampuan Mana mereka benar-benar berdasarkan motor, tembakan tadi seharusnya sudah menghancurkan motor itu sampai tidak bisa bergerak lagi tetapi preman itu berhasil memperbaikinya dengan kemampuan Mana."


Kecepatan motor yang ditembak oleh Aditya bertabah cepat, preman itu terus menambahkan kecepatan tinggi dengan mengalirkan seluruh sumber Mana yang ia miliki sampai Aditya di buat bingung dengan motor yang terus berbelok secara zig-zag.


"Apa kau tidak akan menggunakan bambu runcing itu? Langka sekali aku melihat dirimu menggunakan senapan."


"Bambu runcing dapat dihindari dengan mudah karena ukuran yang begitu besar terlepas ke arahnya, lebih baik aku menggunakan metode yang baru saja aku pelajari yaitu menembak satu peluru yang dalam proses diselimuti dengan bambu runcing kecil..."


"...bahkan bisa sampai melakukan penetrasi kepada benda yang sangat keras, tembakan tadi aku mengarah ke arah bannya jika aku mengarah ke kaca motor itu maka perut preman itu bisa akan berlubang, masalahnya peluru yang dilindungi bambu runcing itu memakan banyak waktu."


Aditya menoleh ke belakang dan dikejutkan dengan dua motor itu yang mulai melompat-lompat, melihatnya saja sudah berada di luar logika yang Aditya miliki, kemampuan Mana mereka kuat dan mengerikan soal kendaraan sehingga mereka harus berhati-hati jika ingin mendekati mobil yang berada di hadapan mereka itu.


"Kemampuan Mana yang berkaitan dengan kendaraan terlihat cukup menakutkan juga, tidak bisa kita biarkan begitu saja..." Aditya menutup mata kirinya lalu ia membidik salah satu motor itu dan melakukan satu tembakan.


Peluru yang ia lepaskan itu melesat karena kecepatan dari kedua motor itu yang jauh lebih besar, Andrian tiba-tiba merasakan mobil yang ia kendarai seperti kehilangan keseimbangan, ia membuka jendela mobil untuk memeriksa bannya dan ternyata kempis karena menerima satu tembakan pistol.


"Aditya... alam!" Andrian menunjuk hutan di sebelah kiri.

__ADS_1


Aditya menatap pohon tersebut lalu ia memejamkan kedua matanya sehingga tiga bambu runcing melesat menuju arah kedua preman itu dan berhasil menusuk salah satu preman tersebut, tusukan yang diterima preman itu berada di bagian bahu kanan dan kiri sampai ia terjatuh di atas asap dan tidak bias mengejar Aditya dan Andrian.


Hanya tersisa satu preman sekarang, kecepatan dari tiga bambu runcing itu meningkat ketika Aditya memunculkannya melalui alam, kemampuan Mana Aditya yang berkaitan dengan bambu runcing memiliki tambahan kekuatan dan kekuatan jika dikeluarkan melalui alam dan diciptakan ketika di dalam alam.


"Baguslah, kau sepertinya mengetahui keuntungan kemampuan Mana dari bambu runcingku jika dekat dengan alam..." Aditya menoleh ke belakang, ia mulai membidik preman yang terakhir tetapi preman itu melakukan pergerakan yang rumit lagi dengan motornya itu.


"Apakah kita kehilangan jejak Satria dan Wilhelm juga?" Tanya Andrian.


"Sepertinya begitu... mereka menghilang entah kemana--- Brengsek!" Andrian menyadari satu tembakan yang mengenai ban bagian belakang sekarang, Aditya mulai melakukan tiga tembakan ke arah preman itu tetapi melesat karena ia berhasil menghindarinya dengan mudah.


Preman itu dikejutkan dengan seekor Garuda yang muncul di hadapannya tetapi ia berhasil menghindari serangan Garuda itu dengan menepuk setang sehingga jok dari motor itu mulai melempar preman tersebut ke atas langit, Garuda itu melancarkan satu serangan ke arah motor dan berhasil menghancurkannya.


"Andrian... preman atau geng motor apalah itu... mereka sangat gila." Aditya menoleh keluar lalu membidik preman yang berada di atas langit itu lalu melakukan dua tembakan, serangan peluru itu mulai tertahan ketika preman itu melepas helmnya lalu melemparnya ke depan.


"Ck... Brengsek...!" Aditya mengisi ulang pelurunya dan ia dikejutkan dengan anggota-anggota motor yang rusak mulai melesat menuju arah preman itu, membentuk kembali motor yang sudah dibenarkan, melihatnya saja membuat Aditya yakin bahwa motor itu tidak akan bisa hancur jika penggunanya kelelahan.


Andrian memiliki sebuah rencana yang cukup gila, jika kedua ban mobilnya kempis maka ia hanya perlu menghampiri musuh itu secara langsung dengan membelokkan setir itu ke kanan sehingga mobil itu mendadak belok ke kanan lalu mengejutkan preman yang sedang mempercepat gas motor itu.


Pada akhirnya motor dan mobil itu saling menabrak dengan hasil preman itu terlempar ke atas langit dengan motor yang terlempar ke belakang karena mobil Andrian saat ini di alirkan dengan Mana oleh Andrian dan Aditya untuk memperkuat mobil tersebut ketika menerima sebuah tabrakan.


Aditya membidik preman itu dengan pistolnya dan ia berhasil melakukan tiga tembakan yang mengenai kedua bahu dan kaki preman tersebut, membuat dirinya tidak bisa bertarung sama sekali. Andrian dan Aditya mulai kelelahan karena melepaskan hampir seluruh sumber Mananya untuk memperkuat mobil tersebut.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Andrian.

__ADS_1


"Ya, mari lanjutkan pengejaran... aku masih bisa melihat mereka..." Aditya menatap ke depan, mereka kembali melanjutkan pengejaran dengan masuk ke dalam mobil lalu mengeluarkan kapsul berisi Mana yang diciptakan oleh Daisy, kapsul yang dapat menambahkan sumber Mana.


*** 


Wilhelm mulai mengatur gigi mobil itu lalu menginjak rem, saat ini ia bisa melihat beberapa mobil di hadapannya, melihat melalui kaca spion saja terdapat tiga mobil yang mengikuti dirinya dari belakang. 


"Sepertinya kita berpisah dengan Aditya dan Andrian... seseorang memasang Mana Battlefield agar kita tidak bisa melakukan kerja sama dengan yang lainnya tetapi..." Satria mengalirkan kedua matanya agar ia bisa melihat dari jauh.


"Kita dapat keluar dari wilayah jika kita lurus terus... baiklah, mari kita lakukan ini, Wilhelm!" Satria mempersiapkan satu pistol dan satu silet yang ia pegang.


"Yes, sir!" Wilhelm mulai menginjak gas lalu mengatur gigi mobil itu lagi, dengan cepat ia mengalirkan sumber Mananya ke dalam mobil itu untuk menambahkan kecepatan dan durabilitas agar bisa menahan beberapa tembakan dari peluru.


Satria menoleh ke belakang dan melihat setiap mobil memiliki dua orang, satu menyetir dan satunya lagi menembak dengan senjata otomatis yang mereka pegang, dengan cepat Satria mulai mengalirkan Mana ke dalam senapan dan silet yang ia pegang, sudah lama sekali ia tidak merasakan pengejaran yang sengit seperti ini.


Mana Battlefield yang mereka masuki itu memiliki tipe yang berada, wilayah yang diciptakan oleh musuh itu seperti kota yang sudah hancur dan mereka harus bisa keluar dari dalam itu untuk kembali menuju jalan tol, kebetulan Wilhelm sangat mahir mengatasi pengejaran di kota luas seperti ini.


Semua belokan mulai ia lakukan dengan memutar setirnya ke kiri dan kanan untuk mengecohkan musuh sedangkan Satria menunggu waktu yang tepat untuk bisa menyerang, ia bisa melihat tiang yang begitu besar, dengan cepat ia melakukan satu tembakan yang berhasil menjatuhkan tiang tersebut menuju salah satu mobil musuh.


Tiang itu terjatuh di mobil musuh dan berhasil menghancurkannya, "Oh my god, kau membunuh mereka!?"


"Mereka pengguna Mana! Serangan tadi tidak cukup untuk membunuh mereka." Jawab Satria sambil melakukan beberapa tembakan menggunakan pistolnya, ia sempat melepaskan satu silet yang ia lempar dan semua musuh itu tidak menyadarinya karena terlalu fokus menghindari tembakan yang ia lakukan.


Mobil yang berada dekat dengan mobil Wilhelm melepaskan jepitan besi yang menusuk kap belakang, tali dari jepitan besi itu mulai terbakar dan mencoba untuk membakar mobil Wilhelm tetapi Satria mengalirkan kedua tinjunya dengan Mana lalu ia menghantam kaca bagian belakang dengan tangan kosong.

__ADS_1


Setelah itu ia menghancurkan kap belakang itu sampai bagian dari kap belakang tersebut terlempar ke belakang dan mengenai mobil itu sampai terlempar ke belakang karena menerima benda yang begitu keras, dengan cepat Satria masuk kembali ke dalam mobil lalu melakukan beberapa tembakan.


"Kerja yang bagus..." 


__ADS_2