Pride of Indonesia

Pride of Indonesia
POI 17 - Orang Amerika


__ADS_3

Seorang polisi mulai menghampiri tukang supir yang mengendarai bis Aditya, supir itu melihat polisi itu bersama beberapa tentara... supir itu mulai terlihat ketakutan ketika polisi itu menghampiri-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat mengancam, supir itu sudah bersiap-siap untuk melarikan diri tetapi polisi itu mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk ia berikan kepada supir tersebut.


"Kau bukanlah pelaku, pelaku yang sebenarnya saat ini sedang kami tangani, kami menyarankan anda untuk segera pergi dari tempat ini dan jangan menghiraukan satu penumpang yang tertinggal..." Polisi itu memberikan uang tersebut kepada-nya, supir itu dengan senang hati akan mengambil uang itu sambil tersenyum lebar, "Terima kasih, pak polisi..."


"Tidak perlu formal seperti itu kepada saya, panggil saja Pak David." Polisi yang bernama David itu mulai bergegas menghampiri WC umum bersama tentara lain-nya, polisi itu baru saja di bawah oleh tentara militer yang dipimpin oleh jenderal Wahyudi... itu artinya polisi itu sudah pasti akan memiliki kemampuan Mana yang hebat.


Di sisi lain-nya tiga tentara itu terlihat kesal ketika seorang pria yang baru saja berbicara bahasa Inggris itu datang menyelamatkan Aditya secara tidak sengaja, "Melihat wajah-mu dan juga bahasa yang aku dengar tadi, kau pasti orang Amerika ya... kali ini kami mengampuni diri-mu, sekarang cepat pergi dari tempat ini.


"Yes, I am! Aku tidak akan pergi meninggalkan pria malang ini yang sedang diserang oleh kalian bertiga, aku melihat diri-nya dan di koran... dia tidak bersalah dan tidak berhak untuk di hukum atas garis Mana yang muncul di kedua lengan-nya itu, jika dia bersalah maka kalian pengguna Mana juga bersalah karena memiliki tato. Itu artinya kalian juga harus merasakan Petrus itu sendiri!" Kata laki-laki itu yang mulai menunjuk mereka semua dengan ekspresi yang terlihat serius.


Apa yang pria itu katakan terdengar cukup masuk akal tetapi tentara itu diperintah oleh Wahyudi untuk membunuh seorang preman dan juga orang yang melakukan kejahatan, Wahyudi terlalu mendalami tentang operasi Petrus ini sehingga jika diri-nya atau tentara-nya melihat suatu kejahatan maka mereka tidak akan pernah bisa lolos dari Petrus itu sendiri.


"Kau salah, orang Amerika... seharusnya kau sadar bahwa dia ini sudah membunuh tentara militer Jenderal Wahyudi, itu artinya dia sudah melakukan banyak kejahatan!" Kata tentara yang membidik senapan itu kepada Aditya.


"You are wrong! Seharusnya kalian menatap diri kalian sendiri di depan cermin, bukan-kah kalian lebih jahat karena sudah membunuh bangsa yang sama? Orang yang tinggal di negara yang sama?! Apa susah-nya kalian menegakkan hukum yang benar dengan menjatuhkan mereka semua ke dalam penjara!" Seru pria tersebut.


"Apa yang kau tahu tentang Indonesia di era orde baru ini, orang Amerika!?" Kesabaran tentara itu mulai habis sehingga ia membidik pria amerika tersebut lalu menarik pelatuk senapan-nya, "Fuhhhh!!!" Pria itu mulai menarik pintu itu lalu ia menahan semua peluru itu menggunakan pintu yang sudah di alirkan oleh Mana, setelah itu ia melempar-nya ke depan dengan tenaga-nya.


Pintu itu mengenai tiga tentara itu sekaligus sampai pintu tersebut hancur dan membuat mereka pingsan, Aditya merasa lega bahwa orang amerika ini tidak membunuh mereka karena awal-nya pikiran Aditya sudah mempengaruhi diri-nya untuk membunuh mereka semua menggunakan bambu runcing-nya tetapi pria amerika itu cukup membantu.

__ADS_1


"Sekali lagi, thank you, orang Amerika." Kata Aditya.


"Your welcome, aku pernah melihat diri-mu sekali di koran... sepertinya sebagian orang Indonesia mengenal diri-mu dan itu bukanlah hal yang baik karena berita yang tercantum tentang diri-mu itu salah paham dan bisa dibilang sebagai fitnah..." Ketika mendengar hal itu, Aditya langsung diam... mungkin saja tentara itu sejak awal memang mengikuti mereka sampai mereka menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Aditya yang sedang sendiri.


"Sayang sekali, seperti-nya aku benar-benar diburu ya... kenapa mereka dengan niat terus mengejar-ku seperti ini?" Aditya menghela nafas-nya panjang dan pria itu mulai menepuk bahu kanan-nya, "Tenang saja, orang indonesia... aku yakin suatu saat nanti kau pasti bisa memecahkan semua kesalahpahaman ini!" Pria itu tersenyum.


"By the way, nama-ku adalah Wilhelm Putra, senang bertemu dengan-mu." Pria itu memperkenalkan diri-nya dengan nama Wilhelm, ia mengulurkan lengan kanan-nya dan Aditya mulai berjabat tangan dengan diri-nya, "Aditya Loka... sekali lagi aku berterima kasih pada---"


Swooosshhh...


Aditya melebarkan kedua mata-nya ketika melihat sebuah tongkat polisi yang melesat menuju arah Wilhelm, Aditya langsung menabrak diri-nya sehingga Wilhelm berhasil menghindari serangan tongkat tersebut tetapi tongkat itu mengenai perut-nya sampai ia memuntahkan banyak sekali darah lalu terlempar ke belakang sehingga menghancurkan tembok yang berada di belakang-nya sampai ia terjatuh menuju jurang menuju hutan.


"Son of a *****!!!" Seru Wilhelm keras sehingga ia mendengar suara langkahan lain-nya sampai ia melihat lima tentara yang masuk ke dalam WC itu sambil memegang senapan otomatis, mereka segera menarik pelatuk itu untuk membunuh Wilhelm tetapi ia dengan mudah melompat menuju arah yang sama seperti polisi itu.


"Kejar dia! Jangan sampai dia menangkap polisi itu!" Seru salah satu dari tentara tersebut sehingga mereka mulai mengikuti Wilhelm, suara keras yang berasal dari tembok hancur itu tidak terdengar oleh satupun orang yang sedang berada di Rest Area karena lokasi WC itu terletak cukup jauh.


***


Aditya terjatuh mengenai beberapa batu-batuan dan juga ranting-ranting pohon, letak WC itu dekat sekali dengan jurang menuju hutan yang dipenuhi dengan pohon besar... di hutan lebat seperti ini David dapat melakukan apapun tanpa harus menarik perhatian para warga yang berada di Rest Area, saat ini Aditya masih terjatuh dan tidak menstabilkan tubuh-nya karena tongkat polisi tadi benar-benar menyakitkan.

__ADS_1


Aditya terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kesakitan, tongkat polisi itu tiba-tiba terbang ke atas untuk menghampiri pemilik-nya yaitu David, "Sialan... kemampuan Mana yang cukup hebat..." Aditya menggenggam tanah dengan sangat erat, ia mencoba sekuat mungkin untuk bangkit tetapi serangan tongkat tadi benar-benar menghancurkan tulang rusuk-nya.


Aditya mengalirkan tubuh-nya dengan sumber Mana lalu ia mulai bangun, setelah itu ia mulai melarikan diri ke depan karena ia bisa mendengar suara pergerakan yang berasal dari atas, ia sekuat mungkin lari sehingga David melihat Aditya lalu melempar tongkat polisi-nya sehingga menghancurkan beberapa pohon di depan.


Kekuatan yang dimiliki tongkat polisi itu tidak bisa diremehkan begitu saja karena David mengalirkan seluruh Mana-nya ke dalam tongkat itu agar memiliki daya kekuatan besar untuk menghancurkan apapun termasuk pohon besar yang berada di hadapan-nya, Aditya melebarkan kedua mata-nya ketika mendengar suara putaran tongkat polisi itu yang mulai mendekat.


Aditya dengan sengaja mulai terjatuh sehingga tongkat polisi itu tidak mengenai-nya, "Hah... hah... hah... sial... dia memberikan banyak kerusakan di tubuh-ku..." Aditya merasakan luka yang berdenyut di bagian perut dan dada-nya itu, ia mulai lari ke arah yang berbeda sambil memegang perut-nya itu.


"Lawan aku secara langsung jika kau seorang pria, Aditya! Berani-beraninya kau melarikan diri dari hadapan-ku!" Seru David keras yang mulai menarik senapan pistol di sarung-nya, setelah itu ia mulai membidik Aditya lalu menarik pelatuk-nya untuk menembak tiga peluru yang mengejar diri-nya.


"Haahhhh!!!" Aditya mengalirkan kedua lengan-nya dengan Mana sehingga menciptakan dua bambu runcing yang langsung ia putarkan untuk mementalkan semua peluru yang hampir saja mengenai diri-nya, kekuatan yang dimiliki bambu runcing itu mampu untuk menghancurkan tiga peluru tersebut sampai ia mendengar suara putaran tongkat polisi tepat di belakang-nya.


Aditya menoleh ke belakang lalu mencoba untuk mengadukan kekuatan yang dimiliki dua bambu runcing-nya dengan tongkat polisi-nya sehingga terdengar suara keras yang mampu menciptakan shockwave, Aditya bersama tongkat polisi itu mulai terlempar ke belakang karena senjata yang dimiliki oleh David itu sangat kuat bahkan satu tingkat lebih atas dengan bambu runcing yang sudah dialirkan Mana.


"Percuma saja jika kau mengadukan kekuatan bambu runcing-mu dengan tongkat polisi-ku ini, Aditya! Kemampuan Mana-mu dalam menambahkan kekuatan terhadap senjata-mu itu masih kurang dan kau sendiri bahkan tidak mampu membuat bambu runcing-mu terbang atau mengikuti---"


Sebuah bambu runcing mulai melayang lalu melesat maju menuju arah David sehingga ia melihat-nya dan sempat untuk menghindari-nya, tetapi ujung dari bambu runcing itu mampu meninggalkan luka gores di pipi-nya.


"Kau bilang apa tadi...?"

__ADS_1


__ADS_2