Pride of Indonesia

Pride of Indonesia
POI 37 - Informasi


__ADS_3

Aditya turun dari kasur-nya, Andrian baru saja masuk ke dalam ruangan itu, kali ini datang dalam waktu yang tepat karena ia ingin membicarakan sesuatu tentang preman bertopeng itu karena informasi yang mereka dapatkan jika dicerna kembali akan menciptakan jawaban yang sangat pas. Aditya masuk ke dalam ruangan Andrian yang saat ini sedang duduk sambil membaca koran terbaru.


"Kali ini aku mendapatkan beberapa informasi ketika aku membaca kembali semua koran itu, kedua geng yang memakai topeng berbeda itu mulai sekarang kita panggil dengan sebutan geng bertopeng saja. Mereka baru saja menyebabkan sebuah konflik di candi borobudur dan prambanan, tidak ada kehancuran atau ledakan kecuali banyak sekali sandera yang diculik dan dibunuh..." Andrian memberikan beberapa koran yang menunjukkan bahwa semua sandera yang diculik dan dibunuh itu tersangka karena sedang dijalankan operasi Petrus oleh beberapa polisi dan tentara.


Aditya terkejut ketika melihat-nya, itu artinya semua preman bertopeng itu menggunakan otak dan kecerdasan mereka untuk menggunakan operasi Petrus ini menjadi sebuah alasan untuk menutup semua kejahatan mereka. Antoni masuk ke dalam ruangan Andrian sambil mengucapkan permisi karena ia juga mendapatkan beberapa informasi tentang preman bertopeng dan Wahyudi.


"Pemimpin dari geng bertopeng itu bernama Ajax dan Marco, jika mereka sudah bekerja sama untuk merebut sesuatu maka mereka itu tidak terkalahkan. Aditya baru saja memberitahu-ku bahwa Ajax kemungkinan seorang pria yang memakai busur dengan panah yang dapat meledak dan juga terbelah menjadi beberapa bagian." Antoni mengeluarkan sebuah panah lalu ia menempati-nya di atas meja, mereka berdua mulai menatap panah itu.


"Itu adalah panah yang aku dapatkan ketika berkunjung di candi prambanan, apakah kalian mengenal seseorang yang dapat merasakan titik detail kecil yang ada di dalam panah itu?" Andrian mengambil panah itu lalu ia mencoba untuk menatap-nya menggunakan kedua mata yang ia alirkan Mana tetapi ia tidak bisa menemukan apapun, mencium-nya saja tidak bisa... ia hanya mencium aroma kayu.


Aditya mencoba untuk mencari tahu panah tersebut yang terlihat masih baru tetapi ia tidak menemukan apapun, Antoni sendiri tidak memiliki kemampuan Mana untuk melihat sesuatu yang kecil dan tersembunyi di dalam benda apapun. Aditya mulai memberitahu Andrian bahwa Henzie memiliki kemampuan yang dapat memperkuat seluruh indra-nya, ia mengangguk lalu menyuruh Antoni untuk membawa-nya menuju ruangan itu.


Beberapa menit kemudian, Henzie masuk ke dalam ruangan itu dengan ekspresi yang terlihat tegas karena ia sudah diberitahu oleh Antoni tentang beberapa bukti dan barang yang ia dapatkan. Henzie mengambil panah itu lalu tubuh-nya mulai dipenuhi dengan garis panah karena ia mencoba untuk mencari sesuatu yang tersembunyi di dalam panah tersebut.


Henzie melebarkan kedua mata-nya ketika ia melihat aliran Mana kecil di dalam kayu panah itu, ia juga mencium bau bubuk mesiu, "Ini mesiu...! Dan mesiu itu terus bertambah karena kemampuan Mana yang dapat memanipulasi sesuatu!" Kata Henzie sehingga mereka mulai berpikir kembali, kemampuan Mana untuk memanipulasi... sepertinya Ajax memiliki kemampuan Mana seperti itu.


"Kemungkinan besar Ajax memiliki kemampuan yang sama seperti adik-nya yang bernama Dicky itu... tetapi ia lebih mengandalkan bensin dan menyalakan bensin itu dengan api, hanya menggunakan gesekan benda yang di alirkan Mana." Andrian memegang dagu-nya lalu ia mengambil sebuah koran yang menunjukkan seorang pria yang bersembunyi di balik gedung sedang memegang sebuah busur.

__ADS_1


"Henzie, apakah kau bisa melihat sebuah gambar buram dan terhalang oleh kegelapan...?" Tanya Aditya, Henzie mengangguk lalu mengambil koran itu sambil menatap gambar buram yang tidak jelas itu menggunakan kedua mata-nya yang memancarkan cahaya biru. Ia mulai memberitahu semua hal yang ia lihat dari gambar tersebut sehingga Antoni mengeluarkan sebuah pensil untuk menggambarkan apa yang Henzie katakan.


Andrian memberitahu Aditya bahwa Antoni memiliki kemampuan Mana yang dapat membuat diri-nya menggambar seseorang atau objek yang dia dengar, semua perkataan Henzie mampu dibuat menjadi sebuah gambar oleh Antoni dan kemampuan itu cukup hebat juga sampai Aditya bisa melihat wajah seorang pria bertopeng dengan model rambut ke atas.


Terlihat juga sebuah busur dan juga beberapa panah yang Henzie jelaskan, Henzie melihat gambar yang buram dan gelap itu seolah-olah ia melihat sebuah rekaman tetapi kemampuan Mana itu sangat menguras tenaga dan Mana-nya sehingga ia memaksakan diri-nya untuk terus memberitahu Antoni beberapa informasi penting yang ia dapatkan. 


"T... tidak jauh... tidak jauh..." Suara Henzie mulai terdengar pelan dan lemas, "Cukup sampai sini dulu, Henzie. Matur nuwun[Terima Kasih]."


Henzie hampir saja jatuh tetapi Aditya membantu-nya untuk duduk di sofa yang sama dengan-nya, Mana-nya benar-benar habis sampai ia mulai jatuh tertidur karena ia terlalu berlebihan dalam menggunakan kemampuan Mana yang hebat itu. Antoni menunjukkan gambar itu kepada Andrian dan Aditya, ia bisa melihat seluruh penampilan Ajax dan juga semua senjata yang ia bawa.


Aditya sontak kaget ketika melihat sebuah tempat yang Antoni gambar adalah candi prambanan, Antoni menunjuk tempat tersebut dan memberitahu mereka bahwa seluruh geng topeng Bapang bersembunyi disana dan menjadi salah satu-nya sebagai markas. Tempat yang cukup tersenyum sehingga Henzie hanya memberitahu Antoni bahwa tempat persembunyian mereka terdapat di bawah tanah dan salah satu candi itu juga mereka gunakan untuk berpesta ketika malam hari.


"Tentu saja, cobalah untuk tidak menakuti para turis disana, akan sangat menyusahkan jika Yogyakarta dipenuhi dengan tentara militer yang dipimpin oleh Wahyudi." Ketika Aditya membicarakan Wahyudi, Antoni baru saja ingat tentang informasi penting yang harus mereka ketahui tetapi sepertinya ia akan membahas-nya ketika pembicaraan selesai karena Aditya masih menganalisis gambar Antoni.


"Ledakan yang dimiliki panah itu besar sekali, Andrian... aku sendiri hampir saja terbunuh ketika menahan lima panah yang tertusuk di sekitar jalan, bisa jadi panah itu meledak karena bubuk mesiu yang berada di dalam kayu panah ini. Memanipulasi bubuk mesiu, aku yakin dia bisa memanipulasi yang lain-nya." Tidak ada informasi yang ia dapatkan lagi ketika melihat gambar itu, hanya saja mereka sudah mengetahui markas topeng Bapang itu, mereka hanya menunggu waktu dan hari untuk memberi mereka semua sebuah hukuman.


"Mulai sekarang, kita harus berlatih agar sumber Mana kita bisa terus bertambah dan juga kemampuan Mana kita yang akan mendapatkan beberapa pengembangan, untuk sekarang kita bubar---"

__ADS_1


"Satu minggu saja, Andrian. Setelah satu minggu itu berlalu maka kita sudah siap untuk menyerang mereka semua, aku akan memberitahu Daisy untuk membuatkan beberapa obat dan makanan yang memiliki efek peningkatan juga pemulihan." Kata Aditya, Andrian setuju dengan pilihan-nya itu karena ia baru saja tahu bahwa Daisy memiliki kemampuan Mana yang dapat menciptakan sebuah obat dan makanan yang memiliki efek berguna.


"Sebelum kalian pergi, aku mendapatkan informasi penting yang harus kalian ketahui!" Antoni membenarkan kumis-nya, "Wilhelm dan aku pernah mendapatkan beberapa pesan misterius ketika kita melawan preman bertopeng dengan kemampuan Mana yang hebat, sepertinya mereka bekerja sama karena uang."


Andrian sudah menebak-nya dari awal sih tentang uang itu, uang dapat mengubah segala-nya bahkan bisa juga mengubah seseorang. Mereka yang tidak bisa melakukan apapun demi mendapatkan sebuah uang seperti bekerja dan lain-lain, uang dapat mengubah mereka juga membuat mereka semua menanggung apapun asalkan mendapatkan uang agar bisa membuat kehidupan mereka menjadi bahagia.


Preman biasa-nya memalak, mencuri, merampok, dan hal lain-lainnya. Andrian sendiri merasa curiga kenapa polisi dan tentara militer yang berada di Yogykarta tidak turun tangan untuk mengurus masalah preman bertopeng itu, mungkin saja semua preman itu terlalu kuat dan memiliki kemampuan Mana yang berada di tingkat atas dibandingkan semua polisi dan tentara itu.


"Jangan-jangan..." Aditya hanya diam ketika Antoni mengatakan uang, ia pernah mengingat perkataan seorang polisi bernama David yang pernah ia lawan sebelum-nya. Ia memberitahu bahwa tujuan Wahyudi sebenarnya adalah mengumpulkan seluruh pengguna Mana lalu menciptakan tentara atau organisasi yang dipenuhi dengan pengguna Mana hebat dan kuat.


Ia rela membayar mereka dengan apapun tetapi sangat efektif ketika menggunakan uang, kalau tidak salah Aditya pernah ditawarkan untuk masuk ke dalam militer-nya tetapi ia menolak karena membenci diri-nya karena sudah menjalankan Petrus, Wahyudi sendiri memiliki tujuan lain yaitu membunuh mereka pengguna Mana yang tidak mau bekerja sama dengan diri-nya.


"Si sialan itu... semua ini pasti disebabkan oleh Jenderal sialan itu." Aditya mengepalkan kedua tinju-nya.


"Jenderal...?"


"Jenderal militer yang berada di kota Jakarta, seseorang yang mengincar-ku dan rela melakukan apapun untuk menculik dan membunuh-ku..."

__ADS_1


"...Jendral Wahyudi."


__ADS_2