Pride of Indonesia

Pride of Indonesia
POI 55 - Apa yang Kau Butuhkan adalah Kemampuan Mana Hebat


__ADS_3

"Ini sakit... apa yang bapak lakukan kepada saya...!!! Aggghhh...!!!" Agus berlutut di atas lantai, tubuhnya dipenuhi dengan keringat dan punggungnya melepaskan cahaya biru yang mampu menyinari ruangan kerja itu dengan cahaya biru.


"Anda sudah setuju ingin bekerja demiku agar bisa kaya raya, sebelumnya saya sudah bilang bahwa saya membutuhkan seseorang yang dapat dipercayai, memiliki kemampuan Mana hebat, dan mental yang kuat." Wahyudi menatap suntikan itu lalu ia memberikannya kembali kepada Lela.


"Apa yang kau butuhkan adalah kemampuan Mana yang hebat, Pak Agus... kemampuan anda sudah bisa saya akui hebat dan menakjubkan tetapi sumber tenaga yang anda miliki masih kurang jadi saya memberikan anda sebuah suntikan dari seorang ilmuan yang saya sewa." 


Agus menjerit kesakitan sambil menghantam daratan beberapa kali, tubuhnya yang kurus kerempeng perlahan-lahan mulai membesar seperti membentuk otak yang sempurna, awalnya Agus hanyalah seorang pedagang yang miskin dan kondisi tubuhnya begitu kurus karena tidak sempat makan.


"Dengan fisik yang anda miliki, anda tidak bisa melakukan apa yang saya inginkan jadi suntikan yang bernama Powered Mana Injection, fisik anda akan berubah menjadi seorang tentara yang begitu gagah terutama sumber Mana yang terdapat di dalam diri anda akan meningkat jauh lebih besar."


"Aaaahhhhhhhhhhhh...!!!" Agus terjatuh di atas lantai dengan tubuh yang melepaskan asap dan partikel berwarna biru, Wahyudi merasa cukup puas melihat Agus dapat menahan suntikan yang terkandung cairan Mana berbahaya di dalamnya yang sudah di coba berkali-kali tetapi selalu gagal.


"Saya tidak menyangka... sungguh hebat, hasilnya benar-benar memuaskan! Sekarang saya mengerti, cairan ini hanya bisa berguna kepada seseorang yang memiliki tekad besar, kepercayaan diri yang besar, dan semua sikap positif lainnya yang terdapat di dalam diri seseorang." Ucap ilmuan yang berada di jarak jauh selagi menulis beberapa informasi.


Ilmuan itu merasa sangat senang karena cairan yang ia kumpulkan melalui hujan Mana itu berhasil sempurna kepada orang tertentu, Agus adalah seorang pria yang miskin dan dia masih bisa bertahan karena terus bekerja keras dengan menjual bakso yang ia buat, rasa kepercayaan diri dan semangat untuk bertahan terdapat di dalam tubuhnya.


"A... Apa... apa yang terjadi...? Tubuh saya... terasa lebih ringan berbeda dengan sebelumnya." Agus perlahan-lahan bangkit dari atas tanah sambil menatap kedua lengannya yang begitu kekar.


"Le-Lengan siapa ini...!? Bagaimana bisa saya memiliki lengan kekar seperti ini? Sungguh mengejutkan...!" 


"Tadi mungkin bisa saja dibilang mendadak, sumber Mana itu berpengaruh dengan fisik seseorang, fisik yang begitu lemah memiliki sumber Mana yang kecil tetapi kemampuan yang dimiliki sungguh mengerikan seperti anda."


"Dengan memasukkan cairan tadi saja sudah cukup, anda mendapatkan fisik yang sangat cocok seperti seorang tentara yang terus melatih fisik mereka. Anda dapat bertarung dalam waktu yang lama sekarang bahkan berdagang selama 24 jam penuh." 


"Saya juga terkejut, anda benar-benar orang yang saya ingin karena memiliki mental kuat. Berbeda dengan yang lainnya, sebagian dari mereka mati ketika menerima suntikan itu."


"Ma-Mati?!"

__ADS_1


"Anda tidak perlu khawatir... anda sudah selamat dan siap untuk melakukan apapun dari sekarang, melakukan pekerjaan yang aku berikan mungkin sudah bisa." Wahyudi tersenyum, Agus merasa sangat senang ketika ia mendapatkan tubuh yang begitu hebat bahkan ia tidak perlu lagi merasakan pegal atau nyeri pinggang.


"Terima kasih... terima kasih, Jenderal. Saya sungguh terharu, kebaikan anda tidak bisa dibilang dengan apapun dari saya. Anda memberi saya kekayaan... sekarang tubuh yang membuat saya nyaman kembali, terima kasih." Agus merasa terharu, air mata mengalir deras melalui kedua matanya bahwa ia cukup beruntung hari ini untuk bisa berpapasan dengan seorang Jenderal.


Melihat tingkat Agus saja membuat Wahyudi tersenyum jahat bahwa ia berhasil merekrut seorang pedagang yang sangat kuat dan dipenuhi potensi, sisi loyal yang dimiliki oleh Agus meningkat tinggi dan ia bisa melihatnya ketika Agus hormat kepada dirinya lalu sujud beberapa kali.


"Kekayaan yang anda inginkan sudah saya siapkan..." Wahyudi melihat seorang tentara mendekati dirinya dengan sebuah koper, ia mengambil koper tersebut lalu membukanya sehingga Agus dikejutkan dengan uang yang berjatuhan dari dalam koper tersebut.


"Terima kasih, Jenderal. Semoga perbuatan baikmu bisa dibalas nanti. Saya juga pasti akan melakukan apapun untuk membalas semua kebaikan yang anda berikan..." Agus mulai mengambil semua uang tersebut lalu mengusapnya dengan wajahnya sendiri, untuk merasakan sensasi dari uang asli.


"Apa yang kau butuhkan adalah kemampuan Manaku juga... mereka bilang kesempurnaan itu tidak mungkin bagi Manusia tetapi mereka salah, saya sendiri percaya bahwa Manusia dapat berubah menjadi sempurna terutama saya sendiri... mungkin sebentar lagi akan menjadi manusia yang sempurna."


"Lebih baiknya lagi saya mungkin akan dianggap agung oleh semua Manusia, bukan Indonesia saja..." Wahyudi tersenyum jahat, diam-diam ia memberikan Agus kemampuan Mana yang ia miliki sampai Agus tercengang ketika melihatnya yang begitu mengerikan.


"Anda serius...? Ingin memberikan ini kepada saya?"


"Anda sendiri harus bisa bermain otak dan pintar ketika melawan musuh atau korban penembakan misterius yang memiliki kemampuan Mana, lebih baik sembunyikan kemampuan yang dimiliki... jaga rahasia yang terdapat di kemampuan tersebut untuk menghabiskan musuh secara langsung." 


"Tidak ada yang dapat mengetahui kemampuan yang saya miliki, Jenderal. Saya bisa dibilang cukup misterius, mungkin sebagian preman mengenal saya dengan sebutan Tukang Bakso Si Gelap Mematikan."


"Baguslah... Itu artinya anda sudah siap untuk menjalani tugas dari saya, anda sendiri sudah mengerti ideal yang saya inginkan yaitu menyingkirkan seluruh rakyat Indonesia yang melanggar aturan dan mengumpulkan berbagai macam orang yang memiliki kemampuan unik dan mengerikan."


Wahyudi menghampiri meja kerjanya lalu ia membuka laci paling bawah yang berisi foto dari orang yang berbeda-berbeda, ia mengambil foto yang ditandai dengan bulat merah, Agus mendekati Wahyudi yang memanggil dirinya dan ia bisa melihat beberapa foto yang ia keluarkan dari dalam laci tersebut.


"Foto...?"


"Semua foto yang anda lihat adalah orang-orang yang harus anda cari dan bunuh, saya menginginkan mereka datang ke tempat ini jika menolak maka bunuh saja... anda akan saya beri imbalan yang begitu besar ketika membawa mereka semua." Wahyudi menunjukkan tulisan merah yang tertera di setiap foto itu.

__ADS_1


"Setiap foto ini memiliki informasi dan lokasi kota... mungkin bisa membantu dirimu untuk mencari salah satu dari mereka, saya menginginkan mereka... alasannya karena mereka sendiri adalah kekuatan yang saya inginkan dan tujuan yang saya laksanakan bisa saja dipermudah oleh mereka..."


Wahyudi saat ini tidak berencana untuk melepaskan Agus untuk menyelesaikan masalah yang paling inti yaitu menyingkirkan Tekad Api, sebuah organisasi yang dibuat oleh Aditya dengan tujuan untuk melindungi Indonesia dan membuat tanah air ini berkembang serta maju tanpa harus berperang melawan saudara sendiri.


"Apa yang kita butuhkan adalah perkembangan jika menginginkan Indonesia di akui oleh semua negara sebagai negara yang sangat kuat dan hebat... negara yang dapat maju sampai bahasanya bisa menjadi internasional..."


"...semua orang yang memiliki kemampuan Mana ini dapat membuat semua ideal dan tujuanku menjadi kenyataan... membuat diriku menjadi seorang Jenderal yang dikenal oleh seluruh orang bahkan aku sendiri bermimpi untuk menjadi presiden seluruh negara, setelah itu Dewa Manusia."


Agus tidak memiliki perkataan untuk menjawab Wahyudi, Jenderal satu ini terdengar gila tetapi hatinya murni karena ia sudah mau membantu rakyat miskin seperti dirinya, ia hanya bisa mendengar perkataan Wahyudi yang membicarakan kekuasaan, perkembangan, dan kekuatan.


"Untuk mendapatkan kekuatan yang begitu besar... sampai bisa menjadi seorang Manusia yang sempurna, saya membutuhkan mantra dari kemampuan Mana dan ilmu-ilmu yang berbeda-beda..."


"...membutuhkan sebuah keberanian dan niat untuk melakukannya jika tidak maka semua itu tidak bisa berhasil, aku harus bisa meningkatkan kemampuan Mana ini agar bisa menginjak tingkatan paling atas... mengorbankan sesuatu yang penting, saya siap menerimanya..."


"...kekuatan yang dikumpulkan dari proses awal akan menginjak proses terakhir yang begitu melegakan... tidak ada Manusia yang dapat menghentikannya, mereka pantas tunduk dan mengetahui siapa Manusia pertama yang menginjak bumi ini..."


"...proses terakhir, aku hanya perlu mengorbankan beberapa nyawa, nyawa apapun itu... semua arwah yang aku bawa akan berubah menjadi semacam arwah biru... partikel yang meningkatkan kemampuan Manaku..."


"...disaat itulah kesempurnaan datang." Wahyudi menatap langit-langit selagi melebarkan kedua lengannya, ia sudah merencanakan semua ini sejak ia mengetahui penuh tentang Mana bahkan ia sudah tidak sabar untuk menjadi Manusia sempurna yang pertama.


Wahyudi mulai mengeluarkan pisau lalu menusuk enam foto yang di tandai dengan lingkaran merah, Agus tercengang ketika melihatnya dan ia mulai menatap keenam foto yang memiliki bekas tusuk pisau tersebut.


"Semua perkembangan dan kesempurnaan ini tidak akan bisa berlanjut jika mereka mengganggu... saya memperingati anda, untuk tetap berhati-hati dengan mereka." Wahyudi mengambil foto itu lalu memberikannya kepada Agus.


"Mereka adalah korban yang harus dibunuh... lebih baik lagi bawa salah satu dari mereka kepada saya..."


"...terutama pria yang bernama Aditya Loka!"

__ADS_1


__ADS_2