Pride of Indonesia

Pride of Indonesia
POI 30 - Masalah Bertambah Buruk


__ADS_3

"Berita buruk apa yang kau maksud?!" Tanya Aditya dengan ekspresi yang kesal, mereka berdua mulai membicarakan tentang berita itu sedangkan Henzie hanya diam karena ia mencoba untuk menyembunyikan rasa malu-nya itu dengan ekspresi yang terlihat biasa saja, ia menoleh kepada Andrian dan menanyakan berita penting tersebut sehingga ia mulai menunjukkan korban terbaru yang baru saja diciptakan satu jam yang lalu.


"Aku mendapatkan koran ini... seorang pengguna Mana menciptakan-nya untuk bisa menyebarkan pesan dan berita ini kepada-ku." Andrian mulai membaca koran itu dengan cepat, Aditya mulai memegang dagu-nya lalu ia menghampiri Andrian dan ikut membaca. Berita penting yang dimaksud oleh Andrian adalah kedua geng topeng Bapang dan Kelana itu telah bekerja sama sehingga merampok bank yang terdapat di Yogyakarta.


Operasi Petrus sendiri bahkan tidak mempan karena kedua pemimpin dari kedua geng itu berhasil mengalahkan mereka, untungnya beberapa polisi yang memiliki Mana mulai memberitahu Presiden RI bahwa masalah Yogyakarta bisa mereka atasi sendiri. Presiden RI tidak perlu khawatir lagi karena beliau sendiri yakin bahwa polisi dan tentara yang memiliki Mana itu dapat menyelesaikan masalah tersebut.


"Ini sudah bisa disebut sebagai masalah terorisme jika mereka merampok bank... bagaimana mereka tidak bisa menangkap pengguna Mana itu?" Tanya Aditya sehingga ia melebarkan kedua mata-nya ketika melihat tulisan biru yang mengatakan bahwa mereka dapat mendapatkan banyak uang di dalam bank itu dengan menggunakan Mana Battlefield dan juga seluruh korban serta saksi mata dibawa ke tempat tersebut hanya untuk dibunuh.


"Berita ini terdengar cukup mencurigakan jika aku membaca-nya kembali... bagaimana bisa kedua geng itu bekerja sama dan seharusnya Presiden RI seharusnya melakukan sesuatu tetapi seluruh polisi dan tentara militer yang berada di Yogyakarta terlalu percaya diri." Aditya mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mulai menatap Andrian yang terlihat curiga juga, "Mana Battlefield memang-lah kemampuan Mana yang cukup menyebalkan jika digunakan sembarangan."


"Marco dan juga pemimpin dari geng topeng Bapang yang bernama Ajax, salah satunya aku sudah mengetahui kemampuan Mana yaitu Marco karena Satria pernah bertarung dengan-nya, aku dengar dia menggunakan jangkar untuk menyerang, ia juga memiliki kemampuan Mana tipe sihir yang dapat mengendalikan tanah." Aditya mengeluarkan dua gambar pemimpin dari kedua geng tersebut.


"Jika dipikirkan lagi, Ajax lebih berbahaya dibandingkan Marco karena kemampuan Mana-nya yang masih misteri tetapi aku bisa melihat semua kejahatan yang dia lakukan.." Aditya mulai menunjukkan beberapa gambar yang memperlihatkan pembunuhan dan juga korban yang dibunuh dengan cara yang cukup sadis, tubuh mereka hancur menjadi kepingan kecil dan salah satu dari mayat yang masih memiliki tubuh itu telah kehilangan kepala-nya.


"Luka mayat yang tubuhnya hancur terlihat jelas seperti terkena ledakan bukan...? Luka yang berbeda dan juga terdapat beberapa debu juga luka bakar di tubuh mayat itu, terkait dengan api atau ledakan... Satria bilang bahwa dia dihentikan ketika mencoba untuk membunuh Marco, dia dihentikan oleh sebuah panah yang bisa meledak." Aditya mulai menunjuk serpihan kayu yang terbakar dan juga beberapa panah yang terlihat masih utuh.


"Kau benar juga... mungkin kemampuan Mana Ajax bisa saja panah ledakan atau sesuatu yang berkaitan dengan api, akan sangat merepotkan jika dia memiliki kemampuan Mana yang dapat menggunakan ledakan seperti itu." Andrian mulai memikirkan sesuatu, apa yang mereka rencanakan sampai kedua geng itu yang dulunya saling bermusuhan bisa berteman, kejahatan mereka akan cukup menyulitkan seperti-nya.

__ADS_1


"Aku ingin memberi hukuman yang setimpal untuk mereka semua, Andrian. Sebagai orang Indonesia yang mencintai tanah air-nya, dia harus menghapus semua kejahatan dan keburukan yang ada di tanah air-nya sendiri. Apakah kau membiarkan kota Yogyakarta ini dipenuhi dengan kejahatan?" Tanya Aditya, tatapan Aditya kali ini terlihat sangat kesal sehingga Andrian bisa melihat-nya sendiri, ia mulai tersenyum lalu mengangguk karena dia sudah mencoba beberapa kali mencari mereka tetapi mereka sangat sulit untuk ditemukan karena mereka sendiri yang datang dan menyerang.


Baaaaammmm...!!!


Mereka melebarkan mata mereka ketika wilayah di sekitar mereka mulai berubah menjadi biru lalu menunjukkan lapangan yang dipenuhi dengan kehancuran dan lubang, Andrian sadar bahwa ia baru saja masuk ke dalam Mana Battlefield secara tiba-tiba, ia menoleh ke belakang dan melihat Keraton Yogyakarta yang sudah hancur. Henzie bisa melihat beberapa manusia yang sedang berdiri di atas bangunan.


"Apakah mereka memiliki keberanian tinggi untuk langsung berhadapan dengan kita?" Tanya Andrian, ia terlihat murka ketika melihat Keraton Yogyakarta yang sudah hancur di dunia berbeda ini... Mana Battlefield bisa menjadi mengerikan karena tidak ada satupun tempat atau bangunan yang utuh karena semuanya sudah hancur bekas pertarungan para pengguna Mana ini.


Jumlah dari manusia yang berada di atas bangunan itu banyak sekali bahkan di belakang mereka juga terdapat beberapa manusia yang menggunakan topeng Kelana dan Bapang, ini serangan secara tiba-tiba di malam hari sehingga Aditya mulai mengingat teman-temannya yang berada di dalam Keraton itu. Andrian mulai memperingati Aditya untuk bersiap, lawan atau mati itulah aturan hidup sekarang.


"Sultan, sungguh senang sekali aku bisa bertemu dengan-mu disini." Seorang pria yang memakai topeng Bapang dengan darah sebagai hiasan mulai mendekati Andrian, "Sepertinya aku tidak bisa memanggil kalian pengecut jika sudah berani datang ke tempat seperti ini bersama pasukan-mu itu, kita kalah jumlah seperti-nya."


"Malam hari seperti ini lebih baik bukan? Merayakan pesta masuk ke dalam kuburan... kau tidak perlu mencari kami lagi kok karena kami sekarang yang akan mencari kalian." Pria itu mulai meninju tapak-nya sendiri, ia tidak sabar untuk membunuh mereka dan membiarkan Henzie hidup karena dia akan menjadi boneka baru untuk mereka semua.


"Ngutuk sampeyan... [Sialan Kau]" Kata Andrian sehingga seekor Garuda keluar melalui punggung-nya lalu menyerang semua geng topeng itu yang berada di jarak yang sangat jauh karena ia tahu bahwa mereka memiliki serangan jarak jauh, orang yang mencoba untuk mendekati mereka bertiga berakhir dengan memiliki lubang di dada dan mulut mereka karena bambu runcing Aditya yang masuk melalui mulut dan perut mereka.


"Kemampuan Mana yang cukup hebat... aku sangat terkesan, apalagi orang yang sudah memperjuangkan negara ini, Aditya Loka... kau akan menjadi kehormatan untuk semua preman yang ada di kota Yogyakarta!" 

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang kau coba bicarakan tetapi itu membuat-ku kesal..." Jawab Aditya.


"Hahaha... jangan dibawa ke hati seperti itu, perkenalkan... aku adalah wakil ketua dari geng topeng Bapang, adik dari seorang ketua yang bernama Ajax! ****---" Aditya tiba-tiba berada di hadapan-nya dirinya dengan ekspresi yang terlihat mematikan, wakil ketua yang bernama [Dicky] itu secara refleks berhasil menghindari serangan itu dengan melompat ke belakang.


"Mulai dari sekarang, kau akan aku panggil dengan sebutan pen** atau kon*** karena nama Inggris dari **** adalah itu...!!!" Aditya mengangkat kedua lengan-nya sehingga sepuluh bambu runcing muncul dari dalam tanah lalu melesat menuju arah Dicky, "Kau meremehkan-ku sepertinya...!!! Berani-beraninya kau menyebut nama-ku seperti itu...!!!" Dicky mengeluarkan sebuah gas api/korek lalu menyalakan-nya dan meniup-nya.


Tiupan-nya mampu membuat api yang berada di gas api itu membesar sehingga berhasil membakar semua bambu runcing itu menjadi abu, mereka bertiga sekarang mulai mengetahui kemampuan Mana Dicky... berkaitan dengan api tetapi dia hanya bisa menggunakan-nya dengan gas api itu.


Andrian bersama Garuda mencoba untuk mendekati Dicky tetapi ia mulai mengeluarkan botol besar yang berisi bensin, ia menyemburkan bensin itu dengan menekan botol-nya sehingga bensin itu tersembur ke depan tetapi Andrian berhasil menghindari-nya, garuda terkena cipratan bensin itu dan Dicky mulai menunjuk ke depan dengan senyuman jahat-nya, "Waktunya kau jadi ayam goreng..."


Dicky mulai melakukan sebuah gesekan dengan kedua jam tangan di pergelangan tangan-nya sehingga gesekan itu mampu menciptakan api di kaki Garuda yang terkena cipratan bensin itu, Andrian terkejut ketika melihat-nya... walaupun Garuda berada di posisi yang lebih jauh dari Dicky tetapi gesekan kedua jam tangan-nya dapat menciptakan api yang besar di kaki Garuda dan api itu mulai menyebar dan mengenai tubuh-nya.


"Kemampuan Mana yang benar-benar berdasarkan api sepertinya... pasti kau sudah terlatih dengan semua ini." Kata Andrian sehingga Dicky mulai membuka topeng-nya untuk menunjukkan beberapa luka bakar di wajah dan tubuh-nya, "Api akan terlihat cukup indah jika kau sudah pernah terbakar dengan api."


"Sial... jika terus begini maka bambu runcing-ku akan lemah dengan api." Kata Aditya sambil menatap Andrian, Andrian tidak memiliki kelemahan apapun asalkan ia tidak terkena bensin tadi dimana jika api sudah mengenai bensin tersebut maka itu akan menyebar.


"Sebelum kau bertarung... kau harus mencari tahu kelemahan dan kemampuan apa saja yang dimiliki musuh, teruslah cari dan jangan sampai kau lengah sedikitpun."

__ADS_1


__ADS_2