
Leeyung adalah nama asli lahirku,aku dilahirkan di Pulau Dewata di Pulau yang indah yang bernama Bali.
Ayahku bernama Lee Yin,ia meninggal dunia setahun yang lalu,dikarenakan kecelakaan,sewaktu pemakaman Ayah,terlihat beberapa rombongan asing datang melayat,dan mereka tampak berbicara secara rahasia dengan Mamaku.
Ibuku adalah seorang Ibu rumah tangga yang bernama Shiyung.ia bekerja sesekali membantu Ayah mengelola kafe kecil peninggalan Ayah.Kafe itu terlihat tidak terlalu ramai walaupun banyak turis manca negara yang terlihat mampir di Kafe-Kafe sekitarnya yang berukuran jauh lebih besar dan lengkap,setidaknya penghasilan Kafe cukup untuk biaya hidup kami.Semenjak Ayah meninggal Ibu yang meneruskan operasional Kafe.
PRINCESS HOURS 3,begitulah nama dari kafe kecil kami,sebelumnya menurut cerita Ayah dan Mama dulu mereka sewaktu di Spanyol mereka telah mempunyai Princess Hours 1 dan Princess Hours 2 sebagai cabangnya,tetapi kemudian ditutup karena kepindahan mereka ke Bali,dan kafe yang ke 3 inilah yang bertahan hingga belasan tahun lamanya.
Sebelum kami tinggal di Bali,Almarhum Ayah pernah bercerita sebelumnya mereka tinggal di Spanyol,dan baru pindah menjelang kelahiranku.
Aku baru berusia 17 tahun ini,sekarang sudah kelas 2 SMU,di salah satu SMU favorit di Bali.Di sekolahku muridnya beraneka warna,ada yang keturunan bule,ada yang keturunan Cina dan sepertinya hanya aku yang keturunan Korea.
Aku bisa bersekolah di Bali karena lahir di Bali,selain itu Ayah juga sudah menjadi warga negara Indonesia.
Pagi itu di sebuah rumah kecil yang sederhana,terlihat Shiyung sedang akan menyiapkan sarapan untuk putranya,ia membangunkan Leeyung untuk segera bersiap berangkat ke sekolah,sebab dari tadi ia mendengarkan alarm jam weker anaknya berbunyi dan belum dimatikan.
"Kebiasaan ini anak,setiap tidur selalu pakai headset mendengarkan musik...,Lee ayo bangun Nak...nanti kamu terlambat sekolah".panggil Shiyung sambil membuka headset anaknya.
Lee kaget,karena setelah headsetnya dibuka oleh Ibunya terdengar bunyi suara nyaring dari alarm jam wekernya..
"Iya Ma,ini Lee sudah bangun",sambil mematikan jam wekernya.
"Kamu cepat pergi mandi,Ibu akan menyiapkan sarapan",perintah Shiyung sang Mama.
__ADS_1
Lee segera meraih handuknya dan Shiyung kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan.Tak lama kemudian mereka berkumpul di meja makan.Terlihat Shiyung hanya menyiapkan sarapan sederhana yaitu nasi goreng lengkap dengan telur mata sapinya.juga segelas susu untuk Lee,sedangkan ia sendiri menikmati segelas kopi.
"Pagi Ma",sapa Leeyung
"Kamu nanti sepulang sekolah langsung saja ke kafe,kamu makan siang di kafe,soalnya Mama ga sempat pulang harus mengawasi tukang yang sedang memperbaiki talang air di depan kafe yang rusak".
"Iya Ma",jawab Lee.
Setelah selesai sarapan pagi,Lee berpamitan kepada mamanya,Lalu ia mengambil sepedanya yang akan ia pergunakan untuk berangkat sekolah.
Hanya butuh 15 menit bersepeda Lee tiba di depan gerbang sekolah,sebuah sekolah SMU yang rata-rata muridnya adalah anak orang kaya,terlihat banyaknya siswa yang mengendarai mobil ke sekolah,atau paling tidak diantar mobil,untuk tingkat yang sederhana jumlahnya hanya sedikit mereka mengendarai sepeda motor,ada beberapa anak kaya yang mengendarai Mogenya,sedangkan murid yang tidak mampu mereka menggunakan sepeda dan jumlahnya bisa dihitung oleh jari.
Lee segera memasuki tempat parkir kendaraan di sekolahnya,kebetulan sepeda bergabung dengan sepeda motor.Kemudian ia melihat sebuah moge Kawasaki Ninja model terbaru,memasuki area parkir motor,kemudian pengemudi itu turun dari motornya dan membanting keluar area parkir motor sebuah sepeda mini ukuran dewasa yang terlihat sudah lusuh menempati tempat parkir yang dianggap khusus untuk pemilik moge Ninja tersebut jika ia sedang ingin membawa motor ke sekolah.
"Sialan ,beraninya sepeda rongsokan ini parkir disini",kata Ketut Bagas pemilik Moge Ninja yang kemudian mengangkat dan membanting sepeda mini lusuh itu ke luar dari area parkir yang dianggap miliknya.
"Apa kamu lihat-lihat",bentak Bagas sambil melotot ke arah Leeyung.
Leeyung lewat berlalu tanpa memperdulikan Bagas,sebab jika ia menanggapi Bagas nantinya malah akan menambah masalah yang menyusahkan dirinya.Sebenarnya ia tidak takut duel dengan Bagas,akan tetapi ia tidak mau menyebabkan masalah yang tidak penting,selain itu Leeyung adalah pemegang sabuk hitam Tae Kwon Do,dulu semasa Ayahnya masih hidup,Ayahnya selalu mengajarinya beladiri.
Dulu pernah ada salah anak seorang pengusaha yang mempunyai yang berbadan besar,jago beladiri dan mempunyai beberapa orang pengawal,mencoba melawan Bagas,kemudian mereka berkelahi dan Bagas kalah,tetapi akhirnya malah ia dan para pengawalnya keesokan harinya malah berakhir di rumah sakit,setelah keluarga Bagas membalas balik.
Sewaktu kelas 1 SMU ,Bagas hanya tunduk kepada Indra,Indra adalah kakak kelasku,ia adalah anak salah seorang pejabat Militer,hanya saja sekarang ia sudah lulus SMU dan kabarnya kuliah di Australia.
Leeyung menunggu di parkiran sekolah hingga Bagas berlalu,kemudian setelah Bagas pergi ia menuju ke arah sepeda mini tersebut lalu mengangkatnya dan memindahkannya persis di sebelah sepedanya.
__ADS_1
Setelah itu Leeyung berjalan menuju ke dalam kelasnya,sewaktu baru memasuki kelasnya ia melihat seorang gadis yang jika mau diperhatikan dengan dalam ia sangatlah cantik,hanya saja karena ia tampil tidak mencolok,hanya memakai seragam sekolah yang warnanya sudah lusuh,dan sepatu olah raga merk warior yang juga sudah terlihat lusuh,sedangkan tas ranselnya terdapat bekas robekan yang sudah dijahit.
Kebetulan seluruh siswa di kelas Leeyung adalah anak orang kaya,mereka tidak mau mendekati dan peduli serta menyapanya,kecuali Sari Damayanti yang mau berbaik hati menyuruhnya duduk disebelahnya,karena selama kelas 2 ia selalu duduk sendirian sebab jumlah murid kelasnya yang ganjil.
Flash Back 15 menit sebelumnya...
"Selamat pagi,Apakah ini betul kelas 2 IPA 1?",Tanya Chandini,nama anak baru tersebut dengan sopan.
"Iya masuk saja",jawab Teguh cuek berlalu meninggalkan kelas,setelah melihat Chandini yang terlihat kampungan.
Chandini memasuki kelas tersebut,lalu terlihat ia bingung tidak tahu harus duduk dimana,padahal ia terlihat lelah setelah 10 menit mengayuh sepedanya.ia kemudian duduk di salah satu bangku.
Tidak lama kemudian datanglah Sari masuk ke dalam kelasnya,ia berjalan ke arah mejanya dan menaruh tasnya,kemudian sewaktu ia mau kembali keluar kelas,ia melihat Chandini sedang duduk di bangkunya Desi.
"Anak baru",teriak Sari memanggil.
"Iya"
"Cepat kamu pindah kesini !,itu bangkunya Desi,kebetulan disebelahku kosong".ajak Sari
Chandini berjalan menuju ke mejanya Sari,kemudian ia menaruh tasnya di kursi sebelah Sari.
"Aku Sari,siapa namamu?,tanya Sari
"Namaku Chandini,panggil saja aku Dini".jawab Dini memperkenalkan diri.
__ADS_1
Sari melihat penampilan Dini yang menurutnya kampungan banget,sebenarnya ia menyesal memberikan kursi tersebut kepada Dini,tapi di kelas itu hanya bangku itu saja yang tersisa,nanti pada akhirnya wali kelas juga akan menyuruh anak baru itu duduk di sebelahnya.
"Ya sudah biarin aja,yang penting itu anak ga bau badan",gumam Sari dalam hati,sambil berjalan keluar kelas tanpa memperdulikan atau mengajak Dini.