Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
3


__ADS_3

Kak Yosia dan kak Salsa beserta balitanya akhirnya berangkat juga ke Banjarnegara,mereka pergi naik pesawat.


Di kafe Princess Hours 3,Leeyung sedang membantu Ibunya meracik minuman,ia harus bekerja membantu Mamanya karena pasangan suami istri Kang sedang ada urusan mendadak untuk menjenguk orang tua mereka di Korea.Jadi hanya ia,Indri,Putu dan Mamanya saja yang bekerja.


"Nak,persediaan Keju dan sosis kita sudah menipis,tolong kamu sekarang membantu Mama membelinya di Supermarket!",perintah Mama kepada Lee.


"Ok Ma",jawab Lee,sambil melepaskan celemek kerjanya.


"Ini daftar merknya,Mama tulis beberapa alternatif takutnya disana juga habis,ini kartu debitnya",terang Mama.


Lee segera meraih kartu debit Mamanya,lalu ia mengambil sepedanya untuk pergi ke Supermarket.



Setibanya di Supermarket,ia langsung berjalan ke arah lorong yang menjual keju,sewaktu mau menuju kesana ia melihat sebuah wajah yang dikenalnya sedang berdiri di lorong keperluan wanita.


"Dini..,apakah itu dia".gumam Lee dalam hati.


Selanjutnya Lee penasaran dan ia ingin memastikan apa yang dilihatnya.


"Dini..."sapa Lee yang sudah berada di belakangnya.


"Iya...,Kamu Lee sedang apa disini?",jawab Dini sambil kaget karena melihat Lee.


"Yang jelas pastinya belanjalah...,masa olah raga disini",jawab Lee ngasal.


"Itu kamu pegang apa?".tanya Lee yang melihat Dini menyembunyikan barang yang akan dibelinya di belakang tubuhnya.


"Gak jadi beli ahh..ada orang Kepo".jawab Dini.


"Beli saja,memangnya kamu malu yaa...,tar biasanya yang ada kalo ada orang yang suka malu jadinya malah bisa Falling in love lhoo..",kata Lee.


"Aku...,ga mungkin lahh Falling in love,secara aku kan masih kecil".

__ADS_1


"Aku bisa meramal,dalam sejam kita akan pergi makan bersama".kata Lee.


"Iya aku percaya kamu bisa meramal,..udah kamu pergi sana!",usir Dini


Kemudian hp Lee berbunyi,terdapat tulisan Mama.


"Lee,kamu sekalian yaa tolong belikan Mama pembalut wanita,darurat,yang kecil saja ga apa-apa",perintah Mama yang berbicara keras.


"Mama minta tolong saja Kak Indri beli di warungnya pak Ketut",jawab Lee.


"Disini Kak Indri lagi sibuk,kamu juga kan masih di Supermarket",jawab Mama keras karena kesal.


"Ya udah dehh..Lee belikan.


Lee kemudian melihat ke arah Dini yang sedang tertawa karena mendengarkan perintah Mamanya Lee yang menyiruh Lee membeli pembalut.


"Itu barang yang kamu pegang ga jadi kamu beli ?,kalo ga jadi kembalikan lagi saja ke rak biar kamu cepat Falling on lovenya".


"Kata siapa,kan udah aku pegang,pastinya ya mau dibeli",kata Dini.


"Ok aku pergi dulu",kata Dini


"Ya udah cepetan sana",kata Lee yang sebenarnya ia merasa malu karena ia mau mengambil pembalut wanita yang letaknya berada di seberang rak kosmetik wanita.


Setelah Dini berlalu,Lee langsung mengambil pembalut wanita dengan ngasal,yang penting ukurannya kecil,kemudian ia berjalan menujubtujuan belanjanya yaitu sosis dan keju.


Dini berjalan cuci mata melihat sekeliling supermarket,sebelumnya ia pernah datang bersama Kak Salsa untuk berbelanja bulanan,secara kebetulan supermarket itu harganya lebih murah daripada di toko,selain itu juga lengkap,ditambah dekat dari kediaman mereka.ia datang hanya untuk menghilangkan rasa jenuh sendirian di rumah,selain itu ia memang harus membeli pelembab wajah karena sudah dari kemarin miliknya yang di rumah habis.


Lee sudah mendapatkan semua barang yang akan dibelinya,ia berjalan menuju ke kasir,akan tetapi ia melihat Dini yang sedang mengantri di Kasir J,Lee langsung menuju kesana dan mengantri tepat di belakang Dini.


"Semuanya jadi 65 ribu dik"jawab penjaga kasir kepada Dini,


Dini segera membuka dompetnya dan ternyata ia hanya membawa uang sebesar 60 ribu rupiah saja,ia lupa uang yang diberikan kak Salsa masih di dalam amplop,ia juga tidak memasukkannya ke dalam dompetnya.tadinya ia pikir uang yang dibawanya akan cukup,karena sesuai dengan promo setelah diskon harganya hanya sekitar 30 ribuan untuk pelembab ukuran kecil.

__ADS_1


Selain itu dalam pikitan Dini untuk ukuran yang besar harganya tidak lebih dari 60 ribu rupiah setelah diskon.


"Kenapa?..uangnya kurang yaa?,artinya ga jadi beli artinya bakal Falling in love nihh",tanya Dani yang sedang memperhatikan Dini dan ikut melihat isi dompetnya Dini yang terlihat uangnya kurang.


"Kak bisa tidak ka...",ternyata sebelum Dini menyelesaikan bicara kepada penjaga kasir,Dani memotongnya.


"Sudah kak pelembabnya biar dihitung saja ke dalam belanjaan saya",kata Lee,karena ia melihat orang-orang yang dibelakang antrian mereka memperhatikan.ia menyerahkan keranjang belanjaannya juga kartu debitnya.


Dini tak kuasa untuk menolak Kebaikan Lee,ia tidak mau nantinya akan disumpahi dengan ejekan Falling in love,selain itu ia juga merasa mulai malu karena menjadi perhatian orang-orang.


Tak lama kemudian mereka sudah selesai berbelanja.Dini hanya membeli sebuah pelembab saja,sedangkan Lee membeli banyak kotak keju dan banyak kantung sosis ditambah ekstra titipan Mamanya.


"Aku sudah bantuin kamu,kamu ga ada rencana bantuin aku membawa ini?",tanya Lee.


"Iya aku bantuin dehh"jawab Dini terpaksa karena hutang budi.


"kamu naik apa?",tanya Lee ke Dini.


"Ya naik sepeda lha,masa naik helikopter",jawab dini membalas Lee yang suka menjawab ngasal.


"Bagus itu,sepeda kamu kan ada keranjangnya,jadi kamu bisa sekalian bantu aku bawain semua ke kafe,ehh ga semua kok cuma dua kantong plastik aja",jawab Lee memaksa.


"Kok sampe harus nganterin ke tempat kamu sih?",bukannya cuma sampai parkiran saja.


"Kalo cuma sampai tempat parkiran memangnya kamu ga kasihan sama aku yang harus membawa empat kantung plastik ini,tenang aja kafeku ga jauh cuma satu blok dari sini?",kata Lee.


"Ok deh,berhubung aku hatinya baik dan bersih,aku bantuin kamu"



Setelah lima menit bersepeda mereka tiba di Kafenya Mamanya Lee.mereka memarkir sepedanya,Dini membaca papan tulisan yang menarik PRINCESS HOURS 3 CAFE.dilihatnya desain kafe itu sangat cantik dan sedang lumayan ada pengunjungnya.


"Ayo bantu aku membawa belanjaan ini"tarik Lee yang melihat Dini sedang melamun melihat suasana depan Kafe.

__ADS_1


Tanpa sadar Dini ikut membantu Lee masuk ke dalam mengantarkan kantung plastik belanjaan Kafe.


__ADS_2