
Bagas masih tidak percaya apa yang didengarnya,mungkin hadiahnya asli berharga puluhan juta rupiah,akan tetapi jam tangan dan berliannya ia sangat yakin itu pasti palsu.
Bagas berencana untuk mempermalukan Lee dan Chandini,ia akan merampas dan membuktikan bahwa barang-barang mereka palsu.Bagas segera menghubungi 10 orang Bodyguardnya yang sedang mengawalnya untuk hadir di pesta Celine.
Kesepuluh Bodyguard Bagas adalah ahli bela diri yang mumpuni,Bagas sengaja membawa banyak Bodyguard karena pesta ini hanya orang-orang yang kaya yang datang,ia ingin menunjukkan bahwa ia adalah anak seorang yang sangat kaya dan berkuasa.
"Anwar saya ada tugas untuk kamu" perintah Nagas di telponnya.
"Siap tuan muda" jawab Anwar yang bertugas sebagai kepala bodyguard dari mobil Toyota Fortuner yang berfungsi untuk mengawal anak majikannya.
"Kamu nanti..blablabla..." perintah Bagas.
Sementara itu di Bandara Ngurah Rai,Duk So dan para anggota pasukannya beserta Direktur Daewoo sudah melewati ruangan VIP, mereka dengan mudah masuk karena ada penjemputan dari pejabat daerah yang akan menerima Direktur Daewoo yang rencananya akan investasi milyaran Dolar di Bali.
Duk So dan pasukannya segera berpisah dengan Direktur Daewoo setelah mereka berada di luar Bandara.
"kita berpisah,semua target masih dalam posisi yang sama" jelas Duk So.
"Siap" jawab seluruh anggota regu.
"Ingat waktu kita mendesak dan hanya Satu jam".kata Duk So.
Duk So paham jika misinya hanya mempunyai waktu singkat,sebab sekretaris Im dan Perdana Menteri pastinya tidak bisa menahan lama-lama berita kematian Yang Mulia Ratu,Selain itu pastinya besok pagi ada jadwal sidang Parlemen,pastinya jika mereka yang mau meruntuhkan Kerajaan akan berusaha mengadakan sidang darurat untuk merubah kerajaan.
Jika mereka berangkat jam 8.30 malam dari Bali artinya mereka akan tiba pukul 6 pagi di Korea itu masih cukup waktu sebelum sidang parlemen jam 8 pagi.
Lee melihat jam tangannya,sekarang masih jam 7.25 malam,ia sudah mendengar bahwa acara pemotongan Kue pada pukul 8 malam,itu masih lama dan para tamu baru mulai banyak berdatangan.
"Kita coba cheese cakenya Din,kayaknya enak" ajak Lee ke Dini
"Iya Ini enak" kata Dini setelah mencobanya dan mengambil satu lagi.
"Kamu doyan Cheese yaa...bagus deh biar kamu berisi"
"Oh jadi maksud kamu aku gendut? "
__ADS_1
"Aku kan gak bilang kamu gendut ,aku cuma bilang berisi" sanggah Lee.
" Aku bukan anak kecil tau ,maksud kamu?"
"Maafkan aku walaupun seandainya kamu gendut aku cuma mau bilang kalau aku..."belum selesai Lee menembak Dini tiba- tiba Bagas,Citra dan beberapa teman lainnya mendatanginya.
"Lee, Dini ikut bantu kami semua yukk..kita semua mau memberikan kejutan kepada Celine"kata Bagas kepada Lee sedangkan Citra berbicara kepada Dini"
"Bagaimana?" tanya Lee ke Dini sambil menatap kearah kaki Dini.
"Ya sudah gak apa-apa",jawab Dini tanpa curiga.
Kemudian Bagas menceritakan bahwa kejutan mereka untuk Celine mereka sembunyikan di dalam hutan taman.
"Ayo cepat keburu jam 8,sebentar lagi acaranya dimulai". ajak Bagas ke semua kawan-kawannya.
Mereka semua tiba di tengah hutan taman,kemudian tiba-tiba Citra dengan kawan-kawannya Bagas langsung berlari pergi,lalu datanglah para Bodyguard Bagas.
"Kalian kenapa pada pergi?" teriak Dini ketakutan kepada kawan-kawannya Bagas yang sudah jauh.
"Beres Tuan".jawab para Bodyguard.
"Bagas apa maksud kamu" teriak Lee sambil memegang Dini yang sudah memeluknya erat ketakutan.
"Kamu gak usah takut,aku cuma mau meminjamnya sebentar" jawab Bagas.
kemudian Bagas maju mau meninju muka Lee,akan tetapi Lee bisa menghindar dengan mudah,malah Lee menghadiahi tendangan Ke arah pantat Bagas.
"Aduh..Kurang ajar kamu Lee,pukul mereka"Perintah Bagas Ke anak buahnya.
Semua bodyguard segera mengepung Lee dan Dini kemudian maju bersama-sama menyerang Lee.
Lee tidak rela jika peninggalan Almarhum Papanya mau direbut Bagas,Lee akan berusaha mempertahankannya,akan tetapi keselamatan Dini juga lebih berharga.
Lee yang seorang ahli Tae Kwon Do,hanya bisa menangkis serangan para Bodyguard,ia tidak bisa membalas karena masih harus melindungi dini.
__ADS_1
Setelah beberapa jurus akhirnya mereka bisa mulai memukul tubuh Lee,Lee menahannya,seorang Bodyguard malah ada yang berhasil menendang kakinya Dini.
Lee semakin terdesak,dan merasakan sudah tidak sanggup lagi melawan sebab yang mengeroyoknnya semua adalah ahli bela diri.
Tiba- tiba datang 8 orang tak dikenal yang berpenampilan rapih dengan memakai jas.
Mereka secara serentak segera melindungi dan menolong Lee.Tiga orang berdiri di dekat Lee dan sisanya menyerang ke sebelas musuh Lee,dan hanya dalam waktu yang singkat mereka dapat memukulnya hingga jatuh pingsan,sedangkan Bagas yang tidak bisa bela diri harus rela patah lengannya.
"Utama 1 sudah bersama,siap meluncur"Jawab Duk So di alat komunikasinya.
kemudian Duk So bermaksud membawa Lee pergi dan meninggalkan Dini,akan tetapi Lee tidak mau ikut karena ia takut meninggalkan Dini sendirian,ia masih berpikir bahwa mereka akan berbuat hal yang tidak di inginkan terhadap Dini,Kemudian Lee berdiri dan ia berhasil merobohkan seorang anak buah Duk So,hingga membuat Duk So kaget.
"Saya akan melindungi Tuan,harap Tuan Ikut dengan Kami" kata Duk So dalam bahasa Korea.
"Tidak..saya tidak mau ikut kalian,saya tidak akan meninggalkan gadis ini,kalian pasti berencana jahat".kata Lee.
"Tidak Tuan,kami hanya diperintahkan melindungi anda" jawab Duk So.
Kemudian Lee mau menyerang mereka lagi,akan tetapi tidak mungkin para pasukan kerajaan berani membalas pukulan calon Raja mereka.
Melihat para anak buahnya dipukuli oleh Lee,maka Duk So berkata " Baiklah bawa serta gadis itu".Duk So terpaksa karena waktu mereka sudah mepet sudah hampir satu jam.
Akhirnya Lee setuju setelah melihat sebuah pistol yang tersembunyi diantara mereka.ia harus memprioritaskan keselamatan Dini yang utama.
"Utama 2 bagaimana posisi kalian,kami sudah menuju ke bandara " panggil Duk So ke regu 2.
"Kami belum menemukan Utama 2,kami sedang menunggu di titik point",jawab Sung ketua regu 2.
Flash Back 20 menit yang lalu,Sung dan anak buahnya tiba di rumah Shiyung,mereka mengetuk pintu rumah,akan tetapi tidak ada yang keluar,kemudian salah seorang anak buahnya naik ke atas rumah dan berusaha menyelinap masuk.
"Utama 2 sepertinya sedang keluar.kunci pintu tidak ada di pintu dalam,semua ruangan kosong,garasi juga kosong" kata salah seorang agen yang sedang menyelinap ke dalam.
kembali ke Team 1...
Team 1 sudah menunggu di dalam pesawat hingga jam 8.40,akan tetapi team 2 masih menunggu Shiyung yang belum terlihat,dikarenakan waktu mendesak sekretaris Im memerintahkan agar Team 1 berangkat lebih dulu,sedangkan Team 2 menyusul.
__ADS_1