
Menteri Sekretaris negara segera berjalan dari kantornya yang tepat di sebelah Istana Negara tempat kediaman resmi Presiden.
"Selamat Bapak Presiden" hormat Menteri Sujarwo.
"Iya Wo Selamat malam,ada berita penting apa?" tanya Presiden sambil menyuruh Menteri Sujarwo duduk.
Kemudian Menteri Sujarwo menyampaikan segala hal yang menjadi pembicaraan dirinya dengan rekannya dari Kerajaan Korea.
"Baiklah,segera katakan kepada mereka jika saya bersedia menjadi saksi pada saat lamaran dan pernikahan,setelah itu katakan jika Negara akan membantu pengamanan kenegaraan terhadap anggota Kerajaan dan Perdana Menteri.Selain itu selebihnya kami akan berusaha melakukan yang terbaik".titah Presiden agar Menteri Sujarwo sehera memberikan jawaban tanpa menunggu surat resmi dari mereka.
Presiden juga menyadari bahwa ini akan menjadi iklim wisata yang baik bagi Pulau Bali dengan diperkirakan kedatangan ratusan ribu warga Kerajaan Korea,dan yang lebih pentingnya akan mempererat hubungan kedua negara.
"Segera saya sampaikan" jawab Menteri Sujarwo.
Sekretaris Im sangat senang setelah mendapatkan jawaban balasan dari Rekannya Menteri Sujarwo,kemudian ia segera melapor kepada Yang Mulia Puteri Shin Chae Lin.
"Selamat Malam Yang Mulia,Tuan Presiden sudah bersedia,selanjutnya saya akan segera mengirimkan Menteri terkait dan Team untuk membantu disana" Lapor Sekretaris Im.
"Baiklah,Terima Kasih,berita ini sudah boleh diumumkan sekarang,setidaknya bisa memberikan kebahagiaan disaat masa duka saat ini kepada rakyat" perintah Shiyung agar Juru Bicara Istana dapat memberikan pernyataan resminya.
Sesudah itu setelah Juru Bicara Istana mengumumkan berita resmi ini,banyak Stasiun televisi yang kemudian menyorot berita tentang Chandini,Calon Permaisuri Raja mereka,selain itu disaat yang bersamaan berita ini telah mencapai Bali,karena kecanggihan teknologi zaman sekarang,semua berita di dunia bisa sampai secara bersamaan.
Pulau Bali sungguh heboh,semua orang semakin membicarakan Chandini,Tajuk berita utama adalah Chandini Putri Bangli yang akan menjadi Permaisuri,Semua stasiun televisi banyak yang langsung mengirimkan para reporternya menuju ke Bangli,dan seketika nama Chandini asli dari Bangli di pulau Bali menjadi Trending Topik.Selain itu Kepala Kepolisian Negara juga langsung memerintahkan Kapolda untuk menambahkan pengamanan,khususnya di kediaman Pak Chandra.
Sementara itu di Kubu,Tuan Pandu sedang berbicara dengan anak buah kesayangannya yaitu Agus seorang mantan Serda desersi yang juga ahli sebagai mata-mata atau pengintaian.
"Bos,mereka akan mengadakan acara lamaran di Bangli" lapor Agus.
"Bisakah anak buahmu menyelinap kesana?" tanya Pandu.
"Sepertinya sangat sulit Bos,sebab ring 1 dari mereka bukan dari Polda,akan tetapi orang-orang dari Kedutaan Korea" jelas Agus.
"Coba diusahakan berapapun biayanya !"
__ADS_1
"Baik Bos"
"Satu lagi,segera perintahkan orang-orang kita agar waspada dan awasi jika ada pergerakan dari orang-orangnya Surya,kemungkinan ia akan membantu aparat dari Pusat untuk bisa menemukanku,orang itu adalah ular"kata Pandu.
"Baik Bos,segera laksanakan".Ucap Agus.
Kembali ke kediaman Pak Dharma,Tampak wartawan dari media dalam dan luar negeri telah mulai berdatangan,tujuan mereka hanya satu yaitu mendapatkan pernyataan resmi dari Pak Dharma selaku Ayah dari Chandini.
Pak Dharma masih belum berani untuk menyampaikan pernyataannya secara resmi,sebab ia masih menunggu Chandini yang belum menghubunginya dan mendengarkan apakah Chandini benar-benar bersedia bertunangan dengan Leeyung.
Disaat yang bersamaan setelah membereskan urusan persiapan untuk anaknya,Shiyung segera berjalan menuju ke kamarnya Chandini,ia ditemani oleh Sekretaris Im dan Kepala Pengawal Hwan.
Di depan kamar Chandini ada Dok Su dan beberapa petugas lainnya yang mempunyai tugas Khusus yaitu mengawal Pangeran Leeyung.
"Silahkan Yang Mulia" ucap Dok Su yang membukakan pintu untuk Shiyung.
"Mama..." ucap Lee bersama Chandini setelah melihat kedatangan Shiyung.
Shiyung segera memerintahkan kepada para pelayan Istana yang berada di dalam kamar Chandini untuk segera pergi keluar dari kamar.
Kemudian Sekretaris Im mendekat ke arah Shiyung.
"Sudah tersambung Yang Mulia,sudah bersama Tuan Dharma" lapor Sekretaris Im sambil memberikan Ponselnya.
"Selamat Malam Pak Dharma" sapa Shiyung.
"Selamat malam Nyonya" jawab Pak Dharma.
"Saya akan memberikan ponselnya kepada Chandini,silahkan Pak Dharma berbicara dengan Putri Bapak" kata Shiyung kemudian memberikan Ponselnya kepada Chandini.
"Hallo Ayah,ini Dini Ayah" ucap Chandini senang karena bisa berbicara dengan Ayahnya.
"Hallo Dini,ini Ayah,disini juga ada Ibu dan Adikmu nak,kamu gimana,apa baik-baik saja nak?" tanya Ayah.
__ADS_1
"Dini baik-baik saja Yah,Lee dan Mamanya menjaga sudah menjaga Dini dengan Baik" jawab Chandini.
"Ini Ibumu nak,ingin bicara"
"Dini,ini Ibu nak,kamu bagaimana Nak,Mama sempat khawatir sama kamu,soalnya disini banyak Pak Polisi nak",kata Nyonya Dharma,Ibu dari Chandini.
"Dini baik-baik saja Ibu,Dini disini bersama Lee dan Mamanya,mereka semua baik-baik terhadap Dini"
"Syukurlah" kata Ibu Dini.
"Selain mendengar kabarmu,apa benar kamu setuju akan untuk menikah dengan Lee, Nak?" tanya Ayah.
"Jika ini sudah kehendak Yang Maha Kuasa,Dini menyetujuinya,Yah"
"Kamu tinggal bilang saja jika kamu belum siap"
"Dini Sudah siap Yah,Dini hanya bisa meminta mohon Doa dari Ayah dan Ibu" jawab Chandini mantap,agar Ayahnya tidak khawatir.
"Baiklah Nak,Ayah dan Ibumu akan merestui kalian,ini adikmu memaksa berbicara" jelas Pak Dharma.
"Kakak..,apa benar kakak akan menikah,terus kata Ayah kakak sekarang sedang berada di Korea,Kenapa kita semua tidak diajak Kak,pulang bawa oleh-oleh tanda tangan BTS ya kak..hehehe....Adik cuma becanda kok"tanya Adik Chandini.
"Kakak disini cuma menemani Kak Lee yang sedang ada urusan dengan keluarganya,untuk tanda tangan BTS,nanti kakak carikan di Google,terus kakak Copy sebanyak yang adik mau" jawab Chandini kepada adiknya.
"Kakak.."teriak adik Chandini kesal.
"Baiklah Ayah dan Ibu,Dini sudahi dulu telfonnya,Dini tidak enak jika lama-lama dengan ponsel yang bukan milik Dini" ucap Dini.
"Baiklah jika begitu Nak,sampaikan salam kami kepada Nyonya Lee,terima kasih".
"Baik Yah,nanti akan Dini sampaikan.
Akhirnya Pembicaraan Chandini dengan Orang tuanya diakhiri.Shiyung yang mendengarkan pembicaraan antara Chandini kepada adiknya kemudian segera memberitahukan kepada Sekretaris Im apa yang tadi dibicarakan mereka dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Korea.
__ADS_1
"Tuan Im,apakah dimungkinkan untuk membawa BTS saat prosesi lamaran Lee ke Bali?,jika tidak tolong diusahakan untuk mendapatkan tanda tangan mereka dan benda-benda milik mereka,sebagai oleh-oleh untuk adiknya Chandini.Perintah Shiyung keoada Sekretaris Im.
"Baiklah Yang Mulia,akan saya usahakan untuk melakukan yang terbaik.Jawab Sekretaris Im.